NovelToon NovelToon
Sahabatku, Penggoda Suamiku

Sahabatku, Penggoda Suamiku

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pelakor / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: SyaSyi

AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA adalah ungkapan kata yang tepat untuk Melisa. Kebaikan yang selama ini Jihan lakukan kepada sahabatnya, justru dibalas perselingkuhan antara Melisa dan Wildan suaminya.

Jihan Anandita dan Wildan Prayudi sudah menikah selama lima tahun. Keduanya saling mencintai dan hidup dengan harmonis meski belum dikarunia seorang anak.

Namun, enam bulan belakangan Wildan berubah menjadi suami yang dingin dan kasar. Jihan yang penasaran mulai mencari tahu dan alangkah terkejutnya, saat dirinya mengetahui kalau suaminya selingkuh. Bahkan sahabatnya yang menjadi selingkuhan suaminya, dan keduanya telah menikah secara siri.

Apakah Jihan akan mempertahankan pernikahannya dan merebut kembali suaminya dari Melisa? Ataukah memilih bercerai dari Wildan? Ikuti Kisahnya dalam cerita "Sahabatku, Penggoda Suamiku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wanita Tak Tahu Diri

"Mel, sebaiknya kamu sekarang keluar dan pindah tidur ke sofa lagi sebelum Bi Sumi bangun. Besok kita cari kosan ya! Biar kamu tidurnya terasa nyaman, enggak merasakan tidur di sofa lagi," rayu Wildan agar Melisa mau keluar dari kamarnya. Wildan takut, kalau nantinya Bi Sumi melihat Melisa keluar dari kamar Wildan.

"Ya sudah! Tapi, janji ya! Besok carinya yang kasurnya spring bed sama ada AC nya. Kenapa enggak menyewa apartemen saja si? Apartemen 'kan lebih bebas, Ay," pinta Melisa.

Dengan beraninya, Melisa memanggil Wildan Ay. Panggilan sayang untuk Wildan.

"Ya sudah, coba besok kita cari ya! Sekarang kamu pindah ya ke bawah lagi! Aku juga mau tidur dulu, ngantuk dan lelah habis bercinta sama kamu," ucap Wildan membuat Melisa tersenyum penuh kemenangan.

Hingga akhirnya Melisa menuruti permintaan Wildan, untuk turun ke bawah sebelum Bi Sumi bangun. Melisa langsung memakai pakaiannya kembali yang saat itu terserak di lantai.

"Cium dulu dong, baru aku keluar!" Pinta Melisa dengan genitnya. Kini dia sudah berada di atas pangkuan Wildan, mereka terlihat berciuman begitu bergairah.

Namun, tak berlangsung lama. Wildan menghentikannya. Dia tak ingin semakin larut, yang nantinya membuat miliknya bangkit kembali. Melisa bangkit dari pangkuan Wildan, dan langsung keluar dari kamar Wildan. Untuk turun ke bawah. Melisa langsung mengambil pakaian tidur, dan menggantinya di kamar mandi.

Senyuman terbit di sudut bibirnya, saat mengingat pergulatan panasnya tadi dengan Wildan. Dia yakin, sebentar lagi Wildan pasti akan melupakan Jihan. Melisa akan berusaha untuk menarik perhatian Jihan.

Matahari sudah menunjukan sinarnya, tetapi Wildan masih tertidur nyenyak. Bahkan dia telah melewatkan waktu dirinya sholat subuh. Bi Sumi sudah terbangun. Dia menjadi kangen dengan majikannya. Biasanya, jam segitu Jihan sedang sibuk memasak, Jihan pun sudah mengajak sang suami sholat berjamaah. Tapi, hari ini. Tak ada satu orang pun yang bangun. Ketiganya masih tidur.

"Kok tumben banget, Pak Wildan belum bangun. Apa Pak Wildan enggak kerja ya?" Bi Sumi bermonolog.

Jika bukan mendengar suara ponselnya berdering, Wildan saat ini pasti masih terlelap. Wildan terpaksa membuka matanya, dan langsung mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. Kemudian dia langsung menerima panggilan telepon itu.

Wildan tersentak kaget, dan langsung membuka matanya. Saat mendengar suara sang istri yang menghubungi dirinya.

"Assalamualaikum. Mas masih tidur ya? Kok suaranya serak? Memangnya mas enggak kerja? Kok belum bangun? Tadi sholat subuh enggak?" Serentetan pertanyaan terlontar dari bibir Jihan saat melakukan panggilan telepon dengan sang suami.

"Waalaikumsalam. Mas kerja. Tapi mungkin agak siang berangkatnya. Oh iya, nanti kamu pulang jam berapa? Biar mas persiapkan," sahut Wildan. Tepat pukul 16.00 WIB, Jihan akan terbang menuju Jakarta.

"I miss you. Mas siap-siap dulu ya!" Ucap Wildan kepada sang istri, membuat sang istri tersenyum. Dia tak tahu, kalau suaminya telah mengkhianati cintanya.

Jihan dan Wildan sepakat mengakhiri panggilan telepon mereka. Wildan langsung beranjak turun dari ranjang, untuk mandi. Melisa pun baru terbangun dari tidurnya, karena mendengar suara Mama Risma bicara dengan Bi Sumi.

"Jam berapa ini?" Melisa bermonolog. Dia terlihat masih lemas.

"Baru bangun kamu Mel? Semalam pulang jam berapa? Ibu sudah tak tahu kamu pulang," ujar Mama Risma.

"Iya, di tempat kerjaan lagi rame banget. Makanya lelah banget. Pulang malam banget. Makanya, aku sudah memutuskan untuk mencari kosan daerah tempat bekerja. Biar dekat kerjanya," sahut Melisa.

Melisa sengaja merahasiakan rencananya dengan Wildan dari Mama Risma. Dia tak ingin ada yang tahu rencana ini, termasuk Mama Risma.

Wildan baru saja turun dari kamarnya, dan langsung menuju meja makan.

"Mas, mau kerja ya? Aku bisa ikut sekalian enggak?" Tanya Melisa berakting.

Bi Sumi yang melihat sikap Wildan kepada Melisa menjadi curiga. Setahu Bi Sumi, Wildan bersikap ketus kepada Melisa. Namun hari ini, terlihat dekat.

"Ya sudah, mandi dulu sana! Biar kita segera berangkat!" Ujar Wildan. Mereka sudah selesai sarapan pagi. Setelah itu, Melisa langsung mandi, dan bersiap-siap. Kini Melisa sudah terlihat rapi, dan sudah selesai merias wajahnya, dan tinggal berangkat.

Melisa dan Wildan pamit berangkat ke Mama Risma. Mereka pergi bersama. Kini mereka sudah dalam perjalanan mencari kosan atau apartemen.

"Akhirnya, keinginan aku untuk memiliki Mas Wildan, bisa tercapai. Aku bisa menjadi seperti nyonya besar, naik mobil, dan duduk di sebelah Wildan. Dasar wanita tak tahu diri. Wanita yang tega merebut suami sahabatnya sendiri.

Melisa tampak bergelayut mesra ke pundak Wildan. Dengan beraninya dia mencium pipi Wildan, saat Wildan sedang fokus menyetir.

"Mas, aku ingin sekali secepatnya menikah sama Mas," ungkap Melisa manja.

"Sabar ya! Aku akan secepatnya menikahi kamu," sahut Wildan dan Melisa menganggukkan kepalanya.

Mereka terlihat mesra, seakan dunia milik berdua. Mereka tak mempedulikan kehadiran Jihan, sebagai istri sah Wildan.

1
chika aprilia
dosa ibunya jihan juga, mendzolimi orang yg sedang kesusahan
chika aprilia
harusnya jgn disebutin nominal harganya, jk rumah mewah gak segitu harganya kak, diatas 5 M
Ais NSP
kisahnya puanjang banget beranak pinak mulai dari JihanWildan sampai akhirnya semua bahagia dari keturunan JihanAffan makasih kak othor ceritanya ringan tapi nyaman banget dibacanya semoga makin sukses dengan semua karyamu/Rose//Heart//Good/
Dewi Dama
pengen baca tapi episode nnya terlalu banyak..
Isna Vania
Arjuna sosok yg cuek , dingin seperti kulkas 2 pintu, apakah Fira bisa menaklukan hatinya Arjuna , semoga Arjuna nd Fira berjodoh /Kiss/
Isna Vania
Arjuna keen, sosok yg sederhana, walaupun keturunan orang tua kaya, tp Gk gengsi mkan diwarung nasi Padang 😚
Isna Vania
Hadeh Sarah masih ajj terobsesi dgn mantan suaminya Adi, Gk ada kapoknya berniat jahat nd menghancurkan keluarga baru suaminya Adi 🙄
Isna Vania
adi benar-benar mantu yg bertanggung jawab, bukan hanya kepada istri tp juga mertuanya , semoga rumah tangga Adi nd mawar bahagia selalu dijauhkan dr orang yg jahat nd pelakor ☺️
Isna Vania
mantan istri Adi yg berusaha untuk mengganggu rumah tangga Adi, Sarah hanya ingin kembali karena dya mngincar kekayaan semata , dasar pelakor yg Gk pernah jera, untuk merebut milik orang lain😏
Isna Vania
adel frustasi, niat menghancurkan hidup Affan, malah berbalik senjata makan tuan 😉
Isna Vania
Wildan oh Wildan jadi pusing deh, mikirin Mellisa , blom Jihan istrinya , kl sampai minta pisah 😏
Isna Vania
serapi-rapi nya Wildan menutupi perselingkuhan nya dgn Melisa, tp nnti juga ketauan Sm Jihan , tunggu ajj tanggal mainnya wildan nd Melisa, Kl sampai Jihan tw kebusukan mereka berdua /CoolGuy/
Isna Vania
lama-lama Wildan akhirnya melupakan Jihan , malah asyik selingkuh dan berbuat maksiat dgn Melisa, Wildan tidak takut Lg berbuat dosa, nd kehilangan Jihan 😔
Isna Vania
mertua salah kaprah, membuang istri berlian, hanya untuk mendapatkan kerikil /CoolGuy/
Isna Vania
kl mamah nya Wildan tw , gaji nya besaran istrinya Wildan , Jihan , mungkin mama Wildan bakalan malu, secara dya sering menghina nd merendahkan mantu nya 🙄
Isna Vania
mertua kolot, kl ngomong langsung ceplos, Gk mw tw orang tersinggung apa gk nya, padahal dr Sm dr kampung, tp sombong nya selangit 😏
Isna Vania
ipar adalah maut, apalgi sahabat atau orang lain 😏
Isna Vania
mampir Thor
awal cerita yg bikin penasaran 😊
SyaSyi: Siap kak. Semoga suka😘
total 1 replies
Alanna Th
lk" mandul, apalagi yg dharapkn darimu; lbh baik km adopsi tu anak
Alanna Th
aq juga ga tega, tapi sejarah masa lalu memang tak bisa dhapus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!