NovelToon NovelToon
The Failed Playboy

The Failed Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:204.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Nureti

Cerita ini tentang cowok 'penakut' yang selalu ditolak sama cewek.

Dia bernama Dafa, dimana dia selalu berteman dengan cewek dan dengan mudahnya dia jatuh cinta. Entah beneran cinta atau karena merasa iri sama yang lain yang bisa dengan mudahnya mendapatkan pacar. Dafa tipe orang yang mudah terbawa perasaan, sehingga jika ada seseorang yang baik kepadanya dia langsung suka. Tetapi sayangnya, yang dekat dengannya rata-rata hanya menganggap dia sebagai teman tidak lebih.

Ikuti ceritanya dalam judul THE FAILED PLAYBOY.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nureti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 30

"Nin, cepetan sudah siang." ucap ayah yang sudah duduk di motor.

"Iya yah sebentar." teriakku dari kamar.

Aku keluar kamar membawa dua bungkus kado yang semalam aku sudah siapkan untuk Viana dan Lastri.

"Bu, aku pergi dulu assalamualaikum." ucapku mencium tangan ibu yang lagi menyapu rumah.

"Iya nak, waalaikumsalam." ucapnya.

Aku dan ayah meninggalkan halaman rumah.

"Yah, kita mampir di rumah nenek dulu iya." kataku dalam perjalanan.

"Ada apa?" tanyanya.

"Aku mau taruh ini kado dulu ayah. Tidak mungkin aku bawa ke sekolah." kataku.

"Oh." kata ayah.

Ayah menyalakan lampu seinnya untuk menyebrang jalan masuk ke rumah nenek.

"Nek, aku titip ini dulu iya." kataku pas turun dari motor dan menuju kamar.

"Apa itu?" tanyanya.

"Kado nek buat teman. Nanti pulang sekolah dia kesini." kataku.

"Oh iya sudah. Mau sarapan?" tanyanya.

"Tidak nek sudah lambat." kataku.

"Iya sudah hati-hati." katanya.

"Iya nek, assalamualaikum." kataku mencium tangannya.

"Waalaikumsalam." katanya.

Aku menghampiri ayah dan kita melanjutkan perjalanan ke sekolah.

Di sekolah.

Viana sudah sampai di kelas.

Aku menghampirinya dan berkata "Na, gue punya sesuatu buat lu. Cuma gue taruh di rumah nenek dulu. Lu pulang sekolah mampir di rumah rumah nenek iya."

"Sesuatu apaan?" tanyanya.

"Sudah nanti juga lu tahu." kataku.

"Dih kan gue kepo." katanya

"Bodo." kataku beralih ke tempat duduk ku di belakang.

Lastri dan Dafa masuk ke kelas bersamaan.

"Pagi kalian." kata Dafa.

"Pagi pak guru." kata Viana.

"Oke sekarang kita mulai belajarnya iya." kata Dafa memperagakan seolah-olah dirinya guru.

"Sok iya lu." kata Viana melempar buku tulis ke arah Dafa.

"Iya lu sendiri yang bilang gue pak guru." katanya.

"Kalian bisa diam tidak. masih pagi juga." kata Lastri.

"Dih Tri pagi-pagi sudah marah-marah cepat tua loh." kata Dafa.

"Bodo amat." kata Lastri.

Dafa akhirnya duduk di samping aku.

Seperti biasa karena hari ini hari jum'at kita gotong royong membersihkan kelas masing-masing.

Selesai itu kita ngobrol ringan di depan kelas. Hari ini tidak ada belajar. Di bebaskan karena semua guru mempersiapkan buat ujian nasional hari senin.

"Tidak terasa iya sudah mau ujian nasional saja terus bentar lagi kelulusan." kata Lastri.

"Iya padahal gue masih pengen sama kalian." kata Dafa.

"Gue sih ogah sama lu Daf mending cepetan kelulusan biar tidak ketemu lu lagi." kata Viana.

"Untung iya Na kita tidak satu sekolah lagi sama Dafa." kata Lastri.

"Oh tidak masalah yang penting gue sama Nina." kata Dafa.

"Bagi lu tidak masalah, bagi gue masalah besar." kataku.

"Hahaha... " tawa Viana dan Lastri.

Yanti yang tadinya mau gabung sama kita, karena melihat Dafa jadi mengurungkan niatnya. Semenjak Dafa ngungkapin perasaanya ke Yanti. Yanti jadi menghindar dari Dafa.

Pulang sekolah.

Aku dan Viana berjalan kaki pulang ke rumah nenek.

"Nin, bentar gue beli cakwe dulu." kata Viana.

"Iya sudah gue juga mau beli bakso goreng dulu." kataku.

Kita menghampiri penjual makanan ringan tersebut. Untuk cemilan selama di perjalanan.

Di rumah nenek.

"Assalamualaikum nek." ucapku mencium tangan nenek di ikuti Viana di belakangku.

"Waalaikumsalam." ucap nenek.

"Nek aku langsung ke kamar dulu." kataku masuk ke kamar di ikuti Viana.

Di kamar aku mengambil kado itu dan memberikannya ke Viana yang lagi duduk di tepi ranjang.

"Na, ini buat kenang-kenangan dari gue." kataku memberi kado tersebut.

"Eh Nin besar banget. Isinya apaan?" tanyanya.

"Nanti saja kalau lu sampai rumah baru di buka." kataku.

"Gila lu iya, masa gue naik bus bawa-bawa kado sebesar ini." katanya.

"Haha... " kataku ketawa.

"Sudah ahh gue buka disini aja." katanya langsung membuka kado tersebut.

"Iya sudah semoga lu suka." kataku.

"Oh my god. Thank you." katanya langsung memeluk boneka tersebut.

"Sorry Na kemarin gue nyari boneka stitch yang lu mau tapi tidak ada stok jadi gue beli doraemon saja." kataku.

"Iya ampun terimakasih, gue suka kok." katanya tersenyum kemudian memeluk ku.

"Iya Na sama-sama." kataku.

"Lu emang sahabat terbaik gue." katanya.

"Lu juga sahabat terbaik gue Na." kataku membalas pelukannya.

"Terharu gue." katanya.

"Gue juga hahha." tawaku supaya air mata tidak jatuh.

"Gue balik dulu iya, takut ibu nyariin. Gue tadi tidak bilang ke Liyah kalau mau kesini." katanya.

"Iya sudah." kataku.

"Terimakasih bonekanya." katanya tersenyum.

"Iya sama-sama Viana." kataku tersenyum.

Viana berjalan keluar kamar dan menemui nenek untuk pamit pulang.

"Nek, aku pulang dulu iya." katanya.

"Cepat amat neng mainnya." kata nenek.

"Iya nek, takut ibu nyariin." katanya.

"Oh iya sudah hati-hati pulangnya." kata nenek.

"Iya nek, assalamualaikum." katanya.

Viana melirik ku dan berkata "Nin, gue pulang dulu iya."

"Mau gue hantar sampai jalan rayanya?" tanyaku.

"Sudah tidak usah." katanya.

"Iya sudah lu hati-hati." kataku.

"Iya terimakasih buat ini nya." katanya menunjuk boneka.

"Iya." kataku tersenyum.

Viana pergi meninggalkan rumah nenek.

"Nek aku ke rumah tante Tia dulu iya mau minta kak Adi hantar aku pulang." kataku pamit ke nenek.

"Tidak makan dulu?" tanyanya.

"Tidak ahh nek. Nanti di rumah saja." kataku.

"Iya sudah hati-hati." katanya.

"Assalamualaikum." kataku mencium tangannya.

"Waalaikumsalam." katanya.

Aku menuju rumah tante Tia yang ada di belakang rumah nenek.

"Tan, kak Adi nya ada?" tanyaku ke tante Tia yang lagi nonton televisi.

"Itu ada di kamar. Ada apa?" tanyanya.

"anterin aku pulang." kataku.

"Adi itu hantar Nina pulang dulu." teriak tante Tia.

Kak Adi keluar dengan membawa kunci motornya di tangan.

"Ayo." katanya.

"Anterin gue ke rumah teman dulu, buat nganterin ini." kataku.

Aku memang sengajak tidak membawa Lastri ke rumah nenek, karena pasti dia tidak mau karena takut sama bapaknya. Jadi lebih baik aku yang ke rumahnya.

"Yeah Ninul." katanya kesal.

"Gue beliin kuota deh." kataku merayunya.

"Iya sudah buruan." katanya.

"Giliran kuota saja cepat." kataku.

"Iya harus itu mah." katanya.

Kak Adi mengantar aku ke rumah Lastri.

"Kak tunggu disini iya, gue sebentar kok nganterin ini doang." kataku.

"Iya." kata kak Adi.

Aku berjalan ke rumahnya Lastri.

Tok tok tok.

"Eh Nina. Ada apa?" tanyanya ketika sudah membuka pintu.

"Ini kenang-kenangan dari gue. Semoga lu suka." kataku memberi kado itu.

"Iya ampun. Apa ini?" tanyanya.

"Lu buka saja nanti. Gue harus pulang, itu abang gue nungguin." kataku.

"Iya sudah terimakasih banyak iya. Hati-hati pulangnya." katanya.

"Iya. Bye." kataku berlalu pergi.

"Bye." katanya.

Aku menghampiri kak Adi.

"Yuk pulang." kataku.

"Cantik juga iya teman lu." katanya melirik Lastri yang masih berdiri di depan pintu.

"Lu mah orang gila juga di bilang cantik." kataku meledeknya.

"Kurang ajar." katanya.

"Hahaha... " tawaku.

Aku melambaikan tangan ke Lastri karena dia masih berdiri disana sebelum aku benar-benar pergi.

...****************...

1
June
semangat terus kak
jangan lupa mampir di karyaku juga ya
Bryan Sbasthiant Pernandez
bacanya pusing
minding baca komik bobo
Jhie Abhy
ini tentang dafa ataw tentang nina... bikin pusing.. 🙈
Puan Harahap
mampir nih 10 like ya thor
Puan Harahap
salken thor, pria idola, mampir ya
Bahrudin Udin
anak rajin dan sholeha
Keii68
like buat cerita kakak, semangat selalu ya.

salam dari Barryneald :))
xiaoyu
yuuuhuuu aku mampir yak,, semangat buat karya karya baru lgi thorr 😘
Valerie Grachia
Hallo Kak salam kenal, mampir juga yuk ke novelku "Mengejar Cinta Rangga" siapa tahu suka, makasih
#Izin Thor
kh!@#g fu sh3=g
60 like hadir, semangat thor. salken"jangan panggil aku monster"
Agus Irawan
Yah kok End
HIATUS
Hai thor 👐
salam kenal 🤗
semangat berkarya 💖
jika ada waktu jgn lupa feedback ke karyaku "love in silence" dak tinggal kan jejak like dan comment mu sbg bentuk dukungan karayku 😘
Agus Irawan
Season 2 nya gak ada yah
Agus Irawan
kenapa belum Up
Dea Amira 🍁
ada nma ku tini 🤣🤣🤣smngt trus thor...
Dea Amira 🍁
aq mmpir thor...
Dream Sky
"Sayap Pelindungmu" Telah mampir nih! Dan memberi Like and Komen. Selalu semangat ya kakak! Dan di tunggu FeedBack kakak. Ayo kita sebagai penulis, saling support 😊.
Terima-kasih banyak.
Titin
semangat thor
Titin
like thor
Radin Zakiyah Musbich
aq hadir kembali 🥯🥯🥯

jgn lupa mampir juga di novelku dg judul "My Annoying wife" 🍇🍇🍇

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowo polos ☘️☘️☘️

tinggalkan like and comment ya 🥭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!