NovelToon NovelToon
Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Pengacara Indira, Istri Baru Papaku

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:294
Nilai: 5
Nama Author: Daisy Puppy 1412

Indira berprofesi sebagai pengacara, ia dijuluki pendekar ulung karena selalu memenangkan kasus yang dia tangani. karena kesibukannya dia lupa akan statusnya sebagai kaum jomblo sejati hingga membuat mamanya turun tangan untuk mencarikannya jodoh. hingga akhirnya dia dijodohkan dengan anak temannya yang bernama Gibran (pemilik PT Murni alam) yang berstatus duda anak 3. setelah menikah Indira dihadapkan dengan konflik keluarga hingga akhirnya dia menemukan titik kebahagian nya dengan suaminya Gibran.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pengacara Indira, istri baru papaku

...Malam hari Sinta duduk di ruang makan dia melihat kursi yang berjajar namun tak berpenghuni, tak lama matanya berkaca-kaca bibirnya bergetar. Kepalanya tertunduk disanggah oleh kedua tangannya yang menutup mukanya, suara tangisnya mulai menggema....

...Radit yang datang melempar piring di lantai merasa kesal karena makan malamnya terganggu oleh suara tangis Sinta, “ehh berisik diem” teriak Radit....

...Radit mengambil nasi dan sepotong ayam, dia makan dalam keadaan belum sepenuhnya sadar karena terpengaruh minuman alkohol, dia menusuk ayam dengan garpu lalu memakannya. Sinta yang masih sesenggukan ditodong garpu oleh Radit “lu tuh perempuan gak berguna, gak becus, gak level sama aku” teriaknya....

...Sinta yang termakan amarah oleh ucapan Radit lalu berdiri memegang taplak meja makan lalu menariknya dengan kencang hingga peralatan makan serta makanan yang berada di atas meja terjatuh pecah berantakan semua dilantai. Radit berdiri mencekik leher Sinta “kamu berani”....

...Sinta memberontak dengan meninju perut Radit dengan lutut kakinya, “makanya kita cerai kalau kamu anggap aku gak berguna jadi istri, 17 tahun aku sama kamu, aku sabar, aku ngalah, aku diam tapi kenapa kamu terus merendahkan aku” teriak Sinta meluapkan emosi....

...“Aku sabar kamu hina-hina setiap hari, aku sabar kamu pukul, aku selalu sabar maassss” teriak Sinta....

...Sinta mencengkram kerah baju Radit dengan erat, “aku juga ngalah kamu duakan perasaan ku, aku tahu kamu selama ini cintanya sama Adina adik angkat kamu bukan sama aku. Aku ini hanya dijadikan alasan agar perasaan mu ke adikmu tidak dicurigai orang tua kalian, tapi Adina gak cinta sama kamu mas yang tulus sama kamu tuh aku. Adik kamu cinta nya sama Gibrannnn” teriak Sinta puas hingga radit menampar pipi Sinta hingga merah....

...Radit mencengkram erat tangan Sinta menariknya ke ruang kerjanya untuk mengambil cambuk, Sinta yang tak mau dicambuk menginjak kaki Radit hingga cengkraman nya terlepas dia berlari kencang keluar dari rumahnya. Larinya tak beraturan tak tentu arah membuatnya hilang kendali hingga terjatuh di jalan beraspal, dia kembali bangkit dengan langkah kaki yang sedikit pincang. Ada sorotan lampu mobil taksi dari kejauhan, tangannya melambai tinggi hingga taksi tersebut berhenti menyelamatkan nyawa Sinta yang dikejar-kejar suaminya Radit. Radit berlari tertatih menuju jalan depan rumah yang mendapati Sinta sudah tidak ada, Radit berteriak kesal....

...Sinta mengatur ritme nafasnya sesekali menengok kebelakang untuk melihat situasi sekitar....

...“Pak ke hotel samudra” pinta Sinta....

...“Baik Bu”...

...30 menit berlalu, sinta sampai di lobby hotel samudra dia turun dari taksi berjalan pelan masuk kedalam, “selamat malam ada yang bisa saya bantu” ucap resepsionis hotel....

...“Minta tolong panggilkan bapak Hadi Sugito” ucap Sinta lemas hingga pingsan....

...Security yang berjaga segera menolong sinta membopong nya ke sofa yang tersedia di ruang tunggu....

...Resepsionis menelpon atasannya untuk menemui wanita yang mencarinya....

...Radit dengan dibantu preman bayaran datang kerumah Gibran menggedor rumah adik iparnya dengan keras “bukaaaa… cepat keluar!!!!!”....

...Brilia yang membuka pintu terkejut omnya datang membawa preman bermuka seram berbadan kekar, “pa ma” panggil Brilia keras....

...“Ada apa?” Gibran memelankan suaranya ketika melihat yang datang Radit....

...“Cepat bawa Sinta kesini dihadapan ku, kamu pasti sembunyikan Sinta didalam kan!!!!” Teriak Radit yang penuh rasa emosi....

...“Ngacoooo gak ada istri kamu disini”....

...“Halahhh bohonnggg dimana lagi dia pergi kalau gak minta perlindungan kalian”....

...“Bisa ajakan dia pergi ke luar kota kerumah orang tuanya”....

...Radit mencengkram baju Gibran menunjuk muka Gibran “cepat geledah rumah ini” perintah Radit kepada para preman....

...“gak ada yang boleh ngacak-ngacak rumahku” ucap Indira datang menghampiri Gibran dengan wajah tak senang....

...“Halahh gak usah pedulikan” teriak Radit....

...Indira yang tak kenal kata sabar menghalangi para preman untuk masuk, tangannya mendorong mundur badan preman tersebut, “Hajar”....

...Indira mulai menghajar para preman tersebut dibantu oleh Gibran, tiga orang preman bayaran Radit ditumbangkan oleh Indira lawan 1, Gibran lawan 1 dan satu lagi dihajar oleh Justin dibantu kedua adiknya dengan memukulnya secara bersamaan....

...“Kalian bisanya keroyokan” teriak Radit tak terima....

...“Kamu pergi dari sini atau aku lapor polisi” teriak Indira mengancam....

...Radit akhirnya pergi dari rumah Gibran dalam keadaan kesal....

...Di Dalam rumah, Justin memberikan kotak p3k kepada Indira untuk mengobati luka di pipi Gibran yang usai ditonjok oleh preman itu. ...

...“Ahhh sakit sayang”...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!