NovelToon NovelToon
Takdir Pengantin Pengganti

Takdir Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Crazy Rich/Konglomerat / Angst / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:356.4k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kim O

Arabella Catriona Werner telah hidup bersama keluarga dari sahabat mendiang ayahnya selama 15 tahun sebagai anak angkat.

Suatu hari, Harold, sang ayah angkat, tiba-tiba meminta Bella menggantikan pengantin wanita yang kabur pada hari pernikahan putranya, Noah, kakak angkat yang selama ini selalu membenci dirinya.

Sejak saat itulah, hidup Bella yang sudah penuh dengan kesedihan semakin berat. Siksaan demi siksaan dari Noah harus Bella terima hampir setiap hari. Belum lagi sikap ibu angkatnya yang juga membenci gadis itu sejak dulu.

Bella harus berjuang untuk dirinya sendiri, termasuk mencari nafkah dengan bekerja sebagai penjaga kantin di kantor milik keluarga Werner.

Saat Bella telah mencapai titik akhir dari semua rasa sakit yang membelenggu, tiba-tiba sebuah fakta menggemparkan terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim O, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Sikap Noah.

Sejak terakhir kali menghabiskan malam bersama di taman beberapa waktu lalu, entah mengapa Bella merasa sikap Noah jadi sedikit aneh.

Memang tidak ada yang berbeda dari sikap mau pun perbuatan Noah padanya di rumah. Namun, di kantor, dia jadi lebih sering makan siang di kantin lantai satu.

Gadis itu juga sudah tidak melihat lagi sosok Renatha datang ke sana. Entah mereka sudah tidak lagi berhubungan, atau Noah melakukan pertemuan diam-diam di luar jangkauan dirinya.

Lantas, ke mana syarat yang telah mereka sepakati soal, yg tidak menimbulkan kecurigaan di kantor? Mengapa sepertinya hanya dia yang harus menepatinya, sementara Noah sudah ketiga kali berusaha mengajak gadis itu berinteraksi, seperti saat ini.

Bella semakin menenggelamkan dirinya demi menghindari ratusan pasang mata yang tengah menikmati makan siang di kantin. Terang saja, sebab kini gadis itu sedang duduk berdua dengan Noah.

Sejak pertolongan Noah beberapa waktu yang lalu, gosip seputar mereka berdua mulai merebak. Gosip yang tentu saja merugikan nama baik Bella, sebab gadis itu disinyalir menggoda atasan mereka saat di luar kantor.

Dalam sekejap Bella sudah memiliki banyak pembenci dari sebagian besar wanita yang ada di sana.

Tak tahan dengan tatapan buas mereka, Bella sontak bangkit dari tempat duduknya. "Maaf, Tuan, saya harus pergi!" pamitnya lantang. Namun, saat gadis itu berada persis di sebelah Noah, sebuah bisikan tiba-tiba terdengar di telinganya. "Duduk dan tetap diam di sana sampai aku selesai makan!"

Bella menggigit dalam pipinya, sebelum kemudian mundur dan duduk kembali di tempat semula.

Sepertinya, gadis itu harus membicarakan ini pada sang suami saat di rumah nanti.

...**********...

Berharap dapat mengajak sang suami berbicara dengan baik adalah hal yang sia-sia bagi Bella. Alih-alih membuatnya mengerti akan kesepakatan yang telah dibuat, pria itu malah marah dan meneriaki dirinya.

"Kau tak perlu mengaturku! Hanya aku yang boleh mengatur di sini!" bentak Noah.

Bella terdiam sejenak. "Aku bukannya hendak mengatur, justru aku hanya ingin mengingatkan kesepakatan yang kita buat. Bukankah kau sendiri yang mengusulkannya? Lantas mengapa hanya aku yang harus menjaga kesepakatan tersebut agar tetap berjalan?"

Bella mengembuskan napas panjang demi menenangkan diri.

"Di sini aku yang berkuasa. Dilanggar atau tidak, itu urusanku!" sentak pria itu sembari berjalan menjauhi Bella.

Bella menatap nanar punggung Noah, lalu tertawa kecil. "Ya, seharusnya aku tahu kau tak akan pernah memerdulikan hal ini. Sebab tak akan ada gosip memuakkan yang merugikan dirimu. Lain denganku yang kini memiliki banyak kebencian dari hampir seluruh karyawan wanita."

Meski mendengar, Noah tetap mengabaikan Bella dan terus berjalan menuju kamarnya.

Sesampainya di sana, dia sontak melempar dasi ke lantai sebelum kemudian merebahkan diri di atas ranjang. Pria itu mengacak rambutnya frustrasi.

Sebenarnya tak perlu diingatkan pun, Noah masih mengingat jelas kesepakatan yang dia buat. Namun, entah mengapa pria itu tidak dapat menahan diri untuk tidak mengawasi Bella di kantor.

Ada sesuatu yang mengusik batinnya tiap kali melihat Bella berinteraksi dengan orang lain, terutama lawan jenis.

"Apa yang sebenarnya aku lakukan?" gumam pria itu.

...**********...

Akhir pekan seharusnya menjadi hari yang paling menyenangkan bagi Bella. Sebab wanita itu bisa menghabiskan waktu seharian di apartemen, sembari sesekali melakukan eksperimen kecil di dapur.

Beberapa ilmu dan resep sederhana yang didapatkan Bella dari Willy, membuat hari gadis itu terasa sedikit lebih berwarna. Meski tak ada siapa pun yang sudi memakan kue buatannya, tetapi Bella tetap bersemangat.

Embusan napas keluar dari mulut Bella, tatkala taksi yang ditumpanginya kini memasuki istana megah keluarga Werner.

Jessica berencana menyusul sang suami ke Gargania keesokan harinya, dan sejak subuh tadi, wanita itu sudah sibuk menelepon Bella guna menyuruhnya datang ke rumah.

Bella tahu, Jessica hanya ingin memberinya sedikit kenang-kenangan, karena beliau akan pergi dalam waktu yang cukup lama, dan Bella tentu saja tidak boleh menolak.

Setelah turun dari taksi, Bella melangkah masuk ke dalam rumah.

Sambutan hangat dari para asisten rumah tangga, terutama Viola, membuat kerinduan akan tinggal di tempat ini membuncah dalam dada Bella. Memang tak banyak kenangan indah yang terukir, tetapi setidaknya di sini lah dia dibesarkan.

"Bagaimana kabar Anda, Nyonya Bella?" tanya salah seorang asisten rumah tangga berusia tiga puluh tahunan.

"Aku baik sekali," jawab Bella ramah.

"Syukurlah. Namun, tampaknya Anda terlihat sedikit kurusan!" sahut salah seorang asisten rumah tangga lain.

Bella mengangkat bahunya. "Aku kini membantu panti tempatku bernaung. Jadi, mungkin itu alasan berat badanku sedikit turun." Senyum tak luntur dari wajah Bella.

Gadis itu dengan ramah menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan mereka, sampai akhirnya Martha muncul dan membubarkan mereka dengan kata-kata kasar.

"Nyonya sudah menunggu! Mengapa kau malah asik-asikan di sini!" seru Martha ketus. Wanita itu kemudian menyuruh Bella untuk naik ke lantai atas menuju walk in closet milik Jessica.

Mata Bella sontak terbelalak begitu mendapati suasana di dalam ruang kesayangan sang ibu mertua sangat berantakan.

Wanita itu rupanya sibuk mengeluarkan seluruh koleksinya untuk dipilih mana-mana saja yang akan dibawa ke Gargania besok.

"Ma," panggil Bella.

Jessica menoleh. "Lama sekali kau! Sekarang bantu aku membereskan semua barang ini! Kembali semuanya ke tempat semula, setelah itu cucikan beberapa gaun yang akan aku bawa. Ingat untuk mencucinya secara manual!"

Bella terdiam sejenak. Agaknya dia akan melewati hari liburnya ini dengan sangat berat.

...**********...

Maria dengan raut wajah terkejut menatap tumpukan foto yang tergeletak di atas meja apartemennya.

Sudah satu minggu ini Maria menyewa seorang detektif swasta untuk membuntuti kegiatan Jason, sang kekasih.

Semula Maria berharap, bahwa kecurigaannya yang semakin hari semakin berkembang hanyalah salah satu bentuk ketakutan tiada arti saja. Namun, hal itu ternyata sia-sia. Sebab pada hari ketujuh, sang detektif swasta sewaannya menemukan fakta tersembunyi dari seorang Jason.

Pria itu rupanya sudah beberapa minggu menjalin hubungan dengan seorang model papan atas. Mereka bahkan membeli penthouse mewah sebagai hadiah lamaran dari Jason.

Ya, minggu lalu, tepatnya saat Jason pergi pamit keluar kota untuk syuting iklan, ternyata pria itu sedang menyiapkan sebuah acara lamaran mewah di tepi pantai secara pribadi.

Hati Maria porak poranda. Niatnya untuk memberitahukan sesuatu pada Jason pun kandas.

Maria pikir hubungan mereka akan kembali membaik, bila dia membawa kabar bahagia ini.

"Bajiingaan kau, Jason!" umpat Maria keras. Dia menangis histeris dan mengamuk sejadi-jadinya. Wanita itu melempar meja rias menggunakan gelas kaca hingga pecah berkeping-keping. Dia juga mengeluarkan pakaian Jason dari dalam lemari dan menginjak-injaknya.

Belum cukup sampai di sana, Maria pun mengambil tumpukan foto Jason dari atas meja dan membawanya ke dapur.

Di sana lah, dia membakar semua foto-foto tersebut, termasuk dua alat tes kehamilan miliknya.

1
✨Susanti✨
baguss
✨Susanti✨
jangan maafkan
Ema Baktiani
karyanya bagus-bagus.... terimakasih
Amran Markokotu
tempat cerita di negara mana?
Holipah
Jessica itu pelakor
Sari Wahyu Dewi
terimakasih atas karyanya... bagus 🥰😍
Hiatus: sama2 bunda. trmksh jg sdh berkenan baca😍😍🤗😘😘❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Alya Yuni
Critanya mcm in pantas pembcanya gk minat
Susan Susan: makhlum kak dia lagi kena sawan 😅🤭
total 2 replies
Alya Yuni
E Thor emang gk ada CCTV ya msa orng kya ko gk ada CCTV
Nanik Lestari
Benar benar merepotkan,
Nanik Lestari
Walaupun anak angkat, apa tidak bisa membuang jauh jauh mental mudah ditindas, apalagi sdh bukan anak anak
Memelia Paixao
pergi saja Bella, dan ceraikan Noah
Yunerty Blessa
cerita nya mantap walaupun singkat
terbaiklah kak thor 😘❤️
sukses selalu dalam penulisan nya 👍😘
Yunerty Blessa: ya makasih juga buat novel nya kak thor 😘😘
sukses selalu
total 2 replies
Yunerty Blessa
ya tamat dah.. singkat tapi mantap 😘❤️
Yunerty Blessa
jujur saja Martha karna kau yang tau segala nya
Yunerty Blessa
kemungkinan Noah bukan anaknya Harold
Yunerty Blessa
padan muka kau Maria.. masih ada hati nak bersama Noah.. dalam mimpi mu Maria......
Yunerty Blessa
cari lah Bella untuk diri mu sendiri dan tinggal kan dia saat kau tak perlu lagi Noah..kasian Bella..
Yunerty Blessa
datang lagi Maria calon pelakor ke dalam hubungan Bella dan Noah.. pergi saja Maria masih banyak lelaki diluar sana
Yunerty Blessa
Maria menyesal telah meninggalkan Noah dan memilih Jason....
Yunerty Blessa
Jessica pasti akan dapat juga balasannya..
Yunerty Blessa: akan diusahakan..
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!