NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)

Pernikahan Paksa Berakhir Bahagia (Menikahi Gadis Amnesia)

Status: tamat
Genre:Cinta setelah menikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Cinta Seiring Waktu / Menyembunyikan Identitas / Gadis Amnesia / Suami amnesia / Tamat
Popularitas:447.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rositi

“Gunduli kepala mereka, jika mereka tetap tidak mau mengakui kesalahan mereka! Bisa-bisanya mereka berzin.a di lingkungan kita!” ucap warga menggebu-gebu penuh amarah.

Entah ibli.s apa yang merasuki warga. Hingga mereka menghakimi Hasan dan gadis amnesia yang bersamanya, dengan sangat keji. Hanya karena warga memergoki Hasan dan gadis tersebut tengah berpelukan di dalam mobil bersuasana gelap. Kedua sejoli itu dituduh akan melakukan zina. Ditambah lagi, keduanya tidak bisa menyerahkan kartu identitas.

Bukan hanya mobil Hasan yang remuk setelah diamuk warga. Karena Hasan juga terluka parah. Si gadis amnesia yang dituduh menjadi pasangan zina Hasan, juga nyaris dibotaki. Padahal alasan kedua sejoli itu bersama karena kecelakaan lalulintas yang sebelumnya keduanya alami. Hasan tak sengaja menabrak si gadis dan membuat si gadis menjadi amnesia total. Keduanya yang tidak saling kenal, tengah saling menguatkan satu sama lain melalui pelukan.

Namun, demi menyelamatkan nyawa satu sama lain, kedua sejoli itu menerima untuk dinikahkan paksa. Lantas, pernikahan seperti apa yang akan keduanya miliki jika alasan mereka menikah saja karena fitnah yang begitu keji?

[Merupakan bagian dari novel : Kembar Genius Kesayangan Bos Mafia Kejam & Rujuk Bersyarat Turun Ranjang ]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rositi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29 : Hasan yang Masih Menunggu Cinta (Revisi)

“Dia ke mana, sih?”

Hasan kembali terduduk gelisah di bangku kayu yang ada di teras rumahnya. Ia masih menunggu kepulangan Cinta. Namun, jangankan pulang, sekadar tanda-tanda Cinta akan pulang saja, tidak ada.

“Sebenarnya dia itu wanita seperti apa? Jika dia beneran enggak balik, ... bisakah aku sebut dia sebagai wanita tangguh?”

“Ah, ... bukankah dia bilang, alasanku memberinya nama Cinta, ... karena dia terlalu tangguh. Dia rela dinikahkan paksa denganku, asal kami tetap hidup. Demi nyawaku, demi nyawa kami, ... dia rela menikah denganku?” Memikirkan itu, Hasan jadi meringkuk lesu. Keadaan Hasan kini mirip penderita tifus yang sedang parah-parahnya.

Menunggu, ... menunggu, dan terus begitu, itulah yang Hasan lakukan. Hasan mondar-mandir, masuk—keluar rumah. Beberapa kali, Hasan sampai memakai sepeda. Bukan hanya sepeda miliknya yang Hasan pakai. Karena Hasan juga sampai memakai sepeda milik Cinta.

“Malam-malam sepedaan, takutnya malah dikira bagian dari kriminal atau malah pesugihan!”

“Ya ampun ... tuh anak ke mana, sih? Iya, kalau memang tangguh beneran, aku juga seneng. Lah, kalau dia kenapa-kenapa? Kan aku jadi makin merasa bersalah!”

“Cepat pulang kenapa, sih, Ta!”

“Maksudku mengajak kamu sudahan, kan minimal kamu tinggal di sini. Rumah ini buat kamu, apalagi jika pada kenyataannya, kamu memang sebatang kara.”

“Kan kasihan, ... sudah amnesia, sebatang kara, enggak punya tempat tinggal juga.”

“Namun tetap, ya. Ini aku peduli ke dia, bukan karena aku cinta ke dia. Peduliku beneran karena ... ya karena kemanusiaan saja!”

“Aku berusaha bersikap manusiawi, ... gitu loh maksudnya!”

Bertanya sendiri, dijawab sendiri. Hasan masih bolak-balik berjalan kaki di gang kompleks rumahnya. Ia memakai sepeda mini warna pink milik Cinta. Saking bosannya Hasan menunggu padahal belum genap 24 jam, Hasan baru sadar, bahwa seharian ini, dirinya belum makan. Jadi, di tengah kenyataannya yang mendadak jadi donor darah dadakan kepada nyamuk, Hasan memutuskan untuk memetik buah jambu air di depan rumah, kemudian memakannya.

“Mmm! Semanis ini! Mirip yang punya! Mentang-mentang aku manis! Jambu di depan rumahku saja, sampai sangat manis!”

“Mmm ... enak ... enak! Enggak kebayang andai nih pohon jambu ada di kampung atau setidaknya ada Rain sama Paojan. Ludes-ludes nih jambu buat rujakan!”

Hasan yang jadi sibuk berbicara sendiri, memang sampai sibuk tertawa sendiri sambil memakan jambu airnya. Hanya saja, dengan sendirinya Hasan juga diam. Kenyataan yang memang masih berkaitan dengan kepergian Cinta. Benar-benar mirip ODGJ.

“Kalau dia kenapa-napa, bagaimana?”

“Ya ampun, Wir! Sudah pukul setengah empat pagi!”

“Ini aku sampai ketemu tukang ronda tujuh kali putaran!” gundah Hasan yang merasa dadanya menjadi terasa pegal, hanya karena ia terlalu mengkhawatirkan Cinta.

“Ta, kamu baik-baik saja, kan? Kamu, ... bahagia, kan?”

Demi mengalihkan kekhawatirannya kepada Cinta, Hasan sengaja memberi bapak-bapak yang ronda dan lewat di depannya, jambu air.

***

Ketika sinar mentari menyinari pagi, Hasan menjadi salah satu yang merasakan dampak kehangatannya. Hasan terbangun dengan tubuh yang terasa ngilu semua. Ia ketiduran di bangku kayu sebelah pintu. Hasan dapati, selain tubuh bahkan wajahnya yang jadi bentol-bentol karena didigiti nyamuk, pintu rumah di sebelahnya, dalam keadaan terbuka. Sontak, kenyataan tersebut membuat dada Hasan berdebar-debar.

Hati Hasan menjadi berbunga-bunga. Hasan merasa sangat bahagia karena yakin, Cinta menjadi alasan pintu rumahnya terbuka. Apalagi selama tinggal dua hari di sana bersama Cinta, Cinta memang sangat rajin. Apa-apa serba dibereskan. Pintu dan jendela dibuka semua. Termasuk Hasan yang selalu dapat jatah kopi atau teh manis.

Suasana rumah tetap sepi, agak kotor, dan memang tidak ada Cinta di sana. Hasan yang memang langsung mencari-cari ke dalam rumah, juga jadi ingat. Bahwa alasan pintu rumahnya terbuka, memang karena dirinya. Hasan yang membuka pintu karena sengaja menunggu Cinta.

“Si Cinta beneran enggak pulang. Sebenarnya, dia ke mana?” lirih Hasan yang hanya memakai satu sandal jepit dan itu sebelah kanan, tapi kembali mondar-mandir hingga ke depan pos satpam pintu masuk kompleks perumahannya.

“Telapak kaki kiriku kok nyeri, ya? Astaga ... ternyata aku cuma pakai sandal kanan. Pantas ... kok bisa lupa haluan sih. Lama-lama, aku bisa pindah dimensi, kalau gini caranya!” keluh Hasan sambil terus melangkah melewati gerbang rumahnya.

Di tempat berbeda, di sebuah kediaman megah dan dinding saja, sebagian besarnya berupa marmer, Nadim sudah tersenyum semringah.

“Mempercepat rencana pernikahanmu dan Keina?” ucap ibu Nadia sambil menatap tak percaya lawan bicaranya, dan itu Nadim sang putra.

Di sana tidak hanya ada Nadim dan ibu Nadia. Karena Nania kakak Nadim, juga tengah menjadi bagian dari sarapan hangat di kediaman mereka.

“Si Nadim beneran sudah putus dari Elza, apa bagaimana? Kok dia mendadak ngebet pengin mempercepat rencana pernikahannya dan Keina? Padahal pas awal-awal, Nadim sibuk menentang perjodohan. Malahan karena itu juga, dia sampai angkat kaki dari rumah,” batin Nania sambil menikmati buah alpukat yang ada di piringnya.

Nadim mengangguk-angguk. “Iya, Ma.”

“Kalau memang begitu, nanti Mama bahas ini dengan mamanya Keina,” ucap ibu Nadia sambil menikmati teh hijau di cangkirnya. “Jadi, kamu siapnya kapan? Agar andai pihak Keina tanya, Mama sudah bisa langsung atur,” lanjutnya.

“Secepatnya, Ma! Aku ingin secepatnya berumah tangga. Apalagi kalau lihat kak Nania sama keluarga kecilnya. Rasanya pengin bahagia seperti mereka!” ucap Nadim kembali tersenyum semringah. “Lagian setelah aku perhatikan, ... sepertinya Keina lumayan!”

Bukannya senang karena otomatis, perjodohan antara Nadim dan Keina, akan berjalan lancar. Ibu Nadia maupun Nania kakak Nadim, malah merasa ada yang aneh. Mereka merasa, ada yang janggal dari keinginan Nadim. Bagi mereka, Nadim yang sekarang seperti sedang menyimpan misi rahasia sekaligus mengejutkan.

“Ya sudah, Kei. Ayo kita nikah. Biar kamu enggak punya alasan untuk menolak aku lagi!” batin Nadim yang kemudian memakan melahap basi goreng di piringnya.

1
Niken Dwi Handayani
Othor, memang bisa mendetek nama akun yg baca novel? yg baca berurutan, loncat bab atau numpuk bab? trus terang AQ penasaran dengan retensi nya noveltoon yg membuat banyak pengarang kadang kebakaran jenggot
Janah Selaluinginsetia
Luar biasa
Sami
sedih bangett/Sob//Sob/
Kamiem sag
bisa ya Hasan gak hapan no kontak keluarganya minimal no. orangtuanya
Kamiem sag
ikut baca
Ulla Hullasoh
Luar biasa
Ulla Hullasoh
bagus Thor
Ulla Hullasoh
kasian Cinta
Ulla Hullasoh
waduhhhh amnesia Hasan? wahhhh semoga cepat ingat sama cinta kasian dia
Ulla Hullasoh
kasian jd nangis aq
Cia Sanu
suka semua smaa ceritanya
sweetie belle
cape deh, ceritanya bolak balik mulu mo jd apa tuh otak geger mulu huhh
sweetie belle
klo 22nya ilang ingatan jdny gmn donk ckckc
sweetie belle
jiahh malah bc ini dl, klo ortu hasan uda bc cm si keina ini wkwkkw
Kadek Yuni
Luar biasa
Kadek Yuni
Lumayan
Nartadi Yana
kok bukan bian yg jadi ketua mafia buka kah sudah dicalonkan sama kakek syam
Nartadi Yana
ya lebih baik terus terang ke mama mu keina kalau mau lahiran di kampung nya mas Hasan
Nartadi Yana
amnesia nya kok nggak kelar kelar malah puter balik ke awal
Nartadi Yana
ya Allah semoga Hasan baik baik saja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!