"Lepaskan tanganmu, jangan sampai tangan lunakmu ini sedikit saja menyentuh tubuhnya atau sampai menyakitinya!" ucap seorang pria menepis tangan penjaga dengan tatapan tajam dan dingin.
Pria itu langsung menarik Sera dan memeluk tubuhnya menatap lembut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sunshine_2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Next, masih lanjutan bab sebelumnya ya guys. Seperti biasa jangan lupa bantu like, subscribe, komen dan bisa kasih tip juga ya, terimakasih 🥰.
Tiba Altas di tempat bisnisnya dengan beberapa botol minuman yang di siapkan di atas meja, ia pun bergegas masuk dan dihadapkan dengan beberapa rekan bisnis sebelumnya serta beberapa orang pekerja yang ikut andil di bisnis itu. Mereka saling menyuarakan suara mereka mengatakan jika Altas sangat tidak profesional dan memutuskan penghasilan mereka khususnya orang yang mencari uang di dunia malam (klub).
Mereka pun kembali berdebat saling mengeluarkan argumen yang menimbulkan ketegangan tinggi dalam perdebatan serta ancaman terselubung, dan benturan antara loyalitas masa lalu serta keinginan untuk hidup normal. Rekan bisnis sesama kelompok sindikat itu mengingatkan bahwa begitu atribut dilepas, posisi mereka di jalanan menjadi rentan terhadap musuh lama atau ambisi anggota baru.
Altas sebagai BOS mengeluarkan argumennya bahwa ia sudah lelah dengan darah dan ingin menikmati sisa hidup yang tenang. Sebaliknya, anak buah atau sindikat menolak karena bisnis ilegal tidak mengenal kata "pensiun"—hanya ada mati atau tertangkap.
"Keputusan saya final, jangan mendebatkan hal ini lagi. Apa mau kalian, saya sudah katakan stop mengganggu dan seperti yang saya lihat seperti sudah ada musuh dalam selimut!" ucap Altas.
Sindikat pun membuat kesepakatan mematikan: sang mantan bos boleh pergi asalkan menyerahkan seluruh aset dan menutup mulut selamanya (omerta).
"Kalian kira hidup saya hanya untuk hal seperti ini, dan kalian pikir kalian berhadapan dengan orang yang sebodoh itu. Kalian bisa membodohi orang lain, tapi tidak dengan saya. Silahkan lakukan apa yang kalian bisa, dan saya akan melakukan sisanya" kata Altas seolah tak takut dengan ancaman mereka.
Disisi lain, para sindikat dan pekerja itu masih segan dengan Altas yang masih menjadi orang yang berkuasa meski telah bertekad mengundurkan diri. Perdebatan itu di lakukan secara tertutup hanya antar sindikat dan pekerja, namun tetap di awasi dengan keamanan yang sangat ketat (jauh tak terlihat dari pandangan orang sekitar). Banyak yang masih memihak Altas, tapi juga tak sedikit yang ingin menghancurkannya.
Ivana yang turut hadir di pertemuan itu ikut mengatakan dihadapan semua orang jika kelak altas akan sangat menyesali keputusannya ini dan memutuskan kembali di dunianya ini.
"Ini adalah kehidupanmu yang sesungguhnya Altas. Mau kau berlari jauh sekalipun, kau akan masuk lagi ke lubang yang sama!" secangkir minuman Ivana tuangkan ke cangkir dan memberikannya pada Altas.
Diam Altas sejenakan meminum sedikit minuman yang disiapkan lalu meninggalkan tempat itu menuju ruangan tempat kerja sebelumnya untuk mengambil sesuatu yang masih tertinggal di tempat itu. Tiba-tiba dari belakang Ivana mengikutinya dan menutup pintu dengan rapat, lirih Altas meminta Ivana untuk keluar dan tidak mengganggunya.
"Kenapa kau jadi berubah seperti ini Altas, apa cinta yang aku berikan kurang?" menggoda.
Altas pun mencoba menjauh dan tak menghiraukan ucapan Ivana, namun Ivana tetap memaksa mendekat dan memeluk Altas seperti wanita gila.
"Kau jangan melewati batas Ivana, jika kau bukan wanita aku bisa berbuat nekat!"
"Lakukan saja, lakukan apa yang kau mau Altas!"
"Aku tidak ada waktu untuk mendengar ocehanmu!" keluar Altas meninggalkan ruangan itu.
Namun Ivana mencoba mencari alasan dengan mengatakan jika kepalanya pusing, sedikitpun Altas tak menyentuh dan mengatakan pada Ivana kalau ia akan memanggil Kendrick atau orang yang ada di bawah tadi untuk membantunya.
"Bantu aku turun sebentar saja, apa kau ingin melihatku mati!"
Saat akan menolong Ivana tiba-tiba kepala Altas terasa berputar dan membuatnya jatuh tak sadarkan diri. Yang mana sebelumnya saat Ivana menuangkan minuman ia memasukan obat bius dengan dosis yang sangat besar secara diam-diam untuk memanfaatkan keadaan.
Ivana pun langsung membawa Altas naik ke sofa yang cukup besar di ruang itu lalu menutup pintu rapat-rapat. Ia pun beraksi dan mengabadikan moment berdua mereka lalu membuka pakaian Altas serta pakaiannya. Melihat tubuh Altas dengan sangat kagum.
"Ini yang aku mau Altas, kamu yang aku mau. Tubuh indah ini harusnya jadi milikku, bukan si gadis jalanan itu."
Tak sampai 30 menit Altas pun kembali terbangun, dengan kepala yang sedikit berat melihat kearah Ivana yang ternyata masih ada di tempat itu. Ia pun langsung berdiri dan bertanya pada Ivana apa yang terjadi dengannya.
Ivana menatap Altas dengan pakaian yang sobek dan rambut yang berantakan mengatakan pada Altas apa yang sudah mereka lakukan kelewatan batas.
Kerut alis Altas tak paham maksud Ivana, sedikit Ivana menjelaskan kalau mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Kau ini sudah gila atau apa, aku tidak mungkin melakukan itu denganmu Ivana!"
"Tidak apa Altas!. Kau memaksaku tadi, apa kau tidak ingat!. Kau menodaiku Altas!"
Altas kembali menegaskan kalau ia tidak akan mungkin menyentuh Ivana dan mengatakan kalau itu hanya akal-akalannya saja.
"Hampir 30 menit kita menghabiskan waktu bersama, tapi kau mengatakan kalau tidak terjadi apa-apa, kau yang gila Altas!"
"Omong kosong!"
Altas pun bergegas pergi meninggalkan Ivana karena tak mau berlama-lama lagi di tempat itu, ia tetap tidak percaya dengan apa yang terjadi karena baginya itu hanyalah bualan belakang Ivana. Ia tahu jika Ivana juga sangat ingin mendekatinya, keluar Altas dibarengi senyum licik Ivana.
"Aku tahu nanti kau akan sangat marah, tapi aku sangat siap menerima amarahmu itu Altas. Aku akan membuang istrimu jauh dari hidupmu!"
Berjalan Altas dengan dokumen di tangan dengan rasa amarah, dimana di tempat itu sudah tak ada lagi orang dan hanya ada dia dan Ivana. Saat akan masuk mobil, ponsel Altas berdering, yang mana itu panggilan dari Corleo.
"Bagaimana kak, aku terlambat karena banyak sekali urusan disini."
"Semuanya sudah selesai" ucap Altas langsung mematikan ponsel.
Mendengar jawaban Altas, Corleo pun langsung menyimpulkan jika suasana hati Altas sedang tidak baik-baik saja.
"Pasti tidak baik-baik, karena dipertemukan dengan rekan-rekan yang pastinya menguras energi" kata Corleo tak berfikir yang lain.
...