NovelToon NovelToon
Aku Harus Jahat

Aku Harus Jahat

Status: tamat
Genre:Badboy / Cintamanis / Patahhati / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:109k
Nilai: 4.4
Nama Author: After.Story

Read this prequel novel first : AKU HARUS BAIK
Berdasarkan kisah nyata atau tidaknya itu terserah bagaimana kalian mempercayainya

18 tahun keatas untuk bisa memahami cerita
Novel ini khusus buat yang open minded

[Peringatan : Diharapkan bisa dalam berpikir dua sudut pandang dan berpikir majemuk sebelum membaca]

[Dukung terus author dengan like, komen, vote, favorit, dan share. Terimakasih]

Ini cerita tentang suatu keharusan kita dalam berperan jahat, bahwa kejahatan dirasa adalah hal yang terbaik dan perlu dilakukan saat itu juga.

Tidak peduli sekeras apapun kita mencoba dalam menghindarinya, pastilah akan ada seseorang yang memang harus berperan jahat didalam kehidupan kita

Dan,
Inilah aku sekarang.

Aku Harus Jahat

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon After.Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 29 - Terluka Dipecundangi Dunia

"Aku nanya sama kamu boleh gak?" ucap Safira

"Boleh. Apa?" ucapku

Safira menatapku lekat, dan tersenyum penuh artian, "Kamu milih yang mana coba? Keluarga yang sering ribut terus mereka akhirnya cerai. Atau. keluarga yang gak pernah ribut, tapi, mereka saling main dibelakang?"

"Pilihan yang sulit buat dijawab" ucapku

"Apapun yang kamu pilih keduanya emang nyakitin" ucap Safira

"Hidup penuh tanya" ucapku

"Bener" ucap Safira

Aku mempercayai itu. Tidak ada seorangpun didunia yang bisa menjabarkan tentang bagaimana menjalani hidup yang baik serta benar dengan rinci, karena dunia terlalu banyak kemungkinannya sampai kita dibingungkan olehnya, kemudian setiap orang pastilah mempunyai situasi dan kondisi yang berbeda satu dengan yang lainnya, itulah yang membuat kita tidak bisa memberikan arahan yang tepat kepada orang lain bagaimana menjalani kehidupannya. Benarlah. Tidak ada hidup yang lebih baik ataupun buruk disaat kita membandingkannya dengan orang lain, karena semua orang mempunyai batasan tersendiri yang memang tidak bisa dibandingkan, kalaupun ada perbandingan itu hanya bisa dilakukan terhadap diri kita sendiri, perbandingannya yaitu sebelum dan sesudah disaat kita menjalani hidup tersebut, membandingkan hidup kita dengan orang lain itu tidak bisa dilakukan, karena setiap orang mempunyai komposisi serta takaran yang berbeda dalam hidupnya, sebenarnya apa yang bisa kita lakukan itu hanyalah menjadikan hidup orang lain sebagai pembelajaranl saja.

Terluka dipecundangi dunia,

Begitulah,

Hidup menuntut kita untuk berdamai dengan keadaan, tapi sebaliknya keadaan justru ingin sekali menjatuhkan kita, dan lebih parahnya lagi kita diminta untuk tersenyum serta tertawa didepan orang lain, bahwa seakan kita tidak bisa dijatuhkan oleh kehidupan dengan mudahnya, lagipula tidak ada seorangpun didunia yang sepanjang hidupnya belum pernah melakukan kebohongan, semua orang pernah melakukan kebohongan. Pemikiranku. Semua orang itu mungkin dihitung tidak melakukan kebohongan, mereka hanya tidak mengungkapkan atau menunjukkan apa yang sebenarnya dirasakannya, tapi, bukanlah itu sama dengan kebohongan walaupun tidak secara langsung menjurus, seperti itulah kebohongan yang jika diartikan secara luas bukan hanya tentang ucapan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

"Kamu tahu gak?" ucap Safira

"Orangtuaku itu pesulap. Mereka bisa menghilang dari hidupku dengan mudahnya. Mereka hebat banget" ucap Safira

Aku menatapnya lekat, dan tentunya hanya terdiam,

"Pertunjukkan yang menakjubkan" ucap Safira

Aku masih terdiam,

Safira tersenyum dengan penuh artian, "Biarinlah aku cuman jadi penonton. Setidaknya aku terhibur sama pertunjukkan mereka"

"Gakpapa" ucap Safira

Malam terasa sunyi. Angin yang tidak bersuara menembus sweater yang kupakai, dan tidak mungkinlah aku meninggalkannya disaat keadaannya sedang terpuruk, aku hanya ingin meninggalkan dirinya saat diwajahnya itu terlukis senyuman bahagia walaupun hanya sekejab, kemudian aku juga hanya ingin meninggalkannya dengan semua mimpi indahnya saat ditidurnya nanti. Menyusahkanku. Aku memang terlalu peduli dengan semua orang yang ada disekitarku, bahkan aku sampai bisa ditingkat tidak mempedulikan diriku sendiri, padahal seharusnya aku mengurus hidupku sendiri terlebih dahulu sebelum memikirkan hidup orang lain, dan kulihat tangannya berada diatas pahaku, kemudian dimatanya itu menggambarkan betapa sedihnya dia menjalani hidupnya, aku mengusap air yang mengumpul diujung matanya itu dengan telunjukku, lalu, dia terlihat sedikit tersenyum dengan apa yang kulakukan.

...*********...

"Kamu terlalu baik"

"Gakpapa. Aku yang nemenin kamu waktu patah, tapi, dia yang nemenin kamu waktu tumbuh. Bahagialah" ucap Adrian

Terdiam aku bersandar

Kulihat,

Setelah mengucapkan kepada seorang perempuan yang tidak kukenal, temanku itu langsung berjalan pergi meninggalkannya, beberapa saat kemudian perempuan itu berjalan melewatiku dengan air mata yang mengalir dipipinya, setelahnya akupun melanjutkan perjalananku menuju ruang kelasku, aku duduk termenung didepan ruang kelas lagipula dosen juga belum datang, Adrian berdiri disampingku sembari tersenyum simpul, lalu, duduk bersebelahan denganku, kemudian akupun setengah tersenyum dengan apa yang dilakukannya, kita berdua seakan menghina dunia beserta semua yang terjadi didalamnya secara tidak langsung, padahal aku juga tidak begitu mengerti dengan apa yang kulakukan itu.

Terkadang aku penasaran. Kenapa setiap kisah tentang cinta sejati pasti berakhir dengan tragis? Tidak peduli seberapa keras mereka dalam memperjuangkan cinta tersebut, kalau takdirnya itu memanglah tidak bisa menyatu pada akhirnya semua perjuangan itu terasa menyedihkan, dan sekarang aku sedikit mulai paham, sebenarnya bukanlah tentang kita menceritakan bagaimana kebersamaan itu berlangsung, karena disaat kebersamaan itu berakhir maka hilanglah kisah tentang cinta tersebut nantinya, kisah cinta yang indah itu disaat kita bisa terus saling mencinta dalam hati, bahkan sekalipun disaat siapa yang kita cintai itu bahagia dengan orang lain, atau, pergi dalam artian yang sebenarnya.

Selesai dari perkuliahan,

Dikantin.

Kulihat dia sendiri. Aku langsung menghampirinya dan lenganku dipukul olehnya karena dia terkejut aku disampingnya, kemudian secara tidak disengaja aku melihat aksara jawa yang cukup kecil dibindernya, lalu, aku teringat dengan aksara jawa yang pernah kutulis digitarnya itu, aksara jawa yang ada digitarnya itu tidak bisa dihapus. Artinya itu cahaya. Apakah dalam hidupnya itu hanya terdapat kegelapan, dan juga, apakah tidak ada sedikitpun cahaya yang menyinarinya? Rasanya dia terlalu menghayati aksara jawa yang pernah kutulis digitarnya, bahkan sampai dia bisa menulis aksara jawa dengan sendirinya tanpa pernah kuajari sekalipun, aku tidak mengerti apa yang sedang dipikirkan serta dirasakannya, tapi, aku hanya menebak bahwa semuanya itu terasa menyesakkan didalam hatiku.

"Ada kelas gak?" ucapku

Tanaya menoleh kearahku, dan menatap dengan lekatnya, "Enggak. Makanya aku disini. Kamu?"

"Barusan aja selesai" ucapku

"Bagus. Temenin aku sekarang. Disini" ucap Tanaya

"Sekarang" tekannya

"Galak" ucapku

"Emang aku galak" ucap Tanaya

Pastilah. Semua orang didunia ingin bahagia, tapi, mereka lupa bahwa kebahagiaan itu sejatinya didapatkan melalui berbagai penderitaan, dan merebut kebahagiaan orang lain itu tidaklah ada pembenarannya, kebanyakan dari kita cenderung akan melakukan apapun untuk mendapatkan kebahagiaan, bahkan sampai melakukan pemaksaan baik kepada dirinya sendiri maupun orang lain dalam mewujudkan kebahagiaannya. Miris. Aku hanya ingin apa yang setiap kulakukan itu menjadi kebahagiaan dari orang lain, walaupun aku sendiri tidak bahagia saat melakukannya sekalipun, dan kurasa memang haruslah ada seseorang yang diciptakan untuk membuat orang lain bahagia, menyedihkan, kehadiran seorang badut yang dituntut terus melawak untuk membuat semua orang tertawa dengan tingkah lakunya, tapi, dibalik tingkah lakunya itu tidak ada seorangpun yang menghiburnya dari kesedihannya.

Badut itu berpikir,

Kenangan hanya terjadi dalam sekali, dan kita tidak bisa mengulanginya, kenangan selalu mengarah kepada suatu hal yang membekas dalam hati, padahal kenangan buruk justru yang paling membekas, tapi, kenapa hanya kenangan indah yang seringkali kita ingat? Sebenarnya kita mempunyai kecenderungan untuk menghindari apapun yang menyakiti, kemudian secara tidak langsung kita mencoba untuk melupa terhadap setiap keburukan apapun yang terjadi dalam kehidupan, dan kita menganggap semua kenangan yang buruk tersebut seakan tidak pernah terjadi dalam hidup, lalu, seiring berjalannya waktu kita perlahan melupakannya kecuali terhadap kenangan yang begitu menyakitkan, kita semua pembohong yang hebat disaat melakukannya terhadap diri sendiri, padahal kita mempunyai kenangan begitu menyakitkan yang diabaikan, tapi, kita hanya memilih untuk mengingat semua kenangan yang indah secara terus menerus.

Kenyataannya,

Kita semua adalah badut yang menghibur orang lainnya.

Akuilah.

Setelah yang dilewatinya. Tanaya menjadi seorang yang tidak mudah untuk didekati oleh siapapun, terlebih orang yang mendekatinya itu tidak dikenalnya, secara tidak sadar dia mempunyai pemikiran yang buruk terhadap siapapun yang mendekatinya, kemudian dia juga menjadi seorang yang tidak mudah untuk mempercayai siapapun. Terdiam aku disampingnya. Tanaya seakan menutup rapat dirinya, bahkan dia tidak peduli dengan semua orang yang perlahan akan menjauhinya, dan terkadang aku mendengar orang yang melewatiku itu membicarakan tentang dirinya, tapi, aku bertingkah seakan tidak mendengar apapun saat bersama dengannya, padahal aku ingin sekali tertawa dengan apa yang mereka bicarakan, karena apa yang dibicarakannya itu berbeda dengan kenyataannya.

...Orang yang paling keras adalah mereka yang paling bersedih...

"Mereka itu gak tau ceritaku" ucap Tanaya

Tanaya tersenyum simpul, "Mending aku dianggep jelek tapi aslinya baik, daripada, aku dianggep baik tapi aslinya jelek"

"Biarin" ucap Tanaya

1
Tri kutrek
akhirnya bisa menyelesaikan membaca cerita ini. awalmula baca di forum lain, kemudian tau kalo di lanjutkan disini. cerita ini beda dari pada yang lain. biasa nya. memposisika diri ditengah-tengah. terkadang posisi di tengah-tengah itu enak. karena bisa memandang lebih luas (depan dan belakang), tetapi kadang kalau di tengah-tengah kita bisa terjepit.
🕯️
Dan hati yang mudah terjatuh adalah hati yang selalu dijaga dan dilindungi yg sebenarnya itu hanyalah sementara bersembunyi dibalik kelembutan yang menutupi wajah dari kilatan, tapi lupa untuk diberi rasa sakit sebagai vaksin yang memang seharusnya harus diberikan 🌱

kak thor ngulang baca lagi 🤗 setelah pernah usai
Desy Puspita
🌻
Desy Puspita: Jadi.
total 2 replies
Lady Meilina (Meilina07.)
hai thor aku mampir ya. dtunggu feedbackya. thnks
DHANIR K
gimana mo ada pelangi kalo malam, coba..
kan gelap....
After.Story: beneran ada dan kelihatan
total 3 replies
DHANIR K
karyanya memberi ku semangat hidup....
『Gres Ier』
kata katanya ngena bet keren tor
Hendra Hermawan
0k lanjut
Hendra Hermawan
semangat
Hendra Hermawan
mampir
Hendra Hermawan
0k
Thor TTD
balas like ku ya thor
IG: Saya_Muchu
Aku selalu mendukung mu thor
Fira
wih
After.Story: anak kaskus nih bahasanya gan
total 3 replies
🕌 M⃟ars™Melia ᵐᴵʷ🍭🌺⃟⃝࿐🕌🖤
mampir thor
After.Story: wuih makasih udah mampir
total 1 replies
❤️⃟WᵃfJonathan
jempol terus saja berdatangan, tetap semangat untuk authornya
Sekar Rasi Karimah
Kebanyakan Prolog
After.Story: prolognya cuman satu, monolog paling
total 1 replies
Gusmandora
mampir Thor
After.Story: iya makasih kak
total 1 replies
Noer Row_ling
like ❤️
After.Story: iya makasih kak
total 1 replies
lovetoon
suka , tp kurang dialoq thor .. terlalu banyak monolognya
After.Story: tokohnya pendiem soalnya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!