Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.
Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___
"Hallo, Mas Sersan"
Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Kegiatan malam.
Malam harinya....
Setelah makan malam selesai, seluruh siswa diminta untuk berkumpul kembali di halaman sekolah, untuk melanjutkan kegiatan yang sempat berhenti tadi sore. Tidak hanya seluruh siswa, seluruh anggota TNI yang memimpin kegiatan itu terlihat ikut berkumpul dengan para siswa.
"Nay, kak Arga lihatin kamu tuh." Bisik Sari, dengan mata yang melirik ke arah Arga.
Mendengar bisikan teman nya, Nayra ikut melirik ke depan di mana Arga berada.
"Yang belum siap, silakan bersiap-siap terlebih dahulu. Saya beri waktu 10 menit." Ucap Arga membuat semuanya bingung.
Karena bingung, para siswa pun hanya bisa diam dan berpikir Apa yang dimaksud oleh Sersan Arga. Sedangkan mereka sudah merasa semuanya siap untuk mengikuti kegiatan selanjutnya.
"Yang merasa dirinya belum siap, silakan bersiap-siap." Ucap Sersan Arga lagi.
Karena merasa bingung, salah satu siswa laki-laki mengangkat tangannya.
"Maaf pak, maksudnya bagaimana? Kesiapan apa yang bapak maksud?" Tanyanya memberanikan diri.
"Coba periksa diri kalian masing-masing, Apakah ada sesuatu yang perlu dan harus dibenahi." Jawab Arga.
Mendengar hal itu, seluruh siswa pun mengecek kelengkapan mereka.
"Astaga Nayraaaaa." Ucap Sari dengan penuh penekanan dan terdengar kesal. "Kamu kenapa pakai baju itu?"
Nayra ternganga heran, Bagaimana bisa dia menggunakan piyama di saat kegiatan itu akan dimulai.
"Aku nggak sadar." Ucapnya meringis menahan malu.
"Ganti, gih. Jangan sampai ke Arga marah sama kamu." Titah Dinda kepada temannya itu.
Dengan perasaan malu, Nayra berlari menuju kelas untuk mengambil seragamnya. Berlari sambil menunduk, menundukkan wajahnya agar tidak terlihat sedang menahan malu. Sedangkan para siswa yang melihat hal itu, bersorak mengejek dirinya.
"Malu-maluin banget sih aku." Ucapnya sambil berlari mengambil seragam yang akan ia gunakan.
Sedangkan di lapangan, para siswa sudah bersiap untuk melaksanakan kegiatan pada malam ini. Dan malam ini mereka akan duduk sambil menyalakan api unggun untuk menemani kegiatan mereka. Untuk malam pertama ini, mereka belum di berikan kegiatan inti, untuk malam pertama mereka akan diberikan kegiatan yang menyenangkan terlebih dahulu. Setelah itu, mungkin mereka akan lebih diperketat kegiatan dalam mendisiplinkan karakter mereka.
Nayra kembali dengan seragam yang sama dengan teman-temannya. Ia duduk di barisan kelompoknya bersama teman-temannya.
"Baiklah, untuk malam ini kita bersantai-santai dulu. Tapi besok dan seterusnya, kegiatan ini tidak lagi mengenal yang namanya bersantai. Karakter kalian harus segera dilatih, karena tadi sore saya sudah melihat begitu banyak dari kalian yang tidak taat aturan. Dari hal kecil saja, banyak dari kalian yang tidak sadar dan mengabaikan tanggung jawab. Kita ambil contoh kecil saja, yaitu sampah. Saya melihat di belakang sekolah banyak sekali sampah yang menumpuk, terutama di bawah jendela. Saya heran, kenapa kalian tidak membuang sampah pada tempatnya, tapi justru membuangnya di jendela. Dari situ Saya sudah melihat, bahwa kesadaran kalian masih sangat minim. Pantas saja Kepala Sekolah menginginkan adanya pendidikan karakter dan kedisiplinan di SMA Nusa Bangsa ini. Hal kecil seperti sampah saja kalian tidak bisa di membuangnya di tempat yang sudah disiapkan. Sampah itu tidak berat, bahkan ada isinya saja kalian bisa membawa, apalagi isinya sudah kalian makan. Tentu plastik-plastik itu sudah sangat ringan bukan? Tapi kenapa membawanya ke tempat sampah saja kalian tidak bisa? Heran saya." Ucap Diki dengan kata-kata pembuka yang sudah membuat jantung para siswa berdebar.
"Malam ini cukup sampai jam 22.00 malam. Karena tidak banyak kegiatan yang kita lakukan, apalagi besok kalian harus sekolah kan. Jadi, untuk malam ini yang ingin ketawa ha hu ha hu ha hu ha, silahkan. Tapi besok dan seterusnya tidak ada lagi kata bermain-main untuk kegiatan ini. Dan untuk malam ini, siapa yang ingin menyanyi, menari, dan lain-lain itu terserah kalian, semuanya saya serahkan kepada kalian. Ingat, hanya untuk malam ini saja."
"Terima kasih, Pak." Teriak salah satu siswa laki-laki.
Karena sudah mendapatkan perintah dari Sersan Diki. Mereka pun melakukan kegiatan sesuka hati mereka. Ada yang bernyanyi, bercerita bahkan tertidur di halaman. Anggota TNI yang lainnya juga ikut bergabung dengan mereka, sebelum besok bertempur dengan kegiatan ini.
*********