NovelToon NovelToon
Jadi Bodyguard Janda Cantik

Jadi Bodyguard Janda Cantik

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: S R

" Mencintaimu memberikan warna baru dalam hidupku. Terima kasih. " ucapnya mencium sekilas lelaki yang telah menjadi suaminya saat ini.

Bianca(23th) harus menelan pil pahit akibat kecelakaan tragis yang mengakibatkan kematian suaminya Alexander(27th).Belum habis rasa kecewanya karena perselingkuhan sang suami tapi kematian sang suami juga menyisakan kesedihan yang mendalam baginya.

Begitu banyak teror yang dialaminya karena beberapa pihak yang menyalahkannya akibat kejadian tersebut.Dia merasa membutuhkan seseorang yang bisa melindunginya hingga dirinya bertemu Alvin (26th) yang menyelamatkannya ketika akan diculik..

Siapakah Alvin ? Bagaimana dia bisa menjadi bodyguard Bianca? Bagaimana cinta bisa tumbuh dan bersemi dihati keduanya?


Baca terus kisah perjalanan cinta mereka ya...ini adalah karya pertamaku semoga bisa diterima oleh readers semuanya..Makasih..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BIANCA CEMBURU

Alvin melajukan mobil menuju mansion bersama Bianca.Tak ada sepatah katapun keluar dari mulut keduanya. Mereka bergelut dalam pikiran masing-masing.

" Ada apa sebenarnya dengan Alvin dan Dion?Apa yang mereka bicarakan tadi?" pertanyaan itu berkecamuk dalam pikiran Bianca.

Sebenarnya ia ingin bertanya, tetapi melihat muka Alvin yang jutek ia pun mengurungkan niatnya.

Bianca memandang ke arah jalanan sambil sesekali menguap karena kantuk.Tanpa disadari iapun telah tertidur di kursi belakang mobil.

Alvin yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.Ia tersenyum tipis sambil memandangi wajah wanita itu dari balik spion mobil.

Akhirnya mereka telah sampai di depan mansion, seperti biasa Alvin tak membangunkan majikannya tersebut. Ia menggendong wanita itu naik ke atas kamarnya.

Dilepaskannya highheels yang melekat di kaki Bianca, kemudian ia menyelimuti tubuhnya. Rasanya seperti de javu, ia ingin mengulang moment yang telah hilang kemarin.

Dipandanginya bibir merah muda itu, lalu iapun mulai mendekatkan wajahnya.

"Aaaahhhhh..." teriak Bianca mendorong tubuh Alvin.

" Dasar mesum..apa yang mau kau lakukan padaku? Jangan berani berbuat macam-macam padaku. " teriaknya kembali sambil memukul- mukul tubuh Alvin dengan guling.

" Aauwww sakit ,Nona. " teriak Alvin berpura-pura kesakitan.

" Aku tidak berbuat apa-apa, tadi aku hanya melihat nyamuk di wajah anda. " jawab Alvin sekenanya.

" Mana ada nyamuk dirumahku? Dasar pembohong ! " sanggah Bianca tak percaya. Ia kembali memukul tubuh Alvin.

Alvin menahan bantal Bianca kemudian menatapnya dengan tajam.

" A,, aku minta maaf ,Nona. Aku tidak bisa menahan perasaanku lagi padamu. Sejak pertama kali kita bertemu, sejak itu pula aku jatuh hati padamu. Aku tak peduli kalau kau tidak bisa menerima ketulusanku. Tetapi, izinkan aku untuk tetap bersamamu dan berada disisimu. " Alvin mengungkapkan isi hatinya. Ia sudah tidak mampu menutupi perasaannya lagi.

Kedua netra itu bertemu, untuk sesaat Bianca mulai terbuai dengan kata- kata Alvin. Ia pun tidak bisa menutupi bahwa sebenarnya ia juga menaruh perasaan yang sama pada pria itu.

Alvin mulai mendekatkan wajahnya pada Bianca, ia mencoba mengikis jarak diantara keduanya.

Matanya telah dipenuhi oleh kabut gairah yang sudah terlalu lama ia bendung. Ia hendak mencium wanita itu kembali.Tetapi, tiba-tiba Bianca menolaknya.

" Maaf . Aku tidak bisa menerimamu. Aku tidak memiliki perasaan apapun padamu. " ucap Bianca sambil menundukkan kepalanya.

Ia mulai tersadar setelah memandangi foto suaminya yang terpajang didinding kamarnya.

" Nona? Apakah anda benar-benar jujur dengan apa yang telah anda katakan? Apakah ada pria lain yang anda sukai? Tolong jangan membohongi diri anda sendiri. " cecar Alvin sambil menatap manik mata wanita tersebut.

Tangannya mengangkat dagu Bianca agar dapat melihat kejujuran dari kedua bola matanya.

Bianca memalingkan wajahnya.

" Aku benar-benar tidak memiliki perasaan apapun.Tolong lupakan kejadian ini dan berhentilah berharap padaku. " ucap Bianca tegas.

Alvin begitu kecewa dengan apa yang telah Bianca katakan. Iapun pergi meninggalkan kamar Bianca tanpa sepatah katapun.

Bianca hanya memandangi kepergian Alvin, air matanya sudah tak bisa ia tahan. Entah kenapa hatinya terasa tersayat hingga meninggalkan luka yang teramat sakit.

Ia belum bisa mengungkapkan perasaannya. Rasa bersalahnya terhadap Alex membuatnya ragu dalam mengambil keputusan. Meskipun hati kecilnya selalu berkata bahwa ia pun merasakan hal yang sama pada Alvin.

Alvin keluar menuju taman belakang, pikirannya sangat kacau. Setelah apa yang selama ini terjadi, ia tahu Bianca juga memiliki perasaan yang sama seperti yang ia rasakan. Akan tetapi, kenapa dia tidak mau berterus terang?

Pertanyaan itu selalu muncul di otaknya.Namun ia tidak akan menyerah, ia akan terus memperjuangkan cintanya.

...----------------...

Pagi ini keduanya akan berangkat menuju kantor. Terlihat sekali kecanggungan di antara mereka.Alvin pun hanya menundukkan pandangannya tanpa berkata apa-apa pada majikannya itu.

Mereka telah sampai di perusahaan Bianca. Alvin turun dan membukakan pintu mobil untuk Bianca. Keduanya berjalan beriringan menuju ruang kerja Bianca.

" Selamat pagi, Bu. Hai Alvin. " sapa Alya ramah pada keduanya.

" Pagi. " jawab Bianca singkat.

" Pagi Alya. Kau tambah cantik saja. " goda Alvin seketika membuat wajah Alya merona.

" Kamu bisa saja Vin. Kau juga semakin keren. " ucap Alya dengan genitnya.

" Bagaimana kalau nanti kita makan siang bersama. " ajak Alya sambil bergelayut di lengan Alvin.

" Baiklah. Akan aku usahakan buat gadis manis seperti mu. " jawab Alvin menggoda. Ia sengaja membuat Bianca merasa cemburu.

Bianca hanya melirik tingkah keduanya. Ia tahu, Alvin sengaja melakukannya. Tanpa bicara apa-apa , ia pun masuk kedalam ruangannya sambil membanting pintu.

Bruuakkk...

Kedua orang itu kaget dan merasa aneh melihat tingkah laku atasannya barusan.

" Bu Bianca kenapa? Sepertinya ia sedang kesal. " Alya memperhatikan tingkah laku atasannya.

Alvin hanya mengangkat kedua bahunya

menandakan tidak mengerti. Dalam hati ia sangat senang karena ia tahu Bianca sedang cemburu saat ini.

" Kita lihat saja ,Nona. Sampai kapan kau bisa menyembunyikan perasaanmu itu. " batin Alvin sambil tersenyum tipis.

Jam makan siang pun tiba, Alya mengajak Alvin makan di cafe tak jauh dari kantor. Bianca masih sibuk dengan pekerjaannya yang menumpuk. Bahkan ia pun lupa jam makan siangnya.

Ia keluar dari ruangannya setelah jam makan siang hampir habis. Ketika beranjak ,ia tak melihat keberadaan Alya dan juga Alvin.

Ia yakin keduanya pasti sedang makan bersama. Rasa cemburu kini kembali menggelayuti dirinya.

Tiba-tiba kedua orang itu muncul bersamaan.

" Bu, anda belum makan siang?" sapa Alya kepada atasannya. Bianca hanya terdiam memandangi keduanya.

" Nona. Saya sengaja membawakan makan siang untuk anda. Saya tahu anda sibuk hari ini. " kata Alvin sambil menyodorkan sekantong makanan pada Alya.

" Maaf, saya tidak berselera!!" jawab Bianca datar. Ia segera pergi meninggalkan kedua orang itu tanpa memperdulikan Alvin.

" Bu Bianca kenapa? Tingkahnya sangat aneh hari ini. " kata Alya yang heran melihat tingkah laku atasannya.

" Akupun tidak tahu. Mungkin dia sedang datang bulan. " jawab Alvin tersenyum tipis.

" Maaf aku pergi dulu. Ini untukmu saja. " Alvin buru-buru pergi, ia menyerahkan makanan itu pada Alya.

" Ta..tapi Vin aku kan udah makan. " ucap Alya namun Alvin keburu meninggalkan nya.

" Huh...aneh sekali mereka. " gumamnya heran. Ia pun duduk di meja kerjanya kembali.

Bianca keluar meninggalkan kantor. Di tengah jalan ia berpapasan dengan Dion.

" Dion ! " sapa Bianca sambil melambaikan tangannya.

Dion yang melihatnya segera menghampiri dan membalas sapaannya.

" Hai, kebetulan aku tadi akan keruanganmu. ada beberapa berkas di perusahaan yang perlu ditandatangani," kata Dion sambil memperlihatkan map yang ada ditangannya.

"Tapi aku belum makan siang, bagaimana kalo kita makan diluar dulu sekalian membahasnya?" ajak Bianca.

" Baiklah,, dengan senang hati,," ucap Dion sambil membungkukkan badannya.

" Kau ada-ada saja. " ucap Bianca sambil melirik sekitarnya. Ia malu harus jadi tontonan seluruh karyawan kantor. Keduanya pun pergi meninggalkan gedung itu.

Alvin mengejar Bianca, bagaimanapun ia tak mau Bianca pergi sendiri apalagi setelah peristiwa yang terjadi kemarin.

Dirinya mematung saat melihat Bianca pergi bersama Dion.

" Ternyata dia sudah ada janji. " gumam Alvin sambil mengepalkan tangannya.

Ini bonus foto Dion yang lagi mikirin Bianca.

Ini Bianca yang lagi jalan sama Alvin..hi..hi..hi

Jangan lupa like komen dan kasih vote buat author ya.. Makasih

1
awesome moment
hama sll mengganggu
awesome moment
menjauh, Vin. dijamin Bianca mendekat
awesome moment
hnya didunia halu..org perfect lahir batin
awesome moment
niat awalnya kn mmg bgitu, alvin🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️
awesome moment
alasan kn? nyatanya bukan muhrim jg ttp cium😝🤪😜😛
awesome moment
kalkulator mana? alvin mo berhitung tu
awesome moment
gercep n
awesome moment
ternyata pembunuhan berencana. keyen 1x pengatur strategynya
awesome moment
siap2 diisi cinta baru n
awesome moment
msh ngelak klo udh jth cinta
awesome moment
knp sll hnya liat endingnya. g sbbnya
Lilik Juhariah
bagus ceritanya, dimasukkan nilai keimanan di dlm ceritanya, sy tadi udah buruk sangka pasti pemerkosaan kl masuk, ternyata beda, keren
key
Luar biasa
falea sezi
dinda sok jd korban jalang pdhl
Nining Chili
👍👍👍
Arie
Luar biasa
Radil Tapan
👍👍👍👍
Radil Tapan
Buruk
G Use
Thor...coba didramatisir dikit iae seru tuh peeasaan Alvin sama Bianca...juga sebaliknya...tarik ulur dikit kek...biar agak seru...ini thor terlalu cepat...👍👍👍
Kartika Aytia
Tuh khan bener... xixixi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!