NovelToon NovelToon
Cinta Wanita Mantan Narapidana

Cinta Wanita Mantan Narapidana

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Patahhati / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Paksaan Terbalik / Tamat
Popularitas:229.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mrs.Kang Chi

WARNING!!
Ini Novel Dewasa, so bocil-bocil jangan baca, ntar malah heboh dikolom komentar, ini novel khusus 21+

Sebuah rasa cinta pada seseorang terkadang terlambat untuk disadari. Sekalipun menyadarinya sejak dini, namun kadang hati enggan menunjukan rasa tersebut. Hingga akhirnya menjadi sebuah perasaan yang terpenjara oleh kepura-puraan.

Ini adalah sebuah kisah seorang gadis muda mantan narapidana yang jatuh cinta pada sahabat kecilnya, hingga dia mengagalkan acara lamaran lelaki pujaannya, serta memaksa lelaki tersebut menikahinya. Maka, pernikahan tanpa hitam diatas putih pun terjadi, tapi pernikahan yang dijalaninya penuh intrik dimana dia dibenci oleh keluarga lelakinya.

Disamping kehidupan rumah tangganya yang tidak harmonis, dia harus bergelut mencari tahu penyebab kematian orang-orang terdekatnya.

Mampukah dia mencari kebenaran dibalik kematian orang-orang terdekat dan menumbuhkan cinta dalam pernikahannya?

#Cinta segitiga #Pembunuhan #Pernikahan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrs.Kang Chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Introgasi

Di dalam ruangan kepolisian itu sudah duduk empat orang yang dengan tidak sabar menantikan penjelasan polisi mengenai bukti yang baru ditemukan.

"Apakah ada petunjuk pak?" Tanya Vino.

" Sedikit titik terang! Kita menemukan bercak darah di pakaian yang kami temukan tidak jauh dari lokasi." Kata polisi.

" Lalu bagaimana pak?"

"Kami akan meminta sampel darah bu Khalisa juga!!"

"Silahkan pak!" Kata Khalisa.

" Oh ya kami juga hendak memanggil saudara Prakoso Adiwijaya, karena beliau juga orang terakhir yang berhubungan dengan korban!" Jelas polisi.

Rendy nampak terkejut mendengar ayahnya ikut terlibat memberikan kesaksian. Dan suara gaduh pun tidak lama terdengar diluar ruangan. Sampai akhirnya pintu terbuka, dari luar. Polisi tersebut bangkit menyambut kedatangan tamunya.

"Selamat datang pak Prakoso! Terima kasih sudah bersedia hadir disini!" Sambut Polisi sambil menjabat tangan Prakoso Adiwijaya.

Prakoso yang merupakan ayah kandung Rendy tersenyum ramah membalas perkataan polisi tersebut sambil menyambut jabatan tangannya. Mata Tante Ratna langsung membelalakan begitu melihat keberadaan Khalisa.

" Oh ada mantan napi juga disini, ya pasti gak jauh lah pembunuhnya, wong dia bisa bunuh ibunya sendiri apalagi ayah tirinya!" Sindir Tante Ratna sambil melipat tangannya.

"Mah, jangan kayak gitu!" Tegur Prakoso membuat Tante Ratna mendengus kesal.

Disis lain, Khalisa sudah kebal dengan segala ejekan dari mertuanya. Tidak seperti Vino yang nampak kesal dengan perkataan Tante Ratna dan sedikit heran dengan sikap Khalisa yang tenang dengan ejekan itu.

"Silahkan duduk pak Prakoso!" Kata Polisi itu untuk memecahkan suasana yang kurang baik saat ini.

Prakoso segera duduk dikursi menghadap polisi tersebut. Rendy pindah duduk di sebelah Khalisa memisahkan Vino yang berada didekatnya. Vino sadar dan merasakan aura kecemburuan dalam diri Rendy.

"Saya senang bisa ikut bersaksi untuk besan saya!" Tutur Prakoso.

" Iya saya sangat berterimakasih pak Prakoso!" Kata Polisi tersebut.

Pak Prakoso pun tersenyum begitu ramah, dia sangat welcome dan kooperatif dengan pihak kepolisian. Beberapa kali Vino nampak menatap serius pada Prakoso, sementara Khalisa hanya diam memperhatikan Pak Prakoso yang mulai dibawa ke ruangan kedap suara.

Khalisa dan Vino ikut berada diluar mendengarkan tanya jawab antara pak Prakoso dengan pihak kepolisian. Sementara tante Ratna beberapa kali nampak mendelikan matanya setiap bertemu pandang dengan Khalisa.

Pihak kepolisian pun memulai proses introgasi didalam ruangan yang cukup dingin.

"Bagaimana bapak bisa bertemu dengan pak Prakoso dihari terakhirnya?"

"Saya mendapatkan pesan bertemu dengan pak Rajat. Akhirnya kita pun bertemu di sebuah cafe, dia mulai bercerita tentang anak tirinya lalu menitipkan barang ke saya untuk anak tirinya."

" Bagaimana hubungan anak tirinya dengan almarhum pak Rajat?"

" Setahu saya tidak terlalu dekat semenjak anak tirinya di penjara."

" Oh ya, apa barang yang dititipkan ke anak tirinya?"

" Saya tidak tahu, saya begitu berada di rumah memberikan langsung menantu saya!"

" Oke, pukul berapa anda bertemu dengannya?"

" Pukul 5 pagi!"

" Jam berapa anda pulang?"

" Jam 7 pagi!"

" Kemana tujuan selanjutnya pak Rajat?"

"Sepertinya pulang ke rumah!"

" Di cafe mana kalian bertemu?"

" D'cafe exspress!"

"Apa yang kalian pesan disana?"

" Aku memesan kopi americano, dia kopi caramel."

"Apa dia bercerita tentang masalah yang tengah dihadapinya?"

" Tidak, dia terlihat gelisah tapi tidak bercerita apapun, tapi dia sedikit terluka lehernya, dia juga sedikit bercerita sangat merindukan mantan isterinya!"

" Bolehkah kami melihat chat terakhir korban?"

" Silahkan pak!"

Saat itu Pak Prakoso Adiwijaya langsung menyodorkan ponselnya yang berupa percakapan virtual antara Prakoso dengan Rajat, yang pada umumnya bercerita tentang kabar dan rencana liburan bersama. Terlihat sangat akrab hubungan Rajat dengan Prakoso. Tidak ada hal yang mencurigakan di chat tersebut. Polisi pun menyerahkan chat korban ke ahli IT terlebih dahulu.

*******

Setelah selesai pemeriksaan dikantor kepolisian, Khalisa masih terduduk dihalaman kantor kepolisian. Vino berada disampingnya. Rendy yang baru keluar dari kantor melihat pemandangan tersebut merasa kesal. Dia melangkah ke halaman.

" Kamu tidak pulang?" Sapa Rendy.

" Nanti, aku akan pulang," Jawab Khalisa.

"Pulanglah dan jangan lupa makan!" Kata Rendy.

" Iya Ren!" Jawab Khalisa lemah.

Rendy pun berbalik badan dan berniat meninggalkan Khalisa bersama Vino. Tapi baru beberapa langkah saja sudah kembali berbalik lalu berjongkok dihadapan Khalisa. Dengan lembut Rendy mengenggam tangan Khalisa dan mengusap pipinya.

" Semuanya akan baik-baik saja," Kata itu keluar begitu lembut dari mulut Rendy.

Khalisa sedikit terhibur dengan sentuhan lembut dan perkataan halus Rendy, dia menyungingkan senyuman pada Rendy sambil mengangguk pelan.

"Ya Ren," Jawabnya.

Rendy pun mengelus kepala Khalisa lalu mendaratkan kecupan hangatnya tepat dikeningnya, wajah Khalisa sudah memerah karena kedua kalinya Rendy berani bersikap demikian didepan umum. Vino membuang mukanya melihat adegan tersebut.

" Aku berangkat dulu, nanti aku akan datang ke rumah! Jangan terlalu banyak pikiran!" Kata Rendy.

Setelah itu Rendy pun pergi meninggalkan Khalisa yang kini hatinya sedang bercampur aduk. Namun, disisi lain Tante Ratna sudah bermuram durja melihat adegan tersebut. Tidak menyangka Rendy akan bersikap demikian pada Khalisa.

Sementara beberapa menit, hening antara Khalisa dan Vino. Sampai akhirnya Khalisa mulai bersuara.

" Vin, hasil forensik menunjukan ayah meninggal dipukul 7" Kata Khalisa.

Seketika Vino menoleh sambil berkerut dahinya. Menatap tidak percaya dengan Khalisa.

"Benarkah?"

" Ya, ahli forensik menuliskan suhu ayah sekitar 30 derajat C. Suhu normal 36 derajat C, orang yang meninggal suhunya akan berkurang 1 derajat per jamnya. Saat kita datang ke lokasi pukul 13.00. Itu artinya ayah sudah di meninggal 6 jam yang lalu. Apa kamu merasakan ada yang ganjil?" Jelas Khalisa.

Penjelasan Khalisa cukup membuat Vino melonggo, dia tidak tahu Khalisa bisa memiliki pengetahuan seperti itu. Ada perasaan kagum padanya.

"Ekhem.. Jadi kamu merasa ada yang rumit disini, jika ayah meninggal pukul 7 pagi, bagaimana ayah bisa dibunuh setelah dari cafe! Sedangkan jarak D'Cafe Exspress ke hutan bergunung itu butuh waktu satu jam."

" Ya, pembunuh tidak mungkin mengunakan jimat penghilang kan?" Canda Khalisa sedikit menyungingkan senyuman.

Melihat Khalisa dapat bercanda saat ini cukup membuat Vino tenang, dia pun mangut-mangut. Dia memasukan kedua tangannya ke jaket kulitnya sambil menatap langit yang biru.

"Vin apa kita bisa menemukan pembunuh ayah?" Tanya Khalisa kemudian.

"Kita akan berusaha menemukannya!" Kata Vino.

"Vin, apakah ini kelompok snake yang mengancamku karena aku melihat kejadian pembunuhan di gang komplek?" Tanya Khalisa.

"Ya, tapi pola membunuhnya berbeda sedikit."

" Maksudmu?"

"Mereka memiliki pola membunuh memenggal korban atau mengoroknya."

"Tapi kali ini mereka memutilasinya Vin!"

" Ya, hal ini menunjukan ada kebencian yang besar si pembunuh terhadap korban, melihat pembunuh seperti sengaja ingin menyakiti korban sebelum memenggal kepalanya! Kau tahu alat pemotong keramik itu yg digunakan untuk memutilasi tidak ada dilokasi!"

"Hal ini membuat aku ragu, menemukan pembunuhnya!" Kata Khalisa sambil kembali termenung.

Pembunuh tahu korban yang akan dibunuhnya, sedangkan korban tidak akan tahu siapa yang akan menjadi pembunuhnya. Keadaan yang tidak waspada membuat kita lengah akan bahaya yang sudah menunggu.

#Bersambung...

1
Wan Trado
polisi akan terlihat bodoh seandainya menutup kasusnya, karena yg diduga sebagai pembunuhnya mati dg kondisi di mutilasi dan lagi kejadiannya setelah beberapa hari setelah korban ditemukan..
Mari Anah
semangat thor bikin karya2 baru
Mari Anah
di part ini ada sdkt bawang y ya thor,smp mewek aku baca y thor
Mari Anah
duh si silva ini mau cba2 jdi benalu d rmh tangga tmn y sndri🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
Mari Anah
duh...duh...duh seneng y bsa di cintai banyak org,jdi terharu😢😢tuh kan ren,nyesel mah ada y belakangan,ego y ajah sih yg d gedein
Mari Anah
akhir y khalisa jdi jg sma vino,aku suka...aku suka thor
Mari Anah
author y pinter cerita y bikin yg baca deg2n berasa lgi nonton film action😁
Mari Anah
ada gtu ya org yg kejam bgt
Mari Anah
tambah seru thor cerita y
Mari Anah
ko mengandung 6 bln sih thor,typo ya thor
Mari Anah
cerita y seru bgt mrs,dri setiap part cerita y bikin penasaran,jdi bikin nagih,pngn lanjut baca cerita y,poko y sukses trs bwt cerita y ya mrs
Mari Anah
ky y aldi suka nih sma khalisa🤔🤔
Mari Anah
Luar biasa
Mari Anah
nnti lama2 si rendy bakalan nyesel tuh udh mengabaikan khalisa
Mari Anah
udh lah khalisa tinggalin ajah si rendi,mending sma vino ajah,bikin nyesek ajah baca y
Mari Anah
pergi ajah kamu khalisa,keluar dri kwluarga yg toxic,jdi nyesek baca y😢😢😢
Mari Anah
berat bgt jadi kalisa pasti y😥😥g ada dukungan sma skali
Desi Eka s
Luar biasa
Mari Anah
ky y cerita y seru neeeyy,aku hadir thor🤗🤗
Chandra Dollores
suit suit suit..
ayo Vinnn
keluarkan jurus maut merebut hati Khaila...
klo perlu langsung lamar... masih perawan loh.. tanpa status janda pula..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!