"Mas, malam ini kamu tidur di rumah ku kan?" tanya Kania istri pertama Agam wicaksana.
"Maaf sayang, malam ini Mas harus tidur di rumah Naura," jawab Agam.
Telepon genggam Agam tiba-tiba berdering, ada panggilan dari Louisiana istri ketiga. Ia meminta Agam pulang ke rumahnya karena perutnya sakit.
Baru saja hendak melangkahkan kaki, telepon genggam Agam berdering lagi. Naura sudah tidak sabar menunggu kedatangan Agam, dan meminta untuk cepat-cepat pulang ke rumah.
***
Agam wicaksana seorang pengusaha muda, yang mempunyai tiga istri. Mereka sudah dibelikan rumah sendiri-sendiri agar adil. Namun, kenyataannya justru merepotkan dirinya harus bolak-balik ke rumah ketiga istrinya. Sebagai suami yang bertanggung jawab Agam berusaha berlaku adil, hingga suatu ketika ia memutuskan membeli rumah besar untuk ditempati bersama ketiga istrinya.
Akankah ketiga istri Agam akur? Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Mari kita simak🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertunangan Kevin
Ternyata Agam tidak mengizinkan Naura pergi, sudah jelas tadi pagi ia berpesan pada Kania untuk mengatakan ke istri lainnya agar tidak keluar rumah. Walaupun Naura merayu seperti apapun, Agam tetap tidak mengizinkan.
Naura mengerucutkan bibirnya, sambil menaruh tasnya di sofa. Ia lalu merebahkan diri, hingga tertidur pulas.
Kania paling antusias pergi ke pesta sepupu Agam, ia mengirimkan pesan kepada Agam menanyakan baju apa yang akan digunakan.
Agam ternyata sudah berada di depan rumah, ia sengaja pulang lebih awal agar Naura tidak pergi. Ia juga sudah membawakan gaun untuk ketiga istrinya, tentu saja sudah sepadan dengan kemeja miliknya.
"Mas, kok sudah pulang!" kaget Kania, kebetulan sedang berada di ruang keluarga menonton televisi.
"Louisiana dan Naura mana? Ini Mas bawa gaun untuk mereka juga," ujar Agam, memberikan sebuah gaun berwarna ungu kepada Kania.
Kania kemudian memanggil Louisiana dan Naura, mereka semua akhirnya berkumpul di ruang keluarga.
"Kenapa ungu? Gue gak suka," ungkap Louisiana.
"Iya, aku pakai gaun warna hitam! Sesuai dengan keadaan hatiku," sahut Naura.
"Kalian berdua bukanya berterimakasih, tapi malah mencibir," kata Kania.
Naura dan Louisiana terlihat acuh, tidak peduli dengan gaun yang dibelikan oleh Agam. Padahal harga gaun itu mahal, dari butik terkenal. Hanya Kania yang menyukai, karena warnanya sepadan dengan kemeja Agam.
Agam tidak mau terjadi keributan lagi, ia sudah cukup pusing menjalani kehidupan sehari-hari karena ulah para istrinya.
Waktu yang ditunggu telah tiba, mereka akhirnya akan segera berangkat ke rumah sepupu Agam. Hanya Kania yang menggunakan gaun yang sepadan dengan Agam, Naura dan Louisiana menggunakan sesuai keinginan masing-masing.
Walaupun berbeda gaun mereka bertiga keliatan sangat cantik, memang tidak salah Agam memilih istri.
Agam mengajak mereka ke rumah Mamahnya lebih dulu, baru kali ini Louisiana dan Naura pergi ke rumah orang tua Agam.
Mamah Amara dengan senang hati menyambut kedatangan mereka, beliau langsung membuatkan minuman sendiri tanpa menunggu asisten rumah tangganya.
"Menantu Mamah cantik semua! Jadi bingung sendiri mau nyapa yang mana dulu," ucap Mamah Amara, lalu meletakkan minuman yang beliau bawa di atas meja.
"Tidak perlu repot-repot, Mah. Kita bisa buat minum sendiri," kata Louisiana.
"Mamah jadi tidak sabar, punya cucu dari kalian," ujar Mamah Amara.
Mereka semua terdiam, karena suatu hal yang tidak mungkin. Beliau menatap ketiga menantunya secara bergantian, dengan raut wajah yang begitu bahagia.
Tak lama kemudian Agam mengajak mereka ke tempat acara, yang tidak jauh dari rumah Mamah Amara. Mereka berangkat dengan berjalan kaki, karena jaraknya yang dekat.
Naura yang paling terkejut ketika melihat Kevin, ia tidak percaya setelah mendengar ucapan Agam kalau Kevin yang akan tunangan dengan sepupunya.
"Tidak mungkin! Kenapa harus sepupu Mas Agam, apa aku hanya mimpi?" gumamnya dalam hati.
"Naura!" panggil Louisiana, sehingga membuyarkan lamunan Naura.
Air mata Naura tak henti menetes, moments paling menyakitkan baginya. Ia tak kuasa menyaksikan Kevin bertunangan dengan wanita lain.
Louisiana menatap ke arah Naura yang sedang meneteskan air mata, lalu membawanya ke toilet. Ia menyuruh Naura untuk mencuci muka, agar tidak terlihat seperti orang menangis.
"Terimakasih, Lou," ucap Naura memeluk Louisiana.
"Lo hutang penjelasan!" tegas Louisiana.
Naura berjanji akan menceritakan kenapa dirinya menangis, tapi tidak sekarang. Mereka lalu kembali ke tempat tadi, dimana Agam dan Kania berdiri.
Saat acara hendak dimulai mereka berdiri di barisan paling depan, sehingga bisa menyaksikan dengan jelas.
Sementara saat ini Kevin berada di dalam ruangan bersama Almira, ia merapikan kemejanya. Saat Almira membantu, Kevin menolak dengan menghempaskan tangan gadis itu.
"Vin, kasar banget kamu! Udah pada nunggu tuh di luar, jangan lama-lama," ujar Almira.
"Terserah aku dong! Pergi sana," usir Kevin.
Almira mendengus kesal, ternyata perlakuan Kevin begitu kasar, tanpa ada rasa cinta sedikitpun. Ia kembali ke ruang pesta, dan menemui Agam. Gadis itu tampak bahagia, menyambut acara pertunangannya.
Agam mendekati Almira, lalu memeluk sepupunya itu sambil berbisik. "Kamu yakin akan bahagia?"
"Tentu saja! Aku akan membuat Kevin bertekuk lutut di hadapanku, mengemis cintaku," ucap Almira tersenyum licik.
"Apa kamu sedang bermimpi?" tanya Agam lagi, tidak yakin kalau Kevin bisa mencintai sepupunya dengan sepenuh hati.
Acara tukar cincin segera di mulai, Naura menyaksikan dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya. Sedangkan Kevin tidak fokus dengan Almira, ia menatap ke arah Naura.
Lebih mengejutkan lagi, Naura baru tau kalau Agam dan Kevin adalah seorang sahabat.
"Kevin, pasangkan cincinnya ke jari Almira," bisik Mamah Diah. Memperhatikan putranya yang menatap Naura, membuatnya berniat melakukan sesuatu.
Beliau meminta izin untuk pergi ke toilet, tapi menarik tangan Naura. "Naura, kenapa kamu ada di sini?" tanyanya dengan kesal.
"Di undang Mas Kevin, tante," jawab Naura.
"Tante sudah bilang, jangan menampakkan diri di hadapan Kevin! Anak saya berhak bahagia, Naura!" marah Mamah Diah saat berada di toilet.
"Aku juga ingin bahagia ... " lirih Naura.
Melihat Naura yang menangis membuat Mamah Diah merasa kasihan, tiba-tiba beliau pingsan. Naura sangat panik, dan berteriak minta tolong. Semua tamu yang hadir terpaksa menuju ke arah Naura, mereka membantu menolong Mamah Diah. Alhasil pertunangan ini terpaksa ditunda, karena insiden yang baru saja terjadi.
"Sayang, apa yang terjadi?" tanya Agam begitu panik.
Terpaksa Naura pura-pura tidak mengenal Mamah Diah, dia memberikan keterangan dengan berbohong agar Agam tidak curiga dengan hubungannya dengan Kevin.
Kevin menatap tajam Naura, seperti banyak menyimpan pertanyaan untuk wanita itu. Naura sendiri juga akan menjelaskan jika ada kesempatan, agar tidak ada kesalah pahaman.
Plak ... plak ... plak
Tamparan begitu keras mendarat di wajah mulus Naura, sehingga membuatnya menjadi memerah. Almira yang sudah melakukannya, ia menyalahkan Naura karena pertunangannya batal.
Kevin tidak bisa berbuat banyak, saat hendak menuju ke arah Naura. Agam lebih dulu membawa istrinya pergi, sehingga membuatnya bertanya-tanya dalam hati. Apakah Naura istrinya Agam? Kenapa dirinya sampai tidak mengetahui? Semua pertanyaan itu berkecamuk dalam pikirannya, kalau sampai benar dia tidak tau harus menjelaskan apa ke sahabatnya.
Untung saja Mamah Diah segera sadar, dan memanggil Naura yang melangkahkan kaki bersama Agam. Beliau mengucapkan terimakasih, karena sudah menyelamatkannya.
Naura bingung sendiri dengan ucapan Mamah Diah, dan hanya mematung di tempat itu.
Keluarga Almira bersyukur akhirnya pertunangannya bisa dilanjutkan kembali, mereka sudah tidak sabar menyaksikan kebahagiaan Almira.
Namun, Kevin masih merasa kesal dengan perbuatan Almira yang menampar Naura. Ia menjadi tidak suka, dengan calon tunangannya itu.
"Kevin, apa bisa dilanjutkan pertunangan ini?" tanya Almira penuh harap.
Kevin menatap Mamah Diah, yang masih duduk lemas di sofa. Ia seperti meminta persetujuan dengan Mamah Diah.
lou 👍🌹
dan mempunyai suami yang lebih sayang sama Kania
semangat Agam