Akibat terlalu baik sama seseorang yang tak cukup dekat, membuat ia harus terjebak dengan kisah satu malam yang rumit.
hingga suatu ketika benih itu tumbuh dirahim nya, ia meminta pertanggung jawaban tapi apa yang ia dapatkan.
" gugurkan saja kandunganmu! aku tak akan menikahi mu!" ucap seseorang dengan tegas, rahang otot ny terlihat, mata nya yang lebar tampak melotot.
*****
beberapa tahun kemudian ia bertemu kembali dengan laki-laki itu, tapi ia tampak berbeda, dia berubah, berusaha mendekati anak nya dan diri nya?
lalu gimana kelanjutan nya cusss baca!!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkky_11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
duapuluhsembilan
Regiya baru saja tiba, ia sudah dikejutkan sama adik dan anak nya saling adu mulut. " stop..." teriak nya, ia berjalan mendekat. " ada apa? Kenapa kalian berantem gini?" tanya nya, menatap satu persatu.
" ini lo, bun om...aku tanya baik-baik dia malah enggak jawab dan... Ngatain aku anak kecil." ujar nya, tangan nya menunjuk-nunjuk andito. Dan yang ditunjuk hanya pasrah. Mendengkus pelan.
Angga membuntuti istri nya, kemudian duduk disofa." ada apa sih lula?" tanya nya pelan, tapi penuh penekanan.
lula melipat kedua tangan nya, membuang muka." om itu, bilang aku masih kecil, padahal aku kan sudah besar, sudah mau kuliah!"
" masalah gitu aja bikin kamu ribut lula?" sahut regiya, mengelengkan kepala nya. " enggak gitu bunda... Aku tanya sama om ' ada hubungan apa sama wanita itu' eeh... om malah ngatain aku 'ini bukan urusan anak kecil." jelas nya.
" lagian kenapa kamu ikut campur urusan orang?" jawab angga. Menghembuskan nafas nya pelan." sudah jangan perpanjang lagi, minta maaf lula sama om. dan... Lain kali tidak usah ikut campur sama urusan orang!"
lula memutar bola nya sebelum berbalik, lalu mengulurkan tangan nya dihadapan andito." maaf om."
" iyaa..." jawab andito, lalu tangan nya mengusap rambut lula." om maafin."
Regiya bernafas lega, angga juga, kemudian regiya berjalan kearah dapur untuk meletakan stok makanan yang sudah ia buat kedalam kulkas.
setelah selesai sama per dapuran, regiya kedepan untuk ikut menimbrung para laki-laki. Dengan minuman jus buah naga, sama cemilan brownis yang ia buat berada ditangan nya.
" itu brownis buatan mbk?" tanya nya andito.
regiya mengaggukan kepala nya." iya, ini kesukaan kamu sama lula." ujar nya.
" lula.... Kesini nak, ada brownis." teriak nya.
" kalian lagi ngobrolin apa?" ujar nya, lalu merubah posisi nya duduk didekat suami nya.
" andito kamu enggak ingin menikah?" tanya angga.
" masih belum ada yang cocok mas,"
"tapi udah punya calon atau mungkin pacar?"
andito tampak kaku ingin menjawab, perasaan nya tiba-tiba menjadi tidak enak. " sudah pa, tadi pagi waktu jogging ketemu," jawab nya dengan menuruni setiap anak tangga, lalu berjalan mendekat.
" dan tahu enggak pa, bun, ada anak kecil yang mirip banget sama om." lula bercerita dengan antusias. " dan makanan kesukaan mereka sama, aneh enggak pa." ucap nya.
Regiya melirik sebentar kearah adik nya, apakah yang dimaksut anak nya itu.... Ada kaitan nya yang dirumah sakit?
" lula...." tegur angga.
" kalau kamu siap bawah dia kesini to." ujar angga.
Kedua orang itu terkejut dengan ucapan papa nya dan suami nya.
{}
✓aldian.
li, kamu dirumah?
bisakah kita bertemu?
Pesan singkat yang berhasil menyita waktu nya, hari minggu memang sering kali ia menghabiskan waktu nya dirumah.
^^^... Aulia...^^^
^^^ boleh, aku saat ini berada dirumah. ^^^
jantung nya berdegup kencang, setiap kali membalas nya, dan saat ia membalas on the way, disitulah ia mengrias dirinya.
Lia menggunakan dress putih selutut, dengan corak bunga-bunga kecil, dan lengan nya yang membentuk balon. Tidak lupa ia menggerai rambut potongan butterfly nya.
Belum juga tiba lia merapikan poni nya, memagang ponsel nya. Sesekali melihat, berharap mendapatkan kabar bahwa ia sudah didepan. Dan... Tak lama ketukan pintu itu datang. Senyum nya berkembang pesat.
Lia bercermin sebentar, sebelum ia membuka pintu nya. " iyaa sebentar..." ujar nya, selama berjalan, tangan nya tampak dingin, jantung nya seakan-akan mempompa lebih cepat.
dan..
Ceklek...
" ngapain kamu kesini?" ketus, wajah nya tampak tak bersahabat. Ia seakan ingin menutup pintu kembali.
~
~
haloo jangan lupa di like dan komen🥰...
sampai jumpa dipart selanjutnya...
dan mulai saat itu aku gk sembarangan deket laki,. kl anakku dah oke baru aku serius tp kl anakku gk suka ya udah gk maksa. krn anak lbih penting Dr apapun.