NovelToon NovelToon
Dua Lelaki

Dua Lelaki

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:494.7k
Nilai: 4.6
Nama Author: cietyameyzha

Di setiap pertemuan dua lawan jenis selalu menghadirkan rasa. Tak bisa dipungkiri dan seolah menjadi fakta di lapangan.

Radit dan Kania tumbuh bersama di lingkungan dua keluarga Cemara. Tak pernah berpisah, walaupun sedikit.

Suatu saat Radit dipindahkan keluar kota untuk jenjang karir, sedangkan di kantor lama Rangga datang sebagai partner kerja baru Kania. Dua lelaki yang memiliki sifat berbeda.

Di kantor baru pun Radit bertemu wanita cantik yang berada di divisi berbeda. Terlibat banyak interaksi.

Tak disangka Radit dan Rangga melamar Kania di waktu bersamaan. Hal di luar pikiran gadis berhijab yang memiliki senyum semanis gulali tersebut.

Lantas, siapakah yang akan dipilih Kania?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cietyameyzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gamis hijau

Setelah mempertimbangkan banyak hal, akhirnya Kania pun terpaksa menerima tawaran Rangga. Memilih duduk di bangku belakang.

Awalnya Rangga kurang berkenan. Namun, ia berusaha berpikir positif. Barangkali Kania memang risih jika berada di depan bersamanya.

Mobil hitam itu menembus aliran hujan yang lebat. Entah kendaraan siapa ini. Yang Kania tahu jika Rangga tadi berangkat memakai bus.

Kedua ujung netra Rangga melirik Kania lewat kaca depan. Rupanya baju perempuan itu cukup basah kuyup. Pastinya kurang nyaman.

"Kamu bisa pakai handuk di belakang buat mengeringkan badan," imbuh Rangga.

Kania tersentak. Ternyata lelaki tersebut memperhatikan keadaannya.

"Kamu bisa sakit kalau seperti itu," tambah Rangga lagi.

Kania memgangguk cepat. "Iya. Maaf, aku pinjam dulu." Tangan kanan Kania mengulur ke belakang. Benar saja ada handuk di sana. Warnanya coklat. 

"Keringkan pakaianmu. Kalau kamu berkenan, ganti dulu di toko nanti," kata Rangga lagi.

"Toko?" Kania bertanya balik dengan perasaan terkejut juga. 

"Ya. Aku punya toko pakaian di dekat sini." Rangga mulai membuka diri. Padahal ia tidak suka terlalu memamerkan apa yang dimilikinya. Hidup sederhana adalah pilihan terbaik.

"Toko kecil. Ada pakaian perempuan juga," sambung Rangga.

Sebenarnya Kania butuh pakaian baru. Namun, bulan ini banyak sekali kebutuhan yang telah dibelinya. Lebih baik pulang dan mengganti pakaian yang ada saja.

"Jangan khawatir. Kamu bisa pilih sesukamu," tambah Rangga.

Jelas Kania segan. "Nggak perlu. Aku ganti pakaian di rumah saja."

"Keadaanmu basah kuyup. Lumayan jauh. Apalagi sering macet."

"Nggak pa-pa."

Rangga berdiam sembari kedua tangannya sibuk menyetir. Yang ia khawatikan adalah kesehatan Kania. Bisa saja perempuan itu sakit demam setelah ini.

"Sebaiknya diganti dulu saja. Lihat kemacetan di depan." Rangga sudah bisa menduga jika mereka akan terhalang situasi seperti ini. "Tokoku ada di sebelum lampu merah."

Kania menatap lurus ke depan. Kemacetan terjadi di beberapa meter ke depan. Biasanya sangat lama dan pastinya beresiko. Rasa dingin mulai menyapa kulit. Air hujan itu perlahan melemahkan kekebalan tubuh Kania.

"Jadi, mau seperti apa?" Rangga memastikan.

Kania berpikir lebih jernih. Tak ada salahnya juga. Setidaknya ia bisa bebas dari rasa dingin yang kian lama kian mengigilkan badan. Terlebih ia sendiri sangat rentan akan cuaca dingin.

"Boleh. Tapi, aku bayar aja," jawab Kania.

"Nggak perlu. Aku ridho. Anggap saja kado."

Kania berniat protes, tetapi Rangga dengan cepat meneruskan kalimatnya.

"Kita ini pathner kerja. Jadi, sudah seharusnya bisa saling menolong. Bisa aja nanti aku yang minta tolong ke kamu," sambung Rangga.

Kania mengalah. Semakin mengulur waktu hanya akan membuat tubuhnya kian lemah. Ia setuju.

Rangga menjalankan mobil ke depan, berbelok ke arah deretan ruko yang berlantai tiga. Banyak sekali toko yang buka dan semuanya adalah fashion. Kawasan ini bisa dikatakan surganya para wanita karena selain kualitas baik. Di sini pun banyak sekali model terbaru. 

Rina tidak menyangka jika Rangga pun memiliki cabang bisnis lain selain perusahan ayahnya.

Hujan semakin lebat. Mobil Rangga berhenti di depan toko. Lelaki itu keluar lebih dahulu dan berlarian menembus huja ke dalam toko. 

Kania memperhatikannya dari dalam. Baru saja akan keluar, Rangga balik dengan membawa payung besar. Membukakan pintu samping kanan dan berkata, "Ayo, turun. Kamu nggak akan kehujanan lagi."

Dalam beberapa detik di antara cucuran air hujan di luar mobil, Kania terpana. Sikap Rangga manis layaknya seseorang yang dekat. Bahkan lelaki itu mengingatkan Kania pada sosok Radit, sekalipun mereka tidak sama persis.

"Kania," tegur Rangga.

Kania tersadar. "Ah, maaf. Baik." Perempuan itu keluar. Berdiri di bawah payung bersama Rangga dan bergegas ke arah toko. 

Rangga menyimpan payung. Seorang karyawan perempuan menghampiri mereka.

"Selamat datang, Pak Rangga," sapa karyawan tersebut dengan ramah. Ia juga melempar senyum ke arah Kania yang langsung dibalas cepat oleh Kania sendiri.

"Ayo, masuk. Kamu bisa sakit." Rangga mengajak Kania melewati karyawan tersebut yang mengikuti mereka juga.

"Assalamualaikum," kata Kania.

"Wa'alaikum salam," jawab Rangga.

Kania berhenti. Matanya dimanjakan oleh beragam model pakaian wanita dan pria. Banyak sekali pilihan dan tentunya akan kalap. "Masya Allah, Ini semua tokomu?" 

Rangga melempar senyum. "Iya. Usaha kecil-kecilan."

Tak disangka. Kania pikir Rangga hanya mengandalkan perusahan ayahnya.

"Ada yang bisa saya bantu, Pak Rangga?" Si Karyawan berusaha menyambut pemilik tempatnya bekerja. 

Rangga menoleh ke samping kanan. "Tolong, temani teman saya memilih pakaian. Bungkus berapa pun yang dia mau."

Kalimat Rangga berhasil membuat Kania protes. "Aku cukup satu aja. Untuk ganti sekarang."

Rangga menatap Kania. "Terserah kamu. Pilih saja yang disuka."

Tawaran Rangga jelas menggiurkan bagi para perempuan. Tak mungkin ditolak begitu saja. Namun, bagi Kania ini bukanlah kesempatan. Ia tahu diri.

"Mari, saya bantu, Mbak," kata si Karyawan.

Kania menurut. Mengikuti ke bagian toko terdalam, sedangkan Rangga sendiri memilih duduk di sopa. Menunggu.

Banyak sekali pakaian untuk berhijab di sini. Bahkan memang kebanyakan memang diisi dengan tipe pakaian muslimah. Dengan model yang tidak pasaran dan tentunya nyaman.

"Mbak, bisa pakai gamis yang ini. Cantik sekali," kata si Karyawan memilihkan sebuah gamis berwarna hijau muda dengan aksen renda di dada. 

"Ini produs best seller kami, Mbak. In syaa Allah, kualitasnya baik," sambung karyawan tersebut.

Dari penampilannya saja Kania sudah jatuh hati. Selain warnanya yang terlihat adem juga desainnya sederhana, tetapi indah. Entah siapa yang men-desain pakaian secantik ini.

Karyawan tersebut menoleh ke belakang. Aman. Melempar senyum pada Kania dan bergeser sedikit agar mendekat. "Ini bocoran saja, ya, Mbak."

Kania mengerutkan kening. "Bocoran apa, Mbak?" 

"Baju ini hasil karya Pak Rangga sendiri."

Kedua bola mata Kania membulat sempurna. Benar diluar dugaannya. Rangga memiliki banyak skill selain di bidang keuangan.

"Pak Rangga tidak mau ada yang tau. Ini rahasia kita berdua saja, ya," bisik karyawan yang menyangka Kania ini adalah bagian dari hidup atasannya.

Kania paham. Matanya mengarah ke arah Rangga. Lelaki itu asyik bermain ponsel dengan khusu.

"Baru kali ini Pak Rangga bawa teman perempuan. Saya merasa tersanjung sekali," sambung karyawan perempuan itu lagi.

Dari penampilan Rangga yang sama sekali tidak menunjukkan jika lelaki itu memiliki banyak keahlian. Tidak menyimpan jutaan kepintaran.

"Apalagi yang warna hijau ini warna yang pertama kali Pak Rangga inginkan. Beliau pikir wanita yang memakainya pasti terlihar cantik." Beberapa bocoran sampai di telinga Kania mengenai Rangga.

Kania bergeming. Tangannya ragu mengambil, hingga pandangannya bertemu dengan netra Rangga dan lelaki itu berkata, "Gamis itu cantik. Kamu pasti suka dan cocok juga dipakai."

1
Nurwahida Nasar
kenapa pak Rangga TDK meminta haknya padahal udah Sah kan
Dewi Erna
Luar biasa
Sulaiman Efendy
TEGA BANGET OTHORNYA GK BUAT KANIA HAMIL, LGSUNG KSIH HAMIL KEMBAR KEK SBAGAI HADIAH KSABARAN MRK MNUNGGU ANAK
Haryani Sri
UKS? Bukannya ini dikantor ya, bukan sekolahan.. 🤔Kok ada UKS.. Ada yg bisa bantu jawab... 😅🙏🏻
Nur fadillah
Endingnya kok jadi sedih yaa....😥😥
Ida Sriwidodo
Jiaaah.. dah ending ajaa kk 😆😆
Kesannya jadi maksain 🤔🤔🙏🏻🙏🏻

Kayaknya kurang nyambung juga sama judulnya
#dualelaki
Radit endingnya gimana?
Setelah 10 tahun masih betah sendiri juga? 🤔🤔

Btw.. thx kakaa.. tetap semangattt ✊🏻☺
Ciety Ameyzha: 🤣 Melimpir ke ceritaku yang satu lagi, Kak. Gas, kita lanjut
total 3 replies
J.R P.0206
gak nyambung ga jelas endingnya
Ciety Ameyzha: Ending cerita tidak melulu bahagia. Tidak melulu harus hidup bersama ataupun memiliki banyak kenangan. Karena, kita memiliki perjalanan hidup yang beragam.
total 1 replies
Aisyah Khumairah
Terus berkarya author
c'cantik Alifa
yah udah tamat aja kak hehehe
berkurang deh amunisi tiap hari nya 🤭
#dualelaki
Erfi Ana
q pikir akan drama panjng.
Minta cerai biar suami bisa Punya anak..atau bayi tabung..
lyn
ending yang mentabahkan (bhs apa itu ya wkwkw)
terkadang dalam hidup adakalanya tdk sesuai dg keinginan,
keren banget ini pasutri Rangga dan Kania,,meskipun bikin sedih endingnya dan berharap mereka bisa dapat keturunan 1 saja mungkin,,tp bagi mereka life must go on,
dan ini real, ada di teman aq, jg seperti ini, akhirnya dia membuka TPQ dan rumah tahfidz anak2 sebagai hiburan mereka baarokallahu lahum

boleh minta extra part/ bonchap kakaaaakkk
#Dualelaki
Ciety Ameyzha: Kakak, bisa follow dan chat aku, ya.
total 7 replies
c'cantik Alifa
ayo dong Kania tadi kamu yang semangatttin mas Rangga , giliran mas Rangga semangatt eh malah kamu yang ngga percaya diri ,ayo dong ini baru mau tes belum ada hasil apa -apa semangat buat kalian harus saling support 💪
#dualelaki
lyn
Kania kek kerupuk disiram air jadi mlempem hehehe...
ayo Kania bismillah pasrahkan semua pada Allah, yakinkan hati bahwa smua atas kehendakNya, agar jika ada sesuatu yg tdk sesuai dg harapan, bisa lebih bersabar dan ikhlas dalam menghadapinya, dan tetap bersyukur, in syaaAllah akan lebih ringan untuk dijalani.
#Dualelaki
Aisyah Khumairah
Lanjut thor
Novie Louretta
iyaaa...kok berasa pendek banget ya😆
Khai Rin
up lgi dong thor
c'cantik Alifa
yuk mas Rangga semangatt dong Kania aja semangat masa kamu putus asa gitu ,baru juga mulai menjalani rumah tangga yang harmonis nikmat saja prosesnya kalau sudah waktu nya pasti akan datang semangattt pasutri💪💪
#dualelaki
Erfi Ana
la ke dokter Aja ko takut .Hadapi guys
lyn
cie..cie...Kania sudah berani menggoda Rangga ehem....
baru juga setahun Rangga..so nikmatilah proses pacaran setelah halal saja dulu..
punya anak meskipun menyenangkan tp tdk mudah loh...
so sambil menunggu lebih baik belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik untuk anak2mu kelak. dan aku yakin kesalahan pak Ghani tdk akan terulang olehmu..
semangat ngadon Rangga, nyicil bikin 👃 atau 👂 dulu mungkin wkwkwkwkwk
#Dualelaki
Ciety Ameyzha: Sepertinya harus PO dulu untuk itu. Jadi, harus sabar.😌
total 1 replies
Nur fadillah
Manusia tidak ada yang sempurna....🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!