{ Lanjutan dari cerita SAHABAT KU AYAH PUTRI KU tapi ini tentang Kanz dan Ana }
Kanz Altaf Siagian, seorang ketua OSIS di sebuah sekolah,ia memiliki wajah yang sangat tampan dan banyak di idolakan oleh kaum hawa .
Melihat dari latar belakang nama nya Kanz bukan orang sembarangan namun pria itu memilih untuk menutupi dan hidup seperti orang lain ,hidup yang damai itu tiba-tiba kacau setelah kehadiran wanita bar-bar .
Ariana Gauri Aleena nama wanita itu ,yang selalu membuat Kanz habis kesabaran nya namun siapa sangka berjalannya waktu keduanya semakin dekat.
Hingga terjadi sesuatu di antara keduanya saat acara puncak sekolah keduanya terpaksa harus hidup bersama !
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yhani_HT, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
Ana bisa bernafas dengan lega karena hari ini terkahir nya ujian, kini dia masih mengistirahatkan diri karena baru beberapa menit bel berbunyi pertanda jika waktu ujian selesai .
Hanum dan Tasya saling melirik sambil menatap Ana , semenjak mengetahui kehamilan wanita itu kedua sahabatnya tidak perna jauh dari nya jika itu masih dalam lingkungan sekolah bahkan hanya untuk ke kamar mandi saja pasti salah satu dari mereka akan ikut dengan nya dan sejauh ini kehamilan Ana hanya di ketahui orang terdekat mereka .
" Kamu kenapa ? " Hanum mendekatkan kursinya dengan Ana begitu juga dengan Tasya .
" Kayanya makan di restoran Jepang enak " Tasya dan Hanum langsung menelan ludahnya dengan susah payah ,baru beberapa hari yang lalu keduanya mengikuti ngidam wanita itu dan ke-dua nya berakhir sakit perut.
" Tidak cocok dengan cuacanya Na " Ana langsung menatap ke arah jendela di mana cuaca di luar sedikit mendung tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda mau hujan pikir Ana .
" Cocok kok" Kedua wanita itu meringis memang sulit jika berdebat dengan orang hamil mereka tidak akan perna menang sekalipun ucapan mereka benar .
" Gitu ya " Ujar Hanum menggaruk keningnya yang tidak gatal matanya sesekali memberikan sinyal pada Tasya.
" Kalau gitu aku hubungi dulu kakak Kanz ya " Sama seperti Hanum,Tasya pun tidak bisa berpikir dengan baik jika menyangkut ibu hamil yang sedang ngidam .
" Jangan Bang Kanz ,kakak Faiz saja " Lagi-lagi kedua wanita saling melempar pandangan sebelum akhirnya kepala mereka menggaguk.
" Gini amat " Cicit Tasya pelan .
🌹
🌹
" Kanz " Sang empedu langsung menatap ke sumber suara " Apa ? " Faiz langsung memperlihatkan isi pesan yang baru saja di kirim Tasya refleks Radit dan Fauzi pun ikut melihat layar itu .
📥 Tasya
Sebelumnya Tasya minta maaf ya kakak , sebenarnya tadi mau kirim pesan sama kakak Kanz , tapi Ana bilang kirim pesan sama kakak Faiz saja . Tolong kasih tahu kakak Kanz jangan salah paham dulu .
📥 Tasya
Ini Ana katanya mau makan di restoran Jepang,kalau kalian masih sibuk kami izin pergi bertiga ,boleh tidak?
Ketiga sahabat Kanz tertawa kecil mereka fokus pada pesan pertama yang di kirim oleh Tasya hingga akhirnya wanita itu mengutarakan maksud yang sebenarnya.
" Bilang kita ikut " Faiz langsung membalas pesan yang dikirim Tasya.
" Setahuku makanan Jepang itu banyak yang mentah Kanz, apa tidak masalah " Kanz mengalihkan perhatian pada Fauzi .
" Lebih baik tanya dulu Aunty mu takutnya tidak di bolehkan " Timpal Radit ikut menatap Kanz .
" Tapikan tidak semua makanan Jepang itu mentah ada juga yang di masak " Ujar Faiz .
" Lebih baik tanya dulu Aunty mu dan kalau memang bisa minta rekomendasi makanan yang bisa di makan Ana " Ujar Radit.
" Aku setuju dengan ucapan Radit " Umar Faiz dan Fauzi bersamaan .
" Nanti di mobil saja " Kanz meraih tasnya begitu juga yang lainnya setelah itu mereka ke luar dari ruangan mereka .
...----------------...
Kini Kanz sudah berada di ruangan Ana namun wanita itu belum beranjak dari duduknya dia masih dengan posisi ternyaman nya membaringkan kepalanya di atas meja .
"Katanya mau makan di restoran Jepang ? " Kanz duduk di samping Ana sambil mengelus punggung wanita itu , sedangkan sahabat kedua nya mengelilingi ke-dua nya .
" Sedikit lagi Abang " Rengek Ana tanpa menatap Kanz .
" Memang belum lapar hm " Ujar Kanz pelan .
" Lapar ,tapi anak Abang malas bergerak " Peserta di ruangan itu menahan kedua bibir mereka agar tidak tertawa " Mau Abang gendong saja? kalau nunggu anak Abang gerak nanti kalian sakit " Kanz tetap bersikap tenang dalam menghadapi sikap Ana tapi sejauh ini Ana masih bersikap seperti biasanya hanya saja kadang dia begitu manja .
" Mau jalan saja " Ana mengakat kepalanya lalu menatap Kanz tersenyum di balas senyuman oleh Kanz " Anak Abang sudah tidak malas " Kanz mengaguk sebagai jawaban nya lalu berdiri setelah itu membantu Ana .
" Biar aku yang bawah Na " Hanum langsung mengambil ahli tas Ana " Makasih ya Num " Ujar Ana tulus .
" Aman " Jawab Ana seadanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dukung terus Kanz dan Ana menjadi novel favorit kalian 😘 😘 😘
Like
Komentar
Vote
Jangan lupa hadiah bunga dan juga ⭐ ⭐ ⭐ ⭐ ⭐
jawaban nya hanya Author yg tau 🤣🤣
lanjut thor 🙏🙏💪💪
melahirkan tidak di dampingi suaminya rasanya sedih banget 😭😭