Ditinggalkan oleh sang ayah sejak kecil,membuat hidup seorang Galencia Pramudya penuh dengan luka.Hidup serba kekurangan namun tak pernah ia mengeluh.
Hinaan dan bullyan di sekolahnya seolah menjadi makanannya setiap hari,keadaan memaksanya untuk tumbuh menjadi gadis yang kuat.
Dari sekian banyak mimpinya,namun hanya satu yang paling ingin ia raih yaitu sebuah Kebahagiaan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IAB 30
Semenjak keluar dari mall,Cia menjadi lebih pendiam.Bahkan tak jarang ia sering menatap ke arah jalanan samping.Hatinya merasa gundah sejak mendengar kata-kata wanita dewasa tadi,ingin menyangkal namun tetap saja hatinya menjadi tak nyaman dam entah kenapa ia merasa tidak suka dengan kabar yang ia dengar tadi.Sedangakan untuk bertanya langsung pada Dirga ia tak berani.
"Kamu sakit? " Bukan tanpa alasan Dirga bertanya seperti itu,pasalnya Dirga juga merasakan perubahan sikap Cia sejak dari mall tadi.
"Gak!" Cia masih belum bisa mengalihkan fikirannya dari wanita dewasa tadi.
"Kalau kamu sakit,kita pulang aja.Ke pantainya bisa pending besok "
"Gak usah,sekarang aja.Lagian tanggung bentar lagi juga sampai kan ?"
Dirga menghela nafasnya,ia lebih memilih untuk diam dan tidak bertanya lagi.Mood Cia sedang tidak baik,ada sesuatu yang terjadi pada gadisnya.Ya,alih-alih menganggap Cia adik,Dirga lebih nyaman menganggap Cia itu gadisnya.Walaupun itu tidak benar,namun menurutnya itu bukanlah sebuah kesalahan.
Hamparan birunya pantai serta putihnya pasir mulai terlihat,Cia menatap kagum lukisan Tuhan yang begitu nyata indahnya.Sejenak ucapan Carroline teralihkan oleh pemandangan indah di depannya.Deburan ombak dan angin sejuk mampu mengembalikan senyum indah Cia.
Dirga tersenyum bahagia kala melihat Cia yang berlarian di bibir pantai,walaupun sejak tadi Cia belum mengajaknya bicara.Namun setidaknya ia bisa melihat senyum manis yang telah menjadi candunya. " entah apa yang membuatmu kesal,namun aku rasa ada hubungannya dengan pertemuanku dengan carroline "
Dirga,laki-laki dewasa itu bisa merasakan perubahan sikap Cia sejak bertemu carroline.Entah apa yang terjadi,namun yang jelas ia harus bertanya langsung pada Cia.Dirga,dengan kacamata hitamnya duduk dengan beralaskan pasir.Semua mata menatap kagum Dirga yang begitu terlihat sangat tampan.Bahkan beberapa pengunjung wanita mencuri-curi pandang padanya.
Mata Dirga tak lepas dari Cia yang sedang asyik bemain air di bibir pantai,ia membiarkan Cia untuk mengembalikan moodnya yang sudah rusak.Seorang laki-laki mengantarkan dua buah kelapa lengkap dengan cemilan yang sudah di pesan Dirga.
" CIA Istirahat dulu!"
Panggilan dari Dirga membuat Cia diam sejenak,ia kemudian berjalan menghampiri Dirga.
"Minum dulu !" Dirga menyodorkan sebuah kelapa pada Cia.Dan tanpa menunggu lama Cia langsung meminumnya."Senang ?"
Cia mengangguk,senangnya bisa merasakan langsung cerita orang-orang tentang pantai.Rasanya masih seperti mimpi bisa berada di posisinya sekarang.
"Syukurlah kalau kamu senang."
"Makasih bang " Cia tersenyum tulus.Jika bukan kebaikan keluarga papa barunya,ia mungkin tidak akan merasakan sesuatu yang sejak dulu,bahkan tak mampu ia impikan.
"Untuk?"
"Semuanya " Cia menatap wajah tampan Dirga. "Satu persatu mimpiku menjadi terwujud,mimpi yang dulu bahkan aku gak berani untuk membayangkannya.Dulu aku gak berani banyak bermimpi karena aku yakin itu hanya akan membuatku semakin merasa kecewa "
" Kamu seharusnya tidak membatasi mimpimu,bermimpi lah sebanyak dan seindah mungkin.Menjadi nyata atau tidaknya biarkan itu menjadi urusan Tuhan.Setidaknya jika kamu punya banyak mimpi,maka kamu akan lebih keras lagi berusaha untuk mewujudkan mimpi-mimpimu."
"Hidup Cia terlalu sibuk dengan mencari cara bertahan hidup "
jleb
Satu kalimat yang membuat Dirga terdiam,disaat orang lain berlomba-lomba membuat banyak impian tapi tidak dengan Cia.Betapa beratnya hidup yang di jalani Cia saat itu.
"Tapi sekarang semuanya sudah berubah,mulai sekarang bermimpilah dengan banyak.Papa dan abang akan berusaha mewujudkan semua mimpi-mimpi kamu "
Cia menatap kedua bola mata Dirga,ia bisa melihat kesungguhan dan ketulusan dari diri Dirga namun tetap saja ia masih tidak berani untuk bermimpi banyak.Cia hanya mengangguk,ia hanya akan bermimpi satu.Yaitu menjadi kebanggaan untuk bunda dan keluarga papa nya.
Dirga tersenyum,ia mengusap pelan surai panjang Cia " Udah puas mainnya?"
Cia menggeleng "Sebentar lagi ya bang"
"Bermainlah sepuasmu.Abang akan menunggu hingga kamu lelah,tapi sebelum itu habiskan dulu makanannya "
"Iya,bang "
Hari itu mentari sore terasa begitu hangat,hati Cia sedikit demi sedikit kembali membaik.Sesekali tawa menghiasi keduanya yang nampak begitu asyik bermain air di bibir pantai.
Orang-orang di sekitarnya tidak akan mengira jika mereka bersaudara karena keduanya begitu cocok seperti sepasang sejoli yang sedang di mabuk cinta.
...🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁...
yo wes lah ra po po,sehat slalu ya thor.....di tunggu karya karya nya💪👍😍
rasain lo yuni sok ke gatelan sih lo....gatel ya ....garuk aja sama parutan kelapa tu...ancur ancur lah ,gerwm aku,😂
bunda amel sosok yang penyayang,sosok yang sabar ,penuh kasih sayang,apa ndak tepuruk tu semua di ti ggal bunda amel,ya terpuruklah gimana sih.....
thor...apa bunda amel sadar kembalilah? kok pada tegang semua.
mak othor..kok cepat kali bunda meninggal nya.....
ga seru KL Ampe bunda meninggal
jd malas bacanya