NovelToon NovelToon
Lintas Waktu : Kultivasi Di Dunia Modern

Lintas Waktu : Kultivasi Di Dunia Modern

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:303.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: A Veil Asvara

Lin Yue terjatuh dari tebing dan mendapati dirinya terbangun di sebuah tempat asing, dimana gedung pencakar langit dan hal-hal yang belum pernah dia lihat di dunianya.
Bagaimana kah kehidupannya di dunia modern?

Slow update

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A Veil Asvara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Regina dan Wang Yuan terdiam dengan pikirannya masing-masing setelah bertukar cerita dan informasi. Tidak menyangka jika mereka mengalami hal yang sama, meski Wang Yuan mengalami hal yang tragis.

"Aku tidak menyangka bertemu denganmu, meski empat bulan aku menetap di tubuh ini, sih." Wan Yuan terkekeh hambar mengingat kehidupan pemilik tubuh ini sangat buruk.

"Aku juga tak menyangka bisa bertemu denganmu, Wang Yuan. Aku senang karena tidak kesepian meski orang-orang di sini sangat baik padaku."

Perkataan Regina membuat Wang Yuan merinding. Pertamakali nya Lin Yue berkata seperti itu membuat dirinya khawatir jika matahari akan terbit dari barat esok hari, mengingat gadis itu dulu sangat suka membuat kehebohan.

"Kau tidak sedang sakit, kan?" Wang Yuan menempelkan punggung tangannya di dahi Regina lalu membandingkan dengan suhu sepatunya, membuat gadis itu berdecak kesal.

"Aku tidak sakit, ya!" Kesal Regina. Bahkan nada suara gadis itu naik lima oktaf membuat pria itu berjengit kaget dan mengusap dadanya.

Beruntung tempat mereka berdua berasa sekarang ini cukup jauh dan sepi, sehingga tidak menarik perhatian pengunjung taman.

"Tidak usah berteriak begitu. Suara cemprengmu bisa membuat telingaku cepat tuli."

Alis Regina berkedut mendengar cibiran Wan Yuan.

Di dunia antah berantah ini, mereka berdua memutuskan membuat kesepakatan. Wan Yuan yang hidup dengan dipandang rendah oleh keluarga pemilik tubuh ini dan Regina yang sekarang sedang membutuhkan orang yang bisa di percaya.

'Tap'

Seorang pria tiba-tiba menghadang mereka sambil menyeringai, membuat Wang Yuan menatapnya waspada.

"Aku tak menyangka akan bertemu dengan pengecut dari keluarga Wang di sini." Ucap pria itu dengan nada mengejek.

"Aku juga tak menyangka bisa bertemu dengan panci pecah di sini. Benar-benar pencemaran." Balas Wang Yuan tajam sambil mengorek telinga, membuat pria itu tersulut emosi.

Dalam ingatan pemilik tubuh yang di tempati Wang Yuan, pria itu kerap kali menjebaknya bersama sang kakak serta membuat pemilik tubuh ini tidak memiliki pekerjaan dan membuatnya memilih mengakhiri hidup, mengingat semua keluarga besarnya mengucilkan dan menjadikan dirinya sasaran.

"Beraninya kau!!" Geram pria itu marah lalu mengeluarkan energi spiritual miliknya.

Senyum tipis terbit di wajah Wang Yuan dan Regina. Bagi keduanya, kekuatan pria itu tak ada apa-apa nya. Jika dibandingkan dengan dunia mereka tinggali dulu, kemungkinan besar dia berada di tingkat awal paling dasar!

Jika dibandingkan dengan sekarang, tentu saja mereka berdua lebih unggul daripada pria di hadapannya itu, mengingat Wang Yuan berlatih selama beberapa waktu sambil mencari pekerjaan dan Regina yang memang terdampar di dunia ini dengan tubuh aslinya.

Pria itu melayangkan serangan ke arah Wang Yuan, untungnya pria itu berhasil menghindari serangan pria yang bernama Tangtang itu dengan santai.

🐾

Regina menonton adu serangan dia pria di hadapannya sambil menguap lebar. Tidak ada yang menarik, tidak seru dan tidak menantang. Lihatlah, pria yang menantang Wang Yuan kini tengah mengatur nafasnya yang sudah memburu.

"Segitu saja? Kenapa lemah sekali?" Cerca Wang Yuan mengejek. Pria itu meregangkan tubuhnya sambil menguap lebar. Pertarungan yang membosankan menurutnya, apalagi serangan dari Tangtang itu tidak ada menyentuhnya sedikitpun.

Penampilan Wang Yuan masih segar dan rapi, kecuali pakaiannya yang sedikit basah oleh keringat. Sedangkan Tangtang sudah tampak memperihatinkan, dengan tubuh babak belur dan noda darah membasahi pakaian serta wajahnya.

"Wang Yuan, kelak aku akan membalas penghinaan ini!" Seru Tangtang dan segera beranjak dari sana dengan tertatih-tatih.

"Ya, sampai jumpa lagi!" Balas Regina berteriak diiringi tawa cekikikan.

Regina menatap Wang Yuan dengan tatapan berbinar, membuat pria itu merinding seketika. Dia juga tidak lupa dengan amukan pria-pria bangsawan di tempatnya dulu, jika Regina suka mencium mereka di tempat umum. Tentu saja sambil membawa dompet mereka yang berisi koin emas!

Bahkan pangeran kesembilan mencak-mencak karena harimau kesayangannya ngambek. Dia mengatakan jika harimau miliknya dilecehkan oleh Regina.

"A-a-apa?"

"Kau hebat sekali! Aku benar-benar ingin membawamu bersamaku ke suatu tempat! Bagaimana jika kita pergi sekarang dan menghabiskan malam bersamaku?" Cerocos Regina sambil memegang tangan Wang Yuan.

"Hei, lep-" Belum sempat dia protes, Regina membawanya pergi ke suatu tempat dengan melakukan teleportasi.

Di sebuah kamar mewah bernuansa abu-abu, terlihat dua pria tampan tengah duduk santai sambil memainkan ponsel mereka di sofa yang ada di sana saling berhadapan, dengan meja kecil sebagai pembatas.

"Apa kau tidak keberatan dengan keputusan kakekmu?" Tanya pria tampan berkaca mata, Yin Ho tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.

Tao Jin melirik sahabat sekaligus asistennya yang menurutnya b@ngsat itu, "Tidak. Jika aku keberatan, maka kakekku akan mencoret ku dari kartu keluarga dan dia akan bunuh diri."

"Lalu kau bisa mewarisi perusahaan kakekmu secara otomatis. Atau mungkin aku akan mewarisinya menggantikan dirimu?" Sambung Yin Ho sambil membenarkan kacamatanya, lalu pria itu meletakkan ponsel di atas meja kecil yang berada di hadapannya.

"Mau ku carikan beberapa gadis untuk dijadikan istri? Katakan seperti apa tipemu." Pria berkacamata itu mencondongkan tubuhnya ke arah Tao Jin, menatapnya dengan semangat.

Tao Jin menatap sahabatnya dengan tatapan nyalang. Memang dirinya tidak laku sampai dicarikan perempuan oleh sahabat tak berahklaknya itu? Dia khawatir jika yang di carikan bukan gadis idamannya, tetapi wanita jejadian yang membuat dirinya tak ingin memikirkan hal yang tidak penting.

"Seharusnya kau yang mencari perempuan dan menikah. Kau juga sudah cukup matang untuk membina rumah tangga."

"Aku akan menikah setelah kau menikah. Lihatlah, kau tampan dan kaya. Siapa yang berani menolakmu? Apakah kau memiliki kelainan seksual?"

"Jika saja aku memiliki kelainan, maka aku sudah berencana menikahimu. Kau memiliki paras tampan, bentuk tubuhmu juga bagus." Ujar Tao Jin santai sambil memindai tubuh Yin Ho, membuat pria berkacamata itu seketika memeluk dirinya sendiri dan menatap Tao Jin dengan ngeri.

"Wah~ Aku tak menyangka jika Tao Jin menyukai mu~ Oh, musim semi sepertinya datang dua kali~" Suara perempuan tiba-tiba terdengar di ruangan itu, membuat dua pria yang berada di sana menoleh ke asal suara dan melotot horor. Terlihat Regina berbaring menyamping di atas ranjang dengan seorang pria berdiri di sebelahnya sambil berpegangan tangan.

"Re-Re- Regina?" Tao Jin berkata sambil mengucek matanya, memastikan jika benar gadis tengil itu ada di sana. Sontak dua pria itu bangkit dari duduknya.

"Ya, ini aku." Regina bangkit sambil melepaskan pegangan tangan pada Wen Yuan, membuat pria itu menghembuskan nafas lega.

Tetapi Regina malah menyeret dirinya, membawanya ke arah dua pria yang terkenal kejam di dunia bisnis itu.

"Aku memerlukan asisten untuk perusahaan. Jadi aku membawanya kemari. Ajari dia, ya."

Setelah berkata demikian, Regina menghilang dari sana, meninggalkan Wen Yuan yang mendadak menciut akibat tatapan dari dua pria yang berdiri di depannya.

Tao Jin menggeram marah. Sudah dua kali gadis itu meledeknya karena salah paham. Pertama dengan Liam Wen,dan sekarang dengan Yin Ho? Kubur saja dirinya hidup-hidup!

"Wah~ Pucuk dicinta ulam pun tiba! Nona Regina membawakan jodoh untuk Anda, Tuan!" Seru Yin Ho berbinar.

"Aku masih normal!" Wen Yuan berseru sambil memeluk dirinya sendiri, tak lupa mengumpati dan menyumpah serapahi Regina yang meninggalkan dirinya di sarang predator.

Tao Jin menatap nyalang sahabat bangsatnya itu, "Diam atau kau ku pecat dan tak di terima di manapun."

Yin Ho tersenyum manis sambil mengedipkan matanya ke arah Tao Jin, membuat pria itu meraup wajahnya frustasi.

1
Erni andi arifuddin
ya Allah bagaimana kl ada 2-3 orang yg seperti regina😂😂😂
Erni andi arifuddin
kocak dan menghibur
Erni andi arifuddin
sangat bagus 👍
Erni andi arifuddin
mampir
Travel Diaryska
good
Neneng Zakiyah
sy mampir thor..penhen tsu verita nya dsri kuno ke moderen...pasti cerita nya menarik
Liana Simon
cerita yang menarik
Angel Ribka
kubayangkan nonton film kartun
Empong Tihyar
Hehehe..lanjuut
Empong Tihyar
hihihi..jd males berhenti baca
Empong Tihyar
Hahaha...lucu banget thor.../Facepalm/
Empong Tihyar
Haha
Ayu Mestari
Luar biasa
PHSNR👾
mampir /Smile/
Ana Rusliana
Luar biasa
Febriani Nazularahmatika
good
Febriani Nazularahmatika
turun lagi dr tingkat raja?
Febriani Nazularahmatika
kotanya jd tempat persinggahan penjahat 😅
Rahimahhassan Rahimah
Lumayan
Meigha
jarang2 ada cerita zaman kono ke modern,tp aku tetep suka....💪💪🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!