NovelToon NovelToon
Muslimah-Muslimah Tangguh

Muslimah-Muslimah Tangguh

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Action / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:173.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: Rudi Hendrik

Sejumlah muslimah berjilbab didera berbagai permasalahan pelik yang menyerang pilihan jalan mereka untuk berhijab.

Barada, Rina Viona, dan para personel Geng Bintang Tujuh, dituntut memecahkan masalah rumit yang mereka hadapi, termasuk masalah percintaan.

Lalu bagaimana cara mereka bertahan dalam balutan jilbabnya yang harus menghadapi tantangan perkembangan zaman yang semakin terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rudi Hendrik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Operasi Cuci Putih

*Masnaini Muslimah Rekayasa*

Di sebuah ruangan tertutup, sedang berlangsung rapat khusus. Rapat itu dipimpin langsung oleh Kumbang Langit, pemimpin badan rahasia yang bernama Tentara Ilusi.

Ada 12 orang yang turut rapat di ruangan itu, tujuh wanita dan lima pria. Termasuk di antaranya adalah Monorama, Lenggy Matulasa, Mira, Nury Kyayari, dan Barada.

Barada kini tampil lebih cantik dengan kulit yang lebih putih.

Di tengah-tengah mereka adalah meja besar berbentuk persegi panjang. Kumbang Langit duduk di salah satu kursi di ujung meja. Meja itu terbuat dari kayu jati yang di atasnya dilapisi kaca tebal. Di salah satu dinding ruangan, tepatnya di belakang Kumbang Langit, ada monitor besar selebar papan tulis.

“Misi ini akan dipimpin oleh Mira,” ujar Kumbang. Lalu katanya kepada Mira yang duduk tidak jauh darinya, “Silakan, Mira!”

“Siap!” sahut Mira seraya mengangguk kecil kepada Kumbang.

Mira lalu meraih sebuah remote di depannya. Dengan remote itu Mira memadamkan lampu ruangan, membuat monitor menyala lebih terang. Ia lalu meninggalkan kursinya untuk berdiri di posisi yang pas antara layar dan meja rapat, agar ia lebih leluasa dilihat saat menjelaskan rincian misi baru mereka.

“Masnaini! Itulah nama misi ini!” kata Mira memulai penjelasannya.

Jarinya menekan remote sekali seraya mengarahkannya kepada layar. Di layar muncul sebuah gedung mewah yang di depannya tertulis “SMA Generasi Emas”.

“SMA Generasi Emas. Di sinilah pusat misi agen utama kita bekerja. Profil SMA Gemas ada di dalam arsip misi,” kata Mira.

Para peserta rapat segera membuka berkas yang ada di depan mereka masing-masing.

“Agen utama itu diperankan oleh Barada,” kata Mira sambil mengganti gambar di monitor dengan gambar cantik Barada. Di samping gambarnya ada tulisan lengkap biodata palsu untuk Barada. “Gadis berjilbab ini akan masuk ke SMA Gemas dengan identitas baru sebagai Masnaini, kelahiran Kampung Siwa, Teluk Betung, Bandar Lampung tahun 1999. Lulusan SD dan SMP Teluk Betung. Sebagai anak semata wayang. Lahir dari ibu bapak etnis Bugis. Ibunya Masnaini bernama Nahira, seorang ibu rumah tangga yang akan diperankan oleh saya sendiri.”

Gambar Barada di layar telah berganti dengan gambar Mira. Kemudian berganti gambar seorang pria berkumis dengan sisiran rambut yang rapi ke belakang.

“Ayah Masnaini adalah seorang pengusaha emas bernama Haji Luttu yang akan diperankan oleh senior Karang Makassar,” kata Mira.

“Siap!” ucap seorang pria yang wajahnya sama dengan di layar. Ia adalah agen Tentara Ilusi yang hanya dikenal dengan nama Karang Makassar. Usianya lebih tua dari Mira dan lebih senior dari sejumlah anggota yang ada di ruangan itu.

“Tolong pelajari seluk beluk emas dan keluarganya serta segala macam bisnis yang terkait dengan emas. Suatu saat bisa bermamfaat ketika Anda pensiun dari pekerjaan ini!” ujar Mira.

“Siap! Hahaha!” jawab Karang Makassar patuh lalu tertawa yang juga membuat yang lain turut tersenyum dan tertawa kecil.

“Selanjutnya,” kata Mira.

Di layar kini muncul wajah pria yang jauh lebih tua. Semua rambutnya berwarna putih dengan bagian tengah kepala hampir botak. Usianya sudah 60 lebih.

“Tetua Darah Naga akan memerankan kakeknya Masnaini dengan nama Daeng Tanre bin Meraja. Sebagai seorang jompo yang tinggal di rumah keluarga Haji Luttu, Tetua Darah Naga berfungsi sebagai penjaga stabilitas penyamaran.”

“Siap!” kata seorang pria tua dengan suara serak dari ujung meja rapat, berseberangan dengan Kumbang Langit. Ialah orang yang disebut Tetua Darah Naga, karena ia memang salah satu agen generasi awal di lembaga rahasia itu.

Selanjutnya muncul gambar seorang wanita dan seorang pria. Wajah wanita yang tampil usianya lebih muda daripada Mira dan lebih tua daripada Barada. Sedangkan yang pria berkulit agak hitam dengan wajah agak kurus.

“Ini adalah Alya, anggota saya di Ksatria Brussels yang akan berperan sebagai Munirah, pembantu di keluarga dan rumah Haji Luttu,” kata Mira.

“Siap!” ucap Alya di kursinya. Wanita berusia 28 tahun itu adalah salah satu anak buah Mira yang bersama Fitri bertindak menggembosi ban mobil Rina, sahabat Barada.

“Sedangkan Serigala Gua akan memerankan Dodit, pembantu lelaki dan sopir di keluarga itu juga,” lanjut Mira.

“Siap!” sahut pria bertubuh kurus berkemeja biru di ruangan itu. Ia hanya dikenal dengan nama Serigala Gua. Usianya sudah di atas 40 tahun.

Selanjutnya layar menunjukkan gambar sebuah rumah mewah.

“Ini adalah rumah baru keluarga Haji Luttu. Alamat lengkap ada di dalam berkas, tidak jauh dari kompleks sekolah. Mulai besok, keluarga Haji Luttu semuanya tinggal di rumah ini, kecuali Haji Luttu yang terkadang tidak pulang karena mengontrol jaringan toko emasnya di Lampung, Jawa dan Sulawesi. Keluarga ini difasilitasi tiga mobil mewah, dua motor dan dua sepeda. Selama misi belum selesai, semua pemeran wajib hidup dan berkarakter sebagai perannya. Kesempurnaan lakon satu keluarga ini sangat penting, sebab kita akan berurusan dengan orang yang mengerti tentang dunia intelijen. Mengerti?” ujar Mira.

“Siap, mengerti!” jawab mereka yang namanya sudah mendapat tugas dalam misi Masnaini.

“Oke, ini adalah Jenderal Bagas Danuarta, seoarang purnawirawan,” kata Mira sambil menunjukkan gambar seorang pria tua berjenggot putih dan berbaret putih di kepalanya. Mira melanjutkan, “Selain memiliki beberapa usaha besar, ia juga pendiri perusahaan layanan keamanan bernama Bagas Security. Target emas kita bukan dia, tapi apa yang dia miliki, yaitu sebuah sandi untuk membuka data Operasi Cuci Putih. Operasi Cuci Putih adalah operasi rahasia dari sebuah unsur jahat dalam pemerintahan yang dikendalikan oleh sejumlah politisi senior. Menurut informasi intelijen yang bocor kepada kita, operasi ini akan menargetkan sejumlah ulama besar dan berpengaruh di Indonesia. Beberapa dari target diduga kuat adalah keturunan dari beberapa pahlawan nasional kita. Para ulama ini ditargetkan karena mereka terlibat dalam sebuah rencana bisnis besar dengan beberapa negara Arab. Untuk menggagalkan rencana itu dan mengalihkan relasi kepada para pengusaha penting negara-negara Barat, maka para ulama ini yang sekaligus bisnisman, wajib dibunuh.”

Mira berhenti sejenak, memberi waktu bagi peserta rapat untuk mencerna pemaparan itu. Lima detik kemudian, ia kembali melanjutkan.

“Pelaksana Operasi Cuci Putih adalah organisasi gelap Peti Kemas. Di belakang mereka adalah para pengusaha yang punya link kuat dengan perusahaan-perusahaan besar milik pengusaha Yahudi. Adapun pesaing kita adalah organisasi Jawara Emas. Informasi terbaru mengungkapkan bahwa pihak di belakang pembunuh bayaran ini adalah para pengusaha yang terhubung kuat dengan pengusaha di Tiongkok dan Rusia. Jika kerja sama bisnis ini berhasil dengan pengusaha-pengusaha Arab, itu akan sangat menguntungkan pengusaha Muslim dan umat Islam secara khusus, umumnya bagi rakyat Indonesia. Namun, jika usaha ini diambil alih oleh para pengusaha Barat atau Tiongkok dan Rusia, maka hanya akan menguntungkan segelintir pengusaha dalam negeri dan pengusaha asing. Organisasi Peti Kemas dan Jawara Emas memiliki misi yang sama, yaitu membunuh dan mengambil alih. Maka tugas kita adalah menyelamatkan target. Namun, kita tidak tahu siapa-siapa yang menjadi target dan tidak tahu lokasi daerahnya. Dan juga tidak tahu kapan eksekutor melakukan Operasi Cuci Putih itu.  Jenderal Bagas adalah satu-satunya orang yang memiliki akses ke data Operasi Cuci Putih, meskipun dia tidak terlibat dalam eksekutor.” (RH)

1
💜⃞⃟𝓛 𝓐𝓡 -𝓡𝓾𝓶𝓲 🏡s⃝ᴿ
Waah... Barada ini sepertinya ada keturunan Ambon manise, biasa mereka hitam manis dan sedap dipandang mata 🤭😁
💜⃞⃟𝓛 𝓐𝓡 -𝓡𝓾𝓶𝓲 🏡s⃝ᴿ
Ha Ha.. gimana gak batal kalo nyicip ya semangkok habis sendiri 🤣🤣
💜⃞⃟𝓛 𝓐𝓡 -𝓡𝓾𝓶𝓲 🏡s⃝ᴿ
kek orang Jumatan aja, separoh jalan umum dipake buat sholat 😁🤭
delete account
semoga sukses om Rudi🤲🏼
delete account
aduhh malah jadi pendiam gimana mau jujur dong 🤔
delete account
melihat keadaan lemah diramai warga itu maksud nya apa🤔
delete account
aduhh jadi gini bolong puasa nya?
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
aku kira kebun nanas yang di lampung om
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
apa yang mereka incar
🏡s⃝ˢ⍣⃟ₛ🇸𝗘𝗧𝗜𝗔𝗡𝗔ᴰᴱᵂᴵ🌀🖌
kenapa mereka di pisah kan
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
ya Alloh ternyata cantik ala telur rebus udh sejak di novel ini 🤣🤣🤣
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
dih.. kok Joko 😅😅 bang Fathul loh... bukan Joko Tenang 😅😅😅
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
kalo buang sial di situ boleh nggak? 🤣🤣🤣
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
weh.. benda apa?
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
slow rock Malaysia itu unik sih menurut ku 😁
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
ah dahlia.. benar-benar lucu ludes 🤣🤣
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
seru.. seru.. kek nonton film mata2 😍😍
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
pasti nampak sangat kuning si Badar😁
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
Badar emang sesuatu
🍁𝐌𝐚𝐡𝐞𝐬𝐰𝐚𝐫𝐢💃❣️
high quality janda... gimana bang Fat? 😅😅😅


gak heran kalo jandanya sekaliber bunda Maia dapatnya duda sekaliber Irwan Mursi 🤣🤣 eh kok malah ngelantur gue 🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!