NovelToon NovelToon
Anakmu Menumpang, Bu

Anakmu Menumpang, Bu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:22.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Rania selalu dihina dan direndahkan oleh mertuanya, dia mendapatkan caci makian itu dan suaminya hanya berdiam diri tanpa membelanya.

Ardi sang suami selalu beralasan jika ibunya sudah tua sehingga ingin melihatnya menjadi orang sukses sehingga dia menggunakan identitas Rania untuk membuat ibunya bahagia.

Cinta yang besar dimiliki Rania tidak mampu membuatnya berharga dan terlihat dimata keluarga suaminya, dia memutuskan untuk berhenti dan mengambil kembali semua miliknya.

Suaminya yang Menumpang tapi dirinya yang selalu dihina, dia membalas semua rasa sakit hatinya membuat suami dan keluarganya panik dan kalang kabut

Akankah, perjuangannya mendapatkan kebahagiaannya kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30

Dia masih ingat betul saat tatapannya bertemu Dnegan Rania saat itu, tidak ada lagi binar cinta yang dulu dia perlihatkan dalam memandang nya.

Hatinya begitu nelangsa melihat tatapan dingin dan tajam itu padanya seakan dirinya adalah masa lalu yang begitu tidak penting untuknya.

Dia ingin menyapa perempuan yang dia sakiti hatinya itu tapi dia merasa tidak pantas, dia sungguh malu karena perkataan Rania begitu menghancurkan harga dirinya apalagi tindakan ibu dan adiknya yang memang kelewatan.

"Maafin aku". Ucapnya dengan menyesal,

Airmatanya luruh tanpa dia sadari, dia betul-betul merasa kehilangan sekarang.

"Mau sampai kapan kamu bersikap seperti ini Ardi". Ucap sang ibu ketika mereka sarapan .

Ningsih sudah kesal setengah mati melihat tingkah anaknya yang betul-betul menguji kesabaran nya, anaknya ini sudah tidak berbicara dengannya sejak hampir 10 hari dan ini adalah puncak yang bisa dia toleransi

Sedangkan suaminya sang kepala keluarga hanya bisa menghela nafas dan menggelengkan kepalanya melihat tingkah istri nya itu.

"Apanya yang salah Bu?". Tanya Ardi dengan dingin.

Atmosfer dalam meja makan ini langsung berubah tegang saat ini.

"Kamu mau membuat ibu seperti orang yang sangat buruk, kau lupa siapa yang melahirkan dan membesarkan kamu sampai seperti ini". Ucapnya dengan kesal.

Dia selalu menggunakan hal ini untuk menekan putranya itu, dia yakin putranya tidak akan bisa berkutik jika dia membawa masalah ini.

Ardi mengangkat wajahnya, selera makannya langsung hilang begitu mendengar ucapan ibunya yang sama setiap kali menekannya.

"Jangan selalu menggunakan bakti untuk menekan aku Bu, apa tidak cukup rumah tanggaku yang berantakan membuat ibu senang, apa aku harus mati supaya ibu puas dan berhenti menekan aku seperti ini?". Ucapnya dengan dingin dan tajam

Ningsih tersentak mendengar balasan sang anak yang mulai melawannya ini. Dia tidak menyangka anaknya yang selalu menurut dan tidak pernah membantahnya kini berani berbicara seperti itu padanya.

"Ibu selalu menekan ku untuk menuruti apapun yang ibu mau, aku anak ibu bukan boneka, jika ibu selalu seperti ini, aku juga bisa lelah Bu, aku manusia". Ucapnya menekan setiap katanya menatap langsung Ke mata ibunya dengan tajam.

"Sejak kecil aku selalu menuruti apapun perkataan ibu, aku diam tanpa membantah, apapun Bu, apa tidak bisakah ibu melepaskan ku untuk mencari hidupku sendiri?".

Tekanan mental yang dia terima terus menerus dari ibunya sejak kecil membuatnya tertekan, dia memang menyayangi ibunya tapi kini dia sudah dewasa bukan lagi anak kecil yang selalu bisa dikontrol sang ibu.

"Kamu melawan ibu?". Cicit Ningsih tidak percaya.

Dadanya langsung seperti dihantam benda tak kasat mata melihat tatapan kecewa dan kelelahan Dimata putranya itu, tapi egonya terlalu tinggi, dia selalu yakin apapun yang dia pilihkan anaknya harus menurutinya, dia tahu yang terbaik untuk anaknya tanpa lupa bagaimana perasan sang anak.

Ardi menghela nafas berat, setiap tarikan nafasnya terdengar seperti menarik beban berat dan berusaha melepaskannya.

"Aku tidak pernah melawan ibu, tapi ibu selalu merasa tidak cukup, bakti seperti apalagi yang ibu inginkan dariku?, rumah tangga ku sudah hancur, gajiku ibu kuasai, sekarang hidupku ibu juga ingin kuasai sepenuhnya, kenapa tidak ibu bunuh saja aku sampai ibu puas".

Ardi tidak mau membentak ibunya, dia langsung berdiri dan mengambil tas kerjanya karena tidak mau berdebat dengan ibunya.

Saat dia berjalan menjauh, dia mengucapkan kata yang membuat sang ibu ketar ketir.

"Jangan sampai aku lelah dan muak Bu, aku mungkin akan pergi dan tidak akan kembali lagi kesini jika ibu terus seperti ini".

Ardi terus melangkah keluar rumah untuk bekerja sedangkan didalam rumah terjadi keheningan yang mencekam karena perkataan Ardi itu

"Apa kamu tidak puas memperlakukan Ardi seperti itu?". Ucapnya pelan dan penuh penekanan.

Selama ini dia diam bukan karena tidak mau ikut campur tapi dia merasa percuma karena istrinya ini selalu melakukan apapun yang dia inginkan, sekalipun dia berbicara itu hanya dianggap seperti angin lalu

"Maksud mas apa?, mas mau bilang aku yang sangat buruk, begitu?".

Santoso menggelengkan kepalanya dan menghela nafas lelah, inilah yang paling dia tidak suka karena istrinya selalu egois.

"Biarkan Ardi dengan hidupnya, berhenti mencampuri urusannya, kau tidak kasihan melihat hidupnya hancur begitu?".

Tatapannya kini menajam, dia memang tidak ingin ikut campur tapi mendengar sendiri curahan hati anaknya yang begitu tertekan karena ibunya, dia sebagai ayah tidak bisa diam saja.

Adel yang mendengar semua itu memilih untuk diam saja, dia takut jika dia ikut campur dan mengeluarkan suaranya ayahnya dan kakaknya itu akan semakin murka padanya.

"Aku tidak menghancurkan hidupnya, aku hanya ingin yang terbaik untuknya dan Rania bukan orang baik, seandainya dia baik dia tidak akan melarang seorang anak untuk berbakti pada ibunya, aku tidak akan biarkan dia". Sungutnya tidak terima dengan perkataan sang suami kepadanya barusan.

Santoso menggelengkan kepalanya, dia mengusap wajahnya dengan kasar karena frustasi menghadapi istrinya ini.

"Terserah kau sajalah, yang jelas jika Ardi pergi dari sini maka aku juga akan melakukannya, aku sudah muak melihat tingkahmu selama ini, aku diam bukan karena tidak tahu tapi berusaha bersabar jadi jangan sampai kesabaranku habis".

Dia langsung berdiri dengan kesal, meninggalkan bunyi kayu yang berdecit kasar karena gerakannya.

"Dan kamu Adel berhenti menjadi bahan kompor untuk ibumu, kalau tidak ayah akan menghentikan semua biaya kuliahmu dan membiarkan kamu tahu bagaimana susahnya mencari uang".

Dia menatap tajam sang anak yang memiliki sikap seperti istrinya itu, anak perempuan nya ini selalu mengompori sang ibu untuk berbuat sesuatu yang salah bahkan saat Rania menjadi menantunya.

Nyali adel menciut melihat tatapan tajam dan penuh peringatan ayahnya kepadanya, dia menundukkan kepalanya karena ketakutan.

"Pastikan kamu merenungi kesalahanmu, kamu perempuan dan akan menikah, jangan sampai nanti kamu mendapatkan mertua yang seperti ibu mu yang selalu menekan dan menguasai anaknya".

Dia berjalan meninggalkan keduanya yang mematung mendengar perkataannya itu sedangkan Adel kini menunduk dalam.

Perkataan ayahnya benar adanya, jika dia mendapatkan mertua seperti ibunya dia akan sangat kesulitan karena mertuanya akan menguasai suaminya seperti ibunya menguasai kakaknya dan menelantarkan istrinya dan dia tidak mau itu terjadi padanya.

Ningsih yang mendengar perkataan suaminya itu mendengus sinis, dia tidak peduli kepadanya karena baginya anak-anaknya harus tunduk dan patuh kepadanya karena dia yang berjasa paling besar kepada mereka.

"Jangan dengarkan apa kata ayahmu, kita lanjutkan rencana kita".

"Tapi Bu". ucapnya dengan ragu

"Dengar kata ibu, ini untuk kebaikan kita semua".

1
Zaza Sajaah
lanjut
Heny
Rania gercap aqu pada mu rania
Heny
Ayo rania lawan mrk jng takut sm benalu
irena
harus dikasih kapok itu Valeria...
Linda yani
waww
Thewie
ya ampun.. manusia gak punya malu dan otak🤣🤣
irena
bagus si adel menikah terus dapat mertua yg sangat kejam melebihi ibunya dan punyanipar melebihi si adel yg suka mengompori... biar si adel tau rasa dan ibunya melihat adel diperlakukan seperti itu
Ma Em
Alhamdulillah akhirnya Rania lepas juga dari suami dan keluarganya yg benalu , semoga Rania dapat pengganti yg lbh baik lagi .
Heni Setiyaningsih
dasar orang tua gak bener /Scream/
Ayudya
makanya Ardi jadi laki laki jangan banyak tingkah
Ayudya
suami Rania lagi galau tania🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
Uda Rania laporkan aja mereka kepolisi biar tau mereka apa itu sengsara🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lah ga tau malu banget si keluarga kamu Ardi.
Ayudya
Ardi siapa juga yg mau balik ma laki laki seperti kamu
Ayudya
lah siapa juga kamu Ardi pakai harus menemui Rania lagi🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
itu lebih baik Rania kamu jual rumah lama dan kamu beli yg baru agar suami mokondo mu ga nganggu lagi🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
bagus Rania kamu buang aja tu keluarga benalu biar tau mereka
Ayudya
lah Ardi mang ga tau diri banget.segitu yakin nya Rania Masi mau ma kamu yg mokondo🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
kadang ketulusan itu yg menghancurkan kita
Ayudya
bagus lah kalau kalian sadar diri🤣🤣🤣🤣dan cepat pergi dari rumah rania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!