NovelToon NovelToon
PRIA LABILKU

PRIA LABILKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Perjodohan / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst / Tamat
Popularitas:1.9M
Nilai: 5
Nama Author: rini sya

Larasati adalah wanita mandiri dan dewasa, sayangnya dia harus menghadapi sifat suaminya yang sangat labil, bahkan dia dibuat kewalahan dengan itu.

Suami keduanya mempunyai cara berfikir yang sangat aneh menurut orang orang yang mengenalnya, dia adalah Tama Putra Demitri, putra pertama dari pasangan Bramantyo dan Arini, disamping sifat labilnya dia juga pria yang arogan dan posesif tingkat dewa. Mampukah Laras bertahan dipernikahan keduanya?

Ikuti kisahnya dalam "PRIA LABILKU" by Rini sya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rini sya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hanya Butuh Sabar

Mobil yang mereka tumpangi pun sampai didepan kediaman keluarga Demitri, Laras membuka setbeltnya dan turun, Tama menatap punggung istrinya, dia menghela nafas dalam dalam menetralkan perasaanya.

Laras menunggu Tama di depan mobil, Tama pun segera turun, sesuai perjanjian mereka diawal mereka akan tampil semesra mungkin didepan orang tua Tama.

Tama mengulurkan tanganya, Laras sedikit ragu menerima uluran tangan itu, meskipun dia merindukan dekapan tangan kekar milik suaminya. Laras melengkah hendak meraih tangan Tama tapi sayang dia tersandung, Tama langsung sigap menangkapnya, sekarang Laras benar benar berada didekapan tangan kekar Tama persis dengan apa yang dia inginkan barusan, meskipun

caranya lain, Laras segera menegakkan badanya, dan menjauhkan tubuhnya.

"Maaf," ucapnya.

"Hati hati kamu kan lagi hamil." Tama memperingatkan, suaranya terdengar sangat halus.

"Iya." Laras tak menyangka Tama akan mengucapkan kata itu, kata itu sedikit memberikan rasa adem dihatinya, mata mereka saling menatap sekilas, Laras masih merasakan ada cinta untuknya, Laras yakin itu, dia hanya butuh bersabar.

Tama memeluk pinggang istrinya, Laras tak bisa membalas pelukan itu atau pun menolaknya, Laras meremas kuat tas tanganya untuk melawan keinginanya melihat Tama sekali lagi, Laras sudah kembali menjadi wanita pendiam sama seperti sebelum mereka saling mencintai.

Didalam mension kedua orang tua Tama menyambut hangat kedatangan mereka, mami Arini, papi Bram terlihat sehat walau masih menggunakan tongkat ketika berjalan.

"Malam mi, malam pi." sapa Tama, Laras memeluk ibu mertuanya dengan hangat.

"Malam nak." sambut mereka. mereka berempat pun langsung dudukbdi sofa ruang tamu di mension mewah ini.

"Kalian ini sesibuk apa sih kok sampai ga pernah main ke tempat papi, kalian pacaran terus seperti kata Aldo? " goda pak Bram, Tama hanya tersenyum. Kedua orang tua Tama sudah sangat mengenal dengan kedua sejoli itu, mereka memang hemat bicara.

"Gimana Tam, kerjaan lancar? "tanya pak Bram.

"Ada sedikit masalah pi, Tama kena tipu." jawab Tama, tentu saja Laras terkejut mendengar ucapan Tama.

"Apa kontraktor dan makelar tanah yang kemarin Aldo ceritakan?" tanya pak Bram.

"Bener pi." pak Bram mengangguk anggukan kepalanya.

"Nanti papi coba bantu cari solusi, orangnya sama kayaknya dengan orang yang pernah nipu ayahnya Laras, kalau papi baca dokumen yang Aldo kasih kepapi hari itu," diam diam pak Bram juga memantau bisnis anaknya tentu saja pak Bram ingin anak nya berhasil sesuai keinginannya, orang tua tama memiliki demokrasi yang tinggi soal pekerjaan tapi tidak dengan jodoh.

"Maaf pi, Laras boleh tanya sesuatu tentang ayah? " tanya Laras, Tama dan mami Airin hanya diam, mereka menilai wajar akan pertanyaan Laras.

"Tanya saja nak, apa yang pengen kamu tau." jawab pak Bram.

"Sebenernya ayah meninggal karena apa ya pi? " pertanyaan yang sangat mengejutkan untuk ketiga orang yang ada disekitar Laras, pak Bram menghela nafas berat, mengusap kasar raut wajahnya, membuat Laras bertambah penasaran.

"Ayahmu kena serangan jantung Ras, tapi sampai saat ini papi masih belum yakin, memginga keluargamu begitu tertutup, sepertinya ada yang sengaja menutupi." jawab pak Bram, terus terang pak Bram juga ga berani terlalu ikut campur urusan keluarga sahabatnya.

Laras dan Tama yang mendengar jawaban itu terkejut, lalu kenapa paman dan bibi bilang papa kena serangan jantung.

"Paman dan bibi bilang memang ayah kena serangan jantung pi, paman dan bibi bilang ayah stres karena banyak hutang, apa itu benar pi? ." tanya Laras, dia merasa kabar yang dia terima kurang jelas.. pak Bram pun terkejut dengan apa yang Laras katakan barusan.

" Apa Ras, usaha ayahmu baik baik saja waktu itu, papi ga pernah dengar kalau papimu cerita soal hutang, bahkan sebelum papi berangkat ke Jepang ayahmu lagi bangun resort di Bali, pasti paman dan bibimu berbohong papi yakin, mami ingat ga waktu ayahnya Laras dateng pas itu dia bawa Laraskan kerumah lama kita, dia kan bilang ada proyek baru kan mi di Bali, apa mungkin papimu kena tipu Ras, setau papi ayahmu hanya ketipu sekali itu juga ga banyak hanya berapa ratus juta aja. kok papi jadi bingung." pak Bram menggosok gosok bibirnya dengan jari jarinya.

"Laras malah ga tau apa apa pi soal apa yang ayah Laras miliki." pak Bram lebih terkejut lagi pantesan Laras kerja diperusahaan orang lain bukan diperusahaan peninggalan ayahnya.

"Apa Ras?" pak Bram dan mami Arini saling menatap, begitu juga Laras dan Tama.

"Beneran ini Ras, ada yang ga beres sama paman da bibimu, kenapa mereka merahasiakan semua darimu, kamu yang sabar ya nanti papi coba cari tau." pak Bram terlihat berfikir, dia masih ga habis pikir.

Suasana hening sesaat.

"Hah...... okelah kita makan lapar papi. " ajak pak Bram, suasana kembali cair tapi tidak dengan suasana hati mereka, Tama menggandeng Laras lagi memuju meja makan, kenapa sih dia ni bikin grogi tau, baper aku mas, Laras melirik Tama, Tama sebenernya tau tapi dia hanya cuek, seolah tak ada masalah apa apa diantara mereka huuff dasar.

Selesai makan kedua orang tua Tama meminta mereka untuk menginap tapi Tama menolak dengan alasan besok pagi pagi sekali Tama sudah harus terbang ke Surabaya, ada salah satu temanya yang mengundangnya untuk menjadi pembicara dikampus tempat temanya itu mengajar, Laras juga baru tau sisi lain dari suaminya, selain pengusaha fashion, dia juga pengusaha properti belum lagi dia sering diundang diberbagai acara kampus untuk memberi ilmu pada anak anak didik disana, pria luar biasa sebenernya sayang nya sifatnya sangat kaku dan posesif.

huff bener bener harus extra sabar ngadepin kamu mas mas.

Diperjalanan pulang Tama tak bisa menahan perasaanya lagi untuk tidak bertanya pada Laras tentang kehamilanya.

"Kapan periksa lagi Ras?" tanya Tama, hah tumben aku kira akan cuek selamanya.

"Tanggal 6 mas." jawab Laras.

"Sudah berapa bulan usianya? "tanya nya lagi, suunggu tak disangka dia akan bertanya ini aku harus senang atau aku harus bersiap siap sakit hati lagi Batin Laras.

"10 minggu." jawab Laras, saya rasa anda bukan orang bodoh tuan arogan, bukan kah hitungan itu sama saat kita liburan di Lombok, dasar manusia batu umpat Laras dalam hati, awas aja kalau dia lahir, laras ga bakalan kasih gendong anak kita tau rasa kamu, diam diam Laras sudah menyusun strategi untuk membalas suami menyebalkan nya ini.

"Kabari nanti kalau mau periksa." suruhnya, dih siapa situ, bodo amat. mulut Laras terkunci dia sama sekali malas menjawab keinginan Tama.

"Kamu denger Ras? " Tama bisa kesal juga rupanya.

"Hem." jawab Laras sesingkat mungkin.

Bersambung....

1
Mia
alurnyaa sama dg cerita Vina dan yoga ya kak....


jgn sedih Laras...nanti Tama akan melindungimuu... sabarr yaaa
Mia
alurnya ceritanya sama ya kak seperti novel kak athor yg satunya

semangat Laras... nanti juga bucin tuhh abang Tama nya
Murni Banty
menurutku laras memang salah... mementingkan karir dari pada suamix yg lg sakit..wajar lah tama bersifat gt..
Murni Banty
sabar ya ras.... tama akan sayang km
Afika Ajha
bikin jantung dag dig dug,,😊😊
Fairuz Aurelia
ceritanya bagus meskipun mbulet ae Ama Tama yg labil gk jelas...sesuai judul juga sich hehehe
Ivanka Anata
Niken, temennya Laras
Ivanka Anata
Agak binggung, Hana-adik Lusi yg adlh istri Herman, hamil diluar nikah, Om Joko marah. Herman pacaran ama Luna, om Joko gak merestui, lahhhh om Joko kok kepo ya .... Atau aku yg suka komplain ya 🤣🤣🤣
gimana tohhh Author
Ivanka Anata
Org sabar itu mmg selalu di injak2, mau saudara sdr atau suami istri sdr sama aja, malah plg sering yg menginjak adlg org dekat kita
sang author
adek nya bar bar bro
Desi Hes
laras" kamu ini dah tau suami bgtu malah cari mslh
Desi Hes
ceritanya jadi sama mutar" ujung main mafia semua...hmmmm
Desi Hes
nich manusia yg tak percaya takdir jodoh rezeki maut itu takdir jadi klu ngk jodoh knp harus dendam trs nyalain anak nya ...hmmm
Desi Hes
ingat kita dah nikah ada batas yg di jaga dan ingat suami tak di rmh di larang bawah laki" masuk rmh wlupun itu ipar laki ...
Desi Hes
aneh suami istri saling cinta kok bisa rmh cuma dengan alasan orang blum tau pernikahan mereka...hmmm...emang di kira pernikahan itu mainan ngk qda tanggung jawab dan dosa di sana
Siti Pasriah
Kok nggk ada yg kepikiran buat hubungi Robin y...? bukannya Robin dan ank buahnya sll ngawasin Luna?
Tadulako Mudah Kaili
mungkin wanita itu ibu cantika
Lik Yati
judule laras yg tdk punya pendirian..klo aq udah bneran minta cerai lh ngapain bertahan anaknya di ragukan gt..
Mbok'e AHB
gimana2,lupa sama rendang,inget sama seblak?
Winda Nurmayani
suka ceritanya thor..kadang buat mewek..senyum sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!