NovelToon NovelToon
Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Sistem: Melenyapkan Pengkhianat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Mengubah Takdir / Transmigrasi ke Dalam Novel / Bullying dan Balas Dendam
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: KOHAPU

Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.

Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.

Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.

Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?

Namun.

Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.

"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."

"Ka...kamu siapa?"

"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."

Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.

Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membosankan

Rambut putih panjang terikat ke belakang, menggunakan pakaian resmi. Terlihat dari warna kulit tangannya dan warna kulit wajahnya yang sama, kemungkinan besar tidak memakai make up sama sekali.

Permainan dengan tempo yang cepat. Mereka tidak memainkan lagu ciptaan Violetta. Tapi ciptaan komposer yang telah terkenal. Menghindari tuduhan apapun dari Chantika.

Tapi ini bukan soal lagunya. Lebih pada orang yang memainkannya. Bagaikan bukan makhluk dari dunia nyata, bahkan artis saja hanya bagaikan gurita di hadapan pesonanya.

"Guys! Aku menemukan pasangan hidupku..." Gumam Irina (sang influencer) masih menelan ludahnya, berucap ke arah kamera terdengar pecicilan.

Kamera kembali tertuju pada Irina. Tidak diduga oleh kameramen, ada kejutan hari ini. Pantas saja pihak butik menghubungi mereka guna memajukan jadwal.

Menatap ke arah layar rekaman live, dalam waktu cepat pengikut mereka bertambah. Komentar kini juga mencapai ribuan di menit ke 10 siaran live.

Komentar yang semakin lama, semakin anarkis.

'Kak Irina, tanya namanya! Nanti aku beri gift!'

'Pria itu milikku, mungkin dia idol yang belum diorbitkan.'

'Sayang! Aku cinta kamu. Kak Irina minta nomor WA-nya nanti aku berikan gift paling banyak!'

Gila! Untuk pertama kalinya mereka mendapatkan gift begitu banyak. Semuanya dengan tujuan sama, ingin mengetahui siapa pria yang tengah bermain piano.

Hingga permainan piano dan biola berakhir. Violetta meletakan biolanya kembali. Para pengunjung bertepuk tangan. Banyak diantaranya yang mengambil rekaman guna diunggah di akun media sosial mereka. Kapan lagi dapat mengambil gambar selebriti? Mungkin itulah yang ada dalam otak mereka. Benar-benar ketampanan yang sejatinya mengalahkan artis.

Galan melangkah, semua orang memberi jalan. Hingga sampai di depan sang influencer, dirinya menunduk memberi hormat.

"Nona Irina, saya mendapatkan informasi kedatangan anda dari nona saya. Saya datang kemari untuk melayani anda berkeliling butik." Benar-benar ucapan yang lembut, bermartabat, berkharisma, tapi juga anggun. Dapat dikatakan bagaikan bangsawan.

Irina terdiam sejenak, melirik ke arah kameramen nya."Apa ini nyata? Apa ini nyata? Aku tidak mimpi bukan. Ah! Aku mau pingsan..."

"Ini bukan mimpi g*oblok!" Ucap sang kameramen yang memang selalu terdengar ceplas-ceplos. Walaupun wajahnya tidak pernah kelihatan di hadapan kamera. Mungkin itulah kelebihan siaran mereka.

"Na... namamu siapa? Sudah menikah atau belum. Kalau belum kita sekalian fitting ya? Mumpung di butik." Irina mendekat mencoba melekat.

"Namanya Galan, dia pacarku." Violetta melangkah mendekat, membuat wajah Irina tiba-tiba kecut.

"Oh... sudah punya pacar. Jadikan aku yang kedua ya?" Goda Irina.

"Hari ini mencoba beberapa gaun dulu. Setelahnya bebas berfoto bersama pacarku." Violetta berusaha tersenyum benar-benar berusaha. Menarik pergi sang influencer.

Sedangkan Galan hanya mengikuti, pemuda yang tidak memiliki napsu sama sekali. Secantik apapun Irina, mungkin semua orang sama di matanya? Entahlah...atau mungkin ada sedikit perbedaan dengan cheese cake?

Sang kameramen masih merekam, Galan menemaninya berkeliling butik. Beberapa foto berpasangan memakai pakaian gaun pengantin sample diambil.

Views video tersebut benar-benar melejit berbagai macam gift diberikan para penonton siaran live. Bahkan ada telepon silih berganti dari influencer lain yang ingin memajukan kunjungan mereka.

Butik yang ramai tanpa celah. Membeli pakaian sehari-hari di bagian stan depan. Kemudian bagaikan formal di bagian dalam butik.

Teriakan terdengar, konten kreator datang tanpa diundang segera setelah menonton video Irina yang viral. Tentu saja mereka juga akan membeli pakaian, tujuannya? Tentu saja menambah subscriber.

Namun, bagaikan konser. Kali ini sesuai keinginan Violetta, Gilan bermain gitar akustik di bagian sudut. Memainkan beberapa lagu, akibat tidak lagi dapat meladeni influencer dan konten kreator satu persatu.

Sedangkan Violetta hanya mengamati dari jauh. Benar-benar cemas saat ini, bagaimana jika Galan dicintai begitu banyak orang? Tapi syukurlah setelah 2 hari Galan dapat kembali disimpannya untuk diri sendiri.

***

Chantika tidak membuka butiknya hari ini. Masih mengadakan renovasi untuk banyak bagian. Dalam sehari akan usai walaupun membayar cukup mahal. Tapi itu sepadan.

Tidak perlu mengawasi, dirinya hanya tinggal bermanja-manja di ruangan Sebastian.

Sebastian duduk di sofa, sedangkan Chantika duduk di pangkuannya."Kakak masih cemburu padaku." Gumamnya manja mengingat Violetta tidak bersedia membawa kue mangga ke tempat ini. Benar-benar protagonis wanita sialan! Tapi bagus dengan begini Sebastian akan semakin tidak menyadari perasaannya.

"Chantika, kamu terlalu baik. Sempurna dalam segala hal. Violetta tidak dapat dibandingkan denganmu." Sebastian tersenyum mengecup bibir Chantika.

Wanita yang datang ke kantor perusahaan pukul 10 pagi. Mengadu pada Sebastian, membuat Sebastian tidak dapat bekerja hingga sekarang. Hari sudah mulai gelap, pekerjaan di atas meja juga dibiarkan menumpuk.

Pintu ruang kerja Sebastian terkunci. Entah berapa kali mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami-istri. Tapi memang kali ini pakaian mereka telah kembali rapi, usai membersihkan diri.

"Sebastian terimakasih...apa aku yang merusak hubungan kalian?" Tanya Chantika pelan.

Sebastian hanya memeluknya kemudian berucap."Tidak, kami dari awal tidak memiliki hubungan. Pertunangan hanya inisiatif ibuku dan Violetta. Sudah malam, aku antar pulang ya? Om dan Tante pasti cemas."

Chantika mengangguk, pada akhirnya Sebastian berkemas setelah mematikan komputer, dan mengemasi beberapa berkas. Hanya dapat menghela napas, begitu banyak pekerjaan yang ditunda olehnya. Sudah pasti ayahnya akan mengamuk padanya.

Entah kenapa Sebastian sedikit terbayang masa lalu. Kala dirinya ketahuan mer*okok di masa remajanya. Sang ayah menghukumnya, tapi Violetta berlutut menginginkan berbagi hukuman dengan dirinya. Hasilnya, dirinya dan Violetta membersihkan seluruh kamar mandi dan kolam di rumah Sebastian.

Pemuda yang menggeleng dengan cepat. Violetta teruss mengikutinya. Membuat dirinya benar-benar benci pada permen karet lengket itu. Violetta tidak menyukainya, tidak mungkin! Sudah pasti ini hanya trik.

***

Mobil melaju meninggalkan gedung perusahaan. Sebastian melirik ke arah Chantika yang tengah tertidur mungkin karena kelelahan.

Banyak hal yang menggangu fikirannya. Hingga mobil terhenti di tempat parkir rumah yang cukup besar tersebut.

Mata Sebastian tertuju pada mobil Violetta yang telah berada terlebih dahulu di tempat parkir. Entah apa yang ada dalam benaknya. Perlahan dirinya mencoba membangunkan Chantika."Kita sudah sampai. Apa aku boleh mampir sebentar?"

"Iya..." Chantika mengecup bibir Sebastian cepat. Dua orang yang melangkah turun dari mobil.

Hingga langkah mereka terhenti menatap ke arah Violetta yang membawa pemuda itu lagi. Pemuda berambut putih panjang.

Menggunakan setelan jas yang terlihat lebih memukau dari sebelumnya. Chantika menelan ludahnya, apa NPC novel bisa berwujud seperti ini.

Hingga.

Prang!

"Kabur dari rumah! Bahkan membawa pria liar ke tempat ini! Dasar anak durhaka!" Bentak Prana, tidak dapat menahan diri lagi. Setelah melihat media sosial bagaimana butik milik Violetta begitu ramai. Vas dibantingnya ke lantai, hingga pecah berkeping-keping.

"Galan adalah kunci kesuksesanku. Ayah tidak mengerti juga?" Tanya Violetta bergelayut manja pada Galan.

"Jika aku tidak mendidikmu. Mungkin harta keluarga ini akan dihabiskan oleh g*igolo ini." Prana memegang stik golf, hendak memukul Violetta.

Gadis yang memejamkan matanya.

Tapi.

Brak!

Tubuh Prana dibanting, Galan tersenyum, entah kenapa stik golf kini berada di tangan Galan. Apa Galan berhasil merebutnya?

"Tuan Prana, anda benar-benar menyebalkan..." Pemuda yang menyeringai, hendak mengayunkan stik golf di tangannya.

1
imau
murahan sekali mereka berdua
imau
kayak barang aja bisa disimpan 😄
Senjaa💞
dasar prana,sdh numpang tdk tau diri...ayo galan basmi manusia2 menjijikan itu...
Ummah Intan
poin kek akan bertambah
Rlyn
mau liat cantika sama keluarga 4su ny sengsara thorrr/Scream/
Ufi Yani
galan:tuan prana... apa perlu aq umumkn siapa kau sbenarnya dhadapan umum??/Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Grin//Curse/
Ummah Intan
jd buat Sebastian cemburu padamu utk mendapatkan poin
iin marlina
mantap
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih
Indar
cumi2 kering Sebastian dan kuntilanak Chantika bakal kebakaran jenggot nih kl tahu ada pria tampan ganteng ga ketulungan di butiknya Violetta
Ufi Yani
untung byk tu influencr dtg kstu.....
Nada She Embun
koh... hadirkan visual Galan.. Galan aku padamuu 🤣🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
mampus gak tuh, udah ditinggalkan baru tau penyesalan
Nur Wahyuni
keren ilmu marketingnya si vio.. jaman sekarang apalah arti tipi dibanding sosial media..
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
calon ibu mertua idaman masa depan nih
yesi yuniar
idenya benar2 brilian 👏🏻
Aisyah Ranni
Wahh siap2 jadi Top Selebriti ya kalian berdua 😆
imau
semangat Vio 🔥
Erchapram
Tergalen-galen aku, btw cumi kering enak juga buat tumis pakai cabe hijau. Bisa-bisa habisin nasi sebakul
Inah Ilham: DuRen Premium (yg lg rame) juga bakalan kalah nih rupa rupanya 🤣🤣🤣
total 2 replies
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
yahhh, ulet keket di kacangin. kasiannn 🤣
ᵉᶠ ↷✦; 𝓔 𝓵 𝓵 𝓮 ❞
semangat vio, hempaskan sundel bolong yang 1 itu.
selalu suka cerita yang pake sistem.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!