NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29.

Salindra mengerjapkan mata melihat Citra dengan senyum smirk dan dia orang pria berbadan besar dan berotot melihatnya dengan tatapan nafsu.

"Bagus, kamu sudah bangun. Takutnya kelamaan tidur jadi nyaman," ucap Citra lalu, melihat ke arah dua pria tersebut.

" Aku ingin kamu menikmati hidangan hari ini dengan sangat nikmat dan menggairahkan, jangan sampai terlewatkan. Beri dia kepuasan," ucapnya lagi sambil melebarkan matanya kemudian tertawa senang.

"Lepaskan aku, Citra." Salindra meminta pertolongan tapi, Citra tidak menanggapinya bahkan tertawa penuh kemenangan.

"Kamu ingin lepas, jangan harap ada pertolongan untukmu. Karena tidak ada orang yang tahu keberadaan mu," sahut Citra mendekatkan wajahnya pada wajah Salindra.

"Kamu akan menyesal, Citra. Semua perbuatanmu sudah sampai kepolisian dan kamu akan tertangkap," ancam Salindra untuk mengelabuhi Citra dan dua pria tersebut.

"Kamu mau menakutiku, hah... Aku sama sekali tidak takut dengan ancaman basi seperti mu. Aku akan membuat kamu menyesal seumur hidup." Citra menekan kata-katanya menjauhkan diri dari Salindra.

Di kamar luas itu suara Citra menggema dengan sangat keras, dua pria itu sudah tidak sabar ingin merasakan tubuh Salindra. Lidahnya menyapu bibirnya dengan tatapan penuh gairah, membuat Salindra bergidik ngeri membayangkan sesuatu pada dirinya.

Salindra memohon pertolongan secepatnya dan menyelamatkan dirinya agar tidak tersentuh dua pria tersebut. Salindra merasa sangat takut dan terancam dengan keadaan saat ini. Pikirannya mencari solusi, tangannya merasakan tali yang mengikatnya longgar hatinya bersorak senang.

Citra berjalan keluar dari kamar dan menguncinya dari luar, lalu pergi dari apartemen. Hari ini ia ingin berlibur menghabiskan harinya dengan pergi bersenang-senang bersama teman-temannya. Ia membiarkan Salindra dinikmati dua pria berbadan besar dan kekar di apartemennya.

Kedua pria itu melihat tubuh Salindra sambil melepaskan pakaiannya satu per satu. Kemudian beranjak naik ke atas tempat tidur berukuran king dengan tatapan liar, bibirnya tersenyum senang.

Sementara teman satunya duduk di balkon menunggu gilirannya. Mereka yakin bisa menikmati tubuh Salindra secara gratis dan memuaskan. Salindra memohon kepada pria yang hendak melecehkannya dengan menggelengkan kepalanya, airmatanya mengalir dengan deras. Ia tidak bisa berbuat banyak dan rasa putus asa menyelinap dalam pikirannya.

“Tunggu,"

Pria itu mengerutkan alisnya mendengar ucapan Salindra. Salindra melihat tubuh pria dengan perasaan takut. Ia bisa melihat bagian bawah pria tersebut dari balik celana boxer yang dikenakan sangat jelas bentuknya membuatnya bergidik.

"Tolong lepaskan ikatan di tanganku," pinta Salindra.

Pria itu melihat tangan Salindra terikat kemudian berusaha melepaskannya. Di saat itulah pikiran Salindra bekerja, ia mengalungkan tangannya ke leher pria tersebut dengan sangat kuat, pria itu mencoba meraih tubuh Salindra tapi tidak bisa karena Salindra memposisikan dirinya agak jauh. Akhirnya pria itu tidak sadarkan diri, melihat hal itu Salindra tidak ingin membuang waktu segera berjalan ke arah pintu dengan perlahan.

“Mau kemana, Sayang?" tanya pria yang sedang duduk di balkon sambil berdiri dan menatap Salindra dengan pandangan menusuk.

Salindra terkesiap mendengarnya dan seketika berhenti. Ia berbalik melihat pria tersebut dengan napas tertahan karena terkejut. Salindra berpikir keras untuk menyelamatkan diri. Kali ini harus menyusun strategi agar selamat dari pria itu.

"Kenapa terburu-buru, kita belum berkenalan loh. Sayang sekali waktu kita terbuang sia-sia." Pria itu berjalan mendekati Salindra.

Salindra melangkah mundur hingga berakhir terpojok di pintu. Ia merasa takut tapi ia tidak kalah saat punggungnya menyentuh knop pintu dan langsung membukanya. Ia merasa selamat dari kejaran pria tersebut sampai berada di ruang tamu.

Mata Salindra melihat ke arah pintu senyum terbit di bibirnya, sayang sekali pintu itu hanya bisa di buka dengan identitas pemilik apartemen jadi, Salindra merasa putus asa. Merasa keadaannya sangat genting ia mencari cara keluar dari apartemen. Salindra melihat ada telepon di ruang tengah segera mengangkat dan menekan nomor ponsel kakaknya dengan tangan gemetar.

Pria itu berjalan dengan santai kuat dari kamar mencari Salindra. Begitu melihat Salindra sedang menghubungi seseorang, ia berjalan cepat menyambar gagang telepon dan membuangnya ke segala arah. Lalu, menarik tangan Salindra dan mencengkeram leher dengan sangat kuat membuat Salindra tidak bisa berbicara dan merasa sesak napas.

“Mau coba menghubungi orang lain, tidak akan ada yang menolongmu apalagi menemukanmu di sini," ucap pria itu menatap wajah Salindra dan membungkam dengan mulutnya dengan sangat kasar.

Salindra merasakan sesak yang luar biasa dan hampir tidak bisa bernapas memukul perut pria tersebut kemudian menendang bagian paling vitalnya. Pria itu mengaduk kesakitan, sambil terus mengejar Salindra.

...----------------...

Di lain tempat Jayanti mendapat panggilan telepon dari nomor tak dikenal tapi ia mencoba mengangkatnya siapa tahu ada kabar dari adiknya. Baru ingin menyapa terdengar suara gaduh dan suara seorang perempuan memanggilnya membuat Jayanti yakin kalau itu adalah suara Salindra adiknya. Tapi, ia tidak tahu dimana adiknya berada karena suara di seberang sangat ramai berbagai macam suara membuatnya sangat khawatir.

Hezel melihat wajah kekasihnya nampak gelisah merasakan hal yang sama. Ia bertanya, "Ada apa, siapa yang menelpon kamu?"

"Aku mendengar suara ramai di telepon dan ada suara perempuan mirip suara Salindra tapi, aku bingung kenapa banyak benda pecah di sana," jawab Jayanti masih menerima panggilan telepon.

"Coba cek nomor penelponnya siapa tahu dapat petunjuk letak alamatnya," sahut Hezel.

Jayanti memberikan ponselnya kepada Hezel. Hezel mengerutkan alisnya melihat nomor di layar ponsel milik Jayanti. Ia mengenal jenis nomor tersebut kemudian ia mengecek lokasi nomor tersebut.

"Ketemu," katanya dengan tatapan penuh arti.

 Hezel langsung mengemudikan motornya membelah jalanan kota dengan kecepatan rata-rata. Hingga tiba di sebuah gedung menjulang tinggi dengan banyaknya kamar terlihat dari luar. Mereka berdua turun dan berjalan masuk ke apartemen.

Jayanti merasa heran melihat kekasihnya membawanya ke apartemen membuatnya curiga. Ia menatap wajah kekasihnya dengan serius, tapi yang ada hanyalah sikap Hezel yang tiba-tiba berubah menjadi sosok yang dingin tatapannya sangat aneh. Jayanti tidak bisa menafsirkan sikap kekasihnya. Pikirannya fokus pada adiknya, ia menghentikan langkahnya.

Hezel terkejut melihat Jayanti justru berhenti dan menatapnya heran. “Kenapa?"

"Kita mau ngapain ke sini?" tanya Jayanti merasa ada yang janggal melihat dalan gedung penuh dengan kamar dan ada logo di pintu.

Hezel tersenyum melihat kekasihnya yang tidak paham di tempat tersebut, ia melihat seluruh tempat di sekitar mereka jalan. Hezel memberikan ponsel kepada Jayanti memperlihatkan letak nomor yang ada di ponselnya saat melakukan panggilan telepon.

"Kamu lihat ini, ini adalah lokasi nomor yang tertera di ponsel kamu," jelas Hezel.

Jayanti melongo mendengarnya, ia merasa malu dan salah paham mengartikan ajakan kekasihnya ke tempat tersebut kemudian meminta maaf dan melanjutkan pencarian Salindra.

Di dalam kamar apartemen terjadi aksi kejar-kejaran antara Salindra dan pria yang berusaha melecehkannya. Salindra berusaha sekuat tenaga mencari jalan keluar tapi lagi, lagi gagal. Ia merasa frustasi, sampai akhirnya timbul ide cemerlang ia berlari ke arah balkon dan berhenti di sana.

"Stop." Salindra melihat ke arah bawah lalu melihat pria tak jauh di depannya.

Pria itu terengah-engah merasa sangat lelah mengejar Salindra yang sulit di kejar. Saat melihat Salindra merasa terpojok dan berdiri di balkon ia membiarkannya dan menunggu apa yang akan dilakukan Salindra.

"Apa kamu akan bunuh diri dengan melompat dari ketinggian, coba saja kalau berani," ucap pria itu sambil mengatur napasnya.

“Siapa yang akan bunuh diri, aku tidak berniat melakukannya," sahut Salindra berdiri dengan tenang agar tidak terlihat menyedihkan dihadapan pria itu.

Pria itu mendekat dengan berjalan perlahan sambil tersenyum penuh makna. Salindra merasa posisinya sangat sulit melepaskan diri sedangkan ukuran balkon tak seberapa lebar membuatnya sedikit takut.

Brakk

Brakk

1
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
Rain Aricia
Negara eropa?
Anyue: belum di kasih tahu 🤔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!