NovelToon NovelToon
SECOND CHANCE

SECOND CHANCE

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Romansa / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:51k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Mereka dijodohkan oleh sang Kakek sejak kecil dan direstui oleh kedua orang tua. Setelah dewasa, mereka tidak setuju dijodohkan dan melarikan diri sebelum pertunangan dilangsungkan, karena sudah punya kekasih.

Hanya berbekal sisa tabungan semasa kuliah dan sedikit keberanian, mereka lari dari rumah, meninggalkan proses pertunangan demi sang kekasih. Namun sangat menyakitkan, saat tahu kekasih mereka telah berpaling..

》Mungkinkah mereka terus berlari atau kembali pada keputusan orang tua?
》Mungkinkah ada kesempatan kedua untuk melanjutkan proses perjodohan sang kakek?

Ikuti kisahnya di Novel "SECOND CHANCE"

Selamat membaca.
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Terkuak 4.

...~•Happy Reading•~...

Maya tetap menggelengkan kepala, sambil menutup mulutnya. Dia tidak menyangka Philemon menanggapi candaannya dengan serius dan langsung mengajaknya pacaran.

"Apa maksudmu menggeleng? Kau tidak mau kita pacaran?" Tanya Philemon dan menggelengkan kepala mengikuti Maya yang menggelengkan kepala sebagai pertanyaan.

Maya kembali menggelengkan kepala, membuat Philemon tersenyum dalam hati, karena yakin Maya sedang grogi. "Baiklah..." Ucap Maya singkat, setelah melepaskan tangannya dari mulut, menerima pacaran dengan Philemon.

"Baiklah...? Itu tandanya kau terpaksa mau pacaran denganku. Kalau stengah hati, ngga usah." Ucap Philemon lalu meminum teh yang disediakan Bibi untuk mereka. Dia bersikap seakan kesal dengan jawaban Maya.

"Iiiiih... Begitu aja kesal. Lagian ajak pacaran juga ngga serius. Kau lagi ngeledekin aku, kan?" Maya berkata lalu mengambil cangkir, menuang teh dan meminumnya sekaligus seperti yang dilakukan philemon. Membuat dia tiba-tiba mengipasi mulutnya dengan kedua tangan, karena teh yang diminum masih panas.

Sontak Philemon meniup mulut Maya yang kepanasan, sambil tersenyum dalam hati. "Yang kesal siapa? Yang ngga serius siapa? Yang ngeledekin siapa? Kau mau kita pacaran ngga?" Tanya Philemon beruntun, membuat Maya kembali melihatnya dengan mata membulat.

"Iyaaaaa.... Puaaasss...?" Jawab Maya dengan kesal, tapi wajahnya jadi memerah.

"Sangaaaatttt...! Ini, minum yang sudah dingin." Philemon memberikan cangkir teh yang sudah ditiup terlebih dulu.

"Nanti bukannya kita pacaran di sini, malah membawamu ke rumah sakit untuk ngobatin mulut yang kebakar." Philemon berkata santai sambil melihat wajah kesal Maya.

"Iiiiiisssshhh..." Maya berkata seakan kesal, tapi minum teh yang diberikan Philemon sambil tersenyum dalam hati karena teh sudah dingin.

"Kita sudah pacaran, ya. Sini, kaitkan jarimu." Philemon memberikan jari kelingking untuk dikaitkan dengan jari kelingking Maya, lalu menempelkan jempol mereka. Membuat Maya menutup mulutnya dengan tangan kiri, agar bisa menahan ucapannya. Banyak kata yang ingin dia ucapkan, tapi khawatir Philemon tersinggung atau marah.

"Mau ngomong, ngomong aja. Ngga usah direm, rem." Philemon tahu Maya sedang menahan ucapannya, atas apa yang dia lakukan.

"Kau lakukan begini juga, saat pacaran dengan cewek roda empat itu?" Tanya Maya yang memang mau berkata dari tadi, tapi menjaga perasaan Philemon

"Ngga... Denganmu saja." Jawab Philemon cepat, karena mengerti maksud Maya tentang peristiwa di bengkel dan Netta yang dimaksudkan oleh Maya dengan cewek roda 4.

"Haaaa...? Kenapa?" Tanya Maya sambil melihat Philemon, serius.

"Karena pacaran kita spesial. K'may, mingkeeem, nanti lalat dan nyamuk berpesta di situ." Philemon tersenyum melihat mulut Maya yang terbuka, saat mendengar jawabannya.

Maya langsung menutup mulutnya dengan cara menekan dagunya ke atas dengan tangan kiri dan tangan kanan menekan dari atas kepala. "Mulutku jadi ngga kuat mengatup sendiri, mendengarmu." Ucap Maya sambil mendelik ke arah Philemon, kesal. Dia mengira Philemon sedang meledeknya.

"Karna kita sudah pacaran, sering-sering aja begitu. Nanti aku bantu mengatupkan mulutmu." Ucap Philemon santai.

"Iiiiihhhh... Modus." Ucap Maya lalu menutup mulutnya dengan kedua tangannya, karena mengerti maksud ucapan Philemon.

"K'may, serius yaa. Bukan berarti yang tadi ngga serius. Aku sangat serius. Tapi ini, ada yang perlu kita bicarakan dengan serius." Sontak Maya menurunkan tangannya dari mulut, lalu mengangguk kuat, karena melihat wajah Philemon yang berubah serius.

"Kau pernah berpikir, mengapa sikap orang tuaku padamu malam itu? Atau sikap orang tuamu padaku malam itu?" Philemon berbicara sambil menatap Maya, serius. Dalam hati dia terus berdoa, agar dia bisa berbicara dengan baik dan Maya bisa menerima juga dengan baik.

"Iya, pernah. Aku pikir, mungkin aku salah memanggil namamu, atau sikapku saat menyapamu salah. Jadi orang tuamu tiidak terima atau tidak suka. Hanya sebatas itu, karena kerjaan di kantor lagi banyak. Jadi ngga pikirkan lagi." Maya menjelaskan apa yang pernah dipikirkannya.

"Sekarang kau tanya itu, jadi terpikirkan lagi. Kalau sikap orang tuaku padamu, aku belum sempat mikir atau bertanya pada mereka, karena lagi lumayan sibuk di pabrik. Kau tau mengapa?" Maya balik menatap Philemon, berharap dia punya jawaban, agar tidak banyak berpikir lagi.

"Kau pernah bilang, kau pulang ke sini, karna ketangkap di Moro. Mengapa kau ditangkap?" Philemon berusaha mencari jalan masuk untuk menyampaikan apa yang terjadi di antara mereka.

"Ooh itu, karna aku kabur dari rumah, jadi ngumpet di Moro. Tapi ketangkap juga." Ucap Maya dengan wajah mulai memerah, karna malu atas apa yang dilakukannya.

"Boleh tau, alasanmu kabur dari rumah?" Philemon tetap bertanya dengan serius.

"Ooh, karna Mama Papa ngotot mau jodohin aku dengan cucu teman Ka k e k... Phileee... Kau kah, itu?" Maya jadi tertegun saat menyadari ucapannya. Dia bertanya dan seakan tidak percaya. Philemon mengangguk pelan.

Maya menatap Philemon dengan mata yang membulat dan mulai berkaca-kaca, karena merasa sangat bersalah terhadap Philemon.

"Maafin, aku Phile. A k u, minta maaf." Ucap Maya pelan sambil menunduk sedih.

Dia jadi teringat ucapan Papanya untuk melihat calonnya dulu, jangan main tolak. Hatinya benar-benar sedih, memikirkan semua yang dia ucapkan kepada Mama dan Papanya.

"K'may, jangan minta maaf padaku. Aku pun sama bersalahnya denganmu. Aku pun kabur dari rencana itu, karna tidak terima dijodohkan. Itulah sebabnya, orang tuamu marah padaku." Philemon berkata lalu mengambil tangan Maya dan mengusap, pelan.

"Tapi lihatlah apa yang terjadi dengan kita saat ini? Sekarang kita harus berusaha melunakan hati mereka, dan mendamaikan orang tua kita kembali seperti sebelumnya."

"Itu adalah tanggung jawab kita. Telah membuat keputusan yang mungkin keliru. Hanya menuruti emosi tanpa berpikir dampaknya pada orang terdekat dengan kita."

"Kau pernah bertanya pada orang tuamu, apa yang terjadi saat acara itu berlangsung dan kita tidak ada?" Tanya Philemon, ingin tahu.

"Aku tidak pernah bertanya dan tidak mau membicarakannya saat pulang, karna takut akan dijodohkan lagi." Ucap Maya, pelan.

"Sekarang kita sudah tau, siapa kita. Tidak perlu terbebani dengan peristiwa yang lalu. Sekarang kita buktikan, bahwa kita serius menjalani ini, atas kemauan kita sendiri." Ucap Philemon serius dan tegas.

"Kapan kau tau, kita yang mau dijodohkan oleh Kakek dan orang tua kita?" Tanya Maya yang baru terpikirkan.

"Tadi. Saat aku panggil Putri dan kau menyahut." Philemon berkata serius untuk meyakinkan Maya.

"Tadi kau bertanya aku tahu dari mana nama kecilmu. Aku tau dari Kakek. Sebelum meninggal, Kakek meminta aku bantu Om Andreas untuk mencari anaknya yang bernama Putri, walaupun tidak mau dijodohkan." Philemon menceritakan, pertemuan terakhir dengan Kakeknya di rumah sakit.

"Ooh, astagaaa... Itukah sebabnya, wajah Kakek tersenyum malam itu?" Maya teringat dengan wajah jenazah Kakek Philemon yang terlihat tersenyum.

"Kau memperhatikannya juga?" Tanya Philemon, serius.

"Iyaa, aku sempat tanya sama Mama. Apa Mama melihat wajah Kakek yang meninggal itu tersenyum? Mama tidak jawab, tapi hanya menepuk tanganku." Maya menjelaskan kejadian malam itu, saat mereka telah selesai tabur bunga dalam peti.

"Astagaaa... Aku berpikir kakiku ini, adalah kelemahanku. Ternyata kakiku ini bisa mempertemukan kita." Maya jadi berpikir, jika hari itu kakinya tidak kecekluk, mungkin dia tidak akan bertemu dengan Philemon.

...~•••~...

...~●○♡○●~...

1
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
wah siapa itu, jangan jangan si lemon apa si anus😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
Jaman siti Nurbaya masih jodoh jodohkan lah ini jaman sudah berubah pak.. ngga kenal juga main dilamar aja.. ngga adaptasi dulu apa😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
ga salah ini namanya phir lemon tadi anus.. piye iki... 😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
maya sam fanus jadi. kaya tim. jerry.. lagian fanus ngapain sih maksa banget.. kan Maya jadi takut boss😎
❥␠⃝ ͭ🍁DH-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ
waduh si anus ngapain sih ngintilin maya trus.. kan jadi ilfil deh dinikutin trus.. 😎
zc❖Erti
kasihannnn kurang gercep kau kamaya kan jadi gak bisa hub sama lemon

apa lemon nanti pria yang dijodohkan sama kamaya
Endang Sulistia
keren
Endang Sulistia
somplak banget si maya🤣🤣🤣
Endang Sulistia
ada aja komentarmaya yg asbun...pantesan si papa kawatir..
Endang Sulistia
si Maya Nyamber aja..🤣🤣
Endang Sulistia
keren si kaya..👍🤪🤪
Endang Sulistia
tadi anus..ini lemon..🤣🤣
Endang Sulistia
🤦🤣🤣🤣🤣
🇮🇩 F E E 🇵🇸
Ok, ini awal2 bahasanya udah asyik ya. Jgn dibikin kaku Lg WoKeeeeeeH... Akoh Padamuuuu... 😅
melting_harmony
Luar biasa
❥␠⃝ ͭ🍁KT-🅨🅤🅛🅘🅐🅝🅣🅨👻ᴸᴷ: Waaaah... Makasih 👍❤️
Makasih dukungannya K♡ ..🙏😍🤗
total 1 replies
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Kalau orang lagi murung terus gak ngomong, yang berada dekat dengan dia bakal penuh tanda tanya pastinya
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Siapa yang tak haru melihat pemadangan seperti itu, anak yang sudah besar dan mampu bekerja dengan baik
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Maya sungguh sangat teliti ya, dia memang anak yang sangat bisa di andalkan jika seperti ini
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Ya, lagian lebih baik tak terlalu menunjukkan kekurangan kalau masih mampu. Biar gak terlalu di anggab lain
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Stargirl✨
Orang pada ricuh Maya sibuk dengan urusannya sendiri adem ayem, namanya juga masih baru hehe
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!