NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:112.5k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29. RENCANA GILA

​Beberapa hari setelah insiden pemukulan patung bebek porselen yang sukses membuat Lord Cassian lari terbirit-birit keluar puri, Kediaman Duke Dravenhart kembali kedatangan tamu dari istana. Namun, kali ini situasinya jauh berbeda dari sebelumnya.

​Pagi yang tenang di ruang kerja pribadi Duke Kael mendadak terusik oleh ketukan pintu yang teratur dan sopan. Julian, yang sedang membentangkan peta topografi perbatasan timur di atas meja, melirik ke arah pintu sebelum memersilahkan masuk.

​Seorang pengawal pribadi Kael melangkah masuk dengan membungkuk hormat, membawa sebuah nampan beludru merah yang di atasnya terletak sebuah amplop tebal berstempel emas murni lambang kerajaan Valdoria.

​"Laporan untuk Yang Mulia Duke. Utusan resmi dari istana baru saja tiba di gerbang utama. Berbeda dari utusan sebelumnya, Beliau adalah Marquis Valerius, penasihat senior istana. Beliau menyampaikan surat ini secara langsung dengan penuh rasa hormat, lalu memohon diri tanpa banyak bicara," ucap pengawal itu dengan suara tertata rapi.

​Kael, yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menopang dagu, mendengus pelan. Ia melambaikan tangan menyuruh pengawal itu meletakkan nampan tersebut di atas meja.

​"Letakkan di sini, lalu keluar dan perketat penjagaan," perintah Kael dingin.

​"Baik, Yang Mulia!" pengawal itu membungkuk sekali lagi dan langsung meninggalkan ruangan, menutup pintu dengan sangat pelan.

​Di sisi lain meja, Virelia yang sedang duduk bersandar sambil membaca laporan keuangan wilayah dari Black Dawn mengangkat sebelah alisnya. Ia melirik amplop berstempel emas itu dengan tatapan penuh selidik.

​"Utusan istana datang lagi? Apa lagi yang diinginkan anjing-anjing peliharaan Raja Lucien setelah insiden bebek porselen kemarin? Apakah mereka ingin menuntut ganti rugi patahnya janggut Lord Cassian?" tanya Virelia, suaranya terdengar datar namun penuh curiga.

​Kael mengulurkan tangan kanannya, mengambil amplop tebal berstempel emas tersebut dari atas nampan. Dengan gerakan kasar, ia merobek segel lilin emasnya, menarik keluar selembar perkamen tebal berhias renda perak di pinggirannya, lalu membaca isinya dalam keheningan yang tegang.

​Begitu matanya menelusuri setiap baris kalimat di dalam surat itu, rahang Kael langsung mengeras. Urat-urat di pelipisnya menegang, dan tanpa aba-aba, ia melemparkan undangan istana itu ke atas meja kerja hingga bergeser mengenai tumpukan peta.

​"Sialan," geram Kael tertahan, matanya memancarkan kilatan amarah yang membakar.

​Virelia mengerutkan keningnya. Ia memajukan duduknya, lalu menarik perkamen undangan tersebut mendekat ke hadapannya.

Julian yang berdiri di samping meja ikut mencondongkan tubuh untuk membaca isinya bersama sang Duchess.

​Sepasang mata Virelia membaca tulisan tangan berkaligrafi indah di atas kertas mahal itu:

​Kepada Yang Mulia Duke Kael Dravenhart dan Sang Istri,

​Baginda Raja Lucien dengan hormat mengundang Anda berdua untuk menghadiri Pesta Dansa Musim Gugur di Aula Utama Istana Agung Valdoria, yang akan diselenggarakan tiga hari dari sekarang pada malam purnama.

​Kehadiran Anda bersama sang istri adalah suatu kehormatan besar bagi istana.

​Virelia mendengus keras, melemparkan perkamen itu kembali ke atas meja dengan ekspresi muak yang luar biasa.

"Pesta dansa? Astaga, cara berpikir raja tua itu benar-benar klise dan busuk. Mengundang kita ke istana setelah perselisihan soal tambang kemarin?" cemooh Virelia

​Julian, yang membaca bagian akhir undangan tersebut, membelalakkan kacamata emasnya karena terkejut.

"Tunggu ... lihat kalimat ini, Yang Mulia Duchess! Baginda Raja secara khusus menekankan agar Duke datang bersama istrinya," kata Julian.

​"Tentu saja," tukas Virelia sinis, menyandarkan punggungnya kembali ke kursi sambil melipat tangan di dada. "Tujuan utama Raja Lucien sangat transparan hingga bisa dilihat oleh bayi yang baru lahir. Dia ingin mempermalukan Kael di hadapan seluruh bangsawan kerajaan dengan cara memamerkan istri Kael yang 'gila'," lanjutnya.

Kael tersenyum mengingat kejadian heboh kemarin.

​Virelia mendengus meremehkan. "Setelah insiden Lord Cassian dilempar bebek porselen kemarin, istana pasti berasumsi bahwa aku adalah wanita tidak waras yang memalukan. Raja ingin menggunakan pesta dansa agung untuk menunjukkan kepada para bangsawan bahwa panglima perang terhebat Valdoria harus menanggung malu karena menikahi seorang wanita gila. Dengan begitu, wibawa Kael di militer akan jatuh hancur."

​Mendengar analisis tajam dari istrinya, Kael mengepalkan tangan kanannya di atas meja. Kemarahan yang tadinya tertahan kini mendidih hebat di dalam dada sang panglima perang.

​"Dia benar-benar mencari masalah dengan keluarga Dravenhart. Raja mengira dia bisa mempermainkan kita sesuka hatinya di istana sendiri? Dia salah besar," desis Kael dingin, suaranya bagaikan embusan angin dari kuburan yang membekukan.

​Julian mengerutkan keningnya dalam-dalam, menatap Kael dengan pandangan penuh kekhawatiran birokratis.

"Yang Mulia, ini adalah jebakan terbuka. Jika kita menolak undangan istana secara sepihak, Raja akan menggunakan alasan 'pembangkangan terhadap mahkota' untuk mencopot gelar militer Anda. Tapi jika Anda datang, Anda akan masuk ke sarang singa di mana seluruh mata bangsawan korup siap mencemooh Anda dan Duchess," ujar Julian blak-blakan.

​Julian menarik napas pelan, menatap atasannya. "Lalu apa keputusan Anda? Apakah akan datang ke pesta dansa itu, atau cari cara untuk mangkir?"

​Kael terdiam sejenak. Pria bertubuh tegap itu menyandarkan punggungnya di kursi, memejamkan mata sesaat untuk meredakan gejolak amarahnya. Ruangan kerja itu mendadak sunyi senyap, hanya menyisakan suara detik jam dinding kuno di sudut ruangan.

​Beberapa detik kemudian, Kael membuka kembali matanya. Sepasang mata biru itu tidak lagi memancarkan kemarahan yang membabi buta, melainkan sebuah seringaian dingin, tajam, dan penuh perhitungan licik, seringan seorang predator yang menemukan mangsa empuk di tengah hutan.

​Kael menoleh, menatap lurus ke arah Virelia.

​"Kita datang," ucap Kael mantap, suaranya terdengar sangat tenang namun mutlak.

​Virelia terperanjat kecil. Ia menatap suaminya dengan sebelah alis terangkat, terkejut mendengar keputusan tersebut.

"Kita datang? Kael, kau serius? Kau ingin membawaku ke sana agar mereka bisa menertawakanmu?" konfirmasi Virelia.

​"Tidak, Virelia. Kita datang ke sana untuk membalikkan keadaan. Raja ingin mempermalukanku dengan memamerkan 'istri gilanya'? Kalau begitu, kita berikan apa yang ingin dia lihat," jawab Kael, senyuman miring terukir di bibirnya.

"Kau yakin?" tanya Virelia.

​Kael mencondongkan tubuhnya ke depan, mendekati meja. "Ayo kita datang ke pesta itu dan buat kegilaan di sana."

​Virelia membelalakkan matanya, merasa ada getaran adrenalin yang luar biasa menyenangkan mengalir di dalam darahnya.

"Kegilaan seperti apa maksudmu?" Virelia seolah sudah tahu jawabannya.

​Kael tertawa kecil, sebuah tawa pendek yang terdengar begitu berbahaya.

"Kegilaan seperti yang biasa kau lakukan, Virelia. Bebaskan dirimu. Berikan kepada para bangsawan istana pertunjukan paling gila, paling mengerikan, dan paling memalukan yang belum pernah mereka saksikan seumur hidup mereka," ujar Kael tanpa ragu.

​Julian, yang mendengarkan percakapan pasutri itu, langsung memijat pelipisnya. Kepala staf militer sekaligus ajudan Kael itu merasa kepalanya mendadak pusing tujuh keliling mengingat harus mengurus segala sisa kekacauan yang akan terjadi.

​Ya ampun. Panglima perang tertinggi Valdoria dan ketua pembunuh bayaran paling berbahaya kini berencana mendatangkan teror ke istana kerajaan dengan dalih 'berbuat gila'. Kerajaan ini benar-benar akan runtuh dalam semalam, batin Julian pasrah.

​Virelia menatap Kael lekat-lekat. Sesaat kemudian, sudut bibirnya terangkat membentuk sebuah senyuman seringai yang sangat mirip dengan seringai suaminya; senyuman penuh darah dingin seorang Raven.

​"Wah, ini tawaran yang sangat menarik, Duke. Kau yakin tidak akan menyesal jika istana hancur karena ulahku malam itu?" ujar Virelia pelan, matanya berbinar-binar penuh antusiasme yang gelap.

​"Aku tidak akan menyesal sedetik pun," balas Kael mantap, mengulurkan tangannya untuk menggenggam jemari Virelia di atas meja.

Virelia menggenggam balik tangan suaminya dan berkata, "Mari kita beri Raja Lucien tontonan malam yang tidak akan pernah bisa ia lupakan seumur hidupnya."

1
Nurlaila Hidayah
waaaahh mntaaaap, kreen thor
Nurlaila Hidayah
kala dunia sudah gila kita pun harus menjadi gila🤭 apalagi punya pemimpin seperti lucien yg pasti kita harus bener2 gila biar terbebas dari hukuman🤣🤣
Nurlaila Hidayah
aku mau siapin popcorn sama minuman buat nonton aksi gilamu vir
Nurlaila Hidayah
Julian pusing punya atasan yg sama2 gila🤣🤣🤣
Nurlaila Hidayah
uuhhh kael aku padamu/Kiss//Kiss//Kiss/
Nurlaila Hidayah
wiiiih mntap ketika kael sudah ngeluarin kta2 sumpah
Nurlaila Hidayah
🤣🤣🤣🤣 bekas lipstik ga tuh,kocak euy Bru nemu novel kek gini🤣🤣🤣
Nurlaila Hidayah
🤣🤣🤣bukannya mengikuti virelia buat keamanan Mlah dikejar banci🤣🤣🤣 gimna kalo sampe kael tau habis Klian ber 2🤣🤣🤣
Nurlaila Hidayah
🤣🤣🤣dang putri bingung sendiri menghadapi pelayan yg benar2 sabar dan mengikuti aksi pura2 gila smpe bingung mau ngapain🤣🤣🤣 semangat thor
Nurlaila Hidayah
siapakah mata2 yg b smpe bisa tau apa yg direncanain oleh virelia? moga Duke bisa menyelamatkan'a dgan segera
Nurlaila Hidayah
kocak euy pas pengawal dtg ikut2n berdrama🤣🤣🤣
Nurlaila Hidayah
🤣🤣🤣🤣 ternyata pengganti pelayan dan penjaga)pengawal sama2 gila dan duke pun ikutan berimajinasi gila🤣🤣🤣 pusing kan kau sekarang putri gmna cara'a lepas dri kael🤣🤣🤣
Nurlaila Hidayah
waaaah ada apa dengan istana? mntap thor ga bsa diprediksi crta'a bkal sperti apa
Nurlaila Hidayah
tuh kan cuma pura2 aja, psti ada alasan dri semua yg dilakukan valeria ini. apa ya motif yg sungguh'a smpai hrus berpura2 sperti ini
Nurlaila Hidayah
kya'a sang putri emg bner2 ingin kluar dri istana dengan cara berpura2 gila trs kaisar Mlah menjodohkan dgan duke, dan skrg sdg mncari celah buat si usir/diasingkan oleh Duk sendiri, tpi duke sndri bkan org yg mudah tuk mmbuat keputusan yg merugikan diri sndri/kdiaman suke🤔
Nurlaila Hidayah
pusing kan kael lebih pusing drpda harus buat strategi perang drpd menghadapi orgil🤣🤣🤣 lma2 struk nanti kau kael
Nurlaila Hidayah
waaaah jael kya'a mlai sedikit tahu bhwa sang putri tdak bnar2 gila/hanya berpura2 gila
Nurlaila Hidayah
mampir thor, mdah2n ceritanya seru, menarik dan ada yg bisa diambil pelajaran sperti cerita sebelum2'a
Weni Kasandra
cerita yang bagus☺️
zee_
terima kasih thor. karyamu selalu keren/Good//Good//Good/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!