NovelToon NovelToon
Bersyukur Menikahimu

Bersyukur Menikahimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Cerai / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Cintamanis / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Konflik etika
Popularitas:903
Nilai: 5
Nama Author: introvert girl

Pernikahan impian yang sudah dibangun dengan asa dan cinta akhirnya kandas, tidak pernah terbayangkan oleh Clarissa bahwa hidup nya tak seperti orang diluar sana. Dulu berharap memiliki pernikahan yang abadi sampai maut memisahkan dengan lelaki pilihannya. Perceraian tak terelakkan hingga membuat jiwanya terguncang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon introvert girl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dimana Ethan

Ponsel Ethan terus berdering sejak dini hari, namun diabaikan karena emosinya telah terkuras habis. Setelah meluapkan kemarahannya dan membanting pintu, dia melajukan mobilnya dengan cepat.

Pikirannya menjadi buntu, langkah apa yang harus di ambil. Citranya sebagai pemimpin telah tercoreng, seperti kehilangan muka jika menampakkan diri di kantor.

Perutnya masih kosong karena belum menikmati makan siang, bekal yang dibawa Clarissa tadi masih tergelatak diatas meja. Dia memutuskan kembali ke kantor dan menanggung resiko.

Seluruh karyawan telah kembali dari jam istirahat dan mulai duduk di meja masing-masing. Melihat bayangan atasannya yang muncul dengan langkah yang berwibawa seperti biasanya, menarik perhatian mereka untuk curi pandangan. Sebagian seperti memberi kode dengan rekan sebelahnya.

Kondisi seperti biasa, bekerja di layar komputer dan membahas laporan yang dibuat. Seolah kejadian beberapa jam lalu tidak pernah ada.

Liana, wanita yang menjadi pemeran utama dari panggung ramai tadi menutupi perasaannya dengan kesibukan meski sejak jam istirahat dua menjadi lebih banyak diam.

Sesekali masih bertegur sama dengan rekan lainnya sekedar membahas pekerjaan. Tidak ada yang perlu ditutupi, lingkungan kerja adalah tempat penuh sandiwara. Wanita cantik itu sangat paham, didepannya rekan kerjanya tampak ramah dan saling mendukung namun lain halnya jika di belakang. Mereka seperti menunggu momen untuk menikam lawan.

Lingkungan kerja adalah seribu topeng demi bertahan. Menjadi karyawan yang loyal atau menjadi penjilat dan bermuka dua. Liana sangat memahami itu, bahkan beberapa kali setelah selesai rapat beberapa akan mulai bergosip tentang rekannya yang lain karena dianggap terlalu berani atau terlalu dekat dengan atasan.

Selama ini Liana bisa bersikap professional, mengerjakan tugas sesuai arahan dan berbaur secukupnya. Tidak ada yang merasa curiga dengan tingkahnya selama ini, hingga kejadian tadi membuka mata seluruh karyawan dan anggapan tak menyangka kalau ada wanita sekelas karyawan yang bermain api dengan atasannya.

Sejak kejadian itu, mereka belum ada bertukar kabar lagi. Tidak ada notifikasi dari ponselnya. Bahkan saat Ethan kembali.ke kantor dia segera menuju ruangannya.

Hingga sore menjelang dan karyawan bersiap untuk pulang. Liana sudah membawa tasnya dan berjalan keluar. Dering ponselnya membuatnya kembali merogoh isi tasnya sembari berjalan ringan. Sebuah pesan yang sejak tadi diharapkannya akhirnya muncul.

"Kita perlu bicara, kita ketemu di Cafe di blok M"

Sebuah isi pesan yang singkat, dan dibalas singkat tanda mengiyakan pertemuan itu. Jarak cafe yang dimaksud hanya berjarak tiga kilometer dari perusahaan. Liana segera memesan ojek online agar tiba lebih cepat. Sementara Ethan masih berdiam diri dialam ruangannya. Menyelesaikan beberapa pekerjaannya. Bekal makan siang yang tadi dibawa istrinya telah kosong, dia tetap memakan isinya.

Liana telah tiba dan memutuskan duduk di meja paling sudut, memesan minuman dan makanan sembari mengirim pesan bahwa dia telah tiba. Tidak ada balasan, hanya hening. Liana mengusir kebosanannya dengan membuka sosial media.

Hampir tiga puluh menit dia duduk sendiri dan merasa mulai bosan, dia mengirim pesan lagi untuk kedua kalinya. Berpikir kalau pertemuannya dibatalkan. Namun begitu pesan terkirim, sosok yang dinantikan berjalan perlahan mendekat ke arahnya, sembari menatap layar ponselnya.

"Aku pikiran kamu tidak jadi datang" Balas Liana setelah melihat Ethan duduk berhadapan dengannya.

Ethan menggerakkan tangannya dan pelayan datang, lali memesan segelas minuman. Meletakkan ponselnya diatas meja lalu memulai pembicaraan dengan Liana.

"Maaf, membuat kamu menunggu lama. Tadi masih ada urusan" Balas Ethan dengan nada datar.

Minumannya tiba dan segera dinikmatinya, sesekali masih berpikir kata apa yang harus keluar. Hening beberapa saat tercipta, Liana mengusir rasa kaku dengan menikmati makanannya.

"Maaf sudah membuat kamu malu" Sahut Ethan kemudian.

Liana yang sejak tadi menyuapkan cake ke mulutnya, mengunyah pelan dan tatapan mata yang lekat ke wajah Ethan.

"Apa yang harus dilakukan selanjutnya?" Balas Liana yang juga masih merasa malu dan kacau kala mengingat semua kejadian hari ini.

Ethan masih terdiam, dia bingung harus bagaimana lagi. Mereka berdua sama-sama malu dan pasti banyak gosip yang terus menyebar di kalangan karyawan.

"Bagaimana kalau kita akhiri semuanya" suara Ethan rendah terlihat ragu.

Liana terpaku dengan perkataan itu, tidak siap memberi jawaban iya atau tidak.

"Setelah semua yang kita lakukan?" Tanyanya dengan nada bergetar menahan tangis agar tidak pecah di sudut ruangan itu.

Kedua terjebak denhan pikiran masing-masing, saling mengalihkan pandangan ke arah lain seolah tengah menikmati nuansa tenang denhan alunan musik yang memberikan efek santai bagi seluruh pengunjung Cafe itu.

Suasana cukup ramai karena banyak kalangan muda menikmati waktu disana, sekedar menimati minuman bersama teman sepulang kerja.

"Kita sudah jadi bahan gosip di kantor" Ucap Ethan setelah meneguk minumannya lagi.

"Kamu pikir aku tidak malu?, aku di jambak dan seluruh foto bukti di lempar ke wajahku. Tapi apa setelah ini aku tidak akan malu lagi?"

Mata Liana berkaca-kaca mengingat kejadian tadi namun kini Ethan memusuhi untuk mengakhiri segalanya. Ethan kembali terdiam, meski hubungan mereka berakhir tidak akan mudah menghapus citra buruk itu.

"Aku sudah mengorbankan banyak hal, termasuk menemani kamu selama ini. Siapa lagi yang mau menerimaku denhan kondisi yang tidak utuh lagi" Airmata Liana akhirnya tumpah lengkap dengan nada sesegukan yang ditahannya.

Jujur saja timbul rasa penyesalan dihati Ethan yang melangkah terlalu jauh. Tidak membayangkan hubungan gelap itu akan menjadi bumerang yang siap mengulitinya hidup-hidup.

Tidak saling menyalahkan antara siapa dahulu yang menggoda dan siapa yang tergoda. Mereka sama-sama tercebur dalam kubangan hina yang menjelma menjadi gelora asmara.

Tercebur sampai dalam hingga mengkhianati sosok yang telah memberi kepercayaan penuh. Bahkan dengan semua kenyataan yang terang benderang masih menepis rasa bersalah dengan balik menyalahkan orang lain.

Ethan merasa bersalah kepada keduanya, karyawan yang dirusaknya dan kepada Clarissa, istri yang berjuang untuk melakukan terbaik untuknya.

Ingin mengakhiri semuanya sebelum terlambat dan namanya semakin hancur, apalagi sampai keluarga tahu. Namun ada rasa sayang yang timbul untuk wanita yang tengah duduk dihadapannya.

Ethan tidak mampu mengambil keputusan yang cepat seperti biasanya, dalam pekerjaan dia selalu dikagumi karena kebiasaannya dan ide cemerlangnya dalam membuat keputusan. Tapi kali ini adalah hal yang sangat berbeda, bukan menyangkut pekerjaan, bukan menyangkut masalah internal perusahaan melainkan menyangkut hubungan yang terlalu jauh antara karyawan dengan atasan.

Ethan menggenggam tangan Liana berusaha menenangkan agar tangis wanita itu tak pecah, tidak ingin menjadi tontonan untuk kedua kalinya. Kata maaf beberapa kali terlontar dari mulutnya dan hanya mendapat gelengan kepala tanda penolakan. Liana tidak siap melepaskan sosok yang merenggut hatinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!