NovelToon NovelToon
SUATU HARI NANTI

SUATU HARI NANTI

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:92k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Neng

Suatu hari nanti, anganmu akan menjadi nyata, mimpimu akan terwujud, dan do’amu akan terkabul.

Liliana Pramesti, seorang gadis yatim piatu yang hidup dalam sebuah kemiskinan, menjadi tulang punggung bagi adik semata wayangnya yang menderita penyakit down syndrom, tentu saja adalah hal sulit baginya.

Namun, kerasnya hidup, tidak lantas menyurutkan keyakinan dan perjuangannya untuk tetap bertahan.

Hingga ... suatu hari, dia terpaksa harus menikah dengan cinta pertamanya sedari kecil, semenjak itu, dunianya berubah, jungkir balik, kedamaiannya terenggut begitu saja.

“Bang Ilham itu, seperti batu, dan aku seperti air, batu dan air bisa hidup berdampingan, meski batu memang memiliki karakter yang keras, dan air memiliki karakter yang lembut, namun tidak tersentuh. Tapi suatu hari nanti ... air mampu menghancurkan batu”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Neng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunuh Mamah Sekarang Juga!

Flashback

“Anak Ibu perlu di bawa ke psikiater, agar lebih tepat penanganannya” ucap wanita berseragam batik itu pada Ibuku, matanya seolah memancarkan iba, juga perintah.

Aku yang masih duduk di bangku SD kala itu, hanya bisa melongo, bingung dengan ucapan Bidan Desa yang tengah memeriksa Irfan.

“Apa itu?” tanya Ibu sambil mengerutkan keningnya dalam,

“Psikiater Bu, orang yang bisa menangani pasien seperti Irfan” jelas Bidan Desa lagi.

“Loh? Memangnya anak saya kenapa? Dia sehat kok, makannya banyak, badannya juga gemuk” jelas Ibu seolah tidak terima Irfan di katakan harus di bawa ke psikiater.

“Secara fisik, Irfan memang sehat, Bu. Namun, umurnya sudah jalan tiga tahun, tapi dia masih belum bisa bicara dan juga berjalan dengan benar. Coba saja dulu, datangi psikiater yang akan saya rekomendasikan, nanti Ibu akan tahu lebih banyak hal tentang Irfan” ujar Bidan Desa, memberikan keterangan lebih lanjut lagi.

Saat itu, Ibu hanya mengangguk, lalu bergegas pamit, dan kami pun pulang ke rumah. Sepanjang perjalanan, Ibu hanya terdiam dengan Irfan dalam gendongan.

Kala itu, kami sungguh tidak faham, apa arti dari psikiater, yang kami tahu, psikiater itu adalah manusia yang memiliki profesi untuk menangani orang gila. Apa iya Irfan mengidap penyakit itu?.

Segala perasaan berkecamuk di hati kami kala itu, entah apa yang harus kami lakukan? Kemana kami harus mencari manusia dengan profesi seperti itu? Biaya nya pasti sangat mahal. Dan segala perasaan itu tiba-tiba muncul, resah, gelisah, cemas. Tapi, kami tidak bisa melakukan apapun, karena keterbatasan biaya.

“Kak!”

Aku terhenyak, aku mengusap wajahku, lalu berjongkok, memeluk Irfan yang tengah menarik ujung rok selutut yang tengah aku gunakan.

“Sayang ...” aku mengelus pucuk kepala Irfan, lalu memeluknya lagi, rasa rindu ini, sungguh sudah ada di ubun-ubun.

“Irfan baik-baik saja? Irfan betah di sini?” tanyaku menatapnya sendu, jujurnya aku tidak bisa jika harus berpisah dengan Irfan, tapi ini demi kebaikan kita bersama.

“Huh?” Irfan mengangguk, lalu menuntunku menuju kelasnya,

Aku menatap ruangan kelas Irfan, kelas yang cukup nyaman, karena sekolah ini sekolahan yang cukup elit, aku tidak menyesal menjual diriku sendiri pada mertuaku, jika ini demi kebaikan Irfan. Asal Irfan bisa lebih baik lagi. Irfan satu-satunya keluargaku.

“Mbak ...” sapa seorang perempuan dari arah belakangku.

“Iya?” aku memutar tubuh sambil menyeka air mataku, sementara Irfan langsung kembali berbaur dengan teman-temannya.

“Kakaknya Irfan kan?” tanya perempuan itu tersenyum lembut.

“Saya Melati, guru nya Irfan” ucapnya sambil mengulurkan tangan,

Aku menerimanya, “Saya Lia” ucapku, dan kami saling melempar senyum.

“Irfan sudah menunjukkan perkembangannya, saya harap kedepannya Irfan bisa lebih berkembang lagi” ucapnya, sementara aku hanya menyimak, terlalu banyak hal di kepalaku.

“Saya titip Irfan, saya janji, saya akan sering berkunjung ke sini” kataku,

“Itu sudah menjadi tugas dan kewajiban saya sebagai gurunya Irfan Mbak” Melati tersenyum lagi, aku yakin, perempuan ini jelas usianya jauh di atasku.

“Terimakasih” ucapku sambil menundukkan kepala. Rasanya kepalaku tiba-tiba saja terasa berdenyut-denyut.

Setelah banyak bicara dengan Ibu Melati, aku pun segera berpamitan pulang, hari sudah siang, sudah saatnya aku kembali ke rumah.

Sepanjang jalan, aku menatap jalanan dari jendela mobil taksi online yang aku tumpangi, hingga ketika taksi melintas di sebuah kaffe aku melihat seseorang yang mirip dengan pangeranku.

“Pak berhenti sebentar” pintaku pada sopir taksi online.

Mobil berhenti, aku menatap orang itu dari jauh. Yah ... dia suamiku, Bang Ilham sedang duduk di sebuah kursi dekat jendela kaca, bersama seorang perempuan cantik dan seksi, mereka tengah tertawa terbahak. Sungguh, sudah lama aku tidak melihat tawa itu.

Aku tersenyum, lalu menyandarkan kepalaku pada sandaran kursi jok. “Jalan pak”.

***

Tiba di rumah, aku berjalan gontai, lalu membuka pintu rumah, dan masuk kedalamnya.

“Lia, sudah pulang? Bagaimana keadaan Irfan?” pertanyaan itu, membuatku menghentikan langkah, lalu menoleh pada sumber suara.

“Irfan Alhamdulillah baik Mah” jawabku sambil mencium punggung tangan Bu Fatimah.

“Syukurlah” Bu Fatimah tersenyum sambil mengelus bahuku lembut.

“Oh iya, Lia Mamah punya sesuatu buat kamu” Bu Fatimah menarik tanganku menuju sebuah ruangan.

“Ini untuk Lia” Bu Fatimah menunjukkan berbagai macam perabotan yang sudah ada di hadapanku.

“Apa ini Mah?” aku mengerutkan keningku.

“Semua perabotan ini untuk Lia, besok Lia kan bakalan pindah rumah, jadi Lia akan butuh barang-barang ini” Bu Fatimah antusias.

“Tapi Mah ...” aku berusaha menyanggah, pindah? Bukankah tadi pagi Bang Ilham bilang tidak akan mengajakku? Aku tidak ingin berharap banyak lagi.

“Sudah, tidak ada tapi-tapian ...” Bu Fatimah menatapku, tidak ingin di bantah.

“Baiklah, terimakasih banyak ya Mah” ucapku akhirnya.

“Sama-sama sayang, Mamah harap Lia bahagia ya Nak, tolong ... bersabarlah menghadapi Ilham, dia hanya butuh waktu” Bu Fatimah kembali memelukku erat. Aku mengangguk.

Malam tiba ...

Aku menarik napas panjang, kenapa rasanya begitu sepi? Kenapa rasanya aku begitu rindu pada rumah reyot yang sudah delapan belas tahun terakhir menjadi saksi kisah kelamku?. Aku rindu Bapak, Ibu, Kak Maman. Aku rindu mereka, aku ingin ikut bersama mereka. Menunggu Bang Ilham pulang, kenapa lama sekali? Apa dia tidak akan pulang? Atau dia masih betah bersama perempuan cantik tadi? Astagfirullah ... apa yang sedang ku fikirkan?.

Lambat ... aku tertidur di atas kursi ini.

Aku mengerjap, kala kurasakan tenggorokanku terasa kering, aku terbangun, lalu menoleh pada jam dinding, ternyata sudah pukul sembilan, cukup lama aku tertidur, ku edarkan pandangan, tidak ada tanda-tanda kalau Bang Ilham sudah pulang. Kemana dia? Apa kebenciannya sungguh sedalam itu padaku? Hingga dia tidak ingin bertemu denganku?.

Aku keluar dari kamar, lalu berjalan menuju arah dapur, berniat mau mengambil air minum.

“Abang harus bawa Lia juga!” terdengar suara Bu Fatimah, aku menghentikan langkah.

“Tidak Mah! Ilham tidak ingin hidup bersama orang yang tidak pernah Ilham sukai, akan sangat sulit bagi kita jika hidup dalam satu atap yang sama!” terdengar suara Bang Ilham meninggi, aku menyandarkan tubuhku pada tembok di samping pintu kamar Bu Fatimah yang sedikit terbuka.

“Kenapa sulit? Dia istrimu Ilham!” suara Bu Fatimah juga ikut meninggi.

“Ilham tidak pernah mencintainya!”

“Kalau begitu belajarlah untuk mencintainya, seperti Lia yang selalu belajar untuk menjadi istri seperti yang Ilham inginkan!”

“Tidak bisa! Hanya Sisil yang ada di hati Ilham! Dan selamanya akan begitu!” kini suara itu bisa di bilang sudah berteriak, ingin aku menghentikan waktu. Aku sungguh tidak kuat.

“Baik, kalau itu keputusanmu, silahkan bunuh Mamah sekarang juga!”

Aku semakin memejamkan kedua mataku, kenapa rasa sakit ini semakin menjadi?.

Bersambung .......

Next??

telat update, tolong di maafkan, kerjaan di real life sudah bak gunung himalaya.

ini ngetik di perjalanan dalam mobil, pasti banyak typo. maafkeun yaaaa ...

sayang readers banyak-banyak. Love yuuuu readers 😘

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Ai Oncom
luar biasa.. Bagus banget ceritanya..
Beauty JK
😘
elen situmorang
tetap semangat thor..senang dgn karyamu..suatu hari nanti..akan ada ribuan like untuk mu..jgn menyerah..teruslah buat cerita baru
elen situmorang
cerita bagus kog jempol dikit...
elen situmorang
jatuh cinta di kepalsuan cinta..aku mampir ya thor
Nani Desmiwati
keren
Mirfatin Khanani
dibodohi trs
Hersus
jgn ambil Lia Thor poko y Ending y harus happy jgn ky Mira ending y bikin nyesek 😭😭😭
Hersus
😭😭😭😭
Risfa
siapp teteh 🤗🤗
Kadek Bella: lanjut thoor
total 1 replies
sitiazzahra
di tunggu novel berikut nya
Yuna Rahma Azaria
makasih teh untuk cerita2nya...

jujur saya lbh suka cerita yg real life drpd yg haluu....


semua cerita teteh bagus2 kok. semangat terus ya teh....🥰🥰🥰🥰
Risfa
Makasih tetehh sudah buat cerita yang buat aku selalu terharu, nggak pernah berhenti mengucap syukur. Pelajaran hidup yang sangat berarti, lewat sosok perempuan muda bernama Lia. Ketegarannya, kesabarannya, keikhlasannya dalam mnjalani hidupnya yang sangat sangat tidak mudah, sampai tiba suatu hari Lia menerima, menikmati, hasil manis perjuangan hidupnya selama ini.

Sehat terus tetehku, terus lah berkarya. Love you 🤗🤗🤗
ᵇᵃˢᵉ™
wa'alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh...
semangat berkarya Teteh, ttp sehat & bahagia, maafin para readers yg suka komplen ky netizen😌
tapi percayalah, aku menikmati cerita Lia yg bnyk bgt beri pelajaran bt kita. makasih Teteh🤗
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
Waalikumussalam.... Terimakasih sudah memberikan cerita-cerita yang membuka mata hati kita, bahwa kita harus terus bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan.. Semoga Teteh, sehat terus. Dan terus menulis di manapun...
...
ᵇᵃˢᵉ™Ꭼ𝔩𝔦𝔫⌥
kalau jodoh g akan kemana.. Yang penting iklas. Perbaiki diri. Allah akan memantaskan diri kita dengan jodoh kita..
Risfa
Tidaklah Allah mengambil sebuah nikmat, kecuali Allah akan siapkan pengganti yang lebih baik selama ia bersabar dalam mnghadapi musibah 🤗🤗🤗
Risfa
Mimpimu sudah terwujud Rudi, jadi Chef ternama dan bertemu dengan Lia.
ᵇᵃˢᵉ™𝒔𝒂𝒎𝒚
bakal up judul baru kah teh 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!