NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ketapel autolock

Pak Man mengambil ketapel milik Arjuna ini. Tidak ada ekspresi apapun di wajah Pak Man.

Hanya ketapel biasa.

Tiba-tiba Pak Man melihat seekor kecoa yang melintas di depannya. Memang salah satu problematika kota-kota besar seperti malang adalah populasi kecoak yang tidak terkendali dan muncul di malam hari.

Tanpa basa basi lagi Pak Man mengambil sebuah kerikil dan langsung membidik kecoak yang melintas di depan tokonya.

Sementara itu Maheswari sudah hampir melintasi semak belukar, namun dia berhenti sejenak saat melihat pak man sedang bermain dengan ketapel dan ingin membidik kecoak.

Tidak ada ekspresi aneh apapun dari Maheswari. Mengapa harus memasang ekspresi aneh? Itu hanya seorang pria paruh baya yang ingin memainkan ketapel.

Pak Man masih fokus membidik kecoak itu, hingga akhirnya Pak Man melepaskan tembakannya.

Tang!

Siapa sangka bidikannya meleset, kerikil yang dia lesatkan menghantam tanah dan mencelat entah kemana.

Apa yang tidak di ketahui oleh pak man kerikil itu malah melesat menuju ke Maheswari yang bersembunyi di balik semak-semak. Pada Awalnya Maheswari biasa saja dengan Pak Man yang bermain ketapel itu. Bagaimana pun juga sekhat-kuatnya ketapel Maheswari yakin seribu persen ketapel itu tidak akan mampu melukainya.

Pistol saja tidak bisa menggores kulitnya, apa lagi hanya ketapel biasa.

Namun pikiran Maheswari berubah kala melihat kerikil yang melesat menuju ke arahnya. Sebuah kerikil biasa namun membawa perasaan kematian yang sangat kuat. Insting bertahan hidup Maheswari mengatakan bahwa dia bisa binasa apabila terkena kerikil tersebut.

Maheswari mengambil pisaunya.

Dentang!

Seketika itu juga Maheswari terpental sangat jauh kebelakang. Karena jaraknya dengan pak man yang jauh membuat Pak Man tidak memperhatikan jatuhnya Maheswari.

Uhuk!

Maheswari terlihat terbatuk batuk dan mengeluarkan darah. Wajahnya tampak pucat dia kemudian memandangi kedua tangannya dan pisau yang masih dia pegang.

Terlihat tangannya tremor hanya karena menangkis serangan sebuah kerikil.

"Ba-- bagaimana bisa?" Tentu saja pertanyaan ini yang terlontar pertama kali di benak Maheswari.

 "Ini tidak masuk akal sama sekali! Dia hanyalah pria paruh baya biasa! Ketapel biasa! Dan batu kerikil biasa!"

"Mengapa serangan itu bisa membuatku sampai seperti ini?" Ucap Maheswari yang tidak percaya dengan apa yang terjadi, dia berani bersumpah kalau dia tidak mengeluarkan kekuatan sepenuhnya untuk menghalau kerikil itu dia pasti akan mati.

Maheswari mencoba berdiri lagi meskipun dengan kaki gemetaran. Dia berjalan terseok seok menuju ke arah semak belukar, untuk melihat pak man yang ada di sana, memastikan siapa sebenarnya pria paruh baya itu.

Sementara itu Pak Man memandangi kecoa yang entah mengapa semakin banyak saja, pak man sendiri tidak tahu apakah kecoa itu makhluk sosial atau soliter, namun yang pasti kemunculan banyak kecoa lainnya ini membuat Pak Man sedikit jengkel.

Pak Man kembali mengambil kerikil di tanah dan kembali membidik gerombolan kecoa di depan tokonya ini.

"Harusnya kena..." Ucap Pak Man yang tampak percaya diri, "kalau tadi hanya satu kecoa wajar saja jika meleset namun ini gerombolan aku malu jika tidak kena!"

Yang di bidik pak man adalah kecoa namun yang ketakutan malahan Maheswari.

"Tidak jangan!" Ucap Maheswari yang merinding ketika Pak Man membidik kecoa. Entah mengapa Maheswari merasakan perasaan tidak enak saat ini.

Benar saja!

Wus!

Ketika Pak Man melesatkan kerikil dari ketapel milik Arjuna, kerikil itu kembali meleset menghantam tanah dan mencelat menuju ke arah Maheswari.

Maheswari buru-buru membalikkan tubuhnya menghentakan kakinya dan melesat pergi dari tempat itu.

Bang!

Kerikil itu berhasil mengenai punggung Maheswari dan membuat Maheswari terpental sangat jauh.

Uhuk!

Maheswari masih bisa selamat, dia langsung memuntahkan seteguk darah hitam dari mulutnya.

Andai saja Maheswari tidak menyelubungi punggungnya dengan prana pelindung dia sudah pasti mati!

Ini saja punggungnya terasa hampir bolong.

"Tidak, aku harus pergi dari tempat ini!" Ucap Maheswari. Dengan cepat Maheswari pergi dari tempat ini dengan ketakutan.

Sementara itu Pak Man terlihat menggaruk kepalanya dengan ekspresi sedikit bingung, "mengapa?" Tanya Pak Man, "dulu aku paling jago mengepel mangga tetangga tapi mengapa sekarang meleset terus?"

Pak Man mengangkat bahunya dia meletakan ketapel itu di atas meja dan mengambil sebuah sapu, "lupakan ketapel, pakai sapu saja!" Ucap Pak Man.

Dengan cepat Pak Man membersihkan kecoa yang ada di depan tokonya.

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat sekali. Siapa sangka pagi hari tiba begitu saja. Arjuna keluar dari tokonya dan kini ekspresi Arjuna tampak lebih rileks.

"Hmm, benar kata pak Man di sini aman!" Ucap Arjuna dengan santai, "hanya penjahat bodoh yang masih berani membuat gara gara di sini!"

Arjuna kemudian berjalan santai menuju ke perempatan Sumbersekar depan SD dan depan tugu kecil.

Seperti biasa ada pak Man yang duduk di teras tokonya dan ada tempe goreng dan kopi di sana.

"Pak Man!" Sapa Arjuna.

"Eh Arjuna, sini!" Ucap Pak Man.

Dengan cepat Arjuna ikut duduk di sana.

"Ketapelmu ketinggalan." Ucap Pak man.

Arjuna menoleh dia melihat ketapelnya yang ketinggalan, namun Arjuna hanya menganggukan kepalanya saja.

Itu hanya ketapel biasa bahkan apabila hilang sama sekali bukan masalah besar.

"Sepertinya aman ya pak!" Ucap Arjuna.

Pak Man menyeruput kopinya kemudian berucap, "pastinya aman, mengapa tidak aman?" Tanya Pak Man dengan santai.

"Eh pak man, lihat itu!" Ucap Arjuna sambil menunjuk sebuah arah.

Pak Man melihat arah yang di tunjuk Arjuna dia melihat rombongan mobil aparat yang membentuk sebuah barisan. Melesat dengan cepat menuju perempatan Sumbersekar ini.

"Loh, ada apa ini pak?" Tanya Arjuna dengan bingung. Namun sayang sekali pak man juga tidak tahu.

Mobil-mobil itu langsung terparkir di pinggir jalan kemudian semua aparat langsung keluar.

Dan tentu saja dua npc yaitu Mawar dan Suherman.

Mawar terlihat membawa sebuah wadah dupa lengkap dengan dupa yang masih menyala, "ikuti aku pak Suherman, aku berhasil melacak jejaknya!" Ucap Mawar.

Suherman menganggukan kepalanya, "Semuanya jaga tempat ini!" Ucap Suherman dengan tegas.

Semua orang yang ada di sini menganggukan kepalanya, "Siap komandan!"

Dengan cepat Suherman mengikuti mawar memasuki semak belukar dan kebun kecil. Mawar dengan cepat menuju sebuah tempat di mana di situ terlihat darah hitam yang sudah kering tercecer di mana-mana.

Seketika itu juga mawar langsung menyeringai.

Suherman langsung bertanya, "Nona apa ini?"

"Pak Suherman Psikopat Pengambil Wajah sedang sekarat! Dan ini adalah darahnya!" Ucap Mawar dengan penuh percaya diri.

Suherman tegang.

"Sedang sekarat?" Tanyanya.

Mawar menganggukan kepalanya, "benar sedang sekarat!" Kemudian Mawar menambahkan, "Apakah anda ingat pertarunganku melawan Psikopat Pengambil Wajah di rumahmu? Serangan ternyata meninggalkan luka dalam yang cukup parah menyebabkan dia sekarat seperti ini! Jujur saja aku tidak menyangka serangan akan sangat hebat dan kuat hahaha!!!" Ucap Mawar.

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!