Sebuah kotak yang diwariskan turun temurun akhirnya jatuh ditangannya, tanpa sengaja berhasil membukanya dan memperoleh sebuah benih peradaban, tapi bagaimana kalau bukan hanya itu? bagaimana jika sebuah cahaya kecil mewakili teknologi juga tertarik dengan benih itu dan menjadi milik orang itu juga
Disinilah cerita bermula dari seorang anak biasa menjadi pemilik alam semesta
ikuti Yogi dalam menaklukkan alam semesta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasil penyerangan
Yogi bersama rombongannya yang telah sampai di gudangnya yang ada di Australia dan Setelah itu Yogi mengirim kembali prajurit Ares ini kembali ke Markas militer Ares menggunakan gerbang ruang.
Citra memandang ke sekeliling dan tatapannya akhirnya tertuju kepada monitor dan tumpukan superkomputer, Yogi juga memperhatikan apa yang dilihat oleh Citra jadi dia mengajaknya mendekat ke monitor.
"Halo tuan, selamat datang kembali, semua pengetahuan penting untuk peradaban Ares dan bahan pembelajaran saya telah selesai diunduh dan telah dipindahkan kedalam USB sesuai perintah tuan" Neo 001 langsung memberi laporan setelah Yogi mendekat.
"Itu bagus, sepertinya kau telah mengalami peningkatan dalam hal kecerdasan, itu hal bagus" Yogi memuji, sebelumnya dia tidak memperhatikan peningkatan kecerdasan Neo 001 karena terlalu mengkhawatirkan Citra.
"Terima kasih atas pujian tuan" Neo 001 sedikit mengangguk dan tersenyum dari dalam monitor.
"Kakak mindahin Neo ke Bumi?" Citra bertanya kepada Yogi.
"Tidak nona, saya Neo 001 yang merupakan salinan dari Neo dan bertugas untuk menyalin pengetahuan dari Bumi untuk digunakan oleh peradaban Ares" Neo 001 lebih dahulu menjelaskan tentang dirinya sebelum Yogi menjelaskan.
"Halo Neo 001, senang bertemu denganmu" Citra berkata kepada kecerdasan buatan di monitor.
"Saya juga senang bertemu dengang anda nona Citra, dan saja turut bahagia anda telah lolos dari tempat itu" Neo membalas perkataan Citra.
Yogi mengangguk puas dengan inisiatif dari Neo 001 untuk menjelaskan dirinya, tidak seperti sebelumnya yang hanya bisa menyapa dan menjawab pertanyaan dari orang lain.
Setelah pertanyaannya telah dijawab Citra tidak lagi memiliki minat dengan hal itu dan memilih untuk duduk di sofa yang ada di dekat sana.
Citra merenung memikirkan sesuatu dan ini menarik perhatian Yogi, dia melihat adiknya menjadi begitu pasif tidak seperti sebelumnya, Yogi berpikir ini mungkin karena hal yang dilaluinya hari ini.
Yogi menghela nafas dan mengalihkan perhatiannya kembali kepada monitor di depannya ini, Yogi duduk di kursi dan mulai mengetik di keyboardnya dengan cepat, saat ini Yogi sedang meretas satelit yang akan digunakan untuk komunikasinya nanti dengan para prajurit Ares yang menyerang markas cabang Aliansi Manusia di seluruh dunia.
Dengan bantuan Neo 001 yang saat ini menganggur setelah pekerjaannya selesai Yogi berhasil meretas beberapa satelit dan mengalihkan jaringan mereka ke perangkat komunikasi khusus milik prajurit Ares.
"Test test, kalian bisa mendengarku?" Yogi mengeluarkan peralatan komunikasinya dan berbicara untuk mengetes komunikasi mereka.
"Regu 1 mendengar jenderal"
"Regu 7 mendengar jenderal"
"Regu 20 mendengar jenderal"
"Regu 35 mendengar ..."
"Regu…"
Laporan demi laporan dari setiap regu mulai berdatangan satu persatu, setelah laporan terakhir Yogi mengetahui bahwa semua regu masih bertahan dan mengangguk puas.
"Kita punya sedikit perubahan rencana, dapatkan beberapa bukti tentang kejahatan Aliansi Manusia dari cabang yang kalian serang, hubungkan alat komunikasi kalian ke ruang komando dan biarkan kecerdasan buatan yang menangani sisanya" Yogi memberi perintah.
Sebelumnya Yogi terlalu termakan amarah karena petinggi Aliansi Manusia telah mencari masalah dengan adiknya dan berniat menghancurkan setiap markasnya tapi setelah berpikir lebih matang lebih baik menggunakan serangan ini untuk mencari keburukan yang dimiliki oleh Aliansi manusia dan menghancurkannya di mata penduduk Bumi.
Yogi hanya bisa tertawa dengan kejeniusannya dalam memikirkan beberapa hal dan kemudian berbalik mendapati saat ini Citra telah tertidur di pangkuan Mara, Yogi menatap pacarnya yang entah datang dari mana ini tanpa dia sadari.
"Dari kapan kau sampai?" Yogi bertanya dengan penasaran.
'Citra baru saja tidur, gunakan komunikasi pikiran saja' Yogi segera mendengar suara Mara di dalam kepalanya, dia hanya mengangguk.
'Aku sampai sudah lumayan lama, dari sang Alien mulai menginvasi satelit komunikasi di planet ini aku sudah memantaunya dari belakang sambil mendengarkan curhatan Citra tentang kakak tingkatnya' Mara akhirnya menjawab pertanyaan Yogi sebelumnya.
'Yah aku tau kalau dia pasti khawatir dengan kakak tingkatnya, dari Neo 001 aku mengetahui kalau kakak tingkat Citra ini kehilangan tangan kanannya saat perampokan dan aku menduga itu karena dia ikut dalam rencana Citra' Yogi mendesah kecil dan menatap dalam kepada adiknya.
'Sepertinya Citra menyukai orang itu, apa yang akan kau lakukan?' Mara mengungkapkan pikirannya.
'Aku akan mengujinya nanti, jika dia pantas mungkin kita bisa membawanya kembali ke Ares nantinya' Yogi mengungkapkan pikirannya.
'bagaimana dengan portal dua arah yang ada di rumah' Yogi mengalihkan pembicaraan menjadi portal dua arah yang mana Mara seharusnya sudah mendapatkannya.
Mara hanya menunjuk ke arah rak buku yang disana ada sebuah kubus perak dengan garis vertikal dan horizontal memisahkan keempat sisinya, kubus itu adalah perangkat untuk portal dua arah yang dibeli oleh Yogi dulu.
'Saat aku datang sudah ada beberapa anggota kepolisian atau militer dan datang untuk menggeledah rumah, aku mengalahkan dua orang yang kebetulan berada di kamarmu saat itu dan mengambil perangkat itu' Mara berkata sambil memindahkan kepala Citra dari pangkuannya ke bantal sofa.
Mara kemudian berdiri dan menghampiri Yogi yang duduk di depan komputer saat ini dan duduk di pangkuannya.
"Yang lebih menarik sekarang adalah kau, membunuh banyak tentara setelah tiba tiba keluar dari gerbang yang keluar secara tiba tiba, seperti yang diharapkan dari Alien kita" Mara mengetik beberapa kata di komputer dan hasilnya seperti yang dibicarakan.
"Jangan lupa bahwa ini Bumi, disini kau lah yang Alien" ucap Yogi yang saat ini sedang memangku Mara.
Menanggapi hal ini Mara hanya menjulurkan lidahnya ke arah Yogi dan bersandar di badan Yogi, Yogi tidak keberatan dengan ini karena dia juga lumayan menyukainya jadi dia hanya membiarkannya.
"Tuan, regu 12 telah menyelesaikan misi dan sedang menunggu anda menjemput mereka" Neo 001 melaporkan kepada Yogi.
Yogi hanya menanggapinya dengan cemberut, baru saja momen romantisnya diganggu dan ini membuatnya kesal, Mara hanya tertawa kecil dan kembali ke sofa di sebelah Citra yang sedang tidur sementara Yogi mengaktifkan kembali gerbang ruang.
Memasukan koordinat yang diberikan oleh Neo 001 Yogi menghubungkan gerbang dan regu 12 tiba di gudang.
Para prajurit dari regu 12 memberi hormat dan Yogi juga membalas hormat tersebut kemudian mengganti koordinat dengan koordinat markas militer Ares dan menyuruh mereka kembali.
Masalah tentang bukti kejahatan milik Aliansi Manusia telah diurus oleh Neo 001 jadi Yogi tidak perlu repot repot lagi untuk mengurusnya.
Beberapa waktu kemudian Neo 001 terus melaporkan bahwa misi setiap regu telah selesai dan menunggu dirinya menjemput mereka, Yogi terus mengulangi rutinitas yang sama seperti dengan regu 12 sebelumnya dan hal itu berakhir dalam 30 menit sebelum akhirnya semua regu telah kembali.
Tidak ada korban jiwa dan kerugian yang ada hanyalah peluru yang terbuang saat melawan musuh, Yogi juga mendapat beberapa bukti kejahatan Aliansi Manusia yang akan digunakannya untuk membalas perbuatan mereka.
"Lihatlah semua ini, perjanjian rahasia dengan negara negara maju, mengeksploitasi negara kecil, melakukan eksperimen manusia ilegal" Yogi tercengang dengan semua data ini
Jika semua ini terbongkar ke masyarakat luas maka dapat dipastikan bahwa Aliansi Manusia akan memiliki cacat dalam namanya dan ditolak oleh banyak orang di seluruh dunia.