"Tapi tahukah kau, bahwa semua itu adalah tipuan Georges semata. Pernikahan mu hanyalah panggung sandiwara agar dia bisa menikmati tubuhmu tanpa perlawanan." ucap Angela dengan nada menghina.
"Kau bukan wanita pertama baginya. Georges sudah banyak berhubungan dengan bayak wanita dan sebagaimana dia lari dariku, dia akan selalu kembali ke dalam pelukanku. Kau tahu kenapa? karena dia milikku."
"Pergi sebelum Georges mempermalukanmu dan hati mu semakin sakit."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon taurus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
makan bersama pelayan
"Keluarlah kalian." perintah tuan muda kepada para pelayan yang sibuk berkasak kusuk dibalik jendela dan pintu. Mereka terkejut dengan perintah tuan muda. Bahkan mereka tidak menyangka kalau tuan muda akan mengetahui bahwasanya mereka sedari tadi sedang mengintip.
Felicia yang masih berada didepan tuan muda melihat sekeliling dengan heran.
Dia tidak melihat siapapun disekitar sini.
Dan akhirnya dia memandang pria dihadapannya dengan penuh tanda tanya.
"Ruth, Juan dan kalian semua keluarlah dari persembunyiank kalian jika tidak..." tepat dikata-kata jika tidak mereka segera keluar berbondong-bondong sambil tersenyum gugup. Mereka saling berdiri berjejejer. Yang masih muda menundukan kepalanya takut-takut. Sedangkan yang paruh baya menatap tuan muda dengan malu.
"Sudah dari kapan kalian bersembunyi disana?" tanya tuan muda dingin.
"Itu... itu.." paman Juan sedikit gugup.
Mereka hendak mengatakan sedari awal sebelum bibi Ruth membawa Felicia kepada tuan muda, tapi lidah nya terasa kelu.
Paman Juan menyenggol lengan bibi Ruth. Bibi Ruth menyenggol lengan bibi Elisabeth. Bibi Elisabeth menyenggol lengan Leticia. Begitu terus hingga berakhir di paman Chili.
Pama Chili hendak menyenggol orang disebelahnya tapi ternyata tidak ada siapapun disana. Akhhirnya paman Chilo menoleh kearah barisan teman-temannya dan dia terkejut karena semua teman-temannya sedang menoleh kepadanya.
"Dasar kalian. Aku kan yang terakhir samoai disini." gerutu paman Cili dengan kesal.
"Ba..baru saja tuan." ucap paman Chili. Karena memang itu benar, dia baru saja tiba disana.
Tuan muda tetap menunjukan tampang dingin seraya berdiri dan menggandeng tangan Felicia.
"Kali ini aku akan memaafkan kalian. Tidak untuk lain kali." ucapnya dengan datar.
"Sekarang persiapkan makan malam bersama di ruang belakang. Kita akan makan bersama-sama disana." ucap tuan muda sambil berjalan menggandeng Felicia meninggalkan mereka yang hanya terbengong.
Felicia melewati mereka dengan menundukan kepala sedangkan para pelayan memandang kepergian mereka dengan bengong.
"Apa itu tadi, tuan muda tidak marah?" tanya paman Chili dengan heran.
"Dia menggandeng Felicia tepat dihadapan kita?"
"Dia bilang untuk menyiapkan makan malam bersama kita?"
"Tuan muda akan makan bersama kita?"
"Benarkah? Ini pertama kalinya."
Semua sibuk bertanya tanpa ada yang menjawab.
"Kalian dengar, siapkan makanan." ucap paman Chili dengan keras membuat semuanya terkejut dan tergopoh-gopoh menuju ke dapur.
Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menyiapkan makanan di taman belakang, tempat para pelayan biasanya makan bersama-sama. Meja kayu yang panjang itu sudah dipenuhi makanan dan minuman. Lampu-lampu sudah menyala terang.
Saat itu Lyla lah yang menjemput tuan muda dan Felicia untuk pergi makan bersama dengan mereka.
Tuan muda seperti sebuah magnet yang tidak bisa terlepas dari Felicia. Tangan Felicia terasa kaku dan pegal sekali. Karena sedari tadi tangan tuan muda Georges menggenggamnya erat.
Setelah mereka masuk keruang kerja. Tidak banyak yang mereka perbincangkan diantara mereka hanya dilakukan lewat tatapan mata. Tidak ada yang dikatakan hanya mata dan tindakan yang berbicara.
Tuan muda Georges hampir tidak pernah membiarkan bibir Felicia istirahat. Dia membelai dan menyapu setiap sudut bibir Felicia membuat gadis itu mendesah. Dan tanpa sadar tangannya sudah mengalung dileher tuan muda. Kali ini dia melakukannya dengan sadar dan bisa merasakan indah dan hangatnya sebuah ciuman.
Ketukan di pintu menghentikan ciuman mereka dan sesungguhnya Felicia merasa bersyukur. Semua ini tiba-tiba saja terjadi terlalu cepat baginya.
Mereka tiba di meja makan dimana para pelayan sudah duduk dengan rapi dan masih tetap bergandengan tangan yang disambut dengan senyuman di wajah para pelayan.
Tuan muda Georges mengambil posisi yang sudah disediakan yaiti diujung meja sedangkan Felicua disisi meja berdekatan dengan tuan muda.
"Seperti yang kalian tahu aku akan memberi pengumuman. Aku yakin kalian sudah tahu karena sudah menguping." Tuan muda diam sejenak setelah menggunakan kalimat sindiran yang disambut dengan senyum malu para pelayan sambil saling melirik dan menyenggol lengan satu sama lain.
"Baiklah, seperti yang kalian lihat." tuan muda mengangkat tangannya yang menggandeng Felicia.
"Dia bersedia mendampingiku selamanya dan itu artinya kalian stuck bersama kami dan..." belum sempat tuan muda menyelesaikan kalimatnya paman Chili yang ada di meja paling ujung (tidak mendengarkan kata Dan) berteriak dengan nyaring, "Selamat tuan muda, horeeee akhirnya anda memenangkan hati gadis pujaan kami."
Semua mata tertuju pada paman Chilo yang berdiri dan bertepuk tangan sendirian. Menyadari ada yang salah dia sontak terdiam dan duduk dengan menundukan kepalanya.
"Terimakasih Chilli kau sudah mewakili perasaanku." ucap tuan muda sambil mengangkat gelasnya mengajak tost.
Segera semua pelayan berdiri dan mengangkat gelas mereka masing-masing.
Kemudian seperti di komando, mereka duduk kembali.
"Makanlah!" perintah tuan muda.
Mereka segera menikmati makanan. Ketika sudah selesai, bibi Elisabeth yang berada didekat tuan muda memberanikan untuk berbicara.
"Tuan apakah akan ada pernikahan dalam waktu dekat ini?"
Tuan muda Georges menoleh pada Felicia dan menatap gadis itu yang tertunduk malu.
"Tentu saja." ucapnya tegas tanpa memalingkan pandangannya dari Felicia membuat wajah gadis itu memerah.
Jawaban tuan muda membuat para pelayan memeikik girang dan mulai kasak kusuk diantara mereka.
"Tuan, anda akan menikah dimana?" tanya Leticia.
"Bagaimana dengan pesta kebun?" tanya tuan muda pada mereka.
"Wahhhhhh!!!!!" Semua berteriak dan bersorak. Itu pasti menyenangkan bagi mereka, pesta rayat di kebun, menandakan kalau tuan dan nyonya amat sangat memperhatikan mereka.
"Tuan, apakah saya perlu menghubungi pendeta?" tanya paman Juan.
"Tentu saja. Kita akan melakukan pemberkatan dan pesta dikebun." ucap tuan muda.
"Kapan tuan?" tanya paman Chili dengan lantang karena dia berada di kursi paling ujung.
"Kalian putuskan. Saat cuaca cerah dan panen telah usai."
"Kalau begitu lima hari lagi adalah waktu yang tepat. Tepat saat panen sudah selesai." sahut paman Chili dengan nyaring.
"Tidak masalah. Kalian atur saja. Besuk aku akan membawa Felicia untuk mencari gaunnya." ucap tuan muda seraya menyium tangan Felicia. Gadis itu hanya diam saja sedari tadi. oerubahan yang terjadi dengan cepat dan tiba-tiba ini membuatnya bingung sekaligus bahagia.
"Tuan bagaimana dengan menu makanan, cake."
tanya bibi Ruth. Dia menanyakan ini karena marasa sangat penting. Dia adalah kepala dapur di rumah ini. Dan hal itu sangat penting.
"Masaklah apa pun yang kau mau. Dan mungkin kau bisa bertanya pada Felicia apapun yang dia inginkan." jawab tuan muda dengan tersenyum lebar.
"Siap tuan."
"Baiklah aku akan pergi dulu." Tuan muda berdiri dan menarik tangan Felicia untuk mengikutinya.
Sepeninggal mereka para pelayan mulai sibuk membagi tugas. Mereka begitu gembira dengan kabar yang baru saja mereka dengar. Harapan mereka terkabul. Semua sibuk dengan detail tetapi melupakan bagian terpenting. Tuan Besar, ayah tuan muda Georges. Orang yang memaksa tuan muda bertunangan dengan nona Angela.
Tapi langsung ambyar ketika relate sama makanan Thor .ini Eropa apa asia?😁