NovelToon NovelToon
Susuk Suanggi

Susuk Suanggi

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Balas Dendam / Iblis
Popularitas:55.2k
Nilai: 5
Nama Author: Me Tha

​Setelah diperkosa secara massal oleh 10 warga desa dan diusir secara hina oleh suaminya sendiri akibat fitnah rekaman video, Ratri menempuh jalan kegelapan. Ia memasang susuk emas "Suanggi" dari seorang dukun di hutan Weling , di organ vitalnya.

Kini, ia kembali bukan untuk cinta, tapi untuk membalas pada kejantanan mereka dan nyawa siapa pun yang pernah menyakitinya.

Namun, kehadiran seorang Ustadz muda bernama Fatih membawa pilihan sulit , terus memupuk dendam yang memakan jiwanya, atau melepaskan iblis itu demi sebuah ampunan yang tak terduga dan hidup dengan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Tha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawa di atas penderitaan

Kabar kepulangan Eko dalam kondisi cacat permanen terus bergulir di Desa Karang Jati seperti bola salju yang kian membesar. Bagi sebagian besar warga, itu adalah aib dan kutukan, namun bagi seorang Agus, kabar itu adalah hiburan yang tak boleh dilewatkan. Agus, yang selama ini merasa dirinya paling cerdik karena berhasil menutupi jejak dosanya dengan kekayaan yang didapat dari bekerja pada seorang tuan tanah besar, merasa posisinya sangat aman.

Siang itu, dengan mengenakan kemeja bermotif mentereng dan arloji imitasi yang berkilau, Agus datang ke rumah Eko. Ia tidak sendiri; ia membawa istrinya, Siti, yang di desa dikenal sebagai wanita yang pendiam namun materialistis. Agus ingin menunjukkan pada semua orang bahwa ia adalah satu-satunya "pemenang" di antara kawan-kawannya yang mulai tumbang.

Saat melangkah masuk ke rumah Eko yang pengap, Agus langsung disambut oleh pemandangan yang mengenaskan. Di atas amben, Eko terbaring dengan kain sarung yang menutupi bagian bawah tubuhnya yang kini rata. Satu lengannya pun hilang, menyisakan pemandangan yang membuat siapa pun bergidik.

"Waduh, waduh... Eko, Eko. Kenapa jadi begini rupa pahlawan kita?" Agus membuka pembicaraan dengan tawa kecil yang terdengar meremehkan. Ia berdiri di samping amben sambil bersedekap, menatap Eko dari ujung kepala hingga ujung perban.

Eko mendongak, matanya yang merah menatap Agus dengan kebencian yang nyata. "Mau apa kamu ke sini, Gus? Mau pamer nyawa yang masih utuh?"

Agus tertawa pelan, sebuah tawa yang sengaja dibuat untuk memancing emosi. "Aku ke sini untuk menjenguk, Ko. Tapi ya kaget saja melihatmu jadi rongsokan begini. Makanya, kalau punya istri itu disayang, jangan disia-siakan apalagi dituduh yang tidak-tidak. Kalau sudah begini, siapa yang rugi? Istrimu kabur, kamu pun jadi begini. Fatal akibatnya kalau main-main sama perasaan perempuan," sindir Agus dengan nada menggurui.

Mendengar sindiran itu, darah Eko mendidih. Ia tahu Agus sedang berusaha berlagak suci di depan istrinya sendiri. Eko menyeringai, sebuah senyum jahat muncul di bibirnya yang kering.

"Oalah, jadi sekarang kamu jadi ahli agama, Gus? Hebat sekali," balas Eko dengan nada tajam. "Bagaimana dengan rasa janda yang kamu simpan di desa sebelah itu? Apakah dia lebih baik dalam menyayangimu daripada istrimu yang sah ini?"

Seketika, suasana di dalam ruangan itu mendingin. Siti, istri Agus, yang tadinya hanya berdiri diam, langsung menoleh tajam ke arah suaminya. Wajahnya yang tadinya tenang berubah menjadi merah padam.

"Apa maksudmu, Ko? Janda apa?" tanya Siti dengan suara yang meninggi.

Agus sempat tersentak, namun ia adalah pria yang licin. Dengan santainya, ia mengibaskan tangan dan tertawa lebih keras seolah ucapan Eko hanyalah banyolan orang sakit.

"Halah, Ti. Jangan dengarkan omongan orang yang otaknya sudah bergeser karena kecelakaan. Dia cuma iri melihat kita harmonis," ucap Agus dengan tenang. Ia menoleh kembali ke istrinya dengan tatapan yang penuh keyakinan. "Lagipula, Ti, kamu sendiri lihat kan? Selama ini nafkahmu kurang apa? Perhiasanmu bertambah, uang belanja selalu lebih. Pendapatanku semakin besar sejak ikut Bos Tuan Tanah itu. Urusan di luar itu cuma urusan bisnis, jangan dimasukkan hati."

Mendengar kata "pendapatan besar" dan melihat kilau cincin di jarinya sendiri, amarah Siti perlahan menyurut. Baginya, kenyamanan materi jauh lebih penting daripada kesetiaan yang tak menghasilkan apa-apa. Ia terdiam, memilih untuk menelan harga dirinya demi pundi-pundi rupiah yang dibawa Agus setiap minggu.

"Sudahlah, aku mau ke kamar mandi dulu. Perutku mulas," ucap Siti sambil beranjak pergi menuju bagian belakang rumah Eko.

Begitu Siti menghilang di balik pintu dapur menuju kamar mandi, raut wajah Agus langsung berubah. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Eko, suaranya berubah menjadi bisikan yang penuh rasa penasaran yang menjijikkan.

"Eko, jujur saja padaku sekarang. Waktu kamu di Sukomaju kemarin, kamu sudah meniduri Ratri, kan? Aku tahu kamu pasti tidak bisa menahan diri kalau melihat wanita semolek dia," tanya Agus, matanya berkilat penuh nafsu dan rasa ingin tahu yang tidak sehat.

Eko terdiam sejenak. Ingatan tentang malam di gubuk itu kembali terlintas; rasa nikmat yang berujung pada aroma melati yang mencekam dan lahirnya sang monster. Ia menatap Agus dengan pandangan yang dalam, seolah sedang melihat orang mati yang masih berjalan.

"Memangnya kenapa kalau aku sudah menidurinya?" tanya Eko dingin.

"Ya ceritakan padaku! Bagaimana rasanya? Apakah dia masih sehebat dulu atau malah lebih liar karena dendamnya? Kamu tahu sendiri, kan, kita semua masih punya 'jatah' yang tertunda sejak dua tahun lalu," Agus tertawa ringan, seolah-olah kematian Sugeng dan kegilaan Karno hanyalah dongeng belaka yang tak akan menimpanya.

Eko meraih kerah kemeja Agus dengan satu tangan kanannya yang tersisa, menariknya dengan kekuatan yang mengejutkan bagi orang yang baru saja diamputasi.

"Dengar, Agus," bisik Eko dengan nada yang membuat bulu kuduk Agus berdiri. "Jangan main-main. Jangan pernah berpikir untuk menyentuh wanita itu lagi kalau kamu masih ingin nyawamu selamat. Ratri bukan lagi wanita yang bisa kamu injak-injak. Dia punya 'sesuatu' yang bisa membuatmu memohon kematian namun tidak kunjung mati, persis seperti aku sekarang!"

Agus melepaskan cengkeraman tangan Eko dengan sekali sentak. Ia berdiri tegak dan merapikan kemejanya, lalu kembali tertawa ringan seolah baru saja mendengar lelucon konyol.

"Halah, Ko. Kamu itu jadi penakut karena sudah tidak punya kaki. Kamu pikir aku ini penakut sepertimu? Aku punya backingan kuat, aku punya uang. Setan mana pun akan takut kalau dikasih uang," ucap Agus sombong. "Ratri itu cuma wanita, Ko. Cantik, tapi tetap saja cuma wanita. Kalau kamu tidak sanggup, biar nanti aku yang membereskannya dengan caraku sendiri."

Eko hanya bisa menatap Agus dengan rasa kasihan yang aneh. Ia tahu, kesombongan Agus adalah undangan terbuka bagi maut. Di pojok ruangan, di dekat bayangan lemari yang gelap, Eko melihat sesosok makhluk kecil berbulu dengan mata kuning yang menyala—Suanggi itu tampak sedang memperhatikan Agus, seolah sedang menandai mangsa baru yang akan segera disajikan di meja perjamuan Ratri.

"Tunggu saja, Gus. Saat bau melati itu datang menjemputmu, aku harap tawamu masih sesaring ini," gumam Eko pelan saat Siti kembali dari kamar mandi.

Agus hanya melambaikan tangan dengan acuh, mengajak istrinya pergi dari rumah itu. Ia melangkah keluar dengan dada membusung.

Eko yang melihat mereka berdua meninggalkan rumah nya dengan sombong hanya tersenyum pahit , dia menunggu apa yang akan menimpa temannya itu." Kalau tiba waktunya Ratri membalas mu , aku adalah orang pertama yang akan menertawakan mu Gus " ejek Eko perlahan.

1
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
blm ada lanjutan nya kak ?
Rika Rika
kesayangan ku lama sekali up nya kasihanilah aku yang bolak balik buka beranda🤣🤣
Lis Lis: AQ jga hampir tiap hari cek terus mbaa blm ada notif eps baru 😭
total 2 replies
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
ku taaak sanggupp
kekejian apa yg bakal di hadiah kan Ratrii ke bayu
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
selalu mendalam kekejaman , kesedihan tindakan yang di luar nalarr
ciri khas nya kak othor
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
apakah Ratri akan kembali ke sifat manusia nya dlu
sebelum terjangkit suanggii
aku harap kisah nya happy ending
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
maaff kak , ini meningatkan kisah sii Mirasih juga Aditya ,...
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
desakan ekonomi membuat bayu lupa pesan Eko
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
benarr2 gila desa itu
pikiran nya kotorr
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
aku rasa Bayu tdk bahagia menikah dgn lastrii
keadaan apa yg membuat nya menikahi Lastri itu , thor
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
bayii lastrii akan jadi tumbal ratrii seperti bayii eko ?
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
pak ertee
shahwatt muluu dahh
bayuu istri ke 2 mu binall sangatt
apes sekali hidupmu bayuu
di kibulii pak erte ke 2 kali
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
lagian knp dlu bisa nikah sama lastrii
udah tahu watak nya buruk gtu
Putri Handayani
outhor kesayangan klo up yg banyakan ya... biar mantap bacanya😊😍
Mega Arum
mampir lg kak, judulnya sprti crta di luar jawa, tp nama2 nya sprti nama2 jawa
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
wiss siap matii km eko ?
tebus dosa² mu dgn cara yang keji
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
ulahmu dewe ko, eko
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
lari dari kematian apa bisa pak rt ?
cuma gantii cara km menjemput ajall
🏡s⃝ᴿ 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆Sully
darsono lebih bijak
mau minta maaf ,
lepas dari pelaku yang bejadd macam eko ,
Eko tapii anak ke 2 ?
adik Darsono kann
Halwah 4g: iya ka
total 1 replies
☠ SULLY𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆 ༄⃞⃟⚡🍒⃞⃟🦅
bayi ne Eko jadi. bajang ?
Maure Nia
ok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!