Tidak sengaja menemukan korban kejahatan yang terluka parah dan mengalami amnesia, siapa sangka kisah Maura dan Shaka dimulai di hari itu. Maura berusaha membantu Shaka untuk sembuh dan kembali mengingat jati dirinya.
Namun, saat cinta mulai tumbuh di hati mereka, ingatan Shaka kembali, laki-laki itu mengingat bahwa cintanya hanya untuk seorang wanita yang dia janjikan pernikahan.
Apakah Shaka akan kembali pada cinta pertamanya? Ataukah Shaka memilih Maura yang dengan tulus membantunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itta Haruka07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
"Mas ... Shaka?" sapa Maura yang sedikit canggung saat melihat Shaka.
Shaka mengulas senyum manis dan berusaha bersikap tenang di depan Maura. "Kebetulan banget, ya? Kok kamu bisa ada di sini?" tanya Shaka dengan aktingnya yang buruk.
"Aku tadi sama Ibu ke sini. Mas Shaka ... ngikutin aku?" tuduh Maura.
Kening Shaka langsung berkerut. "Enak aja! Aku beneran nggak tahu kalau ada kamu di sini. Kalau aku tahu mah, aku nggak ada nolak ajakan Mommy dari awal!" cetus Shaka terlalu blak-blakan di depan Maura.
'Duh, jujur banget sih kamu, Shaka! Bisa sok keren dikit nggak, sih?' batin Shaka mengomeli dirinya sendiri.
"Maksudnya ... aku datang sama Mommy. Mommy lagi di toilet," terang Shaka yang merasakan dentuman jantungnya berdebar, takut salah bicara.
Maura langsung menangkap jika acara kencan ini hasil settingan dari Alisha dan Bu Rizal. "Kita sengaja dikerjain, deh!" cetus Maura. "Aku mau pulang aja!"
Maura merasa tidak enak hati karena berduaan dengan laki-laki yang sudah memiliki tunangan.
Melihat Maura ingin pergi, Shaka langsung menarik tangan Maura, sebelum gadis itu benar-benar keluar dari gedung teater. "Eh, filmnya udah mau mulai, tahu! Sayang tiketnya, nanti mubazir."
"Aku udah beli popcorn juga. Nanggung kalau pulang belum ditonton," bujuk Shaka lagi.
Maura terdiam sejenak. Penerangan gedung teater mulai dimatikan dan film akan segera dimulai. Gadis itu pun akhirnya mengalah dan duduk di bangku teater dengan terpaksa.
Maura dan Shaka pun menikmati film bersama, ditemani berondong jagung dan soda yang ada di tangan mereka. Kedua insan itu nampak saling mencuri pandang dan mencari kesempatan untuk bergandengan tangan.
Tak dapat dipungkiri, jika Maura dan Shaka kini tengah diselimuti kebahagiaan yang sama. Maura benar-benar senang, ia dapat memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu berdua bersama dengan Shaka seperti dulu lagi.
Namun, sayangnya momen indah ini tak bertahan lama. Kencan romantis yang dibayangkan oleh Shaka bersama sang gadis pujaan pun berubah menjadi kencan horor.
Film horor yang mereka tonton, sukses membuat Maura dan Shaka menjerit heboh hingga mengganggu penonton yang lain. Setiap kali hantunya muncul, Shaka dan Maura berteriak dengan kompak di dalam gedung teater.
"Kenapa Ibu milih film beginian, sih? Pocongnya serem banget," rengek Maura sembari menutup mata.
"Aku juga ... nggak kuat!" Shaka ikut menyerah melihat hantu lokal berwajah seram yang terpampang di layar besar saat ini.
Tak hanya membuat kehebohan, Shaka dan Maura pun terlalu banyak tingkah saat menjerit hingga mereka tak sengaja menumpahkan soda dan membuat berondong jagung tersebar ke mana-mana.
"Arrggh!" Makin lama, pekikan kedua orang itu makin heboh, hingga akhirnya pegawai bioskop pun turun tangan dan mengeluarkan dua sejoli itu dari gedung teater.
Dengan beberapa berondong jagung yang masih menempel di rambut, Maura dan Shaka berdiri di luar gedung bioskop usai mereka mendapatkan pengusiran yang cukup memalukan.
"Mohon maaf Tuan dan Nona. Karena penonton lain merasa terganggu dengan sikap Tuan dan Nona di dalam, maka dari itu dengan sangat terpaksa kami harus mengeluarkan Tuan dan Nona demi kenyamanan pengunjung lain. Terima kasih banyak."
Maura dan Shaka terdiam sejenak sembari menatap pintu masuk gedung bioskop dengan pandangan kosong. Beberapa detik kemudian, tiba-tiba Maura tertawa kecil dan tawa kecilnya mulai berubah menjadi gelak tawa hingga Maura terpingkal-pingkal.
Shaka melirik ke arah Maura dan refleks ikut tertawa terbahak-bahak bersama gadis itu. Kedua orang itu menertawakan diri mereka sendiri yang mendapatkan pengusiran karena tingkah heboh mereka di dalam gedung.
"Kita ngapain sih, Mas? Bisa-bisanya kita sampai diusir gini," cetus Maura sembari memegangi perutnya yang sakit karena terlalu banyak tertawa.
"Aku juga nggak tahu, tapi pocongnya serem banget," sahut Shaka.
Wajah murung Maura sudah sepenuhnya sirna, berganti dengan gelak tawa girang yang membuat wajah gadis itu berseri-seri. Wajah ceria Maura kini telah kembali, dan hari-hari suramnya telah berakhir.
'Maura udah bisa senyum lagi,' batin Shaka begitu terharu bisa melihat lagi senyum cantik dari gadis pujaannya.
Mereka berjalan berdampingan keluar dari gedung itu, berniat jalan-jalan sebentar sembari mencari taksi karena mobil yang mereka tumpangi tadi sudah tidak terlihat di parkiran. Sepertinya kedua ibu mereka memang sengaja membuat mereka berdua pulang dengan kesusahan.
Zzrrashh!
Tawa mereka pun terhenti begitu hujan deras tiba-tiba mengguyur. Bukannya bergegas mencari tempat berteduh, Maura justru sibuk menari di bawah siraman air hujan yang membasahi seluruh tubuhnya.
Maura menari dan tertawa dengan bebas di bawah guyuran air dingin. Gadis yang sudah lama mendambakan kebebasan itu, tertawa dan berteriak sepuasnya di jalanan yang sepi, ditemani oleh Shaka.
Shaka termangu menatap wajah cerah Maura yang menampilkan senyuman cantik yang begitu mempesona. Gadis itu seolah ingin mengeluarkan seluruh jeritan di hatinya yang selama ini terkurung di dasar hati kepada air hujan yang menjadi temannya berkeluh kesah saat ini.
"Aku janji, aku akan bebasin kamu, Maura. Aku akan bantuin kamu buat bebas," gumam Shaka lirih.
****
Awas ya jempolnya kelewat 😅😅
Eh iya nanti geng anu mau liveee di iiigee ya Insya Allah jam 4 WIB..
ternyata berakhir sama Maura ya.. 💞💞💞
rasa cinta ke Bianca kayaknya cuma sekedar obsesi karena ditolak terus..
ato mungkin emang udah semakin berkurang sejak kecelakaan karena udah semakin nyaman sama Maura..
yg penting happy ending..
suka banget apalagi ada part mafianya..
benernya masih kurang bacanya kak, babnya dikit banget dibanding ceritanya Satria..
tapi ya sudahlah, Terima kasih udah susah payah buat nulis cerita yg keren ini.. 😘😘😘
oke deh lanjut ke novel berikutnya..
semoga sehat selalu ya kak..
tetap semangat dalam berkarya.., 💪🏻😘🥰😍🤩