NovelToon NovelToon
Dia Adikku Bukan Istriku

Dia Adikku Bukan Istriku

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Mafia / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: wilia

Akibat desakan dari sang mommy akhirnya Noah terpaksa menikah dengan Zoe adik tirinya. Noah menganggap Zoe sebagai adiknya sendiri bahkan, setelah menikah-pun Noah tetap mengatakan pada semua orang bahwa Zoe adalah adik bukan istrinya.

Pernikahan rahasia antara Noah dan Zoe dari publik ternyata membuat Zoe cukup sakit hati. Ia menaruh perasaan pada Noah yang ia anggap sebagai pria satu-satunya setelah sang daddy yang pantas di jadikan suami tapi, Noah tak pernah mengakuinya lebih dari gelar ADIK.

Apa yang akan Zoe lakukan? Mungkinkah ia akan selalu bersabar menunggu posisi barunya atau pasrah melepaskan Noah?!
....

Bagi yang baru baca cerita ini mohon baca dulu novel IMPOTEN HUSBAND.

Jangan lupa vote, like and komennya say, mohon kritik dan saran tapi dalam bahasa yang manusiawi ya😄

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah sasaran

Setelah pulang sekolah tadi Zoe langsung pergi ke apartemen Pomey. Mereka memang melakukan kerja kelompok bersama teman lainnya tapi hanya sampai sore. Malam ini Zoe memang sudah bersiap dengan stelan jaket jeans begitu juga celananya.

"Kau yakin mau pergi dengan style ala geng motor seperti ini? Zoe!" Syok Pomey melihat tampilan Zoe seperti anak laki-laki badas.

Rambut di ikat kuda dengan wajah cantik kian mempesona. Ia baru kali ini melihat sang teman yang biasa tampil lembut dan feminim berubah jadi heroik begini.

"Astaga! Aku pangling."

"Jangan berlebihan. Aku pinjam motor pacarmu!" Pinta Zoe masih berdiri di cermin meja rias Pomey.

"Ini. Ingat, jangan sampai lecet." Candaan bermakna serius.

"Kalau-pun lecet akan ku belikan yang model terbaru," Jawab Zoe enteng.

Pomey terkekeh. Ia tahu jika Zoe anak konglomerat jadilah tak cemas meminjamkan barang berharga pacarnya termasuk motor besar yang ada di basement.

"Iya, aku tahu kau sultan."

"Hm. Pinjam, ya?"

Pomey mengangguk memberikan kunci motor itu. Zoe sebelumnya sudah menyuruh Haven membawa helm yang semalam ia pakai.

Dengan langkah gontai Zoe keluar dari kamar. Pomey berjalan mengikutinya seraya tak berhenti tersenyum sampai Zoe risih.

"Kau kesurupan?"

"Semoga kalian jodoh, ya?" Ucap Pomey menduga jika Haven dan Zoe akan berkencan.

Karena Haven itu anak motor jadilah Zoe ikut-ikutan menyeimbangi gaya lelaki itu, pikir Pomey tak tahu soal tujuan Zoe dan Haven sebenarnya.

"Terserah kau saja."

"Semangat. Jangan lupa bawa makanan saat pulang!"

Zoe mengangguk. Ia keluar dari unit apartemen Pomey lalu berjalan menuju lift. Tapi, tiba-tiba saja pintu unit di samping tempat Pomey terbuka.

Zoe menatap datar seorang gadis belia seumuran dengannya keluar dengan wajah sembab dan pakaian acak-acakan.

"Wajahnya terasa familiar," Ucapnya dalam hati tapi tak mau ambil pusing.

Zoe masuk ke dalam lift dan ternyata gadis itu juga mau turun. Alhasil mereka bersebelahan sampai Zoe bisa mencium aroma rokok yang kuat dari pakaian gadis itu.

Lirikan mata Zoe turun ke area tangan dan terlihat memar-memar yang baru berusaha di sembunyikannya.

Sejenak pikiran kotor bersarang di benak Zoe. Dari gelagat gadis ini ia seperti ...

"Sudahlah. Bukan urusanku," Batin Zoe masa bodoh.

Pintu lift terbuka. Gadis itu buru-buru keluar lebih dulu dengan wajah menyimpan kecemasan.

Lama Zoe menatapnya seraya keluar lift sampai kemunculan Haven kembali membuatnya ingin memukul kepala lelaki itu.

"Boss!"

"Sialan!" Maki Zoe menatap kesal Haven yang terkikik puas.

"Bos sangat cantik. Mataku sampai mau keluar tadi," Kagumnya terpesona dengan kecantikan seorang Zoe.

"Akan-ku bantu keluarkan matamu!" Ingin mencolok kedua mata Haven dengan dua jarinya tapi Haven segera mengelak.

"Ampun, Bos! Jangan galak-galak. Nanti kesepian seumur hidup."

"Ck!"

Zoe membelo jengah. Haven berjalan di samping Zoe menuju basement.

"Kau bawa helm-kan?"

"Bawa, Bos!"

Zoe mengangguk. Mereka sudah ada di depan apartemen dimana motor Haven sudah terparkir.

Haven menyipitkan matanya kala Zoe berjalan menuju satu motor ninja besar dengan corak hijau dan garis hitam.

"Bos bawa motor sendiri?" Tanyanya tak rela.

"Hm. Kenapa?"

"Tidak ada," Cengir Haven padahal ia kecewa karena tak bisa membonceng Zoe kali.

Niat hati ingin menikmati malam meriah dengan berboncengan ia justru kembali kesepian.

"Helm-mu!" Pinta Zoe naik ke atas motor besar itu.

Haven dengan lemas memberikan helm di atas motornya pada Zoe yang dengan cepat memakai benda itu.

"Cepatlah. Jika ingin ikut."

"Baiklah, Bos!" Gumam Haven lesu menaiki motornya.

Saat sudah siap, keduanya memacu dua kuda besi itu keluar wilayah apartemen. Zoe begitu lincah mengatur kecepatan motornya sedangkan Haven mengiring gadis itu dari belakang.

Sesekali Haven memajukan motornya bersampingan untuk menggoda Zoe tapi gadis itu justru melaju lebih cepat diantara banyak mobil di jalanan agar Haven tak beriringan dengannya.

Setelah beberapa lama merajai jalanan, mereka sampai ke depan gerbang sekolah. Suasana begitu sunyi dan sepi karena tak banyak yang lewat di depan gedung besar ini.

Cahaya masih mendominasi karena sepanjang pagar dan seisi gedung di beri lampu yang cukup terang.

"Bos! Pagarnya di kunci," Ujar Haven membuka helmnya.

Zoe-pun sama. Mereka turun dari motor dan melihat jika tak ada siapapun disini. Biasanya penjaga sekolah akan datang di jam-jam 10 ke atas menurut informasi dari Haven.

"Kita memanjat?"

Tanpa menjawab Zoe lebih dulu melakukannya. Haven menggeleng saja tapi ikut memanjat pagar tinggi ini walau agak ngeri jika celananya akan sobek tersangkut ke bagian besi yang runcing.

"Bos! Ternyata sekolah kita juga bisa seseram ini, ya?" Lirih Haven ngeri karena kesunyian di sekolah membuatnya ingat akan berbagai genre film horor yang sempat ia tonton.

Zoe masa bodoh. Ia berjalan ke arah koridor yang terasa dingin bahkan kaca-kaca di ruangan itu juga berembun. Udara kota Shanghai memang beku ketika di malam hari.

Haven tak mau jauh-jauh dari Zoe. Matanya mendelik takut setiap mendengar suara samar-samar dari sekitar.

"Bos!"

Zoe tak menghiraukan Haven. Ia terus berjalan tanpa ada rasa takut sama sekali.

"Bos!"

"Berisik!" Geram Zoe menepis tangan Haven yang ingin memeggang tangannya.

Haven mencibir tapi ia buru-buru mengikuti Zoe yang sudah masuk ke lift.

"Bos! Tunggu!"

"Jangan berisik jika kau ingin selamat," Tekan Zoe menatap tajam Haven yang mengangguk tapi wajahnya sudah pucat.

Haven memakai topi hoodienya dengan wajah waspada. Saat lift terbuka langsung ke lantai kelas mereka, Zoe berjalan lebih dulu sedangkan Haven menguntit di belakang.

Brugh..

Suara barang-barang berjatuhan dari kelas Zoe membuat keduanya langsung berhenti. Mata Haven melotot karena di pikirannya itu sejenis benda gaib tapi bagi Zoe itu adalah kebenaran.

"S...suara itu, Bos!"

Zoe menarik tali hoodie Haven untuk bersembunyi di belakang dinding dimana ada jendela paling ujung di sana.

Mata Zoe menyipit melihat dari kaca jendela itu. Suasana kelas gelap dan hanya ruangan ini yang tak hidup lampunya.

Samar-samar Zoe melihat ada seseorang yang sedang melakukan sesuatu di dalam sana. Haven juga ikut mengintip tapi tak berani melihat lebih jauh.

"Jangan-jangan itu pelaku terornya, Bos!"

"Hm. Kau tunggu disini."

Zoe mengendap-endap menuju pintu kelas sedangkan Haven semakin tak berani di tinggal sendirian. Alhasil ia ikut mengendap di belakang Zoe yang tak memperdulikan Haven.

Semakin mendekati pintu mereka kian jelas mendengar suara plastik dan pergerakan dari meja dan kursi. Zoe benar-benar ingin memergoki sialan itu saat ini juga.

Ketika suaranya semakin jelas, Zoe langsung masuk ke kelas itu dengan Haven yang sigap menghidupkan senter di ponselnya.

Brakk..

Zoe memukul tengkuk sosok itu dengan kursi sampai tumbang menabrak meja di sampingnya.

"SIAPA KAU, HAA??" Bentak Zoe sementara Haven menyorot sosok itu dengan senternya.

"KENAPA KAU MENEROR, BOS-KU? APA MOTIFMU SEBENARNYA??" Timpal Haven sengit.

Pria itu meringis dengan wajah mencium lantai. Ia memeggang tengkuknya yang terasa sangat sakit di hantam kursi dan belum lagi lututnya membentur meja.

"JAWAAB!!"

"T..Teror apa?" Tanya pria itu menoleh.

Duarr..

Mata Zoe dan Haven membelalak melihat wajah pria itu. Haven bahkan syok tapi masih mempertahankan sinar ponselnya.

"Teror apa? Kenapa kalian sembarangan masuk dan memukul saya? Apa yang kalian lakukan di sekolah ini?" Cecer pria itu berdiri dengan emosi dan menahan sakit.

"P...Pak!" Gugup Haven karena pria ini adalah petugas kebersihan di sekolah ini.

Pak Gwan adalah petugas kebersihan sekolah ini. Tapi, kenapa bisa bekerja malam-malam?

"Kenapa? Kalian ini sembarangan menuduh dan memukul orang. Saya tak terima di perlakukan seperti ini. Akan saya laporkan pada kepala sekolah!" Sengitnya marah.

Zoe menatap plastik besar hitam yang ada di mejanya. Karena meja Zoe memang terletak di depan paling ujung jadilah ia curiga.

"Apa-apaan kamu, haa??" Geramnya saat Zoe membuka plastik yang sudah ia ikat tadi.

Zoe terkejut saat melihat isi plastik ini bukan jajanan melainkan sampah-sampah kertas dan boto minuman.

"Bagaimana bos?" Tanya Haven melihat wajah datar Zoe.

"Bagaimana apanya?? Kalian sudah mengganggu jam kerja saya!!" Sambar pak Gwan ketus.

Zoe menggeleng pada Haven yang seketika lemas. Berarti mereka salah sasaran.

"Maaf, pak! Kami kira tadi bapak peneror di kelas kami."

"Peneror kepalamu!!"

"Bapak juga salah. Kenapa bersih-bersih malam-malam buta seperti ini?! Jadi, kami salah sasaran-kan?!" Enteng Haven membuat pak Gwan mendidih.

"Saya bekerja malam hari karena pagi saya tak sempat. Istri saya sakit. Justru kalianlah yang salah disini. Menerobos gerbang dan masuk seenaknya. Apa jangan-jangan kalian ingin berbuat messum, haa??"

"Jangan sembarangan, pak!!" Sambar Haven syok.

Di tengah perdebatan sengit Haven dan pak Gwan. Zoe menangkap bayangan seseorang yang mengintip dari arah pintu.

Tanpa aba-aba Zoe langsung mengejar bayangan itu membuat Haven terkejut.

"BOOS!!! BOOSS JANGAN TINGGALKAN AKU!!" Jeritnya seakan mau menangis.

Pak Gwan menggeleng melihat dua anak muda ini.

"Bos! Kau mengorbankan aku. Padahal kita sudah berjuang bersama," Keluh Haven mengusap wajahnya kasar.

"Memangnya kenapa kalian ke sini?" Pak Gwan mulai mereda.

"Ada yang meneror teman saya , pak! Setiap pagi mejanya selalu penuh dengan banyak hadiah dan itu menganggunya. Saat pagi saya tak melihat siapapun disini. Itu karenanya kami pergi malam hari."

"Teror?" Syok pak Gwan yang di angguki Haven.

"Iya, pak! Maaf soal tadi, ya pak! Kami benar-benar tak sengaja. Nanti kami belikan ice cream. Sumpah!"

Pak Gwan yang sempat terpengaruh akan bujuk rayu Haven langsung menggelengkan kepalanya kembali pada masalah awal.

"Tidak. Masalah ini harus saja bawa ke ruang kepala sekolah!" Tegasnya mengambil plastik hitam itu lalu pergi.

"Pak!! Pak saya mohon, Pak! Bapak-kan anak baik dan rajin menabung. Bapak.."

"DIAM KAMU!!" Ketusnya membuat Haven bungkam tak lagi bicara.

Haven memandangi kepergian pak Gwan dengan hati resah gundah gulana.

"Bagaimana ini? Bagaimana jika beasiswa karena terlalu pintar ku di cabut?!" Bohongnya masih bisa berkata demikian.

Namun, saat sadar disini gelap dan Zoe menghilang, dengan langkah seribu Haven langsung berlari keluar memanggil nama Zoe dengan sekeras-kerasnya.

....

Vote and Like Sayang

1
Aulia
sangat bagus sekali
Avril
😂
Nabila zaskia
Biasa
Nabila zaskia
Kecewa
AnaZa O
ximen aja hamilin anak org
ρυтяσ kang'typo✨
athor Prank aja cie ini... di umpetin kek'y Zoe
ρυтяσ kang'typo✨
ku harap ini hanya canda'n... tapi g lucu sama sekaliiiii
ρυтяσ kang'typo✨
saat kau menikah kan sudah banyak yang bilang Noah... jaga dia selagi ada😏😏🤧🤧😭😭😭u di kasih kepercayaan namun apa??? kau bahkan tak membalas cinta Zoe😭😭😭😭entah lah... kejer q
ρυтяσ kang'typo✨
setelah dia pergi untuk selama'y kau baru menyesali'y... mungkin Zoe meninggal itu adalah takdir yang baik😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
ngucuuuur😭😭😭😭😭
ρυтяσ kang'typo✨
jangan harap Noah... Zoe sudah pergi sama Erlan😆😆😆
ρυтяσ kang'typo✨
apa ini Ximen yang mengirim pesan??
Lia Pazliani
Luar biasa
Ibelmizzel
Thor kapan lagi buat karya baru rindu dgn karyamu yg semuanya keren 😭
Lis Nawati
sangat keren
Anisah Batubara
bagus
Tiah Rahayu
Biasa
Tiah Rahayu
Buruk
Netty Netty
Luar biasa
Fareza Gmail.Com
ximen anak durhakim 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!