Akira Yoshikawa, pengurung diri yang menghabiskan waktunya selama 4 tahun untuk menamatkan sebuah game yang hanya dimainkan oleh satu orang, dan orang itu adalah dirinya. Namun, setelah ia menamatkan game itu, hal mustahil mulai terjadi, Benua, Monster dan Raja Iblis yang ada di game semuanya menjadi nyata, bahkan beberapa orang dipilih menjadi Pahlawan untuk melawan para Monster, termasuk Akira, dan mereka yang dipilih sebagai pahlawan akan mendapatkan sebuah sistem.
Berbeda dengan Pahlawan yang lain, Akira ditakdirkan sebagai seseorang yang dapat menyelamatkan manusia dengan persentase tertinggi, walau dia tau, terkadang dia tidak menyadari, betapa kuat dirinya di hadapan orang lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laten Kishi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mana
[Seorang yang terkenal akan kecepatannya, dengan kecepatan yang seperti kilat menyambar]
[Pahlawan Rank S Vol telah tiba di Bumi]
[Quest Kelima Kebangkitan Sang Raja Pahlawan: Buat Vol mengetahui keberadaan Anda dan membantu Anda dalam Mengalahkan Raja Iblis Zarvath]
“Lumina, Nako.”
“Hmm?”
Begitu nama mereka berdua dipanggil tidak hanya mereka berdua saja yang melihat ke arah Akira, Kisaragi dan Amane pun melihat ke arah Akira.
“Vol akan segera bergabung dengan kita.”
“Ohh!! Orang fanatik itu?!” ucap Nako.
“Dimana dia?” tanya Lumina.
“Aku juga tidak tau…” jawab Akira.
“Kalau gitu! Aku punya ide!” Nako tersenyum dengan wajah berseri-seri.
Semuanya melihat ke arah Nako.
“Ide apa?” tanya Akira.
“Akan sulit disini, jadi kita harus ke halaman belakang.”
Setelah itu mereka semua pun pergi ke Halaman belakang.
Nako berdiri di hadapan semuanya dan berkata,
“Amane! apa kamu ingat yang kukatakan saat latihan?!”
“Eh? I-itu…” Amane melihat keatas mencari mencoba mencari jawaban, tidak lama ia menatap Nako, “Lepaskan mana sebanyak mungkin?”
“Ya memang benar sih… tapi! Bukan itu!”
“Sistem itu hanya melihat 50% kekuatan yang kita miliki.”
“Apa benar begitu?” pikir Akira.
[Bohon—]
“Biasanya kalau ditanya, sistem akan menganggap ucapanku bohong.”
[...]
“Sepertinya sistem tidak bisa berkata-kata” pikir Akira.
“Kakak!” Nako menunjuk ke arah Akira.
“Apa?”
“Kamu pasti bisa melihat status ku kan?”
“Eh iya.”
“Yoshikawa bisa lihat status orang lain?! Kalau begitu, apa kamu bisa lihat Aku dan Kisaragi?” tanya Amane.
“Yah… aku bisa—”
“Itu tidak penting! yang penting! Berapa INT ku?!”
“103”
“Benar! mungkin lebih kecil dari Amane, tapi—”
“Tapi?” tanya Amane.
“Kalian akan tau setelah melihatnya.”
Nako memejamkan matanya dan bernafas panjang, kehadirannya terasa lebih tenang dan fokus.
Amane yang penasaran mencoba bertanya.
“Akan tau apa—”
WOOSSHHH!!
Pusaran Angin bertiup kencang disekitar Nako.
“Lalu!” Nako membuka matanya.
FWOOSSHH!
“?!”
Sebuah energi transparan berwarna biru terlihat lebar dan sangat tinggi, bersamaan dengan munculnya energi itu, Amane dan Kisaragi merasa kaku tak bisa bergerak.
“A-apa itu?” tanya Kisaragi.
“Ini Mana yang bisa dilihat secara langsung.” jawab Nako.
“Mananya banyak sekali… padahal level Nako masih 20an,” pikir Akira.
Ctek!
Nako memetik jarinya dan Mana disekitarnya langsung menghilang.
Kisaragi dan Amane yang sebelumnya terasa kaku dapat kembali bergerak bebas.
“Ma-mana bisa dilihat?” tanya Kisaragi.
“Tentu saja, sama seperti udara, selama ada caranya, kita bisa melihatnya kan?”
“Kamu gak nunjukin ini cuman buat nakutin mereka kan?” tanya Akira.
“Mana ada, ini cuman contoh, lagian aku gak ngeluarin mana ku sepenuhnya.”
“Hah?! Itu belum sepenuhnya?” ucap Amane.
“Jangan terkejut ya, jika aku mengeluarkan semuanya, maka—”
“Ma-maka?!” Amane menelan ludah.
Kisaragi yang penasaran pun mendengarkan.
“Aku mungkin bakal pingsan, hehe,” ucap Nako sambil tersenyum.
“Eh?” Amane dan Kisaragi tak percaya, jawaban dari Nako tidak sesuai ekspektasi.
“Terus tujuannya apa?” tanya Akira.
“Cukup keluarin Mana sebanyak Mungkin, dan yang melakukannya adalah Kakak.”
“Aku? Kenapa?”
“Vol itu sangat fanatik dengan Kakak, bahkan dari mana Kakak saja dia bisa menebak kakak ada dimana.”
“Ngeri juga.” pikir Akira.
“Makanya harus kakak, selain itu, mana Kakak terasa bocor keluar, berarti kakak sudah naik level cukup tinggi kan?”
“Hah? Bocor? Tapi aku tidak merasakannya.” ucap Amane dengan bingung.
“Hanya sedikit orang yang bisa menyadarinya, dan salah satunya adalah aku!” Nako tersenyum bangga.
“Kalau gitu aku cukup keluarkan Mana sebanyak mungkin kan?”
“Betul!” jawab Nako.
“Walau aku belum pernah mencobanya, semoga saja berhasil…” pikir Akira.
“Kalau gitu—”
“Tunggu dulu!” teriak Nako.
“Kenapa?”
“Kakak mau membuat yang lain dalam bahaya ya?”
“Maksudnya?”
“Kak Lumina sih kuat, tapi Amane dan Kisaragi tidak akan kuat menahan Mana yang dikeluarkan Kakak, jadi—”
…
Akira dan Amane bersebelahan dengan Nako, begitu Juga dengan Lumina, sedangkan Akira...
“Bukannya ini kejauhan!!” teriak Akira yang jauh berada di dalam Hutan.
“Itu cukup!!” teriak Nako.
“Ya terserah lah,” gumam Akira.
Akira memejamkan matanya dan mencoba membayangkan seperti mengeluarkan Spell namun tanpa harus berbentuk api atau es.
WOOSSHHH!
Begitu fokus sebentar, angin disekitar Akira bertiup kencang hingga menggoyangkan pohon-pohon.
Selain itu, langit yang sebelumnya cerah menjadi gelap dan membentuk pusaran awan gelap tepat di atas Akira,
DAR! DAR!
Petir menyambar keras dari pusaran awan gelap.
“Nah, aku harus melindungi kalian.”
Nako mengeluarkan Mananya, namun bentuknya tidak berantakan seperti sebelumnya, sekarang lebih seperti mengelilingi mereka.
“Bukannya kita sangat jauh?” tanya Kisaragi.
“Kalo memang harus menarik perhatian, jelas akan sangat besar, jadi… jarak segini masuknya dekat.” jawab Nako.
“Dekat?” gumam Kisaragi dengan bingung.
“Aku… gak bisa mengukur berapa takaran mana ku, kalau gitu aku keluarin hampir semuanya saja,” pikir Akira.
FWOOSSHH!!!
DAR! DAR! DAR!
“?!”
“A-apa itu?” tanya Kisaragi.
Mana yang dikeluarkan Akira begitu luas hingga seperti ukuran sebuah gunung bahkan pohon-pohon yang berdekatan dengannya langsung hancur.
Petir-petir menyambar ke bawah berdekatan dengan Akira.
TRAK!
“Gawat!” gumam Nako.
Mana Nako yang mengelilingi mereka sedikit menunjukan keretakan Karena bertabrakan dengan Mana Akira.
Lumina yang menyadari Hal itu langsung mengulurkan tangannya.
WOOSH!
Mana yang mengelilingi mereka menjadi lebih tebal dan pulih berkat Lumina yang memberi daya hidupnya.
“Ohh! Terimakasih Kak!”
......................
Disisi lain, di kota Tokyo.
Seorang Pria dengan pakaian mencolok sedang berjalan santai di jalanan.
Namun setiap langkah dia selalu melirik wajah seseorang.
“?!”
Pria itu terkejut karena merasakan sesuatu yang tidak asing.
Dia melihat ke atas dan mendapati awan gelap yang aneh karena berkumpul di satu tempat.
“Mana ini… Raja?!” pikir Pria itu.
WOOSH!
Pria itu menghilang dalam sekejap diantara kerumunan orang seperti kilat yang menyambar.
......................
Di sisi lain, Di Benua Nox.
Di kastil yang sangat besar dan megah, di kastil yang sebelumnya berlubang sekarang sudah benar kembali.
Seorang iblis duduk di singgasana sambil tersenyum dia bergumam.
“Kau memang selalu mencolok ya…”
......................
Disisi lain di sebuah gedung yang tinggi, di ruangan kantor.
Duduk seorang perempuan dengan rambut hitam yang panjang dan mukanya yang datar, menatap berkas berkas diatas meja.
Disebelahnya, perempuan yang terlihat seperti asistennya sedang berdiri.
“?!”
Perempuan yang sedang duduk, sedikit terkejut karena merasakan sesuatu.
“Ada apa Yoshikawa?” Tanya perempuan yang sedang berdiri.
Perempuan yang duduk itu ternyata adalah adik dari Akira, Hana Yoshikawa.
Hana berdiri dari tempat duduknya berbalik badan dan menatap jendela gedung yang besar.
Dari kejauhan, terlihat awan gelap yang berada di satu titik.
“Apa kau tidak merasakannya?” tanya Hana dengan datar.
“Merasakan apa?” Perempuan itu hanya bingung mendengar pertanyaan dari Hana.
“Tidak, bukan apa-apa.”
“Siapa… yang mengeluarkan mana sebesar ini.” pikir Hana.
...—Season 1 End—...