Seorang penyanyi dan juga pemegang sabuk hitam tekwondo dan juga karate yang bernama Sasa Alexander. meninggal dunia gara-gara saat Sasa mengadakan konser di luar kota terjadi kesalahan dengan lampu hias yang menggantung di atap panggung, lampu yang lumayan besar itu jatuh pas saat Sasa naik ke atas panggung.
Di sebuah mansion jendral besar Zang Yuan,jendral Zang adalah Jendral besar kerajaan Qin. Dia memiliki seorang putri yang sangat iya sayangi bernama Zang Xue Mei, tapi sayang Xue Mei buta sejak dia berusia 15 tahun entah apa penyebabnya tidak ada yang tahu.
Ini Karya pertama aku semoga suka:)
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adellia f, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps 29
Tak lama kemudian keduanya sampai di kamar Xue mei, segera Xue Mei melepaskan dirinya dari pelukan putra mahkota Feng Xian.
"Pergilah hari sudah sangat larut" tanpa segan-segan Xue Mei mengusir putra mahkota Feng Xian.
"Tega sekali kau mengusirku sayang" ucap putra mahkota Feng Xian dengan wajahnya yang di buat-buat menyedihkan.
"Apa peduliku, cepat pergi aku sudah mengantuk" jawab Xue Mei ketus.
"Kau sangat kejam Permaisuriku"
Xue Mei kembali di buat kesal dengan tingkah putra mahkota Feng Xian.
"Aku bilang pergi ya pergi dan juga jangan panggil aku permasurimu aku merasa geli dengan panggilan itu" ucap Xue Mei dengan wajah sangar.
"Jangan seperti itu sayang, tentu saja kau akan menjadi permaisuriku di masa depan nanti lihat saja"
"Cih!" Xue Mei hanya mendelik sebel dengan Putra mahkota Feng Xian.
"Cepat pergi dari hadapanku!" ucap Xue Mei dengan wajah yang masih sangar
"Baiklah baiklah aku akan pergi, jangan memasang wajah seperti itu padaku sayang kau membuatku ingin sekali menciummu lagi"
"Jangan berharap" cepat-cepat Xue Mei menghindari putra mahkota Feng Xian yang kembali mendekati dirinya.
putra mahkota Feng Xian hanya terkekeh melihat tingkah Xue Mei yang takut dicium oleh dirinya.
"Sebelum aku pergi aku akan memberikanmu hadiah terlebih dahulu"
"Apa?" tanya Xue Mei yang masih dalam mode siaga.
"Kemarilah!" perintah putra mahkota Feng Xian.
"Tidak mau" tolak Xue Mei dengan menggelengkan kepalanya.
"Ayolah kemari aku tidak akan macam-macam padamu!" ucap kembali putra mahkota Feng Xian dengan seringai licik.
Dengan ragu Xue Mei mendekati putra mahkota Feng Xian.
"mana hadiahnya"
Xue Mei itu tipe orang yang suka hadiah pemberian orang ya seperti suka diberi.
Tiba-tiba putra mahkota Feng Xian menarik pergelangan tangan Xue Mei.
Cup
putra mahkota Feng Xian mengecup kilas bibir Xue Mei dan segera menghilang dari kamar Xue Mie.
"Selamat malam permaisuriku, semoga kau memimpikanku saat kau tidur"
meski putra mahkota Feng Xian telah menghilang dari kamar Xue Mei tapi suaranya masih terdengar oleh Xue Mei yang masih mematung.
Xue Mei pun kembali sadar telah di manfaatkan lagi oleh putra mahkota Feng Xian.
"Sialan, ba*ji*gan, breng*ek, orang gila. Awas saja jika kau masih berani datang lagi akan aku cincang kau" sumpah serapah dan cacian Xue Mei keluarkan demi meluapkan kekesalannya.
Dengan wajah yang masih di tekuk Xue Mei merebahkan tubuhnya di ranjang dan mulai terlelap supaya melupakan kejadian sial yang menimpanya hari ini.
____
Dengan wajah yang sumringah putra Mahkota Feng Xian kembali ke paviliun yang dia sewa di Kerajaan Qin. Dia gembira karena telah memperdaya wanita yang ia cintai.
Dengan Guan yang berada di sampingnya putra mahkota Feng Xian masih terlihah senyam senyum sendiria.
membuat Guan memutar bola matanya malas dengan kelakuan majikannya.
"Aku sudah tidak sabar untuk segera membawa Xue Mei ke Kerajaan Feng" Gumam putra mahkota Feng Xian.
"Segeralah bertindak yang mulia, karena setelah berita bahwa nona pertama kelurga Zang telah sembuh banyak pangeran dan tuan muda yang ingin mempersunting nona Zang" Ucap Guan dia ingin melihat reaksi teman sekaligus majikannya ini.
Seketika raut bahagia di wajah putra mahkota Feng Xian berubah menjadi gelap dia tahu pasti babay yang menginginkan permaisurinya, tentu saja karena kecantikan yang langka dan dengan pesonanya yang membuat orang-orang terpikat.
"Sialan aku akan menghabisi orang yang berani mendekati permaisuriku" ucap putra mahkota Feng Xian Dingin.
Guan yang berada di sampingnya pun bergidik ngeri.
"Aku sangat kasihan dengan mereka yang ingin bersaing dengan orang yang sedang kasmaran ini" Ucap Guan dalam hati.
"Sudahlah kau pergilah istirahat hari semakin larut" ucap putra mahkota Feng Xian mengusir Guan.
"Baik yang mulia saya pamit undur diri, Selamat bekerja keras kedepannya yang mulia. selamat malam" Segera Guan menghilang dari hadapan putra mahkota Feng Xian, dia takut terkena benda melayang yang akan di lemparkan majikannya.
"Sialan kau Guan, awas saja kau" putra mahkota Feng Xian yang sudah kesal tambah kesal mendengar godaan dari Guan.
"Bersambung___
Karena ada beberapa orang yang bilang kalau putra mahkota Feng Xian kurang tampan saya ganti visualnya.
Semoga suka🤗