NovelToon NovelToon
The Tyrant King'S Love Obsession

The Tyrant King'S Love Obsession

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tiana Ayu novita

Dimulai dari Evalia dan teman sekampusnya mendaki ke gunung untuk sekian lamanya, tidak menduga menjadi awal kehidupan yang berubah.

Evalia terbangun sebagai gadis desa di suatu negeri yang tidak dia kenali dengan wajah jauh berbeda, dan sialnya dia malah membangun obsesi sang tiran perang.

apakah hidupnya kali ini adalah kesempatan kedua atau sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiana Ayu novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 28

 Siang di pertengahan musim gugur bukan hal yang buruk bagi Eva, suasana hangat sisa musim panas dan sejuk mendekati musim salju adalah perpaduan yang menyenangkan.

 Eva menyeduh teh dengan tenang, wajahnya yang terlalu tenang, tidak bisa di tebak akan kapan saja meledak.

 Para lady dari bangsawan Odelions untuk pertama kalinya meminta pesta tes di istana putri mahkota, untuk tata Krama kerajaan. Eva tidak terlalu berharap ini di adakan, di waktu dia seharusnya menemani para prajurit untuk latihan berburu.

 "saya senang anda kali ini mau membuat pesta teh, lady Eva", Eva melirik ke kanannya.

 Gadis dengan surai coklat, bermata karamel yang manis. siapapun bisa tertipu dengan senyum manis dan polos gadis itu, tapi Eva yang pernah melewati kehidupan dua kali sadar saja.

 Eva melirik tamu lain, dari keluarga Celine, lady ozna. keluarga Grenda, lady vallesa. Dan tidak lupa mantan calon tunangan Felix, yang selalu hadir.

 Kapan pun drama akan di mulai, setidaknya kali ini dia bukan Evalia yang dulu, dia Evanthe. gadis Ilos yang terkenal pemberani dan riang, gadis yang selalu di tindak dan di sakiti dulu sudah lenyap.

 "itu memang benar, lady Eva sangat sibuk dengan kelas dan pelatihan".lady lucinda tersenyum.

"sangat menyenangkan ya bisa jadi teman belajar lady Eva, lady lucinda", lady vallesa menatap lucinda iri

eva menyeduh tehnya lagi, masih ada lima menit lagi untuk bisa pergi. Jika mereka bersiap untuk sesuatu yang_

"itu tidak benar, saya hanya ingin 'mengajarkan' sesuatu yang bisa di lakukan seorang permaisuri. Bukannya aku itu wajar".

Pegangan di cangkir mengerat, kupingnya seperti berkedut. Eva meletakkan cangkir cukup pelan tapi penuh intimidasi, sudah bisa dia rasakan sesuatu.

Lucinda tersenyum padanya, senyum yang membuat Eva sendiri lama-lama kesal luar biasa. Tidak di masa apapun, orang munafik memang hidup lebih lama ya.

"itu memang beruntung, karena bisa mempelajari dari 'mantan calon', benarkan lady Evanthe ".

Ozna mengusap ujung bibirnya, tatapannya tajam pada lucinda, gadis yang terlalu tenang di mata Eva.

"itu memang benar, saya cukup berterima kasih lady lucinda, saya sedikit terbantu akan 'pengalaman' singkat anda". Eva tersenyum manis.

Rahang lucinda mengeras, dengan raut nya seperti itu, Eva sudah merasa ingin sekali lagi membuat gadis yang selalu mengikuti itu lebih kesal lagi.

Sebuah tangan kekar mengalungkan diri di pundaknya, aroma yang khas menyeruak masuk ke indra eva, helai hitam itu jatuh ke pundak kanannya.

para lady terpanah melihat Felix yang santai saja menyandar di pundaknya, seakan itu sudah biasa bagi mereka.

Eva melirik lucinda yang meremas sendok, senyum kecil menghiasi wajah Eva.

"anda lelah sekali yang mulia ".

Nada lembut Eva seperti petir di siang hari bagi Felix, dia melihat gadis yang selalu menatap kesal ke arahnya tersenyum lembut, seakan semua kebencian gadis itu hanya mimpi.

"sayangnya saya ada agenda kali ini, saya tidak bisa menemani anda berisitirahat ", Eva melirik lucinda.

Sesuai pemikirannya, rahangnya yang mengeras dengan wajah merah padam. ide Eva tidak salah jika di mainkan dengan trik seperti ini, membuat kesal lucinda dengan bermesraan di depan gadis yang tergila-gila itu adalah ide baik.

Felix mengikuti mata Eva, dia tersenyum miring. tangan yang melingkar di pundak beralih, menarik beberapa rambut hitam Eva untuk di kecup.

Tatapan mata mereka bertemu, membuat Felix tersenyum miring.

"saya akan menunggu anda, jangan terlalu lama ya" mendekat ke telinga Eva " sayang".

sensasi panas terasa menjalar dari telinga ke pipinya, dia sedikit menatap tidak percaya Felix. Dibalas tatapan jahil yang mau tak mau membuat Eva menahan diri untuk tidak mengumpat.

Felix pergi dari taman, menyisakan para lady yang mulai heboh. Vallesa masih tidak bisa menduga ada sisi seperti itu dalam Felix, ozna sedikit memuji hubungan kami yang baik-baik saja.

Lucinda meremas gaunnya, menatap Eva yang wajahnya merona.

"seharusnya itu aku, sialan" batinnya

**Angin malam berhembus lembut, suara alam selalu menjadi musik yang selalu di sukai Eva. mau di kehidupan sebelumnya atau sekarang, alam selalu menjadi pelipur lara**.

**karena pesta teh yang terlalu lama, Eva tidak sempat membaca buku sejarah lagi. Dia tidak membaca di taman, karena masih kesal jika bertemu dengan Felix**.

**Balkon kamar menjadi salah satu pilihan terbaiknya, aroma bunga dari Ilos, secangkir teh dan cemilan kecil menjadi teman membacanya. Para pelayan dia biarkan kembali ke kamar masing-masing, lebih tenang jika dia sendiri seperti ini**.

**Seekor merpati putih terbang mendekat, Eva sedikit waspada sejak tau burung hitam adalah peliharaan Felix, dia tidak mau perasaan di intai terasa lagi**.

"**eh kau sepertinya bukan burung Odelions", Eva mengelus buli merpati**.

**Bulu yang terlalu sejuk, dan aroma yang sama. Merpati itu dari Ilos.Eva melihat kaki burung itu, ada ikatan surat disana**.

"**apakah**\_"

**eva mengambil dan segera membukanya, itu surat dari sahabatnya Luantys, dan surat dari ibunya juga ada**.

**Pipinya terasa basah membaca surat dari mereka berdua, rasa sesak yang terasa di dada seperti menghimpit nya**.

**sudut bibirnya membuat lengkungan manis, memeluk erat kedua surat yang memiliki aroma khas dua orang itu. Sudah berapa lama, dia sangat merindukan mereka**.

**Eva bergegas masuk, mengambil semua tumpukan suratnya. Memakai sihir agar bisa mudah di bawa merpati itu kembali ke Ilos, selesai menaruh surat, merpati itu terbang**.

**tatapannya masih melihat merpati itu terbang ke arah negeri kecilnya, rasa sesak itu masih ada di dadanya, tidak seburuk sebelumnya. rasanya lebih tenang dan lebih baik dari biasanya**.

**Eva kembali menatap surat kedua orang yang berarti baginya, impian nya di kehidupan sebelumnya, cinta yang dia dambakan sejak dulu**.

"**sesenang itu ya", Felix tersenyum kecil di balik bayangan**.

**Eva masuk ke dalam kamar karena semakin larut, Felix tetap di balik bayangan taman mengawasi Eva**.

**senyum Eva sedikit terbayang di kepalanya, senyum yang pernah dia lihat sebelumnya di Eva sebelum di Odelions, senyum yang cukup di kenali Felix**

**Felix melirik sisi gerbang, Flery terlihat di balik bayangan samar. Dia tidak masuk karena mendapati kehadiran Felix yang ada disana**.

**Sejak pesta teh, Felix berkeliaran di istana putri mahkota. Alasannya antara bosan dan penjagaan, sesuai pemikirannya, kalau Flery akan datang lagi**.

"**menyebalkan", Felix berdecak pelan**.

**langkah beratnya menggema di lorong istana putri mahkota, hingga sampai di pintu putih. Felix masuk dengan tenang, tidak menimbulkan suara sama sekali**.

**Eva terbaring tenang, surat yang ia dapat berada di sebelahnya. Aroma Ilos tercium dari dua surat itu, sejenak melihat tulisan yang rapih dan aroma feminim, Felix tidak terlalu kesal**.

"**asal bukan pria lain, kedua surat ini aman". Felix tersenyum mengelus surai Eva yang terlelap**.

...\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*...

1
Alia Chans
saling support, sabi kali ya😍✍️👈
Wawan
Salam kenal Buat Eva ✍️
anggita
like iklan👍☝
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!