Haiii semua.. Ini Novel karya pertamaku.. Mohon dukungannya ya, semoga kalian suka alur ceritanya. 🙏🙏
Ini menceritakan tentang romansa cinta anak sekolah. Kisah cinta yang penuh dengan berbagai perasaan.
Menceritakan seorang gadis remaja lugu dan apa adanya yang tiba-tiba menjalani kehidupan yang sangat rumit.
Febhia Putri Kusuma gadis remaja berusia 16 tahun ini tinggal bersama kedua orangtuanya dan kakak laki-lakinya. Febhia menjalani kehidupan gadis remaja pada umumnya, hingga suatu ketika dia mengalami sebuah situasi dimana kedua orang tuanya harus berpisah.
Dan disituasi yang bersaam Febhia harus mengalami penghianatan dari sahabatnya. Hidupnya makin rumit dan membuatnya putus asa. Cinta pertamanya berpaling darinya. Febhia merasa semua yang ia cintai mulai menghilang perlahan-lahan.
Mau tau kelanjutan ceritanya?? ayoo baca Novel pertamaku ini.. Mohon dukungannya ya.. ❤️❤️🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Arida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Annoyed
****
Keesokan harinya, saat Bhia sedang mempersiapkan alat tulis, dan segala perlengkapan sekolahnya. Tiba-tiba saja handphone Bhia berdering. Ia berjalan kearah suara dering handphonenya yang ia letakkan di atas tempat tidurnya. Bhia meraih handphonenya itu dan terduduk di atas tempat tidurnya. Ia melihat nama yang ada dalam panggilan tersebut, ya ... ternyata itu panggilan dari Arkan, Bhia pun segera mengangkat panggilan telfon dari kakaknya itu.
[ Via telfon ]
" Halo kak ada apa? "
" Kamu berangkat sama Gio ya, kakak mau ke bengkel dulu ganti oli mobil, mau nungguin kamu kelamaan. "
" Oke kak. "
" Tumben banget jawabannya langsung oke, biasanya pake ngedumel dulu. "
" Aku lagi nggak selek sama dia kak, jadi ya oke-oke aja. "
" Yaudah kakak duluan yah. "
" Oke kak. "
Lalu Bhia pun menutup telfon dari kakaknya itu, ia masih sibuk merapikan peralatan sekolahnya, dan menjadwal buku-buku pelajaran yang akan di bawanya. Setelah ia selesai dan sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Bhia pun segera bergegas menuju teras Kost-an nya. Lalu ia melihat ke arah mobil Gio yang masih terparkir di halaman depan rumahnya.
Bhia menunggu Gio keluar dari rumahnya, lalu ia duduk di teras Kost-an nya sambil sesekali melihat ke arah rumah Gio. Sudah 10 menit Gio belum keluar dari rumahnya dan akhirnya Bhia yang bosan menunggu Gio pun beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju rumah Gio.
Sesampainya di depan teras rumah Gio, Bhia yang melihat pintu rumah Gio yang terbuka itu pun mengintipnya dari luar dan matanya mencoba mencari-cari keberadaan Gio di rumah itu. Namun Bhia tidak melihat siapapun di situ.
" Yo ... !! " panggil Bhia dengan suara yang agak meninggi sedikit dengan posisi tubuh Bhia yang masih celingukan mencari Gio.
Suasana masih sangat hening, memang di rumah Gio itu ia hanya tinggal dengan papanya sebelum kak Arkan ikut tinggal di rumahnya. Dan papanya Gio itu selalu berangkat kerja pagi-pagi sekali.
" Yo ... lo di dalem nggak? " tanya Bhia masih dengan suara yang agak meninggi. Namun masih tidak ada jawaban, lalu Bhia membalikkan badannya ia berniat untuk kembali menunggu Gio di teras kost-an nya.
Bhia membalikkan badannya sambil melihat handphone yang di genggamnya, ia hendak menghubungi Gio dan ingin bertanya keberadaanya. Dan tiba-tiba saja Bhia terkejut saat ia hendak meninggalkan rumah Gio, seketika itu juga tubuhnya dengan sangat keras menabrak seseorang hingga handphone yang di genggamnya itu terjatuh.
Saat Bhia menyadari handphonenya yang terjatuh itu, dengan spontan ia merunduk dan meraih handphone nya yang sudah terjatuh di lantai teras rumah Gio itu. Untung saja handphonenya tidak apa-apa, hanya ada goresan di tempered glass nya. Lalu Bhia kembali berdiri dan melihat ke arah orang yang menabraknya tadi.
" Gio, lo tuh ngagetin gue tau nggak, handphone gue sampe jatoh nih " omel Bhia pada Gio yang sekarang ada di hadapannya itu.
" Ya sorry Bhi, lagian lo jalan sambil main handphone, ya bukan salah gue lah " ucap Gio yang tidak mau di salahkan Bhia.
" Ih lo mah, masih pagi juga udah bikin kesel, baru aja gue mau yang baek baek sama lo, lo nya malah ngeselin, gue liat handphone itu mau ngehubungin lo. Gue mau nanya lo lagi di mana " Bhia mengomel dengan raut muka yang sudah sangat kesal.
" Oh, sorry ... gue abis beli makanan bentar di depan " jelas Gio pada Bhia yang sekarang sudah duduk di bangku teras rumahnya dengan memasang wajah yang cemberut.
Lalu Gio masuk ke dalam rumahnya meninggalkan Bhia yang sedang duduk di teras rumahnya itu. Dan tidak lama kemudian Gio keluar sambil membawa dua piring berisikan makanan di kedua tangannya.
" Nih sarapan dulu sebelum berangkat, lo belum sarapan kan? " Gio memberikan salah satu piring yang di bawanya kepada Bhia.
Bhia kemudian menerima piring yang diberikan oleh Gio itu. Dan Bhia melihat isi piring itu, ternyata Gio tadi keluar untuk membeli nasi uduk yang ada di dekat kost-an nya itu.
" Udah dimakan, nggak usah cemberut gitu, ini masih pagi Bhi " lanjut Gio yang mencoba meredakan kekesalan Bhia pada nya.
" Iya ini di makan, lagian lo sih yang mulai duluan " ucap Bhia kemudian ia melahap nasi uduk dari sendok nya.
Gio yang melihat Bhia dengan segala tingkahnya itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan mulai menyantap makanannya juga.
Setelah mereka selesai sarapan, dan sudah siap untuk berangkat Bhia dan Gio pun segera berjalan menuju mobil Gio. Bhia masuk ke dalam mobil Gio dan mulai memakai sabuk pengamannya. Begitu pula dengan Gio, ia segera memakai sabuk pengamannya juga dan mulai menyalakan mesin mobilnya.
Sesampainya di sekolah, karena mereka satu kelas jadi mereka berjalan menuju kelasnya bersamaan. Dan saat sedang berjalan di koridor sekolah, Bhia dan Gio berpapasan dengan Alin dan Raisa.
" Bhi, baru dateng? " tanya Alin yang langsung menggandeng tangan Bhia.
Bhia menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti langkah Alin yang kini sedang menggandeng tangannya itu.
" Masih ada waktu nih buat sarapan, kantin yuk " ajak Raisa yang kini berada di sisi kanan Bhia.
" Gue udah sarapan Rai tadi di rumahnya Gio " jelas Bhia sambil menatap kedua sahabatnya itu bergantian.
Lalu mereka pun menghentikan langkah kaki mereka, dan menoleh ke arah Gio yang dari tadi ada di belakang mereka.
" Yaudah deh, kita ke kantin dulu ya Bhi " pamit Alin sambil melepaskan tangan Bhia yang ia gandeng tadi.
Kemudian Alin dan Raisa pergi meninggalkan Bhia dan Gio. Mereka pun melanjutkan langkahnya menuju kelas mereka. Bhia dan Gio masuk ke dalam kelas mereka dan mulai duduk di bangkunya masing-masing.
Tidak lama setelah mereka masuk ke dalam kelas, bell masuk sekolah pun berbunyi, jam pelajaran pertama pun sudah dimulai. Setiap murid sudah mengeluarkan catatan mereka masing-masing.
Pelajaran pertama dan kedua pun telah usai, Bhia yang merasa masih kenyang pun akhirnya memutuskan untuk istirahat di dalam kelas. Ia mulai menyandarkan punggungnya pada sandaran bangkunya, sambil membuka kunci layar pada handphonenya.
" Enggak ke kantin Bhi? " tanya Gio yang sekarang sedang berdiri di samping meja Bhia.
" Masih kenyang Yo, tadi kan pas sarapan gue abis banyak " jawab Bhia sambil mengusap-usap perutnya yang masih kenyang itu.
" Oh " ucap Gio lalu kembali duduk di kursinya yang berada di belakang Bhia.
Bhia pun dengan spontan langsung menoleh ke arah Gio yang duduk kembali di belakang nya.
" Lah? kok lu duduk lagi Yo? " tanya Bhia yang bingung melihat Gio yang kembali duduk di bangkunya.
" Ya kenapa? gue pengen duduk " jawab Gio dengan wajah yang polosnya itu.
Lalu Bhia menepuk jidatnya dan memutarkan bola matanya ke arah atas.
" Bukan itu maksud gue Yo, tadi lo bukannya mau ke kantin? " tanya Bhia sambil menjelaskan pada Gio.
" Siapa yang mau ke kantin? kan gue cuman mau nanya doang, bukan berarti gue mau ke kantin kan? " jawab Gio yang malah membuat Bhia kesal.
" Tau ah Yo, capek ngomong sama lo kadang. Malah bikin gue emosi ntar " ucap Bhia yang memalingkan wajahnya dari Gio.
MOHON DUKUNGANNYA 🙏🙏 LIKE COMMENT AND VOTE TRUS TINGGALKAN JEJAK DENGAN KLIK TOMBOL FAVORIT MAKASIH ❤️🙏❤️❤️🙏
mampir juga yuk dinovelku