NovelToon NovelToon
Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Nikah Paksa Gus Soft Boy Dan Cewek Bengkel

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Cinta setelah menikah
Popularitas:22.3k
Nilai: 5
Nama Author: Inna Kurnia

Santaka, anak dari pemilik pesantren besar di Solo—yang berprofesi sebagai chef pastry—terpaksa menikah dadakan dengan Nandini, tetangga sekaligus montir bengkel langganannya.

ini semua karena mereka tertangkap basah di mobil Santaka dalam kondisi mengundang fitnah.

"Gus Taka dan Dini tertangkap di mobil! Suaranya mencurigakan, apalagi baunya..."

Itu kesaksian pihak yang menangkap basah. Tak tanggung-tanggung, tiga orang jadi saksi.

Bisakah Santaka—gus yang lembut—menjadi imam bagi Nandini—montir bengkel yang keras?

Kini kehidupan Nandini bukan lagi tentang oli dan kunci inggris, tapi umat dan pesantren. Sanggupkah sang montir bengkel?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Inna Kurnia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 Ning, Ngomong Apa?

“Din, Alex ndak pernah hubungin kamu lagi?” Fiona mengalihkan pembicaraan.

Nandini terdiam. Ia memiringkan bibirnya. Menikah mendadak dan kehidupan di Ndalem yang membuatnya culture shock, mendukungnya tak ingat akan Alex. Tak sempat ingat. Tak ada waktu. 

Siang menyesuaikan diri dengan dinamika Ndalem dan penghuninya. Malam beradaptasi dengan Santaka. Baru beberapa malam ini, adaptasinya lancar. Sangat lancar.

"Ndak pernah tuh, Fi. Terakhir aku chat, ya pas mutusin dia. Centang satu. Habis itu, aku ndak sempet liat-liat lagi. Kamu kan tau, di malem aku putus sama si Kelek, aku malah disuruh nikah sama Mas Taka.

Besok-besoknya aku stress dipaksa nikah. Terus banyak acara di Ndalem, sebelum nikah. Habis nikah, makin sibuk di Ndalem."

Nandini mengeluarkan ponselnya. Ia melihat kontak Alex. Pesan terakhir tetap ucapan putus darinya. Sudah centang dua dan berwarna biru. Alex sudah membaca namun tak menanggapi permintaan Nandini. Benar-benar kacau pemikiran Alex.

Tanpa berpikir panjang lagi, Nandini memblokir kontak Alex. Mengubur masa lalu yang tak jelas. Ia sudah mantap memilih masa depan bersama Santaka. Lelaki yang selalu memprioritaskannya.

"Emang kebangetan kacau si Alex. Dan kamu perlu setaun buat sadar, kebangetan bodho!" Fiona mencibir.

"Ish, sudah, jangan dibahas lagi! Aku bertahan karna ya aku pengen liat pembuktian omongan Alex. Taunya ndak dibuktiin juga. Terus kan walaupun setaun, kan Alex suka ninggalin aku kayak sekarang. Dia balapan ke mana-mana. Aku nelangsa di sini."

Nandini menggelengkan kepala mengingat kebodohannya di masa lalu. Bisa-bisanya jadi seperti bucin, budak cinta. Padahal ia merasa tak secinta itu pada Alex. Ya, ada tetap rasa sayang itu. Namanya setahun pacaran.

Tapi rasa yang berbeda dirasakannya bersama Santaka. Ia benar-benar mabuk kepayang oleh sang gus, mabuk cinta. Karena Santaka benar-benar mencekokinya dengan cinta yang layak.

Cinta dengan penghormatan dan penghargaan. Dengan bimbingan. Dengan kesabaran. Dengan gairah bergelora yang halal. Waktu satu tahun itu kalah oleh masa singkat dua bulan.

Rasa geli di perut ketika dekat Santaka, degup jantung yang menggila ketika ditatap sang suami, bahkan keinginan untuk disentuh, hanya Nandini rasakan bersama Santaka. Perasaannya pada Alex sangat dangkal, sangat mudah patah oleh kekuatan hati Santaka.

“Iya, Alex belum balik ke Solo lagi, Din. Masih tur balapan. Dia dapet sponsornya jackpot banget. Kakap. Jadi dia dapet promosi.” Fiona kini bak portal berita, serba tahu.

“Tau dari mana kamu, medsos dia?” Nandini mengerutkan alisnya.

“Iya, dari mana lagi. Dari Tiktoknya dia. Terus ya info-info dari temenku anak event balap sih.” Fiona masih sibuk mengunyah.

"Eh, masa Bidadari Penolong itu tetep si Alex tampilin di kontennya dia. Tangan, punggung siapa yang dia pake? Jelas-jelas kamu di sini. Emang ndak mau rugi dia. Sudah diputusin juga. Bukannya baikin kamu, malah nyuekin. Dia ngegampangin kamu berarti."

"Gila, aku jadi pengen jedotin kepala aku. Bodhonya aku dulu." Nandini berdecak.

Fiona mengambil palu di laci. "Mana sini kepala kamu. Biar aku bantu." Palu itu sudah dikepal sang gadis. Bibirnya mengulum senyum.

"Heh, jomblo ngenes, itu ndak beneran artinya gitu!" Kedua gadis itu tertawa.

“Mana katanya, gosip-gosipnya, bos sponsornya perempuan kan, Alex ada maen sama dia. Maenan kayak gitu kan ndak mungkin cuma pegangan tangan saja ya.” Fiona berbisik di akhir kalimat. Matanya menyipit.

Nandini menipiskan bibirnya. “Biarin saja lah, Fi. Toh aku sudah putus sama dia. Sudah ndak ada urusan. Sudah ndak peduli.” 

“Suamimu tau soal Alex?” tanya Fiona.

Nandini mengembuskan napas. “Ndak. Belum. Harus ya tau?”

“Ya, ndak tau juga sih, harus tau apa ndak. Cuma takutnya, kalau Alex balik ke Solo, dia nyariin kamu. Kaget pasti dia, tau-tau mantannya jadi calon nyai, hahaha...”

Nandini tersenyum tipis. “Semoga ndaklah... Harusnya kalau dia mau nyariin, dari kemaren-kemaren. Ini udah dua bulan putus, dia diem-diem wae.” 

“Iya.. Ati-ati saja kalau dia macem-macem, Din. Aku takut dia bikin rame. Apa ndak bahaya buat kamu? Kamu kan sekarang posisinya di masyarakat sudah ndak kayak dulu.” Fiona menipiskan bibirnya.

“Ndak lah... Aku hajar dia kalau macem-macem!”

“Halah, gayamu Din. Setaun jadi pacar ndak dianggap, nrimo-nrimo saja. Sabar, terima dizolimin. Bucin ndak jelas. Sekarang sok mau ngehajar.” Fiona tertawa meledek Nandini yang hanya tersenyum kecil. 

"Saranku, cerita saja sama Gus Taka. Jaga-jaga Alex datang, terus buat ulah, Din. Mungkin Alex sekarang diem saja karna kesatu, dia sibuk balapan sama ngelayanin bosnya. Kedua, dia ngegampangin kamu, kayak biasanya.

Dia pikir palingan nanti kalau pulang, kamu bakal mau maafin dia. Mau diajak balikan. Tapi begitu tau kamu sudah nikah, dia bakal ngamuk. Laki-laki ndak suka kepunyaan dia direbut orang. Walaupun kepunyaan dia itu, ndak dia anggep selama ini."

Fiona menatap Nandini. Memastikan sang sahabat mendengarkannya. Nandini tercenung.

Membicarakan Alex di tengah kemelut Ahsan yang masih bergulir, membuat Nandini khawatir Santaka jadi makin tertekan. Sepertinya masalah Alex harus ia pikirkan bagaimana baiknya ke depan.

"Doain ndak sampai begitu ya, Fi. Semoga Alex legowo. Lagian kalau dia sudah ada main sama bosnya, ngapain juga ngejar aku lagi. Duitnya sekarang sudah cukup buat nyervis motornya. Ndak perlu aku lagi." Nandini mengembuskan napasnya.

Fiona mencebik. "Hubungan sama bosnya kan bisa saja cuma di kasur saja, Din. Bisa juga si bos punya maenan laen selaen Alex. Di dunia kayak gitu, kan biasa. Hawa nafsu terdepan!

Dan kayak yang aku bilang, Alex nanti cari ribut bukan karena cemburu, cinta sama kamu. Tapi lebih ke ego dia sebagai laki-laki kesenggol. Kamu yang biasanya tunduk, lepas dari tangan dia begitu saja."

Nandini termenung. Ia menatap nanar lantai bengkel. Ia memejamkan mata sambil mengembuskan napas. "Ndak lah, Fi. Semoga ndak. Doain ya."

Fiona tersenyum simpul. Selain penampilan Nandini yang berubah total, isi mulut sahabatnya itu juga berubah. Dari tadi minta didoakan. Sangat tenang, tak ada umpatan atau nada tinggi.

Nandini menyudahi kunjungan dadakannya ke bengkel. Ia kembali pergi menuju tujuan awalnya, Sweet Sanctuary alias SS—toko kue Santaka.

Sang montir sudah tak sabar bertemu suaminya. Saling suap nasi goreng di atas pangkuan. Duh, nakalnya pikiran Nandini sekarang.

Istri Santaka itu mematut diri di kaca spion. Ia meraih kotak bekal di dalam kantong yang tergantung di stang motor. Ia melangkah seanggun kucing persia.

Tangan Nandini membeku melihat keberadaan Syifa di SS. Ia tahu dari Husna kalau Syifa sempat mau dijodohkan dengan Santaka. Tak jadi karena Santaka keburu digerebek bersamanya, yang akhirnya dipaksa menikah.

Racun Fiona tentang poligami, mulai menyebar di pikiran Nandini. Ia menatap ke dalam SS. Suasana toko itu relatif sepi dari biasanya. Syifa berdiri di depan suaminya yang sedang berdiri di dalam konter.

Santaka terlihat menulis sesuatu, tak mengindahkan Syifa. Sekarang bisa cuek, siapa yang tahu seterusnya?

Nandini membuka pintu perlahan. Santaka yang menunduk dan Syifa yang membelakangi pintu masuk, tak menyadari kedatangan Nandini.

“Gus... saya punya kenalan penerbit. Gus mau ndak nulis buku resep? Wah, pasti naikin nama Gus Taka itu. Nama SS juga. Saya mau dukung karir sampeyan, Gus....”

Tangan Nandini mengepal. Napasnya menjadi cepat. Rahangnya bergoyang. 

Ning macam apa Syifa ini? Mengajak suami orang mengobrol berduaan. Kenapa bagian Nandini dikawal ketat oleh Sarah dan Abyasa, sedangkan model Syifa bisa kelolosan sensor?

“Ning Syifa, panjenengan ngomong apa sama suami Dini?”

Santaka menoleh. Syifa membalikkan badan.

...****************...

1
Nanik Arifin
jangan jatuh hati ma Syifa, Boy. sama Fiona aj. Syifa muna. Ning tapi suka munafik, bungkusnya doang yg baik. 11, 12, ma Gus Ahsan. cocok deh.
Inna Kurnia: kita jodohin aja apa ya, Syifa ama Ahsan 🤔🤔😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Biasanya klo orang ngomongnya ceplas ceplos itu emang lebih baik daripada yg terlihat kalem diem tapi menghanyutkan...
mestinya Boy sebagai lelaki ngerti gimana cara pandang Ahsan ke Dini yg ga wajar, dan lagii...Fiona sm Boy apa saling kenal 🤔
Inna Kurnia: kita liat ya Kaaaak 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
ya Ampunnn jangan canda yg aneh² ya Boy, Ucapan sama dg Doa.. hati² dalam berucap gemblung 🙄🙄🙄
Inna Kurnia: hahaha
total 7 replies
Aisyah Virendra
🙄🙄🙄 bahasane dikitik kitik bikin geliii membayangkannn 🤣🤣🤣🤣
Aisyah Virendra: kakak mau dikitik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ketik kata dikitik aja aku terkikikk geliii loh inii ngakakkk 🤣
total 2 replies
Nanik Arifin
kau tunggu jandanya Dini ya Boy....🤭🤭
Inna Kurnia: ada aja yaaa kelakuan orang ya, Kak 🤭
total 1 replies
Jaojatun Ma'rup
Maasyaallaah.. Gus Taka Super Duper Sabaar... semangaaat Gus💪💪💪
Inna Kurnia: iya, Kak Jaojatun. kan sabar nama tengah Gus Taka 🤭🤭
total 1 replies
Aisyah Virendra
Taka dan Dini memang bener² harus waspada yaa sama sepasang sejoli resek itu (Ahsan n Syifa), mereka merencanakan sesuatu yg sedikit ehem tapiii smg ada salah 1 dari Ning Sarah atau Ning Husna juga menyadari kejanggalan dan berpihak pada Taka dan Dini 🫠
Aisyah Virendra: hhuuuh
total 2 replies
Nadia Zalfa
syafakillah kak
Inna Kurnia: aaamiin ya Allah, jazaakillahu khoyr Kak Nadia ❤️❤️
total 1 replies
Aisyah Virendra
Syafakillah waa fii amanillah kakak sayang.. semoga dunia nyata kita baik² aja dan ga ada problem apapun, sehat² selalu.. kutunggu up nyaa bolak balik, tapi yasudahlah.. kesehatan itu lebih utama, segera membaik kakak 🤝😇🥰
Aisyah Virendra: Aamiin Allahumma Aamiin 🤲🥰
total 3 replies
Aisyah Virendra
Diiiiihhhh...ngapain lagi si Ahsan beluuuttt datang kekamar orang, yg sakit juga Nandini bulan Santaka, anehhh bgt.. Ustadz gajeee 😂🤣 lelepinn neeeehhh 🫳
Inna Kurnia: 🤭😂😂🤭😂
total 5 replies
Aisyah Virendra
marah.. tertatih, pelaku eh merasa korban 😂🤣 Nandini gemblung 🤣🤣🤣 mlm itu Santaka menang berkali lipat banyak dan dini ya ampunnn pasti malu banget setelahnya 😂😂 ky nya ntar jadi kembar 4 ehh 🤣🤣🤣
Inna Kurnia: 🤣🤣🤣🤣 subuhhhh
total 5 replies
Aisyah Virendra
gaskuy lagiiii 🤣🤣🤣🤣
duuuuhhh cenut² pala barbiee 🫠
kenapa pas unboxing disaat bginiii 😂🤣🤣🤣
Inna Kurnia: hahaha, saa-bar 🤭🤭
total 3 replies
Aisyah Virendra
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
kocak parahhhh kamu dinoooooooo 🤣🤣 menang banyak nih Santakaa malam ini dan besok dini teparrrrr 😂🤣 aiiiihhh membayangkan yg bergulat ehemm 😂🤣😂🤣
Inna Kurnia: hissss 😂😂😂😂
total 4 replies
Aisyah Virendra
Nandini salah ambil jamu, jamunya Taka diminumnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mengandung perangsang herbal ini mah, duh bisa² ntar langsung hamil baby twins 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Inna Kurnia: gasss 😂😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
ko sur ? harusnya mud kan yaa 🤔🤔🤔
Inna Kurnia: typo, wkwkwk
total 1 replies
Aisyah Virendra
minta traktir banyak² yaa Din, jangan lupaaa alu dikasih jugaaa 🤣🤣🤣🤣🤣
Nanik Arifin
Dini salah minum jamu ?
Gus Taka yg bakalan di KO Dini ...🤭🤭
Inna Kurnia: pantengin bab besok ya Kak Naniiik 😂😂
total 1 replies
Aisyah Virendra
Gus Agam... ini sepeeti sosok pria yg kalau mencintai bisa sedalam dan sesetia ituu.. tapi skrg kondisinya berbeda, jadi lelaki yg tak punya perinsip hidup dalam berkomitmen. sudah punya pasangan masing² masih juga tak tahu diri ko malah tahu bakso 😂🤣🤣
Inna Kurnia: ❤️❤️🙏🏻🙏🏻
total 13 replies
Aisyah Virendra
huhhhh akhirnya nongol juga..
Inna Kurnia: sip, insyaa Allah malem ❤️❤️😘
total 3 replies
Nanik Arifin
baby blues ini Ning Rini. harusnya Gus Agam berperan agar baby blues g berlanjut, kasihan bayinya
Inna Kurnia: betul bgt Kak Nanik, ning rini depresi abis lahiran ❤️❤️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!