NovelToon NovelToon
Risalah Hati

Risalah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

WARNING!!
Cerita Dewasa, tak baik dibaca oleh anak dibawah umur!

"Menikahlah denganku," ucap Soraya memohon, berlutut di hadapan lelaki yang baru ditemuinya dalam waktu hitungan jari.

Ada apa dengan Soraya, hingga bertindak demikian? Kita ikuti saja kisahnya...




Tpe 23-12-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

Soraya menunggu kedatangan Rudi hingga tak sadar tertidur dipinggiran ranjang. Separuh badannya merebah diatas kasur sedang kakinya menjuntai menyentuh lantai.

Matanya kini mengerjap-ngerjap menyesuaikan cahaya yang sedikit terlihat dari sisi tirai jendela. Saat ia menggerakkan tubuhnya terasa kram menjalar disekujur badannya. Pelan ia merenggangkan otot-ototnya kemudian beranjak dari pembaringan.

Nyatanya hari sudah pagi, kala ia meraih ponsel dan melihat jam yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh. Soraya tersadar, ia hanya sendiri berada diruangan ini. Lalu dimana Rudi, pikirnya.

Soraya terdiam dengan pikirannya sendiri. Berselang ia menoleh pada suara pintu kamar mandi yang terbuka. Rudi keluar dari sana hanya berbalut handuk sebatas pinggang.

"Semalam kamu tidur dimana?" tanya Soraya tanpa berbasa-basi.

Tanpa menyahut, Rudi berjalan mengambil pakaian miliknya lalu kembali lagi masuk ke dalam kamar mandi.

Jika dulu Soraya berfikir meminta syarat tak ada kekerasan fisik dengan alasan tak ingin terluka. Tapi kini, hal yang baru saja Rudi lakukan justru lebih menyakitkan. Sakit namun tak terlihat. Ia diacuhkan, bukan hanya sekali tapi sudah beberapa kali.

Ia masih mematung, hingga pandangannya teralihkan saat Rudi keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah rapi. Ia berusaha meyakinkan dalam hati kalau apa yang tengah terjadi bukan perkara besar, ia berfikir positif mungkin karena belum mengenal. Iya, hanya belum mengenal.

"Setelah sarapan, kita ke rumah kakek." Kata Rudi yang kini mengambil kursi di mini bar kamar hotel yang mereka tempati.

Soraya pun bergegas untuk membersihkan diri. Setelah usai keluar kamar mandi, dilihatnya Rudi yang masih berada dikamar hotel, bedanya kini ia terduduk di kursi makan dengan makanan yang sudah tersaji disana. Tanpa perlu diperintah, Soraya kemudian mendekat dan mengambil kursi tepat dihadapan Rudi.

Mereka sama-sama makan, terdiam tanpa ada yang bersuara hingga sarapan pagi selesai.

Usai berkemas, mereka berdua keluar dari kamar hotel menuju lift untuk turun ke lantai dasar. Pintu lift terbuka terlihat penuh, namun Rudi tetap masuk mau tak mau Soraya mengikuti dari belakang.

Dalam hati Soraya menggerutu, sebab ia terhimpit oleh orang-orang yang berada di dalam lift. Berharap lift segera sampai, tapi kini ia mengaduh saat tak sengaja kakinya terinjak oleh orang yang berdiri di depannya.

"Aww.. " Aduhnya sambil meringis menahan nyeri. Ia merutuki kenapa dirinya harus berada disituasi seperti ini. Berdesak-desakan, harusnya ia menunggu lift berikutnya atau kalau perlu naik tangga darurat saja. Kini bahkan senggolan tubuh pun tak terelakkan.

Tiba-tiba ia terkejut saat lengannya ditarik kebelakang, rasanya ia ingin menjerit kalau saja yang menariknya bukan Rudi. Rudi menariknya untuk bertukar posisi. Tubuh Soraya saat ini sudah menyander pada dinding lift.

Sekelebat ingatan tiba-tiba saja terlintas, Soraya pernah berada di posisi sedekat ini. Tapi kapan?, batin Soraya.

Dari jarak dekat ini Soraya bisa mencium bau aroma parfum yang terasa lembut menggelitik di indra penciumannya. Kemudian ia memberanikan diri mendongakan wajahnya untuk menyusuri wajah orang di hadapannya. Rahangnya, juga bibir itu ia pernah merasakannya....

"Gak mungkin," gumam Soraya pelan kemudian menggeleng, menolak ingatan yang tiba-tiba muncul.

"Gak mungkin aku berani menciumnya," gumamnya lagi pelan. Dan hal itu disadari oleh Rudi hingga ia menunduk menatap Soraya.

"Rudi...," ucapnya sambil terperangah, tatapannya kini bertemu kala Soraya kembali mendongakkan wajahnya.

Susah payah ia menelan ludahnya sebab malu dan takut menguasai dirinya. Memejamkan mata berharap liftnya segera terbuka.

"Kamu ingat sesuatu?" bisik Rudi serasa menggelitik di telinganya.

To be Continue

1
Ruswa 123
kereeen thor
falea sezi
lebih senang karakter soraya daripada amaira yg kayak anak kecil soraya lebih dewasa
Pasikah CwElosbes
luarbiasa
Holid Heryadi
kok gitu sih cara kerjanya awalnya enak di baca kok jadi ada adegan gak enak yaah
Rohana Juhari
aku mampir ya
kafa ainshod
aku balik lagi... gara gara gak bisa move on... bolak balik profil ArRyana ga ada novel baru...
kafa ainshod
ihhh... pede banget... aku balik lagi thor... kangen sama bang Icang alias babang rudi... lupa sudah berapa kali saya baca ini
Ely
Hallo thor.....baru baca.....🙏
Nancy Sirapandji
bagus ceritanya..menarik tdk bertele2..tdk terlalu bnyk konflik yg tak berarti..eps jg pas ngga terlalu panjang bngt jd tdk membosankan..🙏🙏😋😋
Erni Fitriana
mampir thorr
Irawati Danubrata
watak soraya terlalu lemah,mungkin sekian lamanya ia di doktrin oleh ebgel n tantenya shg dia tdk bisa memenage dirinya sndiri😭😭
Irawati Danubrata
masa seorang dktr spesialis tdk ada alat medis n obat dirmhnya?wkwkwk
Irawati Danubrata
soraya n rudi malukah?sakting kedyanya🤭🤭
Muajidah Firdausi
wajah Indo lebih enak dipandang Thor.
Muajidah Firdausi
Kok yg periksa dokter lain. Rudi kan dokter juga.
Muajidah Firdausi
untung ada Jenny
Yus Gerin
knapa tidak di beri tahu siapa yg menjebak soraya sama produser itu......
Yus Gerin
oh ....ternyata kevn dan soraya satu bapak lain ibu....
Yus Gerin
p
Donna Armen
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!