Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Oh Model
" Farah memutuskan untuk tetap menjadi model di sini, dan kebetulan para juga telah menandatangani kontrak dengan semua agensi yang berada di sini."
" Syukurlah kalau kau memang sering mendatangani kontrak dengan agensi yang berada di sini, rumahnya berharap kau akan selalu hidup bahagia dengan keputusanmu itu Farah."
" Doakan saja yang terbaik untukku Dan juga kedua saudara kembarku itu om, karena kami telah memutuskan untuk memulai karir kami masing-masing di daerah yang berbeda."
" Om mengerti dengan jalan pikiran kalian, dan itu semua adalah bentuk kekecewaan kalian kepada kedua orang tua kalian."
" Oh iya Om, apakah Om mendengar kabar mengenai Mami dan juga Papi? jujur saja aku sangat kecewa dengan keputusan Mami dan juga Papi, tetapi aku juga khawatir pada mereka."
" Setelah keputusan sidang perceraian kedua orang tuamu itu, kabarnya ayahmu masih tetap menetap di Bandung tapi ibumu memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta." ucapnya yang tentu saja membuat Farah khawatir karena Galuh berada di Yogyakarta.
" Yang benar saja Mama memutuskan untuk pindah ke Yogyakarta Om, lalu bagaimana jika nantinya Mama akan bertemu dengan Galuh." ucapnya memang khawatir
" Ya tidak masalah dong kalau memang nantinya mamamu akan bertemu dengan Galuh."
" Ya tentunya untuk mama hal itu tidak masalah dan ia justru sangat bahagia karena bisa bertemu dengan Galuh lagi, yang aku pikirkan bagaimana dengan kondisi Galuh nantinya ketika bertemu dengan Mama."
" Galuh juga memiliki trauma yang berat Ya pada orang tua kalian?"
" Tentu saja kami sudah sangat kecewa dengan kedua orang tua kami om, karena itu tidak ada satupun dari kami yang ingin bertemu dengan mama atau papa. Tapi sekarang mama justru pindah ke Yogyakarta, yang di mana pastinya ia akan bertemu dengan Galuh. Aku hanya takut akan terjadi sesuatu kepada Galuh, dan aku sangat tidak ingin terjadi sesuatu kepadanya."
" Kalau begitu Kau harus berkomunikasi terlebih dahulu kepada Galuh, Dan semoga saja kondisinya akan baik-baik saja ketika bertemu dengan mamamu nantinya."
" Terima kasih Om, Aku akan segera menghubunginya."
Tentunya mereka melanjutkan perbincangan itu, dan Farah juga membahas mengenai kedua orang tuanya. Kedua lelaki dua generasi itu sangat penasaran dengan kehidupan Farah yang berada di Jakarta, dan keduanya hanya berharap kalau parah akan hidup bahagia nantinya. Kedua lelaki itu sangat mengunyah yang Farah, dan karena itu mereka hanya berharap Farah merasakan kebahagiaan."
...🐙🐙🐙...
Tampak seorang pemuda sedang melamun dengan menatap sebuah foto, Ia pun menatap wajah cantik itu. Sejak awal ia telah jatuh hati kepada rupa itu, tetapi sampai saat ini ia masih belum mengetahui siapa sebenarnya pemilik rupa itu. Dan ia berharap bisa bertemu dengan pemilik rupa itu, rupa yang membuatnya sadar akan kehidupan yang begitu rumit dan juga beban kehidupannya yang belum serumit yang dia bayangkan.
" Terima kasih telah menyadarkan ku kalau kehidupan tidak serumit yang aku bayangkan, terima kasih telah menyadarkan ku kalau di luar sana masih banyak orang yang mengalami kehidupan lebih rumit dari diriku. Tetapi sampai saat ini aku masih belum mengetahui siapa dirimu, dan aku berharap akan segera bertemu denganmu."
" Kay masih terus berusaha mencari gadis itu?"
" Tentu saja aku akan terus berusaha mencarinya, karena dia adalah sumber kekuatanku hingga aku masih hidup sampai saat ini."
" Tapi sampai sekarang kok masih belum menemukan dia kak Alit, kalau menurutku lebih baik kau hentikan saja pencarianmu."
" Aku tidak bisa melupakannya Ahmadiyah, karena jika bukan karena dia aku tidak akan mungkin ada sampai saat ini."
" Tapi Kakak sudah melakukan pencarian selama ini, Dan sampai detik ini Kakak masih belum menemukannya juga. Aku rasa sudah waktunya Kakak menghentikan pencarian, yang sekarang sudah waktunya Kakak fokus pada pendidikan kakak."
" Tapi..."
" Yang dikatakan oleh Ahmadiyah itu sangat benar, sudah waktunya sekarang kamu mulai kehidupanmu yang baru. Lebih baik sekarang kau fokus pada pendidikanmu dan melanjutkan pekerjaan, Kau adalah penerus perusahaan ini satu-satunya. Paman dan juga bibi tidak akan mungkin terus memegang perusahaan ini, karena ahli waris yang sebenarnya adalah kau Alit." ucap seorang pria paruh baya dan tentunya Alit menatap ke arah sumber suara.
" Baiklah aku akan mencoba hal tersebut paman, tapi aku akan tetap berusaha untuk mencarinya. Karena aku merasa berhutang Budi kepadanya, kalau bukan karena dia mungkin aku saat ini tidak berada di sini."
" Itu semua Paman serahkan kepadaMu saja, tapi yang terpenting kau fokus pada pendidikan. Berharap hai besok kau mau masuk kuliah lagi, karena dengan begitu pendidikanmu pasti akan terjamin dan kau bisa memimpin perusahaan."
" Baik Paman."
Ahmadiyah dan juga pria paruh baya itu sangat senang mendengar jawaban dari Alit, bagi mereka selama ini menjalankan perusahaan hanyalah amanah. Dan mereka akan tetap menyerahkan perusahaan itu kepada ahli waris yang sebenarnya, dan ahli waris dari perusahaan Itu adalah Alit. Oleh karena itu mereka akan membimbing Alit untuk memimpin perusahaan, karena masa depan perusahaan ada di tangannya.
...🦪🦪🦪...
Abdullah saat ini berusaha untuk mendekati Galuh, tetapi tiba-tiba saja Acilia mengganggunya. Tentunya ia merasa kesal, Karena wanita itu terus saja berusaha mengganggunya. Ia sangat tidak suka dengan gadis itu, tetapi sejak dulu Gadis itu selalu saja berusaha mengejarnya dan mengganggu kehidupanmu.
Acilia selalu mengancamnya dengan urusan perusahaan, tapi bajunya saat ini urusan perusahaan sudah bukan bagian dari kehidupannya lagi. Jadi Iya sudah tidak bergabung dengan urusan perusahaan itu, sekarang Abdullah lebih mementingkan mengenai urusan pribadinya. Dan tentunya dia mengutamakan kebahagiaan dirinya, karena ia ingin hidup bersama dengan seseorang yang memang ia cintai.
" Kau tidak usah menggangguku, mulai detik ini acara pertunangan yang kau banggakan itu tidak akan pernah terjadi. Karena aku telah keluar dari keluarga besar itu, dan aku tidak akan pernah kembali ke dalam keluarga besar itu lagi."
" Kenapa kau berkata seperti itu, dan kenapa kau lebih memutuskan untuk keluar. Kau selalu lebih mengutamakan Galuh, padahal kau tidak mengenalnya sama sekali."
" Aku katakan kepadamu kalau aku jatuh cinta padanya sejak pandangan pertama, dan rasa itu tidak bisa aku pungkiri. Aku sudah lama mengenalmu Tapi aku tidak pernah ada rasa kepadamu, dan hal itu sangat berbeda ketika aku pertama kali bertemu dengan Galuh."
" Aaaaa." ucapnya yang kesal dan kemudian langsung menyiram Galuh yang datang bersama dengan Winda.
" Apa maksudmu tiba-tiba saja menyiram Galuh?" ujar Winda yang dipenuhi dengan emosi.
" Aku sangat tidak suka karena dia berusaha merebut Abdullah dariku."
" Sudah aku katakan kalau aku tidak pernah berniat merebut Abdullah dari, dan lagian kalau memang dia adalah milikmu maka jaga dia secara baik-baik agar dia tidak menggangguku." ucap Galuh yang sudah sangat kesal dan memutuskan untuk pergi dari tempat tersebut, tentunya orang-orang di sana sangat terkejut mendengar penuturan dari Galuh.