Tiwi salah satu anak pembantu di keluarga Pratama, setelah tamat sekolah keluarga Pratama memintanya menikah dengan anak kedua mereka yaitu Raihan Pratama..
Tiwi terjebak di dalam pernikahan palsu,dia hanya menjadi tumbal untuk menutupi penyakit menyimpang Raihan,Tiwi sampai putus asa dengan takdirnya..
Tapi nasib berkata lain,Bara seorang pebisnis hebat menikah dengan anak pertama keluarga Pratama..sejak masuk di dalam keluarga Pratama Tiwi dan Bara menjalin kedekatan di karena kan sama-sama membutuhkan kehangatan sehingga mereka saling cinta..
Bagaimana kah kisah antara Bara dan Tiwi,apakah mereka bersatu atau malah terpisah kan dan kembali pada pasangan masing-masing...
untuk cerita selanjutnya silahkan mampir di Noveltoon 🙏🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian hafiz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
teringat Tiwi
hari sudah menunjukkan pukul satu siang tapi Raina belum juga pulang,,Bara dan Tiwi turun dari tangga serentak...
" mau makan wi" ujar Bara
" ya kak...kakak juga mau makan?" tanya Tiwi
" aku tak terbiasa di panggil kakak wi, panggil aku Mas saja" pinta Bara
Tiwi tersenyum,mereka serentak menuju meja makan..
" nyonya belum pulang bik?" tanya Tiwi
" belum non...mungkin sore karena sudah lama tak pergi Arisan"jawab bik Ijah
Tiwi mengambil kan nasi untuk Bara...
" mau lauk yang mana mas?"tanya Tiwi
terdengar merdu di telinga Bara
" ayam goreng saja wi,dan sayur nya" pinta Bara
Tiwi mengambil kan sesuai permintaan Bara,,dan memberikan pada Bara,,lalu menuangkan air putihnya..
" apa ini rasanya punya istri yang bisa menghargai kita,,,kamu benar-benar seorang istri idaman wi" batin Bara
Tiwi dan Bara makan bersama,, sesekali mereka saling melempar canda,Tiwi perempuan yang ceria dan cepat bergaul hanya saja kehidupan telah mengekang nya..
***
sore ini Raina pulang dengan wajah bahagia, dia menghabis kan waktu nya dengan berkencan bersama Michel
" dari mana kamu na?" tanya Nyonya Fatyah melihat Raina pulang sore
" mama sudah bilang jangan keluar rumah kalau papa tau kamu bisa di hukum" oceh Nyonya Fatyah
" aku sudah izin pada suamiku ma,ada urusan yang harus ku selesai kan" ucap Raina
Bara turun dari tangga mendengar keributan di bawah sana..
" kenapa ma?" tanya Bara
" mama memarahi ku karena pergi tadi mas" ucap Raina bergelayut manja di lengan Bara
Bara sedikit terkejut melihat perubahan Raina menjadi lebih manja padanya
" aku sudah mengizinkan nya ma" ucap Bara membela Raina
Nyonya Fatyah terdiam,dan Raina segera masuk kedalam kamarnya di ikuti oleh Bara
Raina menghempaskan tubuhnya di ranjang,,
" jangan karena kamu sudah membela ku membuat mu besar kepala, tidak akan ada yang bisa merubah apapun" tekan Raina
" setidaknya kau sudah bersikap baik di depan mama mu" ucap Bara
" pernikahan kita ini palsu Bar,kita tak saling menyukai bahkan untuk berbicara saja kita selalu bertengkar" ucap Raina
" itu mau mu na,aku tak pernah mengajak mu bertengkar,, lakukan saja apa yang kau suka" ucap Bara keluar dari kamar
Bara turun hendak pergi mencari hiburan di luar rumah
" mau kemana mas?" tanya Tiwi yang hendak naik ke lantai atas
" keluar dulu wi,cari angin" jawab Bara pergi
***
" pengantin Baru kenapa muka Lo di tekuk" olok Didi sahabat Bara
saat ini mereka sedang duduk di salah satu Kafe..
" gue bingung Di,,Raina bukan tipe cewek yang gampang di atur" ucap Bara
" Lo juga jangan egois kalian di jodohkan belum mengenal satu sama lain, menyatukan dua pemikiran yang berbeda itu sulit Bar,,kau juga harus mengerti dunia nya" ucap Didi
" aku memaklumi semua nya Di tetapi setidaknya dia melayani ku dalam hal kecil seperti makan, pakaian,ini tidak sama sekali bahkan ipar ku saja bisa bersikap baik pada ku" jelas Bara kesal
" ipar mu??" tanya Didi
" ya,,aku masih tinggal satu atap dengan mertua ku,disana juga ada istri dari Raihan adik Raina,,dia sangat muda tapi sikapnya dewasa sekali,cara dia memperlakukan Raihan membuat ku iri Di" ujar Bara sambil tersenyum mengingat Tiwi
" jangan gila Bar,dia ipar mu" ingat Didi
" aku hanya kagum pada nya,tidak lebih" sanggah Bara
" habiskan makanan mu,kita pulang..." tiba-tiba Bara mengingat senyum manis Tiwi,,dia jadi ingin cepat pulang...