NovelToon NovelToon
Hello Panda

Hello Panda

Status: sedang berlangsung
Genre:SPYxFAMILY / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:466
Nilai: 5
Nama Author: Dena Tan

Di mata dunia, mereka hanya keluarga kecil yang bahagia: Chiko si karyawan kantor yang penakut, Mila si ibu rumah tangga yang lembut, dan Lala si kecil berusia empat tahun yang konyol dan menggemaskan.


Namun, di balik pintu rumah mereka, kebenaran tersembunyi dengan rapat:


Chiko Leonhart: CEO miliarder yang sedang menyamar untuk menghancurkan musuh bisnisnya.


Mila Leonhart: Viper, ketua mafia legendaris yang menguasai dunia bawah tanah.


Lala Leonhart: Subjek eksperimen rahasia ber-IQ 210 yang menyembunyikan kejeniusannya di balik kecintaannya pada biskuit panda.


Disatukan oleh ketidaksengajaan dan takdir yang rumit, ketiganya saling menyembunyikan identitas asli demi menjaga misi masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dena Tan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Demam Berdarah dan Operasi Rahasia di Kamar Anak

Kebahagiaan pesta ulang tahun Chiko mendadak tergantikan oleh kepanikan kecil dua hari kemudian. Pagi itu, Lala tidak melompat dari tempat tidur sambil berteriak mencari biskuit pandanya. Pipinya yang biasa kemerahan tampak pucat, dan tubuh mungilnya terasa sangat hangat.

Puk-puk...

Lala mencoba mengetuk kotak pensil pandanya, tetapi tangannya terasa lemas.

Mila yang baru saja melangkah masuk ke kamar anak langsung meletakkan nampan sarapan. Dengan sigap, ia menempelkan punggung tangannya ke dahi Lala.

"Astaga, Papa! Lala demam tinggi!" panggil Mila dengan suara panik khas seorang ibu.

Chiko yang sedang merapikan kemeja kerjanya langsung berlari masuk ke kamar. Kacamata tebalnya hampir melorot saat ia berlutut di samping tempat tidur Lala. Melalui Lensa Pintar di kacamatanya, Chiko secara refleks melakukan pindaian biologis otomatis:

[Hasil Pindaian: Demam Tinggi (39,2°C). Terdeteksi Infeksi Bakteri Ringan akibat Perubahan Cuaca. Butuh Antibodi Spesifik Eksperimen Kuantum untuk Tubuh Subject 04.]

‘Tubuh Lala punya struktur genetik khusus dari Proyek Pandora!’ batin Chiko histeris dalam diam. ‘Obat penurun panas biasa tidak akan mempan sepenuhnya. Dia butuh Serum Formula B-12 yang dulu dikembangkan di laboratorium utama!’

Di sisi lain, Mila yang sedang mengompres dahi Lala dengan handuk basah secara diam-diam menekan pergelangan tangan Lala untuk memeriksa denyut nadinya.

‘Denyut nadinya tidak teratur... Ini bukan demam anak biasa,’ batin Mila dingin seraya memoles raut wajah khawatirnya. ‘Ini reaksi penolakan antibodi dari sisa eksperimen genetik masa lalunya. Satu-satunya penyembuh tercepat adalah Vaksin Netralisir yang pernah disita oleh faksi Black Crimson dari markas musuh!’

Chiko dan Mila saling pandang dengan raut wajah "orang tua biasa" yang panik.

"Papa... bagaimana kalau Papa izin tidak masuk kantor hari ini?" pinta Mila cemas.

"P-pasti, Bunda! Papa izin sekarang juga. Papa akan ke apotek beli obat penurun panas dan vitamin!" jawab Chiko cepat seraya berdiri.

"Bunda juga mau ke supermarket beli bahan sup ayam hangat untuk Lala," tambah Mila manis.

Keduanya buru-buru keluar dari kamar secara bersamaan, sama-sama memasang akting panik—padahal tujuan utama mereka jauh lebih ekstrem daripada sekadar apotek atau supermarket!

Lima belas menit kemudian...

Di lantai 80 Leonhart Tower, Chiko yang sudah berganti pakaian taktis berdiri di depan laboratorium siber miliknya.

"Pak Chiko! Mengapa Anda menyuruh kami membuka brankas rahasia zat Kuantum Pentagon?!" tanya Rendy panik saat melihat bosnya bertindak terburu-buru.

"Putriku sedang sakit!" tegas Chiko dingin dengan aura Mastermind yang memancar penuh. "Sintesis Formula B-12 sekarang juga ke dalam bentuk sirup rasa stroberi! Pastikan sirup ini aman dan rasa buahnya bisa menutupi racikan obat eksklusif ini!"

Sementara itu, di sebuah laboratorium farmasi gelap milik Black Crimson di pinggiran kota, Mila berdiri mengenakan mantel kulit hitamnya.

"Bunda Ratu, ini Vaksin Netralisir yang Anda minta," seru apoteker bawah tanah sambil menyerahkan tabung kecil berisi cairan bening. "Tapi zat ini sangat pekat—"

"Racik menjadi tetes vitamin manis rasa pisang," perintah Mila tanpa bantahan dengan mata pembunuh yang berkilat tajam. "Jangan sampai ada rasa pahit sedikit pun saat diminum oleh putriku."

Satu jam kemudian, Chiko dan Mila kembali ke rumah nomor 12B secara bersamaan dari arah pintu depan dan pintu belakang.

Chiko membawa botol obat rasa stroberi hasil sintesis laboratorium siber, sementara Mila membawa botol vitamin rasa pisang hasil racikan farmasi bawah tanah.

"Bunda! Ini Papa sudah beli sirup penurun panas terbaik dari apotek langganan!" seru Chiko sambil berlari ke kamar anak.

"Bunda juga sudah dapat vitamin khusus anak dari langganan Bunda, Papa!" sahut Mila tak mau kalah, menyusul masuk ke kamar.

Lala yang berbaring di tempat tidur menatap kedua orang tuanya dengan mata bulat yang redup. Meski sedang lemas, bando pandanya yang tergeletak di meja samping tetap menangkap kandungan ilmiah luar biasa di dalam dua botol obat yang dibawa Papa dan Bundanya.

‘Wah... Papa buatkan sirup antibodi siber rasa stroberi... Bunda buatkan obat netralisir mafia rasa pisang...’ batin Lala tertegun sekaligus tersentuh di dalam hatinya.

"Lala Sayang, minum obat dari Papa dulu ya? Rasa stroberi enak kok," puji Chiko lembut seraya menyuapkan satu sendok sirup.

"Habis itu minum vitamin pisang dari Bunda ya, Sayang," tambah Mila manis, meneteskan vitaminnya ke dalam mulut Lala.

Kombinasi dua obat super canggih yang diracik oleh Mastermind Pentagon dan Ratu Viper itu menyatu di dalam tubuh Lala. Dalam waktu kurang dari tiga menit, efek luar biasa terjadi: suhu tubuh Lala turun drastis menjadi normal 36,5°C, wajahnya kembali merona, dan rasa lemas di tubuhnya menguap tanpa sisa!

Lala mengedipkan matanya, lalu tiba-tiba duduk tegak di atas tempat tidur dengan binar gembira.

"Wah! Lala sudah sembuh total! Sirup Papa dan vitamin Bunda ajaib sekali!" seru Lala riang sambil melompat-lompat di atas kasur. Puk-puk-puk.

Chiko dan Mila melotot heran, lalu menghembuskan napas lega yang amat panjang.

"A-ajaib sekali ya, Bunda... Obat apotek zaman sekarang manjur banget," ujar Chiko sambil tersenyum canggung membetulkan kacamatanya.

"Iya, Papa... Vitamin supermarket memang luar biasa," balas Mila manis seraya mengurut dadanya.

Lala melompat turun dari tempat tidur dan langsung memeluk pinggang Papa dan Bundanya erat-erat.

"Terima kasih Papa! Terima kasih Bunda!" ucap Lala tulus, membenamkan wajahnya di antara mereka.

Chiko merangkul Mila dan memeluk Lala hangat. Di dalam kamar kecil itu, meskipun obat yang menyembuhkan Lala lahir dari dunia bawah tanah yang berbahaya dan satelit luar angkasa yang rahasia, kasih sayang yang menyertainya adalah hal paling murni yang pernah ada.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!