NovelToon NovelToon
Malam Panas Di Monaco

Malam Panas Di Monaco

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Karir / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Margaret R

"Kau siapa?" Charlotte tak menemukan jejak ingatan siapa laki-laki yang berdiri didepannya dengan hanya handuk dan rambut basah di kamar hotel itu.

"Kau tak tahu aku siapa? Kau tidur di ranjangku..." Bahkan bajunya sudah berganti dengan baju kebesaran dari pria itu.

Sial! Bahkan namanya pun tak bisa diingatnya. Nasib sial apa yang menimpanya sekarang.

Dari kecil dia tak pernah percaya cinta, tak percaya pangeran berkuda putih, Charlotte Blaine adalah pengacara perceraian paling dicari di London, melihat begitu banyak perceraian dalam hidupnya dan tidak mempercayai cinta, tapi sekarang dia jatuh ke pelukan pria asing karena minum di Monaco.

Apapun yang terjadi semalam tetap tinggal di Monaco. Begitu batinnya.

Benarkah kisahnya begitu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Margaret R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29. The Real Thruth 1

 

 

Aku sampai di sebuah restoran ramai  di London Bridge, The Breakfast Club, aku tahu restaurant ini, hanya aku belum punya kesempatan mencobanya.

Gadis yang menjemputku mengantarku ke ke sebuah meja yang agak tersendiri di ruangan itu, dengan sekat yang cukup private. Seorang laki-laki tua tersenyum padaku. Itu ayah Joshua, Jason Menard. Garis-garis wajahnya tampak seperti Josh, walau tampak lelah. Entah bagaimana aku sedikit bersimpati padanya.

"Charlotte, apa kabar. Terimakasih sudah bersedia menemui orang tua ini. Duduklah..." Ayah Josh mempersihlakanku duduk. Sementara wanita yang mengantarku menuangkan kopi dalam cangkirku.

"Tuan Jason, apa yang Anda ingin bicarakan dengan saya..."

"Kita sarapan dan minum kopi dulu Charlotte, Aku benar-benar  minta maaf menjadi begitu pemaksa pagi ini..." Seorang pelayan masuk dan menghidangkan English breakfast bagi kami.

"Ayo makanlah, aku selalu suka sarapan disini, kadang aku sembunyi-sembunyi dari istriku karena ini bukan makanan sehat bagi orang seusiaku." Aku mencoba tersenyum pada orang tua didepanku. Setidaknya dia telah bersikap baik untuk menawariku sarapan.

"Kau benar, sausage dan baconnya sangat enak ... " Aku memberinya pendapat sesaat setelah suapan pertama.

"Selera kita sama Charlotte, ... " dia tersenyum melihatku makan. Kemudian bercerita bahwa pemiliknya adalah temannya keturunan Jerman yang membuat bacon dan sausage sendiri dari resep orang tuanya dan kemudian pembicaraan tentang masa kecil yang dilewatinya, daan pembicaraan remeh lainnya selama kami menikmati sarapan dan kopi. Aku menimpali percakapan dengan baik, apapun yang dia ingin bicarakan, dia tidak melakukannya dengan konfrontasi terang-terangan.

"Kau nampaknya punya Ibu yang sangat hebat Charlotte. Istriku menceritakan bahwa Ibumu membesarkanmu sendiri, kau pasti bangga dengannya ..."

"Tentu saja, kami hidup dengan penuh perjuangan Tuan, tapi semua kesulitan akan membuatmu lebih kuat kurasa. Aku sama sekali tak menyesali apapun dari kehidupan yang telah kulewati sampai sekarang. Dan aku bangga dengan Ibuku tentu saja..." Dia diam untuk sesaat dan menatapku. Perkataan itu untuk istrinya yang sudah merendahkan Ibuku sebagai single mother

"Mungkin istriku mengatakan sesuatu yang menyinggungmu, aku minta maaf. Dia memang kadang tidak berpikir panjang untuk mengatakan apa yang ada dibenaknya." Aku diam tidak mengucapkan apapun.

"Dan tidak, aku tidak menggangapmu sebagai wanita yang orang bilang sejenis "gold digger",  kau jelas adalah wanita yang bangga akan dirimu sendiri, aku tak pernah meragukan itu Charlotte... "

"Terima kasih Tuan Menard, saya hargai itu. Saya dan Josh hanya saling mencintai. Saya jelas tidak punya banyak harta seperti Anda, tapi saya juga tidak merendahkan diri saya untuk mengambil harta pasangan saya. Jika Anda ingin jaminan atas apa yang saya katakanpun, saya bisa memberikan hitam dan putihnya kepada Anda." Aku berbicara lebih lanjut untuk menunjukkan intensiku.

"Tentu saja saya tidak meragukan perkataanmu Charlotte. Tapi sebenarnya aku takut bukan itu masalahnya." Baiklah kita akan dengarkan apa masalahnya sekarang.

"Saya mendengarkan Tuan Menard,..."

"Aku menghormati pilihan putraku, sebenarnya aku tak punya keinginan menentang hubungan kalian, atau siapapun yang dia pilih untuk menjadi pendampingnya, aku tak akan mencampuri wilayah privasi putraku terlalu jauh, walaupun mungkin Ibunya sedikit menekannya, tapi jika aku menyetujui Ibunya tidak akan bisa menekan dia ..." ini adalah berita baru, aku baru mendengar hal seperti ini. Aku diam menunggu apa yang akan dia katakan berikutnya.

"Katakan padaku Charlotte, apa Ibumu pernah mengatakan padamu siapa Ayahmu. Atau kau pernah menanyakan siapa namanya...." Sebuah pertanyaan yang tidak pernah kuduga.

1
💜Ilalang Senja💜
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
💜Ilalang Senja💜
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
💜Ilalang Senja💜
satu kata untuk Author
KEREN
💜Ilalang Senja💜
like....
💜Ilalang Senja💜
Lop yuuu....Mak Othor....
setuju pakai banget...
Lenni Namora
Luar biasa
Lenni Namora
setuju pendapat autor
siti nuriatul
top banget kak😍
Riri
Luar biasa
palupi
terimakasih 🙏💐
Mamma Miauw
Luar biasa
Novi Yantisuherman
itulah budaya eropa,
klo indo ?? Whatever
Dyah Oktina
ceritamu bagus... ma kasih ya thor... maaf ngak punya koin. 🤭🙏🏻😍
Dyah Oktina
kasihan jhos... cintanya harus sama2 d kubur... 😢😢😔
Dyah Oktina
Luar biasa
Theresia
selalu happy baca karya mu Thor 😍😍
Icha Yonas Zackhrie
banyak banget typo,,kadang jadi bingung bacanya.. tp ceritanya oke
Sulayah Kingdom
bagus meski banyak typo ya
Dewi Indah
bagus
Faidullah Ahmad
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!