Noora Agatha William adalah seorang wanita karir dan cantik yang berprofesi sebagai model papan atas, bahkan Noora juga mempunyai suami yang tampan dan juga mapan. Bahkan rumah tangga Noora begitu terlihat sangat bahagia dan harmonis, namun seketika pernikahan yang selama ia bina bersama sang suami tidak menyangka akan di rusak oleh orang ke tiga.
Akan kah pernikahan Noora dan Adam masih bisa di pertahankan, atau malah mereka berdua milih berpisah untuk kebahagian mereka masing-masing.
Kita simak terus yuk perjalanan rumah tangga Noora dan Adam, kalau kalian suka dengan Novel ini jangan lupa tinggalkan jejak. Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi cahya rahma R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun pengantin yang cantik
Hari ini adalah hari ke 3 setelah Devan pulang dari rumah sakit, dan 4 hari lagi Devan dan Noora akan melangsungkan pernikahan di salah satu hotel elit yang terletak di sudut kota. Devan memutuskan untuk mempercepat pernikahannya bersama Noora, karena takut Adam terus mengusik hidup sang calon istri, walaupun saat ini Adam sudah mendekam di penjara karena ulahnya 4 hari yang lalu mencoba melakukan pembunuhan, ia akhirnya di jebloskan di penjara. Namun tetap saja Devan harus menjaga Noora dengan mempercepat pernikannya.
Namun Noora masih teringat pesan terakhir yang di kirimkan oleh Adam kepadanya, isi pesan tersebut membuat Noora menjadi merinding dan merasa takut, pesan yang tertuliskan "Jika kau tidak ku miliki, kau juga tidak boleh di miliki oleh siapa pun, lebih baik kita sama-sama mati." Pesan yang di kirim Adam membuat Noora kembali teringat bagaimana dia mencelakai Devan kemarin.
Devan yang terus fokus melajukan mobilnya, sedikit melirik pada wanita yang 4 hari lagi akan menjadi istrinya. Devan sedikit berfikir kenapa dari tadi Noora hanya melamun di dalam mobil.
"Sayang, kamu kenapa, apa kamu sakit?." tanya Devan. Seketika membuat Noora tersadar dari lamunannya.
"Ah.. tidak sayang, aku baik-baik saja." Noora yang menoleh pada laki-laki di sampingnya.
"Kamu sedang memikirkan apa? cerita lah kepadaku." Devan yang menggenggam tangan Noora.
"Aku jadi teringat pesan yang Adam kirim 4 hari lalu, aku takut Adam akan nekat dan mencelakai kita lagi sayang." Keluh Noora.
"Kamu tidak perlu takut sayang, itu hanya ancaman Adam untuk kita, tenang saja dia sudah di penjara, dan aku akan selalu di sampingmu, untuk menjagamu." Devan yang mencoba menyakinkan Noora, bahwa semua akan baik-baik saja.
"Tapi tetap saja, aku belum tenang sayang." Noora yang masih saja khawatir.
"Sudah-sudah, jangan terlalu di fikirkan, hari ini kita akan datang ke butik untuk mencoba baju pernikahan kita, jadi harus bahagia dong." sahut Devan mengalihkan pembicaraan.
Noora yang mendengar ucapan Devan hanya mengangguk. Noora mencoba menepiskan semua kegundahannya, semoga yang ia khawatirkan tentang ancaman Adam, tidak akan pernah terjadi.
Tidak lama mobil sport berwarna putih pun sudah tiba di depan butik yang begitu sangat besar dan megah, tentu saja bukan butik abal-abal. Tempat memesan dan membeli baju pengantin para konglo merat, bahkan baju-baju yang mereka buat semua berkelas setara gaun para artis papan atas.
Devan sudah membukakan pintu mobil untuk Noora, dan segera masuk ke dalam Butik yang telah mendesain baju pengantin mereka berdua.
"Selamat pagi tuan Devan Perwira dan nyonya Rara Perwira, selamat datang di Butik kami." sapa salah satu penjaga yang menggunakan pakaian begitu sangat rapi menyambut Devan dan Noora dengan ramah.
"Pagi.. kita mau melihat baju pengantin kita yang akan di pakai 4 hari lagi, katanya sudah jadi?." ucap Devan.
"Iya tuan benar, mari masuk, kami akan memperlihatkan kepada tuan dan nyonya."
Devan dan Noora pun sudah masuk ke dalam Butik, bahkan Noora sudah masuk ke dalam tempat ganti, untuk mencoba gaun pernikahannya. Sedangkan Devan sedang duduk membaca beberapa koran di atas meja sambil menunggu Noora selesai mencoba gaunnya.
Tidak lama Noora pun sudah keluar dari ruangan dengan kedua tangan memegangi gaun yang begitu panjang hampir 3 meter dan sedikit berat karena sebuah pernak-pernik dan permata. Dengan dua orang pegawai Butik membantu mengangkat di bagian ekor gaunnya.
"Sayang..." panggil Noora, seketika membuat Devan menatap pada wanita yang berdiri tidak jauh darinya.
Devan yang melihat Noora menggunakan gaun berwarna putih menempel pas pada tubuh moleknya, seketika menjadi terperangah, gaun yang di kenakan Noora begitu sangat mewah, terdapat pernak-pernik dan permata yang begitu cantik menempel di bagian dada dan bagian pinggang. Noora begitu terlihat sempurna bagaikan dewi yang turun dari kayangan. Di tambah make up yang elegan, dan senyum manis yang di milikinya, benar-benar membuat siapapun yang melihatnya akan terpana.
"Kamu cantik sekali sayang." Devan yang masih mematung duduk di sofa.
"Benarkah?." Noora yang tidak percaya.
"Bagaimana kalau kita nikah sekarang saja." ucap Devan yang melihat wanita begitu cantik di depannya.
Noora yang mendengar ucapan Devan menjadi tersenyum, begitu pun dengan para penajaga Butik.
"Aku sangat suka gaun itu." ucap Devan yang mendekat ke arah Noora.
Devan terus memandangi wanita yang kini akan segera menjadi istrinya. Dan tidak lama datanglah seorang laki-laki yang agak kewanitaan, berjalan lenggat-lenggot mendekat kepada Noora dan Devan.
"Wah selamat datang tuan Devan dan nyonya besar Rara Perwira." sapa pemilik Butik yang bernama Mike, yang biasa di sapa dengan cik Ike.
"Hay.. terimakasih sudah membuatkan gaun yang begitu cantik untuk calon istriku." ucap Devan menatap pada cik Ike.
"Wah.. kau memang benar-benar tidak salah memilih calon pendamping hidup tuan Devan." Cik Ike yang juga mengagumi kecantikan Noora."Janda memang menggoda bukan?." Cik Ike yang mencolek tubuh Devan dengan begitu manja.
Semua yang mendengar ucapan Cik Ike kembali tertawa, laki-laki dengan suara kewanitaan itu memang lucu. Devan sudah mengenal Cik Ike cukup lama, karena orang tua Devan sering memesan baju kepada Cik Ike bila ada acara keluarga, bahkan Cik Ike yang mendesaikan baju-baju milik keluarga besar Perwira yaitu keluarga Devan.
Setelah mereka berdua mencoba gaun pengantin, Devan dan Noora pun memutuskan untuk segera pulang, karena langit begitu sangat gelap, dan terlihat sebentar lagi akan turun hujan.
"Apa kamu suka dengan gaunnya sayang?." tanya Devan.
"Kamu suka apa lagi aku sayang, than you my love." Noora yang sudah menyenderkan kepalanya di bahu Devan dengan manja. Dan Devan pun sudah mengecup kening calon istrinya.
Noora benar-benar merasa tidak sabar menanti pernikahannya 4 hari lagi, dalam 4 hari lagi ia akan kembali menikah dan melepas status janda kembangnya, dan menjadi istri sah seorang pengusaha sukses, dan menjadi menantu keluarga Perwira.
biasanya cerita begini pemain nya pasti tegas dan pintar
katanya Dirut kan seharusnya pada pinter bukan bego semua