NovelToon NovelToon
DENDAM

DENDAM

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Chicklit / Tamat
Popularitas:270.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: nazwa talita

Setelah disiksa, dikhianati dan dibuang di suatu tempat dalam keadaan hampir tak bernyawa Gendis bertekad Mengubah takdir demi membalas dendam pada Arga Demian, pria tampan berhati iblis yang pernah menjadi kekasih rahasianya.

Akankah Gendis berhasil membalaskan dendam dan sakit hati pada pria yang selama ini terus bersemayam di hatinya? Ataukah dia justru kembali terjebak dan terjerat pada pesona Arga Demian dan kembali menjatuhkan hatinya pada pria itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nazwa talita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 30 PERASAAN GAMA

"Gama, apa kau menyukai Laura?" ulang Meira saat dia melihat ekspresi Gama berubah.

Meira menatap Gama yang saat ini sedang menatapnya. Dalam hati dia sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk.

Patah hati sebelum berkembang!

Jawaban Gama adalah satu-satu cara agar dia bisa meyakinkan dirinya kalau perasaan cintanya itu memang cinta sepihak yang tidak akan pernah menjadi nyata.

Dia akan kembali menata hatinya setelah dia tahu kalau Gama memang mencintai Gendis atau mungkin perempuan lain di luar sana.

"Memangnya ada apa sampai kau bertanya begitu?" Gama mengacak rambut Meira.

"Aku hanya ingin tahu saja. Bagaimana perasaan kamu terhadap Laura."

"Lalu, setelah kamu tahu, kamu mau apa?"

Meira berdecak sebal.

"Aku hanya ingin tahu saja."

Agar aku bisa bersiap menata hatiku dan tidak lagi berharap padamu.

Meira menatap Gama tak berkedip. Wajah cantiknya terlihat penasaran menunggu jawaban dari Gama.

Namun, bukannya menjawab, pria itu malah tersenyum sambil mengacak rambutnya.

"Gama!"

"Kenapa?" Gama menatap sahabatnya itu sambil tersenyum.

"Aku hanya penasaran. Selama aku mengenalmu, aku tidak pernah melihatmu bersama dengan perempuan lain selain aku." Meira memanyunkan bibirnya.

"Menurutku, kamu lumayan tampan. Tapi kenapa kamu nggak laku?" Meira tersenyum jahil.

"Heh! Aku bukan tidak laku, ya? Kamu nggak lihat, berapa banyak cewek yang naksir sama aku?" Gama terlihat tidak terima.

"Tapi tetap saja, sampai sekarang kamu masih jomblo kan?"

"Mei!"

Meira tertawa mendengar teriakan Gama.

"Sendirinya saja jomblo, ngapain ngatain aku jomblo juga?"

"Paling tidak, aku udah nyoba pacaran kan? Dari pada tidak sama sekali."

"Iya. Tapi baru mau jalan sudah putus!" Kali ini Gama yang tertawa.

Pria itu tiba-tiba teringat saat Meira baru saja jadian dengan salah satu cowok teman kampusnya.

Baru saja jadian, Meira sudah meminta putus gara-gara si cowok meminta Meira menjauhinya.

Gadis itu lebih memilih dirinya daripada cowok itu.

Wajah Meira berubah cemberut.

"Permintaannya tidak masuk akal. Masa dia suruh aku jauhin kamu. Memangnya siapa dia?"

"Dia pacar kamu. Jelas saja dia cemburu dan nyuruh kamu jauhin aku. Itu tandanya dia itu cinta sama kamu, dodol!"

"Ish! Berhenti memanggilku dodol!"

Gama tertawa melihat gadis itu merajuk. Melihat Meira merajuk membuat Gama mengingat Gendis.

Sudah seminggu aku tidak melihatmu. Aku rindu sama kamu, Laura.

Semoga kamu baik-baik saja di sana.

Gama mendesah panjang. Sebenarnya, dia juga bisa melakukan apa pun agar dia bisa mengetahui kabar Gendis.

Namun, Gama tidak mau mengambil resiko membahayakan Gendis.

Pria itu sangat tahu, kalau Arga pasti sudah menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Gendis.

"Gama, apa kau benar-benar menyukai Laura?" Pertanyaan itu kembali keluar dari mulut Meira.

Gadis itu masih sangat penasaran dengan jawaban Gama.

"Aku menyukai Laura, sejak aku dan kamu mulai dekat dengannya."

"Berarti kau menyukainya sejak dulu?" Meira menatap Gama tak percaya.

Sebisa mungkin dia mencoba menetralkan perasaannya, saat hatinya terasa berdenyut sakit mendengar pengakuan Gama.

Dia sungguh tak percaya. Bertahun-tahun dia bersama pria itu, tetapi dia tidak bisa mencuri hati Gama.

Sementara, Gendis yang baru saja hadir malah berhasil mencuri hati pria yang diam-diam dicintainya itu sejak lama.

"Kalau kau mencintainya, kenapa kau tidak mengatakan padanya?"

"Apa kau bodoh?"

"Hah?" Meira melongo mendengar makian Gama.

"Kau sendiri sangat tahu keadaan Laura seperti apa. Bagaimana bisa aku mengatakan padanya kalau aku mencintainya?"

Gama menghela napas panjang. Begitupun Meira yang langsung terdiam. Gadis cantik itu membenarkan perkataan Gama.

Gama benar, dari awal ketemu Laura, gadis itu dipenuhi oleh dendam. Dia bahkan tidak bisa mempercayai orang lain saat itu karena rasa trauma yang di deritanya.

Perbuatan Arga dan kekasihnya membuat Laura kehilangan kepercayaan pada yang namanya sahabat dan juga kekasih.

Dikhianati oleh orang-orang terdekatnya membuat gadis itu kehilangan kepercayaan terhadap orang-orang di sekitarnya.

"Lalu, sampai kapan kau akan menahan dan menyembunyikan perasaanmu pada Laura?"

Gama menatap gadis cantik di depannya itu.

"Aku tidak tahu. Asal bisa melihat dia bahagia, itu sudah cukup bagiku."

"Aku tidak akan berharap lebih."

Gama menatap Meira sambil tersenyum tipis.

"Kemarilah!" Gama menyuruh Meira mendekat.

"Gara-gara kamu, nih!"

Gama merangkul bahu Meira kemudian menyandarkan kepalanya di bahu gadis itu.

Sementara Meira terdiam. Gadis itu sedang menetralkan perasaannya, tetapi pria ini malah sengaja mendekat ke arahnya.

Taukah dia, kalau saat ini dia juga sama-sama terluka? Terluka karena sama-sama mencintai orang yang tidak mencintai kita.

Meira menarik napas panjang.

"Tidak ada salahnya jika kau mau mencoba. Siapa tahu, Laura ternyata juga menyukaimu."

Gama hanya melirik lewat ekor matanya.

"Setidaknya kamu sudah mencoba megungkapkan perasaanmu."

"Kamu masih punya kemungkinan untuk mendapatkan Laura."

Tidak seperti aku yang sudah jelas tahu, kalau kamu tidak akan pernah melihat ke arahku.

Dering ponsel Meira mengagetkan lamunan mereka berdua.

Terlihat nama Laura pada layar ponselnya.

"Laura."

Meira buru-buru mengangkat panggilan teleponnya.

"Laura?" Kepala Gama langsung mendongak menatap Meira.

"Halo Laura."

"Besok aku pulang. Tunggu aku di rumah kontrakan."

"Kamu-"

"Jangan meneleponku, biar aku saja yang meneleponmu."

"Baiklah, aku tidak akan-"

Belum selesai Meira bicara, panggilan sudah dimatikan.

Meira berdecak sebal.

"Baru saja ingin bicara dengannya, tetapi panggilannya sudah dimatikan," gerutu Meira.

Gadis cantik itu terlihat kesal.

"Kenapa? Apa dia baik-baik saja?" Gama terlihat khawatir.

"Dia baik-baik saja, kau tenang saja."

"Syukurlah ...." Gama bernapas lega.

"Besok dia pulang."

"Benarkah?" Gama menatap tak percaya pada Meira.

"Dia bilang akan pulang ke kontrakannya besok."

Senyum Gama mengembang.

"Apa kau yakin kalau dia akan pulang besok?"

"Entahlah! Laura hanya mengatakan kalau besok dia akan pulang ke kontrakan."

Senyum Gama mengembang. Sementara Meira menatap pria di depannya itu dengan tatapan tak terbaca.

*Aku ikut bahagia seandainya kau dan Laura bisa bersama.

Setelah ini, sebisa mungkin dia akan melupakan Gama. Meski takkan mudah, tetapi aku akan berusaha untuk melupakanmu, Gama*.

Meira menghembuskan napas panjang, mencoba mengurangi rasa sakit yang mengalir di hatinya.

Setelah ini, aku benar-benar akan melupakanmu. Aku akan mengubur semua harapan yang selama ini aku simpan.

***

"Kamu bilang akan menelepon teman kamu?" Suara Arga mengagetkan Gendis yang saat itu sedang melamun.

Gadis itu sedang memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa secepatnya membalas semua perlakuan Arga dan Arabella.

"Sayang, kau melamun?"

Arga mendekati Gendis dan duduk di depannya.

"Ada apa? Kenapa kau tak menjawab pertanyaanku?"

Gendis menggeleng pelan.

"Tidak ada apa-apa, aku hanya ingin pulang."

"Besok aku akan mengantarmu pulang."

.

Maaf baru bisa update ....🙏

1
Anneke28 Annetje
tdh seru ceritanya tamat begitu saja gantung
Sri Wahyuni
bagus lanjutkan
Floren Soria
gantung cerita
Nur Qalbi
lanjut
🍻
Penulisnya gak professional dalam berkarya !!!!
🌸 SoraMelody 🌸
kok udah tamat aja gimana dah
Shinta Nurfadillah
loh cerita kok gantung gini
angel
bikin karya kog Ngantung
Nazwatalita: Nanti lihat di season 2 nya Kak🙏
total 1 replies
Nur Mei
menguras emosi
SeoulganicId
eh apapun alasan lu arga gue tetep gak setuju gendis balik ama lu , ud jahat ternoda pula lagi 😩
SeoulganicId
sumpah yah arga jgn ampe akhirannya sama lu
Trihastuti Handayani
Kecewa
Ema Fitria
up
rorosableng
di gantung ya thor ?
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Akh .. Author mah ga puguh .. masa sih ceritanya ngegantung seperti ini? biasanya cerita dituntaskan selesai kalaupun mau disambung akur cerira nya ga ngacak .. kecewa lho .. jadi malas Novel karangan Author ... selamat membuat kami2 KECEWA ..
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Author yg bener saja .. apa ini ga akan diteruskan .. koq cerira masih gantung begini .
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Ha .. ha .. ha .. kena batunta Argha .. makanya jadi orang harus punya prinsip .. jangan mudah di setir sama orang Arabella ... huh .. kalau sudah gini NYESEL TUJUH KELILING selamat menikmati kehancursnMU
R ADJENG MAIANA F D HJ SE MM
Sudah saatnya Srikandi mengamuk di depan musuh2 nya .. hancurkan se-hancur2 nya .. apa yang di tanam itulah apa yang di petik .. ha ha ha ... rasakan Karina . Chandra .. begitu pula Argha .. yang telah membunuh keluarga Gendis ..
Lina aja
oooo jadi kekayaan keluarga gendis di kuasai m keluarga nya Arga....m
Lina aja
kasian banget itu gendis....ketemu sama pembunuh ortunya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!