NovelToon NovelToon
PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

PERNAK PERNIK KEHIDUPAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Bullying dan Balas Dendam / Horor
Popularitas:857
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

Danil Dwi Cahya, 16 tahun, lulus SMP dengan prestasi gemilang. Namun, ia tak bisa lari dari "Pernak-Pernik Kehidupan" yang keras: kemiskinan, pengkhianatan masa lalu sang ayah, dan beban mengangkat harga diri keluarga.

Hatinya makin rumit saat Ceceu Intan Nuraini, sahabat sekaligus cinta tak terucapnya, rela berkorban segalanya. Di tengah dilema merantau atau bertahan, Danil harus menghadapi intrik desa, mitos seram, dan bahaya dari majikan "buaya darat" Ceceu.

Akankah ia menemukan jalan keluar dari jeratan takdir dan cinta? Atau justru terhanyut dalam 'pernak-pernik' kehidupan yang tak terduga? Baca kisah perjuangan Danil dalam PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

FLASHBACK

Beberapa jam yang lalu...

Malam itu langit gelap pekat, angin menderu kencang bagaikan raksasa yang marah. Suara "Gerrr... Gerrr..." bergema menembus tulang, membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarnya berdiri tegak.

Situasi di dalam rumah Kodir sedang kacau balau. Zaki yang tadi gemetar ketakutan, tiba-tiba berubah liar! Matanya merah menyala, tubuhnya dikuasai Siluman Monyet!

Namun, di tempat yang berbeda... Tepatnya di puncak Gunung Nyongkokot.

Iroh akhirnya sampai di lokasi meditasi suaminya. Matanya terbelalak tak percaya melihat apa yang ada di hadapannya.

Mang Kodir terlihat duduk bersila tenang, namun dia berada tepat di tengah sebuah lingkaran besar yang memiliki garis-garis penunjuk arah Mata Angin (Timur, Barat, Selatan, dan Utara). Itu adalah formasi mistis yang sangat kental dengan dunia supranatural.

Iroh tertegun hebat. Secara rasional dan logika, meditasi yang dilihatnya ini sungguh sangat berbeda jauh dengan apa yang biasa diajarkan pada anak-anak mereka selama ini.

Jika ditelusuri lebih dalam, jelas sekali bahwa ilmu yang dipraktikkan suaminya adalah Ilmu Kejawen dan kebatinan yang kental dengan unsur mistis dan budaya leluhur.

Sementara itu, dalam didikan sehari-hari di rumah, Mang Kodir selalu mengajarkan Iroh dan anak-anaknya berpegang teguh pada Al-Qur'an dan syariat Islam yang murni, jauh dari hal-hal semacam ini.

Ternyata, ada sisi lain dari suaminya yang selama ini tersembunyi rapat!

Tanpa membuka mata sedikitpun, tanpa mulutnya yang bergerak, tiba-tiba suara berat dan dalam itu langsung terdengar masuk ke dalam hati dan pikiran Iroh. Bukan lewat telinga, tapi langsung menembus sanubari.

"Duduklah istriku... Satukanlah pikiran dan hatimu menjadi satu. Ingatlah hanya kepada Sang Pencipta langit dan bumi. Maka dengan sendirinya akan terbentuklah Zikir Sir."

Suara itu berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan tegas.

"Dan di situlah... Kakek dari pemuda yang kita selamatkan itu akan datang membantu. Ia yang akan mengusir para siluman yang sedang mengepung rumah kita, yang berniat membawa roh pemuda itu pergi."

"DUG!!"

Jantung Iroh serasa berhenti berdetak sesaat mendengar penjelasan itu. Segala pertanyaan dan keheranannya kini terjawab sudah. Dengan cepat ia menetralkan gejolak di dadanya, lalu segera duduk bersila dengan tenang di samping suaminya, memusatkan seluruh pikiran dan jiwanya beribadah.

Hampir tiga jam lamanya Iroh memusatkan seluruh pikiran dan hatinya, menyatu dengan Sang Pencipta. Perlahan namun pasti, ia pun membuka matanya kembali. Begitu juga dengan suaminya, Kodir, yang ikut membuka mata dengan wajah yang tampak lebih tenang dan bercahaya.

Detik berikutnya, Kodir berdiri dan melangkah mendekati istrinya dengan senyum lebar yang sangat tulus dan lega.

"Dia datang... Istriku... Dia benar-benar datang membantu," ucapnya penuh syukur.

"Aku sungguh tak percaya dan tak menyangka... Bahwa Kakek dari pemuda yang kita selamatkan itu adalah Abah Jalaludin!!"

Mata Iroh membelalak tak percaya.

"Dialah Guru Spiritualku... Guru tertinggiku di alam tak kasat mata yang selama ini membimbing ilmunya kepadaku," lanjut Kodir dengan nada hormat dan kagum.

Jadi jelas sudah, kenapa kekuatannya begitu dahsyat dan langsung mengusir semua siluman. Itu bukan sembarang roh, itu adalah Gurunya sendiri!

"Lalu apa yang harus kita lakukan kedepannya, Pak...?" tanya Iroh dengan nada penuh hormat dan penasaran.

Kodir menghela napas panjang, lalu menatap istrinya dengan tatapan serius nan dalam.

"Abah Guru sudah membimbingku... Bahwa semua ini sudah diatur sedemikian rupa oleh Kakek Buyut kita, tak lain adalah Abah Peyot."

"Abah Peyot yang mengirimkan Prediansyah ke sini. Tujuannya jelas: agar pemuda itu bisa bertaubat atas kesalahan besar yang pernah ia perbuat, dan sekaligus menjadi kunci untuk menguak seluruh tabir misteri."

Wajah Kodir berubah muram dan tegas.

"Musuh sebenarnya bukan siluman semata... Melainkan KADIR! Lelaki itu adalah adik kandungku sendiri, namun ia telah bersekutu dengan iblis dan jalan yang salah!"

"Kita... hanya dijadikan tameng dan penjaga di tempat ini. Karena itu, kita belum bisa meninggalkan tempat ini. Biarkanlah Prediansyah, Daniel, dan anak-anak kita yang keluar dari hutan ini untuk menjalankan takdir mereka."

"Hanya jika semua urusan selesai, dan fitnah serta tuduhan masa lalu terhadap nama baik kita selesai dibersihkan... barulah kita juga bisa bebas keluar dari tempat ini," pungkas Kodir.

"Apakah tidak merepotkan Nak Predi nanti, Pak...?" tanya Iroh dengan wajah penuh keraguan dan kekhawatiran.

"Lalu... kenapa anak-anak kita harus keluar dari tempat ini, Pak? Kenapa tidak tinggal di sini saja bersama kita?" tanyanya lagi, hatinya berat sekali untuk berpisah.

Kodir menghela napas panjang, wajahnya tampak sangat serius dan penuh beban.

"Istriku... Aku pun merasakan apa yang kamu rasakan, berat dan sakit rasanya. Tapi jika anak-anak kita masih tetap di sini, aku khawatir mereka justru akan terjebak semakin dalam ke lingkaran setan ini."

Suaranya terdengar berat dan menakutkan.

"Aku dan kamu... saat ini sudah terikat dalam sebuah perjanjian gaib yang kuat. Janji itu hanya bisa lebur dan selesai jika satu syarat terpenuhi: Adikku Kadir beserta wanita yang menjadi penopang kekayaannya hancur lebur menjadi tanah."

"NAMUN... Jika itu belum terjadi dan urusan belum selesai, maka pada setiap bulan purnama keempat tanggal 14... satu per satu anak-anak kita akan mati dimakan kutukan itu!"

Mata Iroh terbelalak ngeri mendengarnya. Itu adalah ancaman maut yang tak main-main!

"Kenapa bisa begitu, Pak...?!"

Tubuh Iroh gemetar hebat, kakinya terasa lemas tak kuat menopang badan. Darah seolah berhenti mengalir mendengar ancaman maut itu.

Kodir menatap istrinya dengan wajah penuh beban dan penyesalan.

"Karena selama ini kita bisa hidup aman, tenteram, dan berkecukupan di tempat ini... itu semua bukan tanpa alasan, Istriku."

"Itu semua atas izin Penguasa Gunung ini."

Suara Kodir terdengar berat dan menusuk.

"Dan siapa sangka... Penguasa Gunung yang menjaga wilayah ini adalah sesosok Iblis yang sangat kuat. Selama hampir 20 tahun lamanya, setiap mayat korban yang dibawa dan dibuang di sini... itu semua adalah bagian dari perjanjian gelap antara adikku Kadir dengan sang Penguasa Gunung."

"Kita... tanpa sadar telah hidup berdampingan dengan kejahatan selama ini demi keselamatan lahiriah," lanjut Kodir pelan.

Mata Iroh terbelalak tak percaya. Ternyata kedamaian yang mereka rasakan selama ini dibayar dengan darah dan dosa yang begitu besar!

"Andai saja dulu... Tepatnya saat Santi anak pertama kita baru lahir, dan tak lama kemudian ada mayat yang ditemukan di hutan ini..."

Kodir menghela napas panjang, wajahnya terlihat sangat menyesal dan penuh beban dosa.

"Andai saat itu kita langsung berani melaporkan pada pihak berwenang... Mungkin nasib kita tidak akan seperti sekarang ini. Mungkin kita tidak akan terikat dan terjebak dalam perjanjian gelap yang mengerikan seperti ini."

Rasa sesal dan penyesalan mendalam begitu jelas terlihat dari sorot matanya. Satu kesalahan di masa lalu, membuat generasi mereka harus menanggung akibatnya hingga puluhan tahun lamanya.

Bersambung.

1
Guru
aduhh kasian si zaki😭😭😭
Guru
💪💪💪💪💪💪 semangat ya
Guru
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Guru
ang ing eung
Guru
adu dukun nntinya hihihi
Guru
zaman sekarang gak ada kayak keluarga bu Iroh
Guru
siap untuk menguak tabir misteri
Guru
gass poll
Guru
hmmmmm alurnya semakin menarik
Guru
Waduhhh kok jadi endingnya bikin degdegan
Guru
Keren kata kata si mamang bijak
Guru
sip lanjut
Guru
Good niel💪💪
Guru
waduhhhhh
Guru
tetep aja niel cece akan melibatkan mu kamu di jadikan tameng
Guru
Sikat niel walaupun sahabat tapi menjerumuskan mah harus di matiin
Guru
waduh😭😭😭
Guru
emng begitu hidup di kampung
Guru
luar biasa
Guru
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!