Fantasy Wars berlatarkan sebuah dunia dimana semua orang memiliki sebuah kekuatan super yang disebut "trick". Mengkisahkan perjuangan sekelompok remaja untuk mempersatukan negeri mereka, Negeri Arasi.
Di sebuah negeri bernama negeri Arasi, terjadi banyak peperangan. Hal ini dikarenakan tidak adanya seorang pemimpin di negeri itu, sehingga banyak orang membentuk sebuah kelompok untuk berperang dan menjadi kaisar di negeri itu.
Zeyn, seorang remaja yang "trick"-nya tidak diketahui, bahkan diduga bahwa dia tidak memiliki "trick". Bercita-cita untuk menjadi kaisar dan mengakhiri peperangan di negeri Arasi. Sekaligus membalaskan dendamnya kepada pasukan Demon Warriors, pasukan yang telah menghancurkan desanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A-Z Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertempuran Desa Downstream Ch.3
Sebelumnya, Zeyn telah menyusun rencana untuk mengalahkan pasukan Negeri Crystal di bagian timur desa. Ia telah memasang benang dalam tubuh Troy, Vincent, dan Pak Date dalam rencananya.
*****
"Maju! Kalahkan mereka!" seru Zeyn kepada Troy, Vincent, dan Pak Date.
"Yaa!" seru juga ketiga orang itu.
Troy, Vincent, dan Pak Date pun berlari untuk menyerang pasukan Negeri Crystal di sana. Sedangkan Zeyn tetap berada di belakang dengan memegang beberapa benang di kedua tangannya, dan beberapa lagi ia gigit dengan giginya.
"Hihi," kikik Zeyn pelan dengan benang di giginya.
"Hiaa!" teriak Troy, Vincent, dan Pak Date bersemangat.
"Semangat bapak itu besar sekali," batin Rill melihat semangat Pak Date yang menggelora.
"Rill! Tolong gunakan jurusmu untuk mengirim pesan ke Joshi!" perintah Zeyn.
"Suruh dia memimpin para warga untuk menjaga bagian utara dan juga bagian barat!" sambung Zeyn.
"Ya. Baiklah," jawab Rill sambil meniup gelembung untuk menggunakan jurusnya.
Sambil meniup gelembung, Rill juga berkata-kata dalam hatinya sebagai pesan suara yang akan dikirim ke Joshi dengan singkat, padat, dan jelas sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Zeyn. Setelah menyiapkan pesan yang ingin disampaikan kepasa Joshi, Rill pun langsung menghembuskan gelembung itu untuk dikirim kepada Joshi.
"Sudah!" teriak Rill pada Zeyn.
"Ya. Terima kasih!" jawab Zeyn.
"Rill, sebaiknya kau juga pergi untuk membantu orang-orang di utara ataupun di timur!" perintah Zeyn.
"Hemh? Jadi, di sini?!" tanya Rill yang terkejut sekaligus heran dengan perintah Zeyn.
"Serahkan saja pada kami berempat!" jawab Zeyn lantang.
Rill menatap Zeyn sejenak. Lalu ia berkata, "Baiklah, kuserahkan padamu!"
Lalu, Rill terbang dengan gelembungnya menuju ke sisi lain Desa Downstream.
"Baiklah semuanya, kita mulai pertarungan kita!" seru Zeyn kepada Troy, Vincent, dan Pak Date.
"Cih. Dari tadi kami juga sudah bertarung," gumam Vincent.
"Baiklah, Nak! Tunjukkan padaku apa fungsi benang-benang ini!" tegas Pak Date sambil terus menebaskan pedangnya ke arah prajurit Negeri Crystal.
"Keluarkan seluruh kekuatan kalian!" seru Zeyn.
"Hiaa!" teriak Troy, Vincent, Pak Date.
"Tebasan suara!" teriak Troy mengeluarkan jurusnya.
"Jurus serigala. Cakar alpha!" teriak Vincent mengeluarkan jurusnya.
"Jurus pedang. Jurus seratus tebasan!" teriak Pak Date yang juga mengeluarkan jurusnya.
Dengan jurus mereka bertiga dan juga dengan Zeyn yang mengendalikan pergerakan mereka. Setengah dari pasukan musuh pun takluk.
"Wahh ...," gumam Pak Date tercengang.
"Keren ...," guman Troy.
"Cih. Hebat juga," gumam Vincent.
"Jangan puas dulu! Lawan kita masih banyak!" tegas Zeyn.
"Ya ...," jawab Troy, Vincent, dan Pak Date serempak sambil kembali menghadap ke arah musuh-musuh mereka yang masih berdiri.
"Bagaimana mungkin? Sejak pria yang di belakang mereka itu datang, serangan mereka jadi lebih efektif dan pergerakan mereka juga jadi lebih cepat," gumam salah satu prajurit Negeri Crystal yang masih berdiri.
"Teknik apa yang dia gunakan?" pikir prajurit tadi.
"Sialan, kalian!" teriak salah satu prajurit lainnya sambil melesat ke arah tim Zeyn.
"Cih! Jangan sampai kita dikalahkan oleh empat orang desa itu!" teriak prajurit lainnya lagi sambil berlari ke arah tim Zeyn.
"Hiaa!" teriak semua prajurit Negeri Crystal yang masih bertahan di sana.
"Hih ...," gumam Zeyn sambil tersenyum kaku.
"Ayo maju!" seru Pak Date pada Troy dan Vincent.
"Hem," jawab Troy dan Vincent sambil melesat untuk melawan musuh-musuh mereka.
"Anak muda! Tolong, yah!" teriak Pak Date sambil tersenyum lebar kepada Zeyn.
"Ya. Serahkan saja padaku," gumam Zeyn dengan tersenyum lagi.
"Hem." Pak Date pun mengikuti Troy dan Vincent dengan melesat untuk menyerang pasukan Negeri Crystal.
Zeyn, Troy, Vincent, dan Pak Date kembali menjalankan rencana mereka seperti tadi. Namun, bedanya kali ini mereka jadi lebih kesulitan karena intensitas serangan dari pasukan Negeri Crystal jadi sangat tinggi.
"Mulai saat ini, kami akan serius!" tegas salah satu prajurit Negeri Crystal yang sedang berhadapan dengan Vincent.
"Sial. Apa tadi mereka masih meremehkan kami?" pikir Zeyn sambil terus mengendalikan tubuh teman-temannya dengan benang seperti sedang bermain layang-layang.
"Cih." Zeyn kembali tersenyum kaku.
"Hiaa!" lantang Zeyn sambil menarik tubuh Troy, Vincent, dan Pak Date ke arahnya bersamaan.
"Kenapa kau menarik kami tiba-tiba?" tanya Troy pelan.
"Gigiku hanya sakit terus menerus menahan benang-benang ini," jawab Zeyn sedikit bercanda.
"Yang benar saja?" gumam Vincent kesal.
"Hiaa!" teriak pasukan Negeri Crystal.
"Kenapa kalian mundur?! Apa kalian baru takut dengan kami?!" tanya salah seoarang dari pasukan itu mengejek tim Zeyn dan Pak Date.
"Zeyn?" tanya Troy menatap Zeyn.
"Ini." Zeyn memberikan beberapa bom kertas kepada Troy, Vincent, dan Pak Date.
"Saat kusuruh lempar, maka lemparlah ke arah mereka," jelas Zeyn.
"Kertas-kertas ini?" tanya Pak Date yang tidak yakin dengan rencana Zeyn.
"Oh, ya. Satu lagi, jika kalian punya jurus yang dapat membuat batas besar antara kita dengan mereka. Maka lakukanlah," bisik Zeyn.
"Heh. Serahkan padaku," jawab Troy.
"Hem. Bagus, ayo kalahkan merea!" seru Zeyn sambil mendorong kedua temannya dan juga Pak Date.
"Kyaa!" teriak Troy, Vincent, dan Pak Date.
"Zeyn! Bantu aku agar lebih cepat!" lantang Troy.
"Ya!" jawab Zeyn lantang sambil mengendalikan benangnya agar dapat membuat pergerakan Troy lebih cepat.
"Tancapan suara ...," gumam Troy sambil meloncat ke atas.
"Pembelah Bumi!" teriaknya sambil menancapkan pedangnya saat mendarat.
Jurus tancapan suara Troy tadi membuat tanah di sana terbelah menjadi dua bagian sehingga membuat batas besar antara pasukan Negeri Crystal dengan timnya dan Pak Date.
Pasukan Negeri Crystal yang tadinya berlari untuk menyerang Zeyn dan teman-temannya pun terhenti. Karena jurus Troy yang membelah tanah tadi.
"Hah? Tidak mungkin," gumam salah satu prajurit Negeri Crystal yang tak percaya tanah di sana bisa terbelah.
"Ke-ren," gumam Zeyn berdecak kagum.
"Heheh," kekeh Zeyn pelan.
"Semuanya, lempar!" teriak Zeyn memberi perintah kepada Troy, Vincent, dan Pak Date agar melemparkan bom kertas yang Zeyn berikan pada mereka tadi.
"Ya!" jawab Troy, Vincent, dan Pak Date serentak sambil meloncat keatas.
Dengan bantuan Zeyn yang mengendalikan tubuh mereka dengan benang, lompatan mereka bertiga pun menjadi lebih tinggi. Lalu, mereka bertiga melemparkan beberapa bom kertas tadi ke arah pasukan Negeri Crystal.
BOOM BOOM BOOM BOOM BOOM.
Bom kertas tadi meledak pun meledak dan mengenai semua pasukan Negeri Crystal.
"Agh!" teriak prajurit-prajurit Negeri Crystal.
"Hebat ...," gumam Pak Date takjub.
"Troy! Vins! Pak Tua! Sekarang!" teriak Zeyn.
"Ya!" jawab tim Zeyn dan Pak Date mengetahui apa yang dimaksud oleh Zeyn.
"Tebasan ...," gumam Troy bersiap mengeluarkan jurusnya.
"Jurus serigala ...," gumam Vincent bersiap mengeluarkan jurusnya.
"Jurus pedang ...," gumam Pak Date yang juga bersiap mengeluarkan jurusnya.
"Huhh," Zeyn membuang napas bersiap untuk menarik tubuh rekan-rekannya ke bawah agar efek serangan mereka jadi lebih besar dan efektif.
"Hiaa!" teriak Zeyn menarik tubuh rekan-rekannya ke bawah untuk menyerang pasukan Negeri Crystal yang sudah terjebak di dalam ledakan bom kertas tadi.
"Suara ...!" teriak Troy mengeluarkan jurusnya.
"Serangan alpha ...!" teriak Vincent mengeluarkan jurusnya.
"Hujan tusukan pedang!" teriak Pak Date mengeluarkan jurusnya dengan memunculkan puluhan pedang di udara yang siap menghujani pasukan Negeri Crystal.
"Kyaa!" teriak Zeyn, Troy, Vincent, dan Pak Date melakukan serangan penghabisan untuk mengalahkan pasukan Negeri Crystal di sana.
BOOOOOMMMM.
Serangan penghabisan tadi benar-benar berhasil mengalahkan semua pasukan Negeri Crystal di sana. Sehingga membuat prajurit-prajurit Negeri Crystal itu pingsan.
"Huh ... huh ... kita berhasil," ucap Zeyn pelan sambil membuang napas berat.
"Ya," jawab Troy yang mendengar ucapan Zeyn tadi dengan trick suaranya.
"Kita ...," Vincent yang berniat ingin berteriak pun terhenti ketika melihat beberapa gigi Zeyn patah.
Gigi-gigi Zeyn itu patah karena ia mengendalikan benang-benang yang ia tanamkan di tubuh Pak Date dengan giginya. Sehingga terjadi gesekan yang kuat ketika Zeyn mengendalikan tubuh Pak Date tadi dan membuat giginya patah dan rontok.
"Zeyn?" tanya Vincent kebingungan sambil menahan tawa ketika melihat Zeyn.
"Hihi." Senyum Zeyn.
"Hahhahahahaha ...," tawa mereka berempat terbahak bahak hingga terguling-guling.
hehe, abis baca marathon✌🏻
Ganbatte, ditunggu up nya😆
karya mu semakin keren
Salam Mengintip Jodohku