"di dalam agamaku, poligami memang diperbolehkan, tapi apa kamu bisa adil?? apa kamu mengerti apa makna kata adil??"
ucap Sarah pada Ardi sang suami yang baru saja melangsungkan pernikahan keduanya tanpa sepengetahuan sang istri.
dan lebih menyakitkannya, pernikahan Ardi di dukung oleh keluarga Ardi.
.
.
.
.
.
.
mampukah Sarah bertahan? atau meninggalkan??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ambu_Radul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. wedding
satu Minggu telah berlalu.
hari ini adalah hari yang bersejarah untuk Sarah dan Andreas. mereka mengikat janji suci di salah satu gedung mewah milik Andreas. bangunan mewah itu di sulap bagai istana, dengan dekorasi marun dan putih.
Sarah dengan anggun dan cantiknya mengenakan kebaya Betawi modern berwarna putih berjalan menuju meja akad di dampingi Sintia dan mama Lidia. tangannya dingin gemetar, berkali-kali mama Lidia menanyakan tentang keadaan Sarah pada Sintia sebagai pendamping pengantin.
"yakin kamu Sarah udah di kasih makan sin?? ini tangan gemeteran begini lho"
"udah Tante... masa Sintia bohong. lagi juga tadi Sintia yang suapin sarah."
dua wanita itu terus saja berbisik memperdebatkan pengantin yang sedang gugup.
dulu saat menikah dengan Ardi rasanya tak segugup sekarang. padahal ini adalah pernikahan keduanya.
langkah mereka makin mendekati mempelai pria yang berdiri gagah di ruangan itu. Andreas menyambut tangan Sarah, memintanya langsung dari tangan mama Lidia sebagai perwakilan orang tua.
"Andreas. saya titipkan anak saya, SARAH ARUMI padamu. jaga dia dengan baik, perlakukan dia dengan sepenuh hati. jika kamu sudah tidak mencintainya lagi, pulangkan Sarah dengan cara baik-baik pada saya. dengan keadaan utuh dan tidak kurang satu apa pun.
awas kalau Sarah sampai terluka lagi. mama iket kuping kamu." ucapan terakhir tentu saja di ucapkan mama Lidia saat mic sudah menjauh dari bibirnya.
"in sya alloh saya akan memperlakukan Sarah dengan baik. saya akan mencintainya sepenuh hati, dan akan memuliakan dia sebagai mana mestinya." Andreas tak berpaling sedikitpun dari wajah wanita cantik itu. bahkan, jika boleh dia akan segera membopong wanita yang telah menjadi istrinya itu langsung ke kamar pengantin sekarang.
memang akad nikah dilaksanakan saat mempelai perempuan belum memasuki tempat acara. semua juga atas keinginan sarah. alasannya agar Andreas fokus saat ijab kabul. dan benar saja. sampai saat ini saja matanya tak mau lepas dari sang istri.
"apa boleh cium sekarang???"
"nooooooo"
"ayolah sar.. aku sudah tak sanggup menahannya" Andreas merengek bagai anak kecil, padahal tim wedding organizer telah menginstruksikan mereka untuk menandatangani berkas pernikahan dan foto bersama. lalu di lanjut sesi wawancara dengan awak media.
saat tengah menggandeng tangan Sarah, Andreas mencuri-curi mencium tangan wanitanya itu. sontak saya menjadi riuh sorak tamu undangan yang datang.
aduuhhhh ampun deh, ketawan kelamaan ngedudanya laki guwe...
setelah melakukan penandatanganan berkas nikah, dan berfoto bersama. sekarang adalah waktunya menyapa teman-teman wartawan yang telah di berikan tempat tersendiri oleh anak buah Andreas.
"sudah siap honney??" tanya Andreas
di jawab dengan senyuman manis Sarah
"mintalah yang banyak dariku. dan aku kan mengabulkan semuanya."
ucapan Andreas yang barusan membuat Sarah tertawa geli karna menurut Sarah, belum sempat Sarah meminta pasti Andreas sudah mengabulkan keinginannya.
sesi wawancara dengan awak media sangat membahagiakan. rasa gugup Sarah seketika hilang karna Andreas selalu menggenggam tangannya. melakukan sentuhan-sentuhan yang membuat Sarah nyaman ketika wartawan melemparkan pertanyaan-pertanyaan yang mengganggu pikirannya.
acara akad nikah itu di liput eksklusif oleh salah satu stasiun televisi swasta terkenal. dan sudah pasti berita tentang pernikahan mereka menjadi tranding di seluruh media.
.
.
🍂🍂🍂
.
.
sementara di kediaman mama Ardi. Nita masuk keruang keluarga dengan tergesa-gesa. menyambar remote yang tengah di pegang oleh sang mama.
"apa-apaan sih nit, mama lagi nonton tau..."
"penting mah, penting"
Nita menekan tombol remote itu dengan tidak sabaran. setelah channel yang dia cari ketemu, mamanya tak kalah terbelalak dengan berita yang sedang di siarkan oleh stasiun televisi itu.
"itu... itu... siii..."
"ya ampun maaaaahhhhh, dia pake pelet apa bisa nikahin si bule ganteng itu mah.. Manahan kaya lagi. tau ga mah, ternyata si bule orang kaya. perusahaannya di mana-mana. sahamnya berceceran. bahkan ya mah, dia punya anak perusahaan di Australia. huuuaaaaaaaaa kita bisa kalah saing sama si Sarah" gerutu Nita yang kesal karna pernikahan Sarah di liput semua awak media.
"mewah banget nit .."
"iya lah. maharnya saja satu unit rumah dan sebuah saham perusahaan properti milik si bule yang sudah berjalan. bayangin aja, si Sarah cuma tinggal diem di rumah ongkang-ongkang kaki. dapet duit banyak dia."
"siapa nama suaminya??"
"an.. Andres apa Andreas ya tadi.. tau akh lupa." saking kesalnya Nita. dia sampai lupa dengan nama Andreas.
mereka menyaksikan Sarah dan Andreas sedang melangsukan wawancara pada media. saat itu juga handphone Nita berbunyi.
"iya ris..."
"mba udah liat tv?" tanya Risma.
"tentang pernikahan Sarah?? ni mba sama mama lagi nonton. gila ris, dikasih saham lhooo.. aduuuuhhh.. jadi istri kedua juga aku mau kalo begini modelnya" celetuk Nita sembarangan
"ya itu mah aku juga mau kalo maharnya kaya begitu." Risma jadi sebal mengingat dulu Ardi hanya memberikan dia mahar sebuah cincin emas 3gram dan 5gram logam mulia.
huuuuuuffftttt, enak banget si Sarah. dapet duda kaya. lah gue, dapet duda kere. Manahan mamanya bawel kaya kaleng rombeng. untung ganteng, jadi masih bisa di maafin.
Risma malah melamun sendiri. lupa kali dia sedang menelpon sang kakak ipar.
"riis, halo... hallooo.."
"eeehh iya mba.. yaudah, aku cuma mau ngasih kabar itu aja."
Nita pun memutuskan sambungan telponnya.
berkonsentrasi lagi pada berita pernikahan sarah.
"maaaaahh, mah, liat nih mah.. mba Sarah nikah lagi mah.." teriak Tiara adik Ardi dari arah kamarnya
"udah tauuu.. nih lebih lebar ngeliatnya" tunjuk sang mama pada televisi yang tengah menyala itu
"ciihh, kirain belum move on, eeeehhh ternyata nyari yang kaya.. gayanya sok paling tersakiti pas mas Ardi nikah lagi. lah sekarang dia malah nyari yang kaya."
sontak saja Nita dan mamanya melempar tatapan tajam pada Tiara
"lah kenapa? bener kan aku."
"iya sih.."
"belom aja pada tau kalo dia mandul."
triiiiingg...
sebuah ide busuk masuk begitu saja di pikiran Nita.
"deeeee kamu liat info berita mereka nikah paling rame di mana?" tanya Nita
"Instagram lah.. niihh. banyak yang tagg segala. artis juga banyak yang posting."
"sini-sini.. mba punya ide bagus."
Nita membisikkan niat busuknya itu pada Tiara. Tiara yang terkejut dengan ide brilian sang kakak langsung setuju dengan apa yang Nita niatkan untuk Sarah.
"wwwooooaaahh .. kak.. gila idenya bagus banget."
"cepet-cepet kerjain sana"
"ooke boos"
Tiara semangat langsung berlari menaiki anak tangga meuju kamarnya.
"apaan sih??" tanya mamanya penasaran.
"ada deh ma... udah mama taunya beres aja" ujar Nita dengan senyum jahatnya.
ga akan semudah itu buat bahagia sarah!!
ujar Nita jahat di dalam hati.
janda kaya dak mau x dg duda kere adik mu