NovelToon NovelToon
A Killer Reborn

A Killer Reborn

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Riller / Tamat
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Elizabeth Valerie, seorang pembunuh bayaran yang terkenal kejam dan dingin, mati diracun oleh orang-orang kepercayaannya. Namun, kematian bukanlah akhir baginya. Alih-alih pergi ke alam baka, jiwanya justru terjebak di tubuh seorang gadis miskin yang mati dengan mengenaskan.

Bersama ingatan dan rasa sakit milik Elijah, Elizabeth bertekad bahwa ia harus membalaskan dendam gadis itu jika ingin pergi dengan damai. Elizabeth pun menjalani kehidupan keduanya yang sulit dan miskin demi membalaskan dendam sang gadis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKR 29 — Sadar

Kesadaran Elizabeth kembali perlahan, samar dan berat, seperti ditarik dari kedalaman yang gelap. Kelopak matanya bergerak pelan sebelum akhirnya terbuka. Pandangannya langsung tertuju pada langit-langit yang asing. Elizabeth tersentak bangun.

Napasnya memburu saat matanya bergerak cepat menelusuri setiap sudut ruangan. Dinding yang rapi, furniture mahal, tirai yang menjuntai elegan, semuanya terasa tidak nyata baginya.

“Di mana aku?” gumamnya pelan.

Elizabeth segera turun dari tempat tidur. Langkahnya masih sedikit goyah, tetapi nalurinya sudah kembali bekerja. Ia merasa dalam bahaya dan ia harus segera keluar.

Elizabeth berjalan cepat menuju pintu dan mencoba membukanya. Namun, pintu itu terkunci rapat. Ia mengernyit, lalu mencoba lagi, tetapi pintu itu tetap tidak bergerak.

“Sial!” Tangannya mengepal, napasnya mulai tidak stabil. Ia menarik napas dalam, mencoba menenangkan diri, lalu mengalihkan pandangannya ke seluruh ruangan, mencari jalan keluar lain.

Namun sebelum ia sempat melakukan sesuatu lebih jauh, sebuah suara terdengar dari arah belakang.

“Kau ternyata sudah bangun.”

Elizabeth langsung berbalik dan menoleh.

Sullivan berdiri di sana, bersandar di ambang pintu lain yang terhubung ke ruangan itu. Entah sejak kapan ia berada di sana, tetapi ekspresinya tenang, seolah ia sudah menunggu momen ini.

Tubuh Elizabeth langsung menegang. Tatapannya berubah tajam. “Kau!” desisnya kesal. Ia mundur satu langkah, berusaha menjaga jarak.

Sementara Sullivan melangkah masuk perlahan, pintu di belakangnya tertutup pelan.

“Tenang saja,” katanya ringan. “Kalau aku ingin menyakitimu, aku tidak perlu repot membawamu ke sini.”

Elizabeth tidak menurunkan kewaspadaannya sedikit pun. “Kenapa aku ada di sini? Di mana ini?” tanyanya dingin.

Sullivan tidak langsung menjawab. Ia justru menatap Elizabeth lebih lama, lebih dalam, seolah sedang memastikan sesuatu yang hanya ia pahami sendiri. Lalu ia tersenyum kecil.

“Karena akhirnya, aku berhasil menemukanmu lagi,” katanya pelan. “Kau pikir aku akan membiarkanmu tetap di luar sana? Tidak, Sayang. Mulai sekarang, kau akan tinggal di sini. Bersamaku, selamanya.”

Elizabeth mengernyit. “Apa maksudmu?”

Sullivan melangkah lebih dekat, lalu tersenyum lembut. “Beth,” panggilnya lagi. “Kumohon, jangan pernah pergi lagi dari hidupku.”

Satu kalimat itu membuat tubuh Elizabeth membeku. Matanya membola. Nama yang baru saja disebutkan adalah nama yang tidak pernah ia dengar dari siapa pun di kehidupan ini. Nama yang hanya ada di masa lalunya.

“Kau … kau bukan Sullivan,” katanya dengan napas tertahan. Kini ia tahu siapa sosok pria di depannya.

Tatapannya kini berubah, bukan hanya waspada, tetapi juga terkejut. Perlahan, sesuatu mulai tersusun di pikirannya.

“Tidak mungkin. Bagaimana bisa? Bagaimana bisa kau tahu ini adalah aku?” bisiknya.

Sullivan tersenyum. Kali ini bukan senyum santai seperti biasanya, melainkan sesuatu yang lebih dalam, lebih berarti, seolah ia telah menunggu momen ini sejak lama.

“Kau ingin tahu?” tanyanya pelan. “Sepertinya kita harus pergi ke tempat yang lebih nyaman untuk menceritakan semuanya kepadamu.”

Elizabeth menatapnya tanpa berkedip. Sementara Sullivan berjalan lebih dekat, lalu meraih tangannya yang dingin.

“Ayo, Sayangku. Bagaimana jika makan dulu? Kau pasti lapar, kan?” ajak Sullivan.

Namun, Elizabeth menepis cekalan tangannya dan mundur beberapa langkah. “Tidak. Lepaskan aku.”

Sebelah alis Sullivan terangkat ke atas, lalu menatap tangannya sendiri. “Bahkan … setelah semua hal yang sudah kulakukan untukmu, kau masih saja menolakku?”

Elizabeth menggeleng cepat. “Tidak, ini … ini semua terasa membingungkan,” gumamnya seraya memegangi kepalanya yang terasa berdenyut hebat.

1
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
ciye elijah ada rasaaaaa🤭
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
apa ini sudah berakhir?
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Ditunggu 🤭💪🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
wow apa itu 😲
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
👍🏻👍🏻👍🏻
awesome moment
udh n? bnr.an? 😭😭😭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
ya ampuuuuunnnn, kok gantung siiiihhh udahannyaaaa???? belum rela thorrrrr...... /Smug//Smug/😥😥😥
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: jangan lama lama ya🤭
total 4 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
👍🏻👍🏻👍🏻
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Pemakaman khusus 😲
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sampah masyarakat 🤭
awesome moment
sullivan spt.nya di pihak eliz
❤️⃟Wᵃf🦀༄SN🥑⃟ᴢͣʏᷮᴀͬɴͥ
pertolongan datang
awesome moment
eliz dilawan. mrk.menuai p ug mrk tabur
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mayat mereka dikubur disana ya 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Sullivan
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Apa kalian mau berkenalan 🤭🤣
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Mereka sudah membayar kejahatannya 😔
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
betul tuh 🤣🤣
awesome moment
berapa lama sullivan cinta eliz? smp tatap mata j hapal abis
HK: bertahun-tahun dia mencintainya 🥺🥺🥺
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Seorang pejuang nih 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!