NovelToon NovelToon
CERAI YUK

CERAI YUK

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Keluarga & Kasih Sayang / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:178.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lv Edelweiss

[ SEDANG REVISI ]

Apa yang akan kamu lakukan jika ternyata kamu menikah dengan seorang pria pemarah dan sangat egois?

Kalista, seorang wanita smart dan penuh prestasi, terpaksa menerima pahit takdir hidupnya, ketika ia tahu jika pria yang menjadi suaminya ternyata sosok pria pemarah dan sangat egois.

Kalista bahkan seperti tidak pernah melihat cinta dan kasih sayang dari diri suaminya itu. Sampai pada suatu hari, dia berada di ujung kesabarannya saat mengetahui jika suaminya punya hubungan dengan wanita lain.

"Aku minta cerai! " Ucap Kalista

Tiga kata yang keluar dari mulut Kalista yang sudah sejak lama ia pendam dan bungkam.

Apakah keputusan Kalista untuk berpisah dengan suaminya merupakan keputusan yang tepat?

Benarkah jika suaminya, berselingkuh dengan wanita lain seperti dugaan Kalista?

Dan benarkah jika Raditya Gunawan, pria yang sudah memberikan Kalista dua orang anak perempuan itu, sama sekali tak menaruh hati kepada Kalista?

Siapkan kesabaran dan tisu sebelum me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lv Edelweiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MASA KRITIS IBU

"Nggak perlu, saya bisa beliin." Ucap mas Radit.

Demian pun mengurungkan niatnya untuk memberikan air mineral itu padaku. Mas Radit masih bisa-bisanya dalam keadaan genting seperti ini bersikap tidak baik seperti itu kepada Demian.

"Bunda.... nenek kenapa?" Tanya Kinan yang tiba-tiba berlari ke arahku. Tampaknya Kinan sudah cukup mengerti jika aku sedang sedih. Dia juga sangat paham situasi hatiku. Apakah aku senang atau aku sedih, Kinan pasti tahu.

"Nenek sedang sakit. Kinan do'ain nenek ya? Supaya nenek, cepat sembuh ya?" Kataku seraya membelai kepalanya. Kinan mengangguk cepat.

Saat aku sedang menjelaskan kondisi ibu pada Kinan, Mama dan Papa keluar dari ruangan ICU.

"Lis, sebaiknya anak-anak mama bawa pulang ke rumah ibumu saja ya? Kasian mereka kalau harus tidur di sini. Lagian di sini tidak ada tempat tidur. Kamu ada bawa perlengkapan mereka kan?" Tanya mama.

"Ada ma, semua ada di koper warna pink. Juga ada di tas ransel Kinan. Mama benar, mereka sebaiknya pulang. Aku titip mereka dulu ya ma." kata ku.

"Kamu nih ngomong apa. Masa bilang titip anak mu sama Omanya sendiri. Mereka itu cucu mama... " ucap mama. Aku pun tersenyum mendengar kata-kata mertua ku itu.

Aku tahu mertuaku memang salah, karena sudah membohongiku soal pernikahan aku dan mas Radit. Namun mereka tetaplah orang tua yang baik di mataku. Selama menjadi menantu mereka, tak pernah sekali pun mama atau Papa berbicara yang menyinggung perasaanku. Kata orang mama mertua itu jahat, tapi aku tidak melihat itu dari mama mertuaku.

"Makasih ya Ma. Hati-hati.. " Ucap ku dengan suara yang masih parau sisa menangis tadi.

"Dit, kunci mobil... " Pinta Papa.

Mas Radit segera menyerahkan kunci mobilnya pada Papa. Mereka lalu pulang ke rumah Ibu dengan ditemani oleh Ratna. Motor yang di gunakan oleh Ratna di tinggal Ratna untuk keperluan kami selama di rumah sakit seperti membeli air mineral atau makanan.

"Aku mau ke mushola dulu ya, sholat maghrib." Kataku setelah mama dan papa pergi.

"Aku ikut ya?" Pinta Sintya. Aku mengangguk pelan.

"Sama mas aja, ya? Kita nanti sholatnya jamaah." Tawar mas Radit. Tumben banget.

"Nggak perlu mas. Lagian kan, selama ini kita selalu sholat masing-masing, ya kan?"

Aku melihat Demian geli menahan tawa mendengar kata-kataku. Mas Radit juga langsung terdiam tak berkata apa-apa lagi.

Ya kan, karena memang kenyataannya seperti itu. Selama menjadi istrinya, tak pernah sekali pun ia mengimami sholat ku. Setiap di ajak juga banyak alasannya untuk menolak. Yang capek lah, nggak siap jadi imam lah. Inilah, itulah. Pokoknya nggak mau aja.

"Tolong jagain ibu ya... " Kataku.

"Iya... " Sahut mas Radit dan Demian bersamaan. Mereka kemudian saling melihat satu sama lain. Sedang Sintya geli menahan tawanya.

Aku pun lalu pergi bersama Sintya menuju mushola rumah sakit. Aku sedikit lebih tenang sebab Kinan dan Kaila sudah di bawa mama dan papa pulang ke rumah ibu bersama Ratna. Aku kasihan kalau mereka harus stay di rumah sakit. Takut jika mereka jatuh sakit karena rumah sakit tidak sehat untuk anak-anak seperti mereka.

Kebetulan, Kaila juga sudah sering minum susu formula karena memang sebentar lagi usianya masuk dua tahun. Jadi dia tidak begitu tergantung lagi dengan ASI ku. Semoga mereka bisa aman tidur dengan oma dan opanya malam ini.

...****************...

Suara kumandang adzan maghrib pun telah selesai di lantunkan oleh muadzin mushola rumah sakit. Dan setelah iqomah, semua jamaah yang ada di mushola mengikuti imam untuk sholat maghrib.

Aku hanyut dalam suasana antara mengingat nasib pernikahanku dan keadaan mama. Tanpa ku sadari aku menangis saat sholat. Air mataku seperti tak mengenal kata berhenti. Dia mengalir begitu saja seperti tahu akan tugasnya saatnya. Menemaniku, melewati luka-luka ini. Menjadi penguat di fase-fase berdarah ku saat ini.

Ya, aku tahu... Allah memang sedang menguji ku. Ia tahu aku mampu melewati semua ini karena itu Dia memilih aku orangnya. Aku tak pernah membenci takdir sekali pun takdir itu menyakitkan bagiku. Karena setahu ku... tak akan ada yang terjadi tanpa seizin-Nya. Bahkan sehelai daun kering jatuh ke tahan pun, itu semua terjadi atas izin Allah.

Selesai sholat, aku berdoa. Aku meminta pada Allah yang terbaik untuk hidupku. Aku meminta Allah yang akan menentukan jalan takdir pernikahanku. Dan Allah juga yang tahu, apa yang terbaik bagi ibu. Dia yang menghidupkan dan Dia juga yang mematikan bukan?

"Lis... " Bisik Sintya. Aku menoleh padanya.

"Iya Sin... kenapa?" Tanyaku.

"Gue duluan balik ruangan ya, mungkin Mas Radit dan Demian juga mau sholat. Biar gue jaga nyokap lo dulu." tawar Sintya. Aku mengangguk pelan.

Belum Sintya keluar dari mushola, dia sudah berpapasan dengan mas Radit.

"Eh, orangnya uda nongol..." Seru Sintya.

"Demian mana mas Radit?" Tanya Sintya.

"Tau... lagi datang bulan kali... " Jawab mas Radit ngasal.

"Lah, kok datang bulan?' Sintya tertawa namun dia tahan karena masih banyak orang yang sholat dalam mushola.

"Gue bisa dengar ya?" Sahut Demian yang tak jauh dari mushola.

Aku hanya bisa diam mendengar ocehan mereka. Tidak mas Radit tidak Demian, sama saja. Kekanak-kanakan, bisik hatiku

Sintya kemudian meninggalkan mushola dan kembali ke ruangan ICU karena ibu harus ada yang menjaga. Tidak boleh dibiarkan sendiri seperti pesan perawat. Sebab sewaktu-waktu ibu bisa anfal.

Aku kembali melanjutkan doaku. Semua dzikir aku bacakan untuk kesembuhan ibu. Namun belum lama Sintya pergi, dia sudah kembali lagi ke mushola. Sintya kembali seraya berlari. Seperti ada hal penting yang ingin dia sampaikan.

"Lis... Lis... " Kata Sintya. Napas Sintya terengah-engah karena berlari dari ICU ke mushola.

Aku langsung bangkit dari duduk ku dan membuka mukena ku. Mas Radit dan Demian juga ikut melihat ke arah Sintya. Mereka juga sepertinya terkejut karena Sintya terlihat seperti orang panik.

"Lis... ibumu... " Kata Sintya.

"Ibu? Ibu kenapa Sin?" Tanyaku setelah Sintya dekat.

"Itu... Ibu mu... Ibu mu Lis...." Sintya terbata.

Deg!

Jantungku langsung berdegup kencang. Ibu, kenapa dengan ibu?

*Bersambung

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terima kasih masih setia membaca novel ini. Terus ikuti setiap episode nya untuk mendapatkan kejutan-kejutan yang membuatmu geleng-geleng kepala. 😆

1
Adiba Shakila Atmarini
ya allah,sedih bngt bacanya..
Adiba Shakila Atmarini
sedihnya..
Adiba Shakila Atmarini
jadi ikutan mewek bacanya..
Adiba Shakila Atmarini
jangn² nnti yg mnjadi pendonornya demian ?
Adiba Shakila Atmarini
baiknya si radit ni walau pun kasar..tpi tidak pernah mau berbagi ranjang dengan yg selain istrinya..
Adiba Shakila Atmarini
jantung q pun ikut berhnti berdetak thor..horor bngtt
Lia Safitri
sumpah kk cerita bagus aku suka, susah di tebak seperti kisah sungguhan.. sukses terus tu kk author dan tetap sehat dan semangat terus💪💪
Lia Safitri
seru banget cerita penuh seperti drama sungguh.. aku sampai 😫😭😭😭
LV Edelweiss: cup cup... peluk dari jauh ya kk... jangan lupa ajak temen2nya buat baca. dan doa kan tembus ke rumah produksi. karena sedang di usahakan ke sana.... 😇🙏
total 1 replies
Lia Safitri
sama akuu juga pusing ngikutin cerita nya sebenarnya siap sih yang sah 🤔
LV Edelweiss: haahaha.. emang kudu banyak minum kak kalau baca novel ini😅
total 1 replies
Lia Safitri
😭😭😭 kok jadi gini aku ikut nangis
Lia Safitri
udah jelas di sini si kalista ni di jadi kan wanita kedua karena si Bianca tidak mau beranak jadi si lista jadi korban orang tua nya juga
Lia Safitri
Bianca tu so pasti ikuti terus biar tau suami mu selingkuh
Lia Safitri
selingkuh annya tu
Lia Safitri
kok bisa bertahan dengan manusia kutub
Lia Safitri
semoga berjodoh kembali
Lia Safitri
suami mu ada selingkuh han nya mana nya kasar gitu
LV Edelweiss: huhuhu... apakah iya... 🥺
total 1 replies
Khairul Azam
kalista itu awalan aku baca aku pikir bisa berpikir jernih, tp menurutku kalista ini banyak ngomong, gak tau lah gimana gambarinya, seharusya diam" dislidiki bukan meledak" ya udah pisah aja, kalista sama adit sama" gak bener
Khairul Azam
ini semart nya di mana sih kalista ini, udah suami begitu masih mau dihamili lg
LV Edelweiss: pinter akademisi aja. bodoh soal pernikahan 🤣🤣🤣
total 1 replies
Khairul Azam
aku bisa oaham sama kalista tp tak membenarkan klo kalista sering ngladeni si damean, krn dia masaih ada masalah sama suaminya, harus jaga jarak dulu sama laki"
LV Edelweiss: yah... gimana dong. cinta pertama 😜
total 1 replies
Khusnul Khotimah
yahhhhhh... bikin mewek thoorr.... terguling2😂
LV Edelweiss: hahaha... mewek sampai ketawa ya kk 😆 lanjut season 2 ya kak...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!