Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
"Ya ampun bowen bibi melupakan mu... maaf-maaf tadi bibi merasa kalah oleh wanita tua ini" ucap Nyonya Go Yang. dia langsung berdiri dan mendekati Lelaki tampan yang menatap Permaisuri Ai Ning dengan lembut, Permaisuri Ai Ning yang ditatap seperti itu pun langsung memalingkan wajahnya.
"Ai'er apa kau melupakan ku?" tanya Kaisar Cheng Bowen. Nyonya Go Yang terkekeh geli melihat ekspresi Putrinya, dia pun mengedip-ngedipkan matanya ke arah ibu suri Ning, ibu suri Ning yang melihat itu pun langsung.
"Kenapa kau mengedit-ngedipkan matamu kepadaku? ingat aku ini masih normal ya.... Tidak menyukai wanita" ucap Ibu suri Ning. Nyonya Go Yang yang mendengar ucapan Ibu suri Ning pun langsung mendelik, dia pun langsung saja menarik tangan Ibu suri Ning.
"Ayo ikut aku.... jangan terlalu banyak bicara kau ini sudah tua" ucap Nyonya Go Yang. sambil menarik tangan Ibu suri Ning,
"Ya.... aku masih ingin melihat siapa lelaki tampan itu?" teriak ibu suri Ning. Kaisar Cheng Bowen terkekeh geli melihat kelakuan dua wanita tua itu, Kaisar Cheng Bowen pun mendekati Permaisuri Ai Ning.
Permaisuri Ai Ning yang melihat lelaki tampan itu mendekati nya pun langsung berdiri, Kaisar Cheng Bowen terus mendekat tanpa ada rasa canggung atau pun apa. semua pelayan pun di perintahkan untuk ikut keluar dengan Nyonya Go Yang dan ibu suri Ning, Permaisuri Ai Ning menatap tajam kearah lelaki tampan itu.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu? apa kita pernah kenal dekat? setahuku kita tidak sedekat itu, sampai kau memanggil nama kecil ku" ucap ketus Permaisuri Ai Ning. Kaisar Cheng Bowen tertawa kecil mendengar ucapan itu, Kaisar Cheng Bowen semakin mendekat dan menarik pinggang Permaisuri Ai Ning.
"Kau yakin tidak mengenal ku Dinny?" tanya Kaisar Cheng Bowen sambil berbisik di telinga Permaisuri Ai Ning.
DEG
Jantung Permaisuri Ai Ning hampir saja melompat saat mendengar nama aslinya disebut oleh seorang lelaki yang berada di dunia dinasti ini, Dinny pun mendongak. dan menatap tajam ke arah Kaisar Cheng Bowen.
.
.
"Siapa kau?" tanya Dingin Permaisuri Ai Ning. Kaisar Cheng Bowen tertawa lebar, dia bisa melihat kegugupan wajah wanita yang berada di depannya. dia pun mengangkat tangan kanannya dan mengelus pipi Permaisuri Ai Ning dengan lembut.
PLAK
"Jangan kurang ajar kau.... mau kau seorang kaisar mau kau seorang CEO aku tidak perduli, yang pasti kalau kau berani berbuat sesuatu kepada ku... akan ku pastikan kau tidak bisa melihat matahari terbit esok hari nya" ucap dingin Permaisuri Ai Ning. Kaisar Cheng Bowen semakin yakin bahwa yang berada di tubuh Permaisuri Ai Ning itu, wanita yang pernah menolong nya saat tersesat di dunia antah berantah yang tidak dia kenali.
"Oya.... apa yang akan kau lakukan? apa kau akan menjadi ku sebagai suamimu? atau sebagai budak cinta di hatimu" ucap Kaisar Cheng Bowen. dia memiringkan kepalanya, dia bisa melihat wajah marah wanita dari masa depan itu begitu ingin mencabik-cabik tubuhnya saat ini.
"Aku bertanya sekali lagi pada mu.... siapa kau?" tanya dingin Permaisuri Ai Ning. Kaisar Cheng Bowen malah mengangkat kedua bahunya, dan berbalik meninggalkan Permaisuri Ai Ning dengan tatapan penasaran.
"Kalau kau penasaran pada ku? jadikan aku suamimu saat ini juga" jawab Kaisar Cheng Bowen sambil mengedipkan matanya dan meninggalkan Permaisuri Ai Ning yang melongo.
"Kau.... dasar lelaki buaya kasur... aku cing Cang kau" teriak Permaisuri Ai Ning. Kaisar Cheng Bowen malah tertawa keras, dia meninggalkan Permaisuri Ai Ning yang masih mancak-mancak sendiri.
"Aku tidak akan membiarkan dia membuka jati diri ku... awas saja kau buaya kasur, akan ku potong-potong ular plontos mu... aku tidak akan membiarkan mu memberitahukan masalah ini kepada kedua anak ku" gumam Permaisuri Ai Ning.
"Memberitahu apa?
DEG
BERSAMBUNG.....
Mending tidur saja, daripada melakukan hal yang sia-sia.