NovelToon NovelToon
Mas Driver Ku

Mas Driver Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cintamanis / Patahhati / Cintapertama / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Girang_Hari

Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.

Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.

Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.

"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku

"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Sampailah aku didepan sebuah rumah berlantai 1 berwarna perpaduan putih dengan coklat, halaman depannya begitu luas ditumbuhi bunga-bunga berwarna warni. Rumah ini bergitu asri dan terasa hangat, saat menjadi pacar Reza sering kali aku datang kerumah ini. Ada bangunan pos satpam didepan, dan aku sudah kenal dengan penghuninya.

"Siang Pak Amir" sapaku kepada securitu rumah Reza yang sedang duduk menatap layar televisi 14inch nya.

"Loh Mbak Sarah, siang Mbak, mau ketemu Ibu ya, silahkan masuk tadi Ibu sudah. bilang" ia membukakan pagar besi khusus untuk pejalan kaki.

"Iya Pak, terimakasih saya masuk dulu ya" aku langsung menuju kearah pintu masuk Rumah, aku sudah hapal isi rumah ini, karna seringnya aku main dan dulu berharap aku menjadi bagian dari keluarga dirumah ini.

Aku membuka pintu utama,

"Permisi" aku melihat sekeliling dan meilhat Tante Arin berjalan menyambutku.

"Hai anak Mama sudah datang" ia langsung memelukku dan mencium pipi kanan kiri ku, sungguh kehangatan Tante Arin selama ini menggantikan sosok Ibu ku yang telah meninggal, dulu aku berkhayal akan mempunyai mama mertua sebaik Tante Arin, tapi sekali lagi nasib baik tidak berpihak padaku.

"Naik apa kesini" ia mengelus bahuku

"Taxi Tante, ini aku bawain kue sukaan Tante" aku menyerahkan box kue yang kubawa tadi

"Ih kamu repot-repot, makasih ya sayang, ayo duduk dulu" ia mengajakku duduk di ruang keluarga, disebuah sofa panjang berwarna putih dengan televisi besar didepannya.

"Mau minum apa, Tante buatin kebetulan Tante sendiri, Bi Imah sm Om lagi pergi "

"Gak usah Tante nanti aku ambil sendiri aja"

"Iya ambil aja ya, anggap rumah kamu sendiri" ia duduk disebelahku dan memegang tanganku.

Selanjutnya kami mengobrol banyak hal seperti dulu saat aku sering main kerumahnya, jika sudah bercerita dengan Tante Arin rasanya tidak bisa berhenti, i bukn tipe Ibu-ibu sosialita, meskipun ia bisa dibilang kaya tetapi penampilannya begitu sederhana dan hangat, bicaranya pun sungguh lembut.

"Ayooo kita mulai masak, kasian kamu nanti kemalaman" ia bangkit berdiri aku mengikutinya menuju dapur.

"Kita jadi buat Sup Iga ya Tante?"

"Jadi dong Tante sudah lama gak masak makanan kamu, seneng bisa masak sama-sama kaya gini, istri Reza gak bisa masak, jadi Mama gak bisa masak bareng" ia membuka kulkas dan mengambil semua bahan masakan yang diperlukan.

"Kan kalo istri Reza sudah biasa ada yang masakin Tante,beda dengan aku yang harus masakin dirumah" aku mencoba tersenyum sebenarnya daritadi aku menghindari obrolan tentang Reza dan istrinya.

Setelah bahan masakan disiapkan aku mulai memotong-motong daging dan bawang-bawangan yang diperlukan. Resep yang akan aku pakai merupakan resep sari Ibuku dulu yang sempat memgajari ku masak , aku pernah membawakannya ke Tante Arin dan ternyata ia menyukainya.

Kunyalakan api dan memasang panci presto dengan baik agar daging nya nanti lebih empuk.

"Sarah, Mama kekamar dulu ya, ini si Om ada telpon ada yang dicari"

"Iya Tante gak apa-apa, nanti kalau sudah matang aku siapin di meja" aku melanjutkan memotong-motong wortel yang akan aku tambahkan. Suara berisik dari panci presto tersebut menggema didapur.

Tiba-tiba ada seseorang yang memelukku dari belakang.

"Aku kangen kamu" aku menoleh dan ternyata Reza, kenapa ia ada disini seharusnya ia hadir di acara kantor.

"Reza lepasin" aku berusaha melepaskan peluka Reza bisa gawat kalau istri dan Tante Arin melihat.

"Sebentar aja ya Sar" ia meletakkan kepalanya di bahuku dan mulai menciumi bahuku beberapa saat sebelum akhirnya ia melepaskan pelukannya.

"Kamu koq gak bilang kalau main kerumah Mama"sekarang ia berdiri di sampingku dan memandangiku yang sedang memotong-motong.

"Ngapain aku bilang kamu, aku kan mau ketemu Tante Arin" aku berusaha tidak melihat muka nya. Ada rasa rindu didalam diriku, sungguh hal ini merupakan salah satu impianku bisa memasak untuk Reza dan keluarganya seperti sebuah keluarga yang harmonis.

"Kamu koq gak dateng acara kantor"

"Sudah tadi aku pulang duluan"

"Mana Gaby?" aku tidak melihat istrinya daritadi.

"Lagi pergi sama Mama nya ke Singapur, aku bantuin apa " ia mencoba melihat-lihat sekeling.

"Gak usah duduk aja sana, nanti malah ngerepotin" jawabku ketus.

"Aku kekamar Mama dulu ya" kemudian ia pergi dan aku melanjutkan acara memasakku. Tidak lama masakkan ku jadi dan kuhidangkan di meja makan.

"Sarah maafin Mama malah tinggalin kamu sendiri, tadi Om lama sekali video call, kangen katanya sudah seminggu gak ketemu" Tante Arin datang dari kamarnya diikuti oleh Reza yang berjalan di belakangnya.

"Udah jadi ya Sar, aku udah lapar pengen makan masakan kamu udah lama banget nih" Reza langsung duduk di meja makan.

"Ya udah ambil nasi dan makan sana" aku ikut duduk di meja makan tersebut berhadapan dengn Reza dan mengambil 1 porsi didalam mangkuk ke Tante Arin

"Nih tante cobain pasti enak" aku menyodorkan sup buatanku ke depan Tante Arin

"Pasti dong siapa dulu yang masak" Tante Arin segera mengambil manhkok tersebut dan mencicipinya.

"Ehmm enak banget ini Sar, bisa jadi menu tambahan di restoran nih"

"Kamu gak ambilin aku" memang dulu kebiasaanku mengambilkan Reza nasi dan lauk pauk saat sedang makan seperti ini, selayaknya istri yang sedang melayani suaminya.

"Ambil sendiri, emang aku istri kamu" aku menjawabnya dan menatapnya tajam..

"Iya iya aku ambil sendiri jangan galak-galak, nanti cantiknya hilang" ia menggodaku dan tersenyum kearahku.

Setelah acara makan selesai kami pindah ke sofa ruang keluarga. Aku duduk disofa dan Reza mengikuti disebelahku.

"Tante masuk kamar dulu ya, Reza yang bener" ini kebiasaan setiap aku main kerumah Reza saat kami pacaran, Tante Arin selalu mengingatkan kami agar tidak macam-macam saat sedang berdua.

"Iya Ma" Reza mengambil remot dan menyalakan tv

"Mau nonton film?" ia menyerahkan remotnya ke arahku.

" Gak deh Za sebentar lagi aku pulang ya"

"Loh koq cuma sebentar" ia memandang kearahku

"Udah lama, mau packing barang untuk pindahan"

"Kamu yakin? Gak mau disini aja?" ia memegang tanganku.

"Iya udah yakin banget dan sudah final" aku memandangnya lagi, sesaat kulupakan status Reza yang sudah menikah, ntah kenapa aku merasa saat ini masih menjadi pacarnya.

Tiba-tiba Reza mendekatkan wajahnya dan menciumku, awalnya aku hanya diam tapi kelaman aku membuka mulutku dan membalas ciuman Reza. Sunggu aku sangat rindu kan ciumannya ini, aku sudah tidak bisa berfikir jernih lagi, tanpa aku sadar ia mengajakku kekamarnya dan ia duduk di pinggir ranjang kemudian aku duduk dipangkuannya dan melanjutkan ciuman kami. Awalnya lembut berubah menjadi menggebu-gebu, Ia menciumi leherku dan tangannya sudah masuk kedalam kaos yang aku kenakan. Ia merem*** kedua bukit kembarku dengan lembut, aku sungguh menikmatinya sampai aku sadar ada foto pernikahan Reza dan Gabi didinding kamarnya.

Aku langsung melepaskan tangan Reza yang masih memainkan bukit kembarku dan melepaskan ciuman kami. Aku langsung merasa menjadi wanita murahan, karna melakukan ini dengan suami orang.

Reza masih terdiam saat aku merapikan bajuku yang berantakan.

"Za ini salah seharusnya kita gak kaya gini, aku mau pulang" aku keluar dari kamarnya.

"Jangan Sar, disini dulu ya, aku tau ini salah, aku janji sama kami kita akan bersama"

"Gak usah janji-janji kalau gak bisa ditepati dan jangan bertindak bodoh, kamu harus tanggung jawab atas keputusan kamu kemarin" aku mengambil tas ku dan hendak pamit ke Tante Arin, aku mengetuk kamarnya.

"Tante, aku mau pamit pulang"

Kemudian Tante Arin keluar dari kamarnya.

"Loh sudah mau pulang, gak sorean aja" ia mengelus bahuku.

"Tante aku mau pamit sekalian, aku sudah resign dan aku mau pindah ke Jogja minggu depan"

"Loh kamu koq baru bilang, Mama belum siapin apapun, Reza koq kamu gak.bilang Sarah mau pindah" ia langsung memukul lengan Reza.

"Reza lagi bujukin Sarah biar gak pindah Ma, tapi gak berhasil, Eza juga sudah minta Sarah untuk urusin cabang Solo tetap gak mau" ia mengelus lengannya yang dipukul Mama nya.

Tante Arin langsung memelukku dengan erat, "Mama kaget banget, kamu kalau ada perlu apa-apa bilang ya,meskipun hubungan kita gak sesuai dengan harapan, tapi Mama harap kita bisa tetap jaga hubungan baik ya, Mama harap kamu sehat disana dan yang kamu harapkan cepat terkabul, nanti kalau Mama kesana , Mama hubungin kamu ya" tidak terasa air mataku dan Tante Arin keluar, aku memang sudah menganggapnya sebagai Mamaku.

"Iya Tante, pokoknya nanti kalau main ke Jogja , aku ajak jalan-jalan, ya audah aku pulang dulu ya, Tante jaga kesehatan sedikit lagi kan punya cucu, salam untuk Om juga" aku mencium tangannya.

"Naik apa, diantar Reza?"

"Taxi aja Tante biar gak repotin" aku hendak mengambil ponselku

"Aku anterin" Reza menggenggam tanganku dan berjalan menuju mobilnya.

Selama perjalanan kami berdua hanya diam, sampai didepan kosanku.

"Kamu kalau ada perlu apa-apa bilang ya" ia mengusap kepalaku seperti biasa.

"Iya Za, aku turun ya" aku hendak.membula pintu mobil Reza menarik tanganku dan mengecup pipiku.

"Hati-hati Sar, aku masih sayang kamu" aku kaget, tetapi aku langsung turun dari mobil. Tidak lama mobil Reza perg, saat hendak masuk kedalam kosan.

"Ohh ada yang habis berduaan sama Mas Mantan nih" aku menengok dan ternyata Ocep, duh sepertinya ia melihat kejadian didalam mobil.

1
ALWINDO BM
Luar biasa
Mazree Gati
masih baru uda tidur bareng
Mazree Gati
reza goblok uda pasrah ko nggak lanjut rugi,,,cewenya terlalu agak murah mau aja di telanjangin,,,END
Mazree Gati
flasbacknya kepanjangan,,uda di scroolll sampao sini blum on
Dian Romadhon
siplah
Asisthaning Nirwana
boso jowone josss ....nganggo a***u mbarang lhooo
ratna
klo q jd sarah sejak awal perjodohan reza,,, udah ngejauh anggap aj gak kenal ma kelurga reza
Asisthaning Nirwana
cerita segar yg bagus
Uluum
GILA SIH INI NOVELNYA BAGUS, CERITANYA GAK NGEBOSRNIN, GAK TERLALU PANJANG TAPI KONFIK, PENYELESAINNYA DAPET HAPPY ENDDING NYA JUGA DAPET. SOALNYA KALO KEBANYAKAN EPISODE JUGA DAN TERLALU LAMA KONFIKNYA JADI GAK BAGUS, TAPI INI KEREN SIH, BEST BNGT LAH POKOKNYA
GirangHari: Terimakasihhhh
total 1 replies
Sundari Sekariputi
bgs ceritanya tor 👍👍👍
cerita ini lebih realistis menurut gue. diantara sekian banyak judul tentang presdir, ceo, konglomerat halu menurut gue ya 😅
Anik Kaffa
ceritanya.. good.. ditunggu extra part nya..
ceria
keren
ceria
kukira novel ,ternyata kisah cintaku ,,
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
Evi
Sarah move on donk jgn jd pelakor
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak
Ariez Setiawan
murahan...kok pengn jd gaby...mergokin trus sarah dihajar.
Hengki
aku JD senang baca cerita ini , kalau tmpat lain PK bersambung trus,
Andin Yafa
Brati nganut hub bebas jg sarah ya,,udh sering nginep bareng ama cwok
Lila Susanti
tinggal jejak dlu, biar ga lupa 😁
Nurcholifah Dwi Anggraini S
Jgn m sarah.drpd mkn hati lbh baik ptus & melangkah maju mikirin masa depan.cwo g Reza j.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!